Keluarga Terduga Teroris Bima: Yang Teroris Itu yang Menembak Fajar

BIMA (Jurnalislam.com) – Keluarga Fajar, terduga teroris yang dibunuh Densus 88 dalam penggerebekan, Senin (15/2/2016) lalu mengatakan, Densus 88 seharusnya menangkap hidup-hidup para terduga teroris dan melakukan pendekatan asas praduga tak bersalah.

“Densus ini memakai hukum rimba, kebenaran apapun tidak pernah mereka terima. Harusnya kan ditangkap hidup-hidup siapapun yang menjadi terduga tidak boleh main tembak begitu saja,” kata Abdul Samad, perwakilan keluarga korban kepada sejumlah wartawan usai proses pemakaman Fajar, Sabtu (20/2/2016).

“Bagaimana kita mau tahu kesalahan seseorang kalau langsung dibunuh, ini kan banyak timbul fitnah,” sambungnya.

Samad yang mengetahui sosok Fajar sejak kecil menolak anggota keluarganya itu disebut teroris.

“Beliau merupakan anak yang baik, yang teroris itu bukan Fajar, tapi orang yang menembaknya itu,” tandasnya. “Kedzaliman mereka akan dibalas dengan kedzaliman pula oleh Allah SWT.”

Samad juga membantah adanya baku tembak dalam penggerebekan tersebut. “Mereka begitu datang langsung mendobrak pintu dan menembak sekitar enam sampai tujuh kali kata orang tuanya. Tidak ada satu pun yang melihat kejadian persisnya kecuali mereka sendiri,” ucapnya.

Berdasarkan pengakuan Abdul Samad, Fajar ditembak di bagian dada kiri dan lengan.

Staf ahli Anggota Komite I DPD RI, Hj Rabiatul Adawiyah pada Selasa (16/2/2016) lalu mengatakan bahwa pihak keluarga telah meminta Densus 88 untuk menangkap Fajar hidup-hidup. (Baca: Terduga Teroris Bima Ditembak Mati, DPD RI Akan Ajukan Nota Keberatan)

“Jauh sebelumnya, pihak kepolisian telah melakukan pendekatan dengan keluarga, pada kesempatan itu pihak keluarga meminta agar anaknya ditangkap hidup-hidup, tetapi gak tau bagaimana prosedur yang terjadi hingga almarhum ditembak,” kata Mukhtar.

Dalam penggerebekan itu, Densus 88 menangkap tiga orang lainnya. Fajar merupakan satu-satunya korban meninggal dalam penggerebekan itu.

Reporter: Sirath | Editor: Ally | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.