Taliban: Pertempuran Sengit Dua Hari di Baghlan, Perwira Intelijen dan 21 Musuh Tewas

BAGHLAN (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 11 Arbaki tewas dan 4 lainnya luka-luka dalam pertempuran sengit, menyusul serangan balasan musuh yang dihadang oleh Mujahidin di distrik Markazi Baghlan provinsi Baghlan utara, menurut laporan Al-Emarah News, Ahad (21/02/2016).

Telah terjadi bentrokan antara Mujahidin dan pasukan musuh sejak Sabtu (20/02/2016), yang menyebabkan terbunuhnya 11 pasukan boneka rezim Kabul, Al-Emarah News mengatakan, menambahkan serangan terhadap musuh berakhir dengan kemenangan dan berhasil membuat musuh melarikan diri.

Sebelumnya pada hari Sabtu, Mujahidin menyerbu badan intelijen di provinsi Baghlan dengan senjata berat, menewaskan setidaknya 10 aparat intelijen termasuk perwira, sehingga jumlah musuh yang terbunuh dalam dua hari pertempuran 21 orang.

Serangan ini terjadi ketika pertemuan sedang berlangsung di dalam fasilitas badan intelijen tersebut.

Laporan juga datang dari Badghis, sekitar pukul 02:00 pada hari Sabtu, sebuah helikopter musuh yang berupaya untuk membom wilayah Mubarak Shah Kabupaten Sang-e-Atish dimana pertempuran sedang berlangsung ditargetkan dengan persenjataan berat oleh Mujahidin.

Helikopter itu ditembak dengan DShK, memaksanya untuk melakukan pendaratan darurat di ibukota Qala Naw.

Dikatakan bahwa helikopter rusak parah.

Deddy | Al Emarah News | Jurnalislam
 

Menteri Pertahanan Rusia Lakukan Kunjungan Mendadak ke Iran

IRAN (Jurnalislam.com) – Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu tiba pada hari Ahad di Teheran untuk kunjungan mendadak, televisi pemerintah Iran melaporkan, lansir World Bulletin, Ahad (21/02/2016).

Shoigu diperkirakan akan bertemu Presiden Hassan Rouhani dan rekannya Hossein Dehghan untuk membahas "situasi di wilayah (Suriah, red)", katanya.

Perjalanan tersebut dilakukan beberapa hari setelah Dehghan mengunjungi Moskow pada hari Selasa, di mana Shoigu mengatakan Rusia dan Iran siap meningkatkan kerjasama militer mereka.

Rusia dan Republik Syiah Iran merupakan sekutu lama rezim Nushairiyah Bashar al-Assad.

Moskow melancarkan serangan udara dalam mendukung rezim Suriah sejak 30 September dan telah membunuh ribuan warga sipil di wilayah yang dikuasai mujahidin Suriah dan oposisi moderat.

Teheran mendukung Assad dengan mengirimkan "penasihat militer" dan pasukan bentukannya untuk bertempur bersama tentara Suriah dalam menghadapi mujahidin.

Rusia telah resmi mengirim sejumlah besar  rudal anti-pesawat S-300 ke Iran.

Menurut media Rusia dan Iran, Iran juga membeli 30 jet tempur Sukhoi dari Rusia.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

21 Orang Terkait Serangan Bom Turki Diadili

ANKARA (Jurnalislam.com) – Dua puluh satu orang yang ditahan atas serangan teror yang melanda ibukota Turki pada 17 Februari dikirim ke gedung pengadilan Ankara sebelumnya pada hari Ahad, menurut sumber pengadilan, lansir Anadolu Agency, Ahad (21/02/2016)

Para tahanan yang ditahan di Turki memiliki hubungan dengan serangan bom Rabu di Ankara.

Sebuah konvoi kendaraan milik militer di Ankara terkena bom yang menewaskan 28 orang dan menyebabkan 81 lainnya terluka.

Pemerintah Turki mengungkapkan bahwa serangan itu dilakukan bersama-sama oleh anggota YPG Suriah dan teroris komunis PKK yang berbasis di Turki. YPG adalah sayap militer dari PYG, yang merupakan afiliasi PKK di Suriah.

Turki menganggap PKK, PYD dan YPG sebagai teroris.

Baca juga:

Perdana Menteri Turki: YPG dan PKK di Balik Serangan Bom

Ibukota Turki Dibom, Puluhan Orang Tewas

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Ikatan Remaja Masjid An Nur Sukses Gelar Pelatihan Mengurus Jenazah Sesuai Syariat

SUKOHARJO (Jurnalislam.com) – Ikatan Remaja Masjid (IRMAS) An Nur Sukoharjo menggelar pelatihan syari’yah bertema "Merawat Jenazah Sesuai Sunnah Rasulullah" di masjid An Nur Madegondo, Grogol, Sukoharjo, Ahad (21/2/2016).

Diikuti oleh sekitar 100 peserta ikhwan dan akhwat, instruktur pelatihan Ustadz Sahadi Abu Azzamain berharap peserta bisa mempraktekkan perawatan jenazah secara syar’i di daerahnya masing-masing. Sebab, menurutnya, mengurusi jenazah secara syar’i itu tidak sesulit yang diduga.

"Saya kira sederhana saja, dalam mengurusi orang hidup saja kita bisa, kenapa urusan orang mati tidak bisa, padahal orang mati itu manut gak bakal protes," jelas pimpinan Ponpes Imam Syuhodo Polokarto itu.

Sementara itu, seksi dakwah Masjid An Nur, Fendi mengungkapkan kepuasannya sukses menggelar pelatihan tersebut. 

"Alhamdulillah banyak yang hadir mas, semoga bagi masyarakat dapat segera dipraktekkan sesuai sunnah, karena tidak mungkin berubah seratus persen tradisi-tradisi yang ada dimasyarakat tanpa dikikis perlahan-lahan" ucap Fendi.

Acara tersebut didukung oleh FKAM Solo, Toko buku Arrafah, AGOZ grafika, HIZ FM, Majalah Ar-Risalah, IRMAS Grogol, Mutiara TV, Percetakan ZAM-ZAM, dan Orange Optimus.

Reporter: Dyo | Editor: Ally | Jurnalislam

Tim Dai Sepanjang dan ECR Adakan Pelayanan Kesehatan dan Cukur Gratis

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – Tim Da'i Sepanjang (TDS) Tawangmangu bersama Emergency and Crisis Response (ECR) mengadakan kegiatan bakti sosial (baksos) di Gedung Serba Guna Desa Sepanjang, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, Ahad (21/2/2016).

Diantara pelayanan kesehatan disediakan TDS dan ECR adalah bekam, ruqyah syar'iyah serta metode akupuntur dan akupresur serta pengobatan secara medis. Selan itu ada juga cukur gratis bagi kaum laki-laki.

Sekitar 150 pasien membuat sibuk 30 panitia baksos yang dibantu beberapa dokter dari Rumah Sakit Muwardi Kota Solo.

"Kami mengadakan acara bakso dan cukur gratis ini bertujuan untuk berdakwah kepada masyarakat dengan cara yang berbeda, bisa dinikmati secara langsung kepada masyarakat," ungkap ketua Tim Dai Sepanjang, Bejo Riyansyah kepada Jurnalislam.

"Selain itu kami juga pengin memperkenalkan metode pengobatan metode Thibun Nabawi kepada masyarakat," tambahnya.

Manager ECR, Galih Setia Adi, M.Kes mengatakan, "Kami selaku muslim berkeinginan untuk memperkenalkan metode pengobatan dengan metode thibun nabawi, sebuah metode yang telah di kembangkan oleh Rasulullah."

Dosen STIKER Kusuma Husada itu menegaskan, pihaknya tidak akan membenturkan metode pengobatan secara medis dan thibun nabawi.

“Makanya di setiap bulannya ketika ECR mengadakan baksos selalu mengunakan kedua metode tersebut," jelasnya.

Repoter: Riyanto | Editor: Ally | Jurnalislam

Inilah Tiga Kemungkinan Alasan Seseorang Masuk Syiah Menurut KH Athian Ali

BEKASI (Jurnalislam) – Dalam orasi Pengukuhan Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Bekasi Raya, Ketua ANNAS Pusat KH Athian Ali M Dai menyampaikan tiga kemungkinan alasan seseorang masuk Syiah.

Pertama, orang tersebut tidak paham Islam. “Terutama tidak mengenal fungsi Al-Quran sebagai petunjuk dan pedoman bagi manusia,” katanya di Islamic Center Bekasi, Ahad (21/2/2016).

Kedua, orang tersebut tidak mengenal Syiah. “Kalau ada yang meragukan kesesatan Syiah, ternyata ia tidak mengenal Syiah,” lanjutnya.

Dan kemungkinan yang ketiga adalah orang tersebut tertipu oleh taqiyah orang Syiah. “Karena kerjanya orang-orang Syiah adalah berbohong,” terangnya.

Taqiyah adalah salah satu ajaran Syiah yang membolehkan penganutnya berbohong, khususnya kepada umat Islam.

“Saya setuju tidak perlu berdialog dengan orang-orang pembohong,” tegasnya.

Reporter: Zul, Irfan | Editor: Ally | Jurnalislam

Syiah adalah Kaum Takfiri Penghina Sahabat, Rasul, Bahkan Allah SWT

BEKASI (Jurnalislam) – Ketua Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Pusat KH Athian Ali M Dai mengatakan, Syiah adalah kelompok takfiri. Sebab, Syiah-lah yang gemar mengkafirkan para Sahabat Rasulullah SAW yang sudah dijamin oleh Allah sebagai ahli surga.

“Mereka (Syiah-red) mengatakan barang siapa yang mengkafirkan Syiah adalah kelompok takfiri. Padahal yang mengkafirkan Syiah adalah Allah, Allah yang mengkafirkan Syiah. Jadi yang mereka alamatkan kelompok takfir sedang mereka alamatkan kepada Allah,” ungkapnya pada acara Tabligh Akbar dan pengukuhan pengurus ANNAS Bekasi di Islamic Center Bekasi, Ahad (21/2/2016).

Kyai Athian menegaskan, penganut Syiah tidak hanya menghina, mengkafirkan dan melaknat para Sahabat dan istri Rasulullah SAW. “Bahkan hinaan itu juga diarahkan kepada Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam,” tegasnya seraya mengutip pernyataan Khomeini (ulama Syiah) yang menyatakan bahwa sepeninggal Rasulullah semuanya murtad, kecuali Ali dan keluarganya serta ketiga Sahabat asal Persia.

“Ini penghinaan terhadap Rasulullah, artinya Rasullah telah gagal membawa risalah Islam, hanya tiga yang berhasil diIslamkan, selebihnya kafir semua, menurut orang syiah,” sambungnya.

Lebih lanjut Kyai Athian memaparkan bahwa Syiah juga telah menghina Allah SWT. Pernyataan tersebut mengacu pada keyakinan penganut Syiah yang menyatakan bahwa kitab Suci Al-Quran sudah tidak asli lagi.

“Kami turunkan Al-Qur’an dan Allah kata Allah kami yang akan menjaganya,” tuturnya mengutip surat Al-Hijr ayat 9.

“Artinya, Allah menjamin sampai Kiamat Al-Qur’an tetap terjaga keasliannya. Orang Syiah menyatakan Allah gagal menjaga Al-Qur’an karena menurut Syiah Al-Qur’an yang ada di tangan kita bukan Kitab Suci, ini penghinaan terhadap Allah,” tegasnya.

Oleh sebab itu, Kyai Athian mengajak umat Islam untuk membuktikan keimanannya dengan tidak tinggal diam terhadap kesesatan kelompok Syiah yang telah menghina nilai-nilai mulia dalam Islam.

“Ini saatnya kita buktikan keimanan kita kepada Allah, Allah dan Rasul dihina mereka, para Sahabat dan istri Rasul mereka laknat, mana bukti keimanan kita,” tegasnya disambut gema takbir dari ratusan jamaah.

Reporter: Zul, Irfan | Editor: Ally | Jurnalislam

Keyakinan Syiah Mengkafirkan Para Sahabat Rasul adalah Pemicu Konflik

BEKASI (Jurnalislam.com) – Ketua Umum Front Anti Aliran Sesat (FAAS) Habib Achmad Zein Alkaff memandang, konflik Syiah dengan Islam di Timur Tengah bisa menjalar ke Nusantara. Hal tersebut bisa terjadi jika para ulama dan pemerintah bersikap acuh terhadap ajaran sesat Syiah yang dinilainya kian subur di negeri ini.

“Kami khawatir apa yang terjadi di Timur Tengah, di Suriah, Iraq, Bahrain, Libanon, dan Yaman, akan terjadi di Indonesia,” terangnya saat berorasi dalam pelantikan Pengurus Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Bekasi di Islamic Center Bekasi, Ahad (21/2/2016).

Habib Zein juga menilai penganut Syiah kerap melakukan provokasi yang menjadi pemicu terjadinya konflik di berbagai daerah di Indonesia.

“Meraka tanpa sungkan dan terang-terangan mencaci pemimpin-pemimpin yang kita hormati, para Sahabat mereka murtadkan, istri-istri Rasul meraka tuduh yang tidak-tidak, Umul Mukminin mereka tuduh berbuat serong. Inilah yang berakibat terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,dan ini akan terus terjadi jika aparat tidak mengambil sikap tegas terhadap Syiah,” ungkapnya.

Pengurus MUI Jawa Timur itu juga menyatakan bahwa Indonesia ini adalah bumi Ahlussunnah walaupun terpecah dalam beberapa organisasi keagamaan.

“Ada Nahdhatul Ulama, ada Muhammadiyah, ada Al Irsyad, dan lain-lain, namun mereka keluarga besar Ahlussunnah Wal jamaah. Sangat menghormati pemimpin-pemimpin Islam, para sahabat, para Istri-Istri Rasul kita hormati. Sikap kami tegas, kami siap berkorban apa saja, baik harta benda maupun jiwa raga kami untuk membela mereka,” tegasnya.

Terakhir, Habib meminta kepada para aktivis Islam untuk semakin gencar beramar maruf nahi munkar menghadang pergerakan Syiah di Indonesia dengan tidak mengesampingkan hukum negara.

“Apabila syiah membuat acara semisal Idul Ghodir, Assyuro dan lainnya, kita datangi aparat, ungkap bahwa ini berbahaya, ini penghinaan terhadap Islam, ini penghinaan terhadap aparat pemerintah, kita beri tahu sampai mereka (aparat-red) mengambil sikap tegas terhadap mereka (Syiah-red), namun apa bila sudah tiga kali kita beritahu aparat tidak mengambil sikap, maka kewajiban kita sebagai mukmin untuk melaksanakan Amar Ma’ruf Nahi Munkar,” tegasnya.

Reporter: Zul, Irfan | Editor: Ally | Jurnalislam

 

Sebelum Dilepas, FPI Soloraya Sampaikan Pembelaan untuk 35 Anggota Ansharusyariah

TEMANGUNG (Jurnalislam.com) – Sebelum 35 anggota Jamaah Ansharusy Syariah dilepas pada, Sabtu (20/2/2016) malam, rombongan Front Pembela Islam (FPI) Soloraya mendatangi Polres Temanggung untuk menyampaikan pembelaannya.

Ketua tim advokasi FPI Jateng, Zainal Petir mengaku risih dengan tindakan aparat kepolisian yang dengan mudah menuding kegiatan Jamaah Ansharusy Syariah di lereng Gunung Sumbing itu sebagai kegiatan terorisme.

“Saya kesini bukan apa-apa tapi saya mendengar berita itu risih pak, sitik-sitik teroris sitik-sitik teroris, yang di Papua (OPM) podo gowo senjata laras panjang malah tidak disebut teroris, unsur-unsur terorisnya ini tidak ada," tegas Zainal kepada Kapolres Temanggung AKBP Wahyu.

Zainal juga membantah barang bukti yang dikumpulkan aparat kepolisian berupa senapan angin dan bendera tauhid.

"Iki ono senjata koyo ngene, bendera koyo ngene inikan bendera rosullullah, kaitannya buku-buku jihad, ini kan buku-buku biasa," tandasnya.

Senada dengan itu, Ketua DPW FPI Soloraya Ustadz Khoirul juga membantah kegiatan Diklat Tanggap Bencana Jamaah Ansharusy Syariah itu berkaitan dengan terorisme. Dia juga meminta kepolisian untuk membebaskan semua peserta diklat dalam waktu 24 jam.

“Pokoknya mas, ini semua tidak ada yang mengarah terorisme, kalo hanya senapan angin, laskar sak Solo diklumpukne tiga kontainer, Pokoknya saya 24 jam akan bebas ya," tegasnya.

35 anggota Jamaah Ansharusy Syariah yang hendak melakukan kegiatan Diklat Tanggap Bencana ditangkap aparat gabungan Densus 88 dan Kepolisian Resort Temanggung di lereng Gunung Sumbing pada Jumat (19/2/2016). Mereka dituding melakukan pelatihan militer. Namun karena tidak cukup bukti, 35 peserta diklat akhirnya dilepas.

Reporter: Dyo | Editor: Ally | Jurnalislam

 

Tak Cukup Bukti, 35 Anggota Jamaah Ansharusy Syariah Dibebaskan

TEMANGGUNG (Jurnalislam.com) – 35 anggota Jamaah Ansharusy Syariah Jawa Tengah yang ditangkap aparat gabungan Densus 88 dan Polres Temangung di lereng Gunung Sumbing,  Jumat (19/2/2016) telah dibebaskan hari ini, Sabtu (20/2/2016) sekitar pukul 20.45 WIB.

Humas Jamaah Ansharusy Syariah Jawa Tengah, Endro Sudarsono mengatakan bahwa kepolisian tidak cukup bukti untuk menangkap 35 orang yang hendak mengikuti Diklat Tanggap Bencana di lereng Gunung Sumbing itu.

“Alhamdulilah sudah pulang semuanya tanpa terkecuali, diizinkan pulang karena belum cukup bukti, disampaikan oleh Kapolres Temanggung. Tapi untuk barang-barang hari Selasa baru boleh diambil,” kata Endro kepada Jurnalislam.

Endro menuturkan, Kapolres Temanggung meminta kepada Jamaah Ansharusy Syariah untuk membuat pemberitahuan terlebih dahulu jika akan mengadakan kegiatan-kegiatan seperti itu.

“Kapolres menyampaikan, untuk selanjutnya supaya kalau ada kegiatan selanjutnya supaya ada pemberitahuan kepada perangkat desa atau kepolisian,” kata Endro mengutip pernyataan Kapolres Temanggung, AKBP Wahyu.

Ketika dihubungi Jurnalislam, AKBP Wahyu membenarkan kabar tersebut. “Ya, sudah dibebaskan semua karena tidak cukup bukti, lebih lengkapnya nanti hari Senin kita pers rilis ya,” jawabnya singkat.

Selain itu, Endro juga membantah pemberitaan media-media nasional yang dinilainya sepihak. Endro meminta supaya media mengedepankan fakta dan sumber yang valid.

“Yang di media-media itu keliru semua. Kita minta kepada media-media nasional untuk mengedepankan fakta dan sumber-sumber berita yang valid, tidak menganalisa sendiri, tidak memberikan satu justifikasi tanpa ada sumber yang tepat,” tegasnya.

Terakhir Endro menegaskan bahwa kegiatan Jamaah Ansharusy Syariah di lereng Gunung Sumbing itu bukan pelatihan militer dan tidak ada kaitannya dengan terorisme.

“Kesimpulan kita adalah tidak pelatihan militer ataupun kegiatan yang mengarah pada terorisme di Gunung Sumbing Temanggung,” pungkasnya.

Reporter: Dyo | Editor: Ally | Jurnalislam