‘Nabi’ Jari Akan Ditindak Jika Gagal Dibina

JOMBANG (Jurnalislam.com) – Pihak Kepolisian Resort Jombang akan menindak Jari si pengaku Nabi Isa Habibullah jika pembinaan yang nantinya dilakukan gagal.

Menurut Kapolres Jombang AKBP Sudjarwoko, hari ini akan digelar pertemuan Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) di Kantor Kesbang Jombang menyikapi persoalan tersebut.

Sudjarwoko menambahkan, pertemuan itu melibatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jombang karena institusi itu yang berwenang memutuskan apakah pengakuan Jari masuk kategori penistaan agama atau tidak. 

"Hari ini akan diputuskan di rapat Forpimda," katanya.

Sebelum ada keputusan itu, lanjutnya, kepolisian tidak bisa langsung melakukan penindakan terhadap Jari.  

Biasanya, kasus-kasus tersebut ditangani lebih dulu secara persuasif, yakni melakukan pembinaan kepada orang yang dimaksud agar kembali ke ajaran yang benar. 

"Penindakan baru dilakukan setelah pembinaan gagal," pungkasnya.

Sumber: SINDONews | Editor: Ally | Jurnalislam

Mengharukan, Seorang Penganut Syiah di Tasikmalaya Bertaubat

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Seorang penganut Syiah di Tasikmalaya, Roni (37) bertaubat dan kembali mengucapkan dua kalimat syahadat di Kantor Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Kamis (18/2/2016).

Momen mengharukan itu disaksikan langsung oleh keluarga Roni, Lurah Sukamanah, Wakapolsek Sukamanah, Koramil setempat, ANNAS Tasik dan ALM. Ikrar dua kalimat syahadat dituntun oleh ketua MUI Kecamatan Cipedes.

Roni, warga kampung Cioray Kelurahan Sukamanah Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya itu mengaku pertama mengenal Syiah pada tahun 2012 diajak oleh saudaranya di Jakarta. Roni mengisahkan, pada awalnya dia diberikan tiga buku: Akhirnya Kutemukan Kebenaran, Pembantaian Hasan Husen di Bukit Karbala.

“Yang ketiga buku What Happen. Isinya teh dakwah terakhir Rasul bahwa kekhalifahan teh dipasihkeun (diberikan) ke sayyidina Ali,” kata Roni.

Dari sana Roni mulai tertarik yang akhirnya menjerumuskan dia untuk masuk Syiah. Roni semakin berani menunjukkan kesyiahannya. Menurut penuturan RW setempat, sejak tahun 2012 itu Roni tidak terlihat lagi shalat Jumat dan shalat berjamaah di Masjid setempat.

Warga mulai diresahkan setelah pada tahun 2015 Roni mulai ‘mendakwahkan’ keyakinannya dan mengajak pemuda-pemuda Kampung Cioray untuk bergabung. Beberapa pemuda di Kampung Cioray pun terpengaruh dan mulai mengikuti kajian Syiah bersama Roni di Perumahan Cilolohan Indah, Kota Tasikmalaya.

“Setelah warga mengetahui dia Syiah dan ada kecurigaan kepada Roni setelah terkuak beberapa pemuda yang menjadi korban aqidah, maka Roni dibawa oleh Polsek untuk dimediasi kebenaran Syiahnya,” ungkap Ajat, Ketua RW Cioray kepada Jurnalislam, Kamis (18/2/2016).

Mediasi pertama pada hari Rabu (17/2/16) itu dihadiri MUI, RW dan elemen masyarakat. Sejumlah ulama dan aktivis Islam dari ANNAS dan Al Mumtaz yang hadir saat itu memaparkan kesesatan ajaran Syiah yang diyakini Roni.

“Mediasi pertama ini berhasil menyadarkan Roni bahwa faham yang dia anut itu sesat, setelah banyak nasehat dari ulama,” lanjut Ajat.

Akhirnya pada hari Kamis (18/2/15), Roni bulat untuk kembali kepada ajaran Islam. Ditemani angota keluarganya, Roni mendatangi ketua RW dan menyatakan untuk bersyahadat ulang.

Roni mengaku dirinya tidak pernah menyatakan masuk Syiah. "Saya selama 5 tahun, hanya mempelajari, tidak ada catatan saya masuk Syiah dan berikrar syahadat Syiah," jelasnya.

Roni juga membantah alasannya meninggalkan Syiah karena takut dengan ancaman-ancaman yang selama ini beredar di kampungnya. "Tidak pak, itu karena kelembutan hati pak RW dan kakak saya yang terus mamatahan (memberi penjelasan) sampai saya luluh," ujar Roni.

Sebelumnya, Senin (15/2/2016) dua orang pemuda kampung Cioray yang diajak Roni juga telah bertaubat dan meninggalkan ajaran Syiah.

Reporter: Aryo Jipang, HBQ | Editor: Ally | Jurnalislam

Jund al Aqsa Bergabung dengan Jabhah Nusrah

SURIAH (Jurnalislam.com) – Lusinan mujahidin yang merupakan tokoh senior di Jund al Aqsa, telah bergabung dengan Jabhah Nusrah. Mujahidin Jund al Aqsa menjelaskan keputusan mereka untuk bergabung dengan cabang resmi al Qaeda di Suriah dalam sebuah pernyataan yang dirilis di media sosial sebelumnya hari ini. Deklarasi mereka telah diterjemahkan oleh SITE Intelijen, lansir The Long War Journal Rabu (17/02/2016).

"Kami dari faksi Jund Al Aqsa dan bergabung ke Jabhah Nusrah adalah respon terhadap perintah Allah Swt untuk bersikap tegas dan menyatukan barisan, dan dalam ketaatan kepada para ulama umat dan para ulama jihad, serta untuk memperkuat jajaran mujahidin," para jihadis tersebut menjelaskan.

Seperti banyak faksi jihad lainnya, Jund al Aqsa menawarkan sedikit transparansi sehubungan dengan hirarki kepemimpinan mereka. Dilihat dari reaksi jihadis di media sosial, tampak bahwa para mujahidin Jund al Aqsa  adalah tokoh senior.

Para mujahidin dari semua faksi dan kelompok untuk mengutamakan persatuan karena musuh mereka yang sebenarnya adalah Syiah, Salibis, Zionis dan Ateis.

Saat The Long War Journal pertama kali melaporkan, Jund al Aqsa telah menjadi sayap militer al Qaeda, yaitu saat pemimpin senior yang setia kepada Syeikh Ayman al Zawahiri bertugas di jajarannya.

Salah satunya adalah Adel Radi Saker al Wahabi al Harbi, seorang Saudi yang kemungkinan anggota elit al Qaeda, Khorasan Group. Sebelum pindah dari Iran ke Suriah, Harbi menjabat sebagai wakil Muhsin al Fadhli, yang merencanakan "operasi eksternal" (serangan terhadap Barat) atas nama Grup Khorasan. Sebagai wakil Fadhli, Harbi membantu mengelola jaringan al Qaeda di Iran. Setelah ia syahid pada bulan April 2015, Harbi diidentifikasi secara publik sebagai komandan militer Jund al Aqsa di Suriah.

Pada bulan Mei, mujahidin  al Qaeda berpengalaman yang lain, Said Arif, syahid saat memimpin pasukan Jund al Aqsa. Gugurnya Arif dilaporkan oleh beberapa jihadis di media sosial. Dia diduga terbunuh dalam serangan udara yang dilakukan oleh koalisi pimpinan AS.

Jund al Aqsa didirikan oleh Syeikh Abdul Aziz al Qatar, yang dilaporkan berjuang untuk al Qaeda di Afghanistan dan diyakini dekat dengan Syeikh Usamah bin Laden dan Syeikh Ayman al Zawahiri. Jasad Syeikh Qatar ditemukan di Suriah pada akhir 2014, beberapa bulan setelah ia menghilang secara misterius.

Pada 23 Oktober, 2015, Jund al Aqsa mengumumkan berpisah dari koalisi Jaysh al Fateh di Suriah. Langkah ini sebagai langkah strategis untuk operasi militer kedepan.

Jund al Aqsa memainkan peran penting dalam beberapa pertempuran kunci Jaysh al Fateh di laut Suriah pada tahun 2015. Selama pertempuran untuk kota Idlib, misalnya, pembom syahid menyerang pos-pos pemeriksaan yang dijaga oleh rezim Nushairiyah Assad sejak awal, sehingga membuka jalan bagi para mujahidin  lainnya untuk menyerang dari dalam. Idlib jatuh ke tangan Jaysh al Fateh hanya dalam beberapa hari.

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

Turki Lanjut Memborbardir Posisi Milisi PYD di Kota Azaz, Suriah

KILIS (Jurnalislam.com) – Militer Turki lanjutkan gempuran artileri ke posisi PYD di distrik Azaz yang terletak di pedesaan utara Aleppo, sumber keamanan Turki mengkonfirmasi ke Anadolu Agency Kamis (18/02/2016).

PYD adalah afiliasi Suriah dari organisasi komunis  teroris PKK, yang telah menargetkan pasukan keamanan serta warga sipil di Turki sejak tahun 1984.

Putaran terakhir penembakan terjadi sehari setelah serangan bom mematikan menewaskan 28 orang dan melukai puluhan lainnya di ibu kota Turki, Ankara.

Militer Turki menembaki posisi PYD dan PKK di Suriah utara selama enam hari berturut-turut sebagai pembalasan untuk tembakan artileri pasukan PYD yang berbasis di sekitar Azaz. Sumber-sumber keamanan Turki mengatakan artileri mulai beterbangan di Azaz lagi Kamis malam.

Sebelumnya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bukti yang diberikan oleh Kementerian Dalam Negeri Turki menunjuk organisasi teroris PKK dan PYD sebagai pelaku pemboman Ankara Rabu.

Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu mengatakan YPG – sayap bersenjata milisi komunis PYD – adalah sayap rezim Suriah dan menunjuk bahwa rezim secara langsung bertanggung jawab atas serangan bom di Ankara.

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Israel telah Membunuh 49 Bocah-bocah Palestina Sejak Oktober

Yerusalem (Jurnalislam.com) –Pertahanan Anak Internasional (Middle East Monitor-DCI) pada hari Selasa (16/02/2016) mengatakan tentara zionis yahudi sengaja membunuh anak-anak Palestina di wilayah Palestina yang diduduki, QudsNet melaporkan.

Seperti yang dilansir Palestine News Network, Kamis (18/02/2016), bahwa sejak awal Oktober, pasukan zionis IOF telah membunuh lebih dari 175 warga Palestina termasuk 49 anak-anak.

Monitor Timur Tengah (Middle East Monitor) mengatakan: "Tentara Israel berulang kali terus membunuh dan menembaki anak-anak, dan mencegah paramedis memberikan bantuan medis untuk mereka dianggap sebagai bentuk pembunuhan di luar hukum."

"Beralasan menjatuhkan hukuman" mendorong tentara zionis  untuk membunuh anak-anak Palestina, mencatat bahwa tidak ada investigasi "nyata" dalam kasus-kasus yang menewaskan warga Palestina.

Seorang pejabat  IOF menegaskan bahwa eselon politik zionis secara resmi memberi tentara lampu hijau untuk membunuhi anak-anak Palestina setelah ratifikasi terbaru hukum yang mengatur penggunaan senjata.

Deddy | PNN | Jurnalislam

2 Pos Tempur dan Konvoi Militer Digempur Taliban di Jowjzan

JOWZJAN (Jurnalislam.com) – Mujahidin Imarah Islam menyerang dua pos tempur musuh di distrik Aqcha provinsi Jowzjan utara tadi malam, Al Emarah News melaporkan Kamis (28/02/2016).

Setidaknya tiga tentara musuh tewas dan tiga lainnya mengalami luka dalam baku tembak berikutnya, di mana sisa tentara musuh kabur meninggalkan pos.

Komandan Pir Jan, ada di antara mereka yang tewas dalam serangan itu. Seorang Mujahid terluka dalam serangan itu.

Mujahidin juga berhasil mendapatkan perlengkapan militer dan dua sepeda motor.

Di kawasan provinsi Faizabad, Mujahidin juga bentrok kemarin malam. Sedikitnya 6 tentara musuh tewas dan terluka, sedangkan 3 sepeda motor hancur dalam pertempuran itu.

Seorang mujahid dikatakan terluka dalam pertempuran.

Sementara konvoi 30 kendaraan musuh babak belur di hajar oleh mujahidin hari sebelumnya dan terlibat pertempuran sepanjang hari kemarin di daerah Tash Kotal kabupaten Qushtepa, provinsi Jowjzan.

Para pejabat mengatakan bahwa 9 personel musuh termasuk 2 komandan mereka tewas dalam pertempuran, 15 lainnya luka-luka serta 4 APC hancur.

Deddy | Al Emarah News | Jurnalislam

 

Serangan Udara Turki Gempur Milisi Komunis PKK di Irak Utara

ANKARA (Jurnalislam.com) – Militer Turki mengatakan pada hari Kamis (18/02/2016) bahwa serangan udara menargetkan puluhan milisi PKK, termasuk beberapa tokoh penting organisasi, di Irak utara pada Rabu malam, World Bulletin melaporkan, Kamis.

Staf Umum Turki mengatakan bahwa sekelompok 60-70 milisi menjadi sasaran di wilayah Haftanin di Irak utara dekat perbatasan Turki, Rabu malam.

Serangan udara diikuti serangan teroris yang melanda kendaraan milik militer di pusat kota Ankara pada Rabu malam, menewaskan sedikitnya 28 orang dan melukai 61 lainnya.

Laporan awal dari Gubernur Ankara menyatakan bahwa tiga kendaraan milik militer dan kendaraan pribadi terkena serangan selama jam sibuk malam hari.

Wartawan Anadolu Agency di lokasi kejadian mengatakan, ledakan itu terjadi di Jalan Marasim yang menghubungkan Dikmen Street dengan Inonu Boulevard dan dekat dengan Staf Umum Turki serta gedung-gedung parlemen.

Gubernur Ankara Mehmet Kiliçlar mengatakan pihak berwenang percaya bahwa sumber ledakan adalah kendaraan bermuatan bom.

Staf Umum Turki mengatakan bahwa "serangan teror" menghantam kendaraan yang membawa personil pada pukul 06:31 waktu setempat [1631 GMT] saat mereka sedang menunggu lampu lalu lintas di Inonu Boulevard.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Milisi Komunis PYD Mulai Serangan Besar-besaran di Suriah Utara

TURKI (Jurnalislam.com) – PYD, cabang Suriah dari organisasi teroris PKK, meluncurkan serangan besar-besaran di distrik Azaz Suriah utara, seorang komandan Turkmen mengatakan Kamis (18/02/2016).

Zakariyya Karsli, komandan kelompok Jabhat Shamiya, sebuah faksi jihad Suriah yang menentang rezim Bashar al-Assad, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa serangan skala besar terbaru PYD hanya berjarak enam kilometer (empat mil) dari perbatasan Turki.

"PYD dikerahkan hanya dua kilometer dari Azaz sejak Selasa dan hari ini mereka telah mulai melakukan serangan untuk merebut kota itu," kata Karsli.

Azaz, di provinsi Aleppo, telah menjadi tempat pertempuran sengit baru-baru ini.

"Mereka [pasukan PYD] mencoba untuk mengusai Azaz State Hospital yang merupakan satu-satunya rumah sakit di kota," Karsli juga mengatakan.

Pada hari Senin, pesawat tempur Rusia menargetkan dua sekolah, rumah sakit di Azaz dan rumah sakit lain di Idlib yang dikelola oleh Doctors Without Borders yang berbasis di Jenewa.

Secara terpisah, militer Turki telah terus menembaki  artileri ke posisi PYD dan PKK di Suriah utara selama enam hari berturut-turut sebagai pembalasan atas tembakan artileri dari milisi PYD yang berbasis di sekitar Azaz.

PYD adalah cabang teroris komunis  PKK Suriah yang menargetkan pasukan keamanan Turki dan warga sipil sejak tahun 1984.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Perdana Menteri Turki: YPG dan PKK di Balik Serangan Bom

ANKARA (Jurnalislam.com) – Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu mengatakan Kamis (18/02/2016) serangan Ankara dilakukan oleh YPG bom bunuh diri dari Suriah bekerjasama dengan milisi komunis PKK.

"Telah mengungkapkan bahwa serangan ini dilakukan oleh anggota organisasi teroris bekerjasama dengan anggota YPG yang menyusup (Turki) dari Suriah," kata Davutoglu wartawan di Ankara, membenarkan pembom adalah Suriah nasional bernama Saleh Najar dan mengatakan sembilan orang telah ditahan atas serangan itu, lansir Anadolu Agency Kamis.

Davutoglu mengacu pada Partai Pekerja Kurdistan yang dilarang (PKK) dan Suriah Kurdi Rakyat Unit Perlindungan (YPG), yang Turki baik anggap sebagai kelompok teror.

Davutoglu juga menegaskan bahwa penyerang, Saleh Najar, adalah nasional Suriah. Juga sembilan tersangka serangan-terkait telah ditahan.

Laporan sebelumnya mengatakan bahwa pihak berwenang Turki menduga bahwa bom mobil mematikan di jantung Ankara menargetkan kendaraan dinas militer dilakukan oleh nasional Suriah yang masuk Turki dengan pengungsi dan memiliki hubungan dengan pejuang Kurdi.

Serangan Rabu malam menewaskan 28 orang dan menyebabkan 61 terluka dalam terbaru dalam serangkaian serangan mematikan di Turki dalam beberapa bulan terakhir.

Polisi telah mengidentifikasi pembom sebagai Suriah bernama Saleh Nejar dari sidik jari yang diambil dari pengungsi yang menyeberangi perbatasan untuk melarikan diri dari perang lima tahun di Suriah, Yeni Safak dan harian Sozcu kata.

Laporan itu mengatakan ia tewas dalam ledakan itu, tanpa menentukan apakah ia telah bertindak sebagai pelaku bom bunuh diri.

Turki Wakil Perdana Menteri Numan Kurtulmus Rabu mengatakan tidak jelas siapa yang melakukan serangan tersebut tetapi berjanji penyebab akan ditemukan dengan cepat.

Serangan itu menghantam jantung di ibukota Turki, memukul daerah di mana markas tentara, parlemen dan kantor perdana menteri berada di dekat.
 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Imarah Islam Kutuk Serangan ke Rumah Sakit Milik NGO Swedia

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Tentara penjajah AS bersama pasukan boneka mereka (tentara nasional Afghanistan) mengerebek sebuah rumah sakit di Bazaar, Distrik Jalgaon, Provinsi Maidan Wardak, Afghanistan, Kamis (18/2/2016).

Rumah sakit ini dibangun dan dijalankan oleh NGO Swedia yang melayani penduduk setempat dari daerah sebagai pusat perawatan.

Dalam operasi tersebut, tentara penjajah dengan sadis membunuh 4 pasien yang tidak bersalah. Mereka juga merusak fasilitas rumah sakit, memukuli para dokter dan stafnya serta menjarah peralatan rumah sakit dan obat-obatan.

Melalui juru bicaranya, Zabihullah Mujahi, Imarah Islam Afghanistan mengutuk serangan pengecut tersebut. Imarah Islam juga menyerukan organisasi internasional untuk mengutuk yang dilakukan oleh penjajah AS dan tentara bonekanya dan memenuhi tugas mereka dalam mencegah seranga tidak manusiawi itu terulang.

Beberapa bulan lalu pasukan AS juga membom rumah sakit MSF di provinsi Kunduz, membunuh dan melukai lebih dari seratus dokter, staf dan pasien.

Sumber: Voice of Jihad | Editor: Ally | Jurnalislam