Keluarga Besar Syubabbanul Wathon Tolak RS Siloam Karena Tidak Sesuai Kesepakatan

MAGELANG (Jurnalislam.com) – Penolakan berdirinya RSU Siloam Syubabbanul Wathon di Tegal Rejo tidak hanya dari kalangan masyarakat dan ormas Islam, tetapi penolakan itu juga datang dari Kakak kandung dan keluarga Gus Yusuf itu sendiri.

“Bahkan Gus Hanif kakaknya dan sekeluarga juga menolak, tidak ada yang menerima,” ucap Hendrarto, Ketua Forum Ukhuwah Islamiah Magelang Raya (FUIMARA) saat akan audiensi di kantor DPRD Kabupaten Magelang Jl Soekarno-Hatta, Senin (16/7/2018).

KH Yusuf Chudlori atau akrab dipanggil Gus Yusuf adalah pendiri dari Yayasan Syubbanul Wathon yang mana yayasan tersebut melakukan proyek kerjasama dalam mendirikan RSU Siloam di Tegal Rejo Kabupaten Magelang.

Agar diketahui bersama bahwa Tegalrejo adalah pusat pendidikan Islam berskala nasional, menurut hendrarto pendirian RSU siloam di Tegalrejo sangat kontradiktif yang mana pusat pendidikan Islam didirikan rumah sakit yang bekerja sama dengan nonmuslim.

“Kita harus memosisikan secara proporsional, karena itu wilayah muslim itu basis pendidikan Islam, harusnya kalaupun melakukan kerjasama ya kerja sama minimal kepada umum,” tegasnya.

Dari info yang disampaikan Pondok pesantren API Tegalrejo dan PCNU Kabupaten Magelang secara kelembagaan juga menolak ketika mendapat tawaran kerjasama dengan Lippo Group untuk mendirikan Rumah Sakit Siloam.

Hendrarto menyampaikan alasan Gus Yusuf menerima kerja sama dengan Lippo Group dikarenakan disana tidak ada rumah sakit dan klinik, hanya untuk kawasan bisnis.

‘Izin RS NU Susah Keluar, RS Siloam Magelang Malah Dipermudah’

MAGELANG (Jurnalislam.com) – Izin pendirian RSU Siloam Tegalrejo Kabupaten Magelang belum keluar, tetapi dari pemerintah terkait malah melakukan pembiaran.

Hal itu disampaikan oleh Hendrarto ketua Forum Ukhuwah Islamiah Magelang raya (FUIMARA) saat akan melakukan audieansi bersama DPRD Kabupaten Magelang Jl. Sukarno Hatta, Senin(16/7/2018)

“Kami sayangkan kenapa merintah waktu itu langsung membiarkan pembangunan itu terjadi , sementara izin belum ada,” katanya.

Hendrarto pun merasakan ada perlakuan yang tidak adil terhadap pemberian-pemberian izin rumah sakit lainnya, seperti yang di bandungan dan Rumah Sakit Palbapang yang dibangun PCNU kabupaten Magelang.

“Kenapa seperti IMB ditempat lain seperti Bandungan, Palbapang itu susah sekali kluar, tapi kenapa ini cepat sekali keluar,”cetusnya.

Saat ini Pendirian RSU Siloam Tegalrejo Kabupaten Magelang yang dimiliki oleh Lippo Group James Riady mendapat penolakan dari berbagai ulama, kiai, pondok pesantren dan berbagai ormas yang ada di Jawa Tengah dan Jogja.

mereka menuntut agar pendirian rumah sakit non muslim tersebut dibatalkan, dikhawatirkan terjadinya proyek kritenisasi diwilayah basis pendidikan Islam tersebut.

Ia menambahkan izin baru keluar itu sekitar satu bulan yang lalu, padahal proses pendirian RSU Siloam itu sudah sangat lama yang saat ini proses pembangunan sudah hampir 90%.

“Mungkin sekitar satu minggu setelah lebaran kemarin baru keluar izin IMB nya, padahal launching pembangunannya itu udah lama sekali dan itu dihadiri oleh para birokat, tapi kenapa membiarkan sementara izin belum ada,” jelasnya.

Ormas Islam – DPRD Magelang Gelar Audiensi Suarakan Tolak RSU Siloam

MAGELANG (Jurnalislam.com) – Perwakilan ormas Islam Jawa Tengah dan Jogja yang tergabung dalam Forum Ukhuwah Islamiyah Magelang Raya (Fuimara) beraudiensi mendatangi kantor DPRD terkait pembangunan RSU Siloam Tegalrejo Magelang, Kabupaten Magelang Jl. Soekarno Hatta, Senin (16/7/2018).

“Kami ke sini meminta DPRD kabupaten ini untuk turun kelapangan mengecek betul atau tidak bahwa yang didirikan disana itu disetujui masyarakat atau tidak,”kata Ketua Fuimara, Hendrarto.

Fuimara melakukan survei langsung bersama masyarakat Tegalrejo, dan menyatakan mayoritas masyarakat keberatan dan menolak pendirian Rumah sakit siloam tersebut.

“Kami sudah turun lapangan survei, melakukan dialog dengan masyarakat, mayoritas disana itu menolak,”katanya.

Ia menambahkan bahwa yang menjadi permasalahan masyarakat disana mempunyai rasa sungkan untuk menyampaikan penolakan secara terbuka, selain itu adanya traumatis akibat teror dan intimidasi dalam kasus yang lain namun juga terkait dengan tokoh Tegalrejo.

“Tetapi ada rasa pekewuh dan rasa takut untuk mengungkapkan itu secara terbuka,”ujarnya.

Dalam agenda audiensi tersebut ormas merasa kecewa DPRD yang beranggotakan 50 orang tersebut tidak ada yang menemui perwakilan ormas yang datang, walaupun sebelumnya sudah memberi surat pemberitahuan, dikarenakan pada hari tesebut kantor sedang kosong karena semuanya ada jadwal diluar, sehingga hanya ditemui oleh staf stafnya saja.

Setelah ormas mendesak akhirnya dari perwakilan DPRD akan menemuinya untuk melakukan audiensi lagi besok kamis tanggal 19 Juli 2018.

SD Muhammadiyah Ketelan Sosialisasikan Ekstrakurikuler Robotika

SOLO (jurnalislam.com)- Robota Robotics School lakukan sosialisasi Ekstrakurikuler di SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta di hadapan sejumlah 141 wali murid baru tahun ajaran 2018/2019 di aula sekolah, Jumat (13/7/2018).

Febrina bersama tim Robota menjelaskan bahwa materi yang dapat dipelajari ada dua yaitu kelas juara dan kelas inovator.

“Kelas khusus untuk mempelajari robot kompetisi secara mendalam, mempersiapkan peserta untuk kompetisi robot baik kompetisi regional, nasional, maupun internasional, sedangkan kelas inventor mempersiapkan kita untuk menjadi seorang inovator melalui proses membuat berbagai jenis alat aplikasi berteknologi automasi yang berguna untuk kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Kegiatan Ekstrakurikuler robotik ini akan berjalan selama 1 tahun pelajaran dan wajib konsisten mengikutinya selama minimal 1 tahun pelajaran penuh, agar manfaat dari belajar robot bisa maksimal didapatkan.

Sementara itu, wakil Kepala Sekolah Bidang Humas mengatakan bahwa ada banyak manfaat yang didapatkan dengan adanya teknologi berbasis robot.

“Di antara manfaat belajar robotik ialah membuat anak didik menjadi kreatif dibidang teknologi, terutama teknologi robotika serta mempersiapkan anak-anak kami berprestasi di berbagai ajang lomba khususnya robot,” katanya.

Dia juga menambahkan, akan ada banyak manfaat dari mengikuti bidang ekstrakurikuler tersebut, seperti lebih mengenal kelebihan dan kekurangan, meningkatkan percaya diri, berlatih bertanggung jawab, dan belajar bersosialisasi.

“Sehingga dengan adanya sosialisasi sejak awal Wali Murid bisa mengarahkan dan memetakan potensi anak buah hatinya di Sekolah Pendidikan Karakter Berbasis TIK. Robot merupakan teknologi canggih dan modern di era kekinian,” tandasnya.

Halalbihalal SD Muhammadiyah Ketelan Momentum Tingkatkan Kualitas Pendidikan

SOLO (jurnalislam.com)- SD Muhammadiyah 1 Ketelan menggelar acara halalbihalal bersama tokoh Muhammadiyah, purna tugas, pimpinan perguruan, di hadiri 75 guru karyawan yang sehari-hari mengasuh 797 siswa. Kamis, (12/7/2018). Selain untuk memupuk rasa kekeluargaan di antara guru karyawan, forum tersebut elemen dari modal untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Di awali ikrar halalbihalal dibacakan Ustaz Baruno Nasution, S.Pd.I, ia mewakili guru karyawan SD Muhammadiyah 1 Ketelan mengucapkan, selamat hari raya idul fitri 1439 H. Kepada para peserta yang hadir dalam acara tersebut.

“Taqobballahu minna wa minkum, minal ‘aidin walfaizin. Semoga Allah menerima amal ibadah kita, dan semoga kita kembali ke dalam kesucian, Kami guru dan karyawan menyadari dan mengakui bahwa selama kami berada, banyak berbuat khilaf dan salah, baik yang di sengaja maupun tidak, baik secara pribadi maupun kedinasan,” katanya.

Kepala Sekolah Pendidikan Karakter Berbasis TIK, Sri Sayekti, S.Pd., M.Pd., memimpin langsung acara silaturahmi dan halal bihalal di lembaga tersebut, ia berterimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung SD Muhammadiyah Ketelan hingga dapat prestasi ditingkat kecamatan maupun tingkat kota.

“Semua karena kerja keras semua pihak dan didukung oleh keluarga, mohon dukungan kembali besok pagi sudah beraktivitas pembelajaran, menjadi motivasi untuk berbuat lebih baik lagi semakin meningkat pengabdian kita kepada Allah,“ tutur Sri.

Dalam kegiatan tersebut juga mengundang penceramah Drs. H. Ali Muhson, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Pembina Majelis Tabligh dan MPM Drs Ali Muhson. Ia mengatakan bahwa silaturahmi dapat mendatangkan banyak kebaikan.

“Mudah-mudahan dengan adanya silaturrahim dan halalbihalal mendatangkan kebaikan, kenikmatan dan kesuksesan, baik nikmat di dunia dan akherat,”ujarnya.

Ali Muhson juga menjelaskan, setiap orang akan mendapatkan balasan dari apa yang kita kerjakan, ia mengutip pepatah Jawa yang berbunyi ‘hidup kita susah, urip ketulo-tulo, Ngunduh Wohing Pakarti’.

“Kita harus introspeksi diri, jangan-jangan itu disebabkan kita memutus tali silaturrahmi dan selalu berbuat aniaya dan dholim. Siapa yang berbuat baik, akan mendapat kebaikan dunia dan akherat,” paparnya.

Di penghujung acara, seluruh tamu undangan saling bermaaf-maafan dan menikmati hidangan untuk acara ramah tamah.

Touring Ukhuwah Warga Solo Usung Tagar #2019GantiPresiden

SUKOHARJO (jurnalislam.com)- Ratusan umat Islam Soloraya mengikuti aksi Touring Ukhuwah Elemen Islam Solo Raya
Bertajuk ‘Mengikat Ukhuwah Bersama Menghadapi Tantangan Dakwah’ dengan start di Masjid ISKA, Mayang, Sukoharjo dan garis finish di Pantai Pok Tunggal Gunung Kidul, ahad, (15/7/2018).

Kegiatan yang berangkat pukul 06.30 wib ini bertujuan untuk mempererat ukhuwah dan silaturahmi antar elemen umat Islam khususnya di wilayah Soloraya.

“Merupakan kegiatan bersama yg diadakan dengan tujuan untuk mempererat tali silaturahim antar elemen dan antar personil yang selama ini dipertemukan saat kegiatan-kegiatan kajian Islam. sehingga diharapkan dengan acara santai ini akan lebih kuat rasa persaudaraan di antara kita,” terang Korlap Aksi ustaz Dadyo Hasto kepada jurnalislam.com

Dalam aksi touring ukhuwah tersebut, nampak para peserta mengenakan kaos dengan tagar #2019GantiPresiden. Menurut Hasto, hal itu dilakukan guna mengelorakan untuk adanya pergantian kepemimpinan di tahun depan kepada masyarakat akibat kurang mampunya pemerintahan saat ini dalam mengurus negara dan berlaku dzolim kepada umat Islam.

“Ini kita lakukan dengan motivasi dan harapan kebersamaan, persatuan yg dilandasi rasa persaudaraan dan diikat semangat silaturahim sangat dibutuhkan umat Islam ditengah semakin masif dan terstruktur nya kezholiman, ketidakadilan dan stigma negatif yg terus disematkan kepada umat Islam,” ujar Hasto.

“Kita berharap umat Islam bukan lagi menjadi obyek dalam proses demokrasi, tapi kita adalah pemilik bangsa ini dan kita yg harus mewarnai bangsa ini, dan tujuan ini, kita sampaikan kepada masyarakat dengan menggelorakan Gerakan Masyarakat #2019GantiPresiden dengan memakai kaos dan membagikan sticker,” sambung dia.

Dalam aksi yang diikuti sekitar 300 peserta dari 20 elemen dan jama’ah masjid seperti Bang Japar, FOSAM, IMC, FKAM, DDI, MD DSKS, Hizbullah, LPI, Relawan Joglo, Moslem Bikers Community ini juga akan memberi bantuan sosial kepada masjid-masjid yang dilewati dalam aksi touring ukhuwah tersebut

Undip Terima Mahasiswa Berprestasi Jalur Hafiz Qur’an

SEMARANG (Jurnalislam.com)–Universitas Diponegoro (Undip) pada 2018 ini menerima sebanyak 119 calon mahasiswa dari sebanyak 841 peminat jalur Seleksi Bibit Unggul Berprestasi (SBUB).

Ke-119 calon mahasiswa merupakan mereka yang berprestasi untuk bidang seni, olahraga, sains dan teknologi (saintek) serta mereka yang hafiz (penghafal) Alquran, minimal di tingkat provinsi.

Wakil Rektor Undip Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Zaenuri mengatakan, jalur SBUB untuk menampung calon mahasiswa yang berprestasi untuk bisa melanjutkan pendidikannya di Undip.

Tahun 2018 ini, merupakan tahun ketiga bagi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terbesar di Jawa Tengah ini dalam melaksanakan seleksi calom mahasiswa menggunakan jalur SBUB ini.

Undip juga telah melakukan proses dan tahapan seleksi jalur SBUB ini dengan cermat, ketat, selektif serta tidak asal gegabah dalam mememutuskan mereka yang lolos.

Dari tahun ke tahun peminatnya pun terus bertambah, termasuk mereka yang hafiz Alquran. “Alhamdulillah tahun ini ada 119 calon mahasiswa yang berprestasi dari bidang seni, olahraga, saintek dan hafiz,” jelasnya, Ahad (15/7) lansir Republika.co.id.

Zaenuri menambahkan, Undip juga telah melaksanakan seleksi calon mahasiswa baru melalui jalur Ujian Mandiri (UM) dengan kuota 30 persen dari total jumlah penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2018/ 2019 ini.

Proses UM tersebut, jelasnya, sudah dilaksanakan akhir pekan kemarin dan digelar secara serentak di 21 kota/ kabupaten dari berbagai daerah di tanah air.

Tercatat sebanyak 31.610 peserta telah mengikuti proses seleksi melalui jalur UM ini, guna memperebutkan sisa 30 persen kuota untuk masuk menjadi mahasiswa Undip.

Angka 31.610 peserta ini juga menunjukkan angka minat calon mahasiswa untuk masuk Undip melalui jalur UM semakin diminati, dari tahun ke tahun. Pada seleksi jalur UM Undip tahun 2016, tercatat diikuti sebanyak 21.358 calon mahasiswa (peserta). Jumlah ini meningkat menjadi 26.186 peserta pada UM tahun 2017.

“Jika tahun ini seleksi melalui jalur UM Undip ini diikuti oleh 31.610 peserta, maka ada peningkatan jumlah peminat hingga 28 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Zaenuri.

Ia menambahkan, secara umum pada tahun akademik 2018/ 2019 ini, Undip telah menerima sebanyak 5.617 calon mahasiswa. “Rinciannya sebanyak 2.929 calon mahasiswa melalui jalur SNMPTN, 3.569 calon mahasiswa melalui jalur SBMPTN dan 119 calon mahasiswa dari jalur SBUB,” katanya.

Terpisah, Kepala Humas dan Media Undip, Nuswantoro Dwiwarno menambahkan, ada beberapa indikator yang mendorong peningkatan jumlah peminat untuk masuk Undip.

Antara lain karena faktor prestasi para dosen dan mahasiswa, yang menunjukkan peningkatan di tingkat nasional dan internasional dalam beberapa tahun ini.

Selain itu juga capaian akreditasi A bagi sebagian besar Program Studi (prodi) yang ada di Undip. “Termasuk karena kenyamanan Kota Semarang sebagai ibukota propinsi yang tenang dan relatif tak banyak gejolak” katanya.

 

JITU – Rumah Zakat Komitmen Jalin Kerjasama

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Pengurus Jurnalis Islam Bersatu (JITU) bersilaturahim bersama CEO Rumah Zakat Nur Efendi, bertempat di Kantor Cabang Rumah Zakat Bandung, Sabtu (14/4/2018).

Dalam pertemuan tersebut, JITU dan Rumah Zakat berkomitmen menjalin kerja sama. CEO Rumah Zakat Nur Efendi mengatakan peran media sangat penting dalam mendukung program – program lembaga publik seperti Rumah Zakat, yang kini telah berkiprah selama 20 tahun.

Pertemuan itu berlangsung hangat, membahas isu-isu sosial hingga sinergitas antara media dan lembaga filantropi. Saat ini, menurut Nur Efendi, Rumah Zakat sudah menjalankan program desa berdaya di 1234 desa tersebar di penjuru negeri.

“Kami berkeyakinan, membangun bangsa ini berawal dari desa,” katanya saat berbincang dengan JITU.

Setiap desa itu, tambahnya, ada relawan Inspirasi yang berasal dari desa tersebut yang berkomitmen memajukan desanya. Ia berharap, terjalin sinergitas antara program Rumah Zakat dengan JITU yang memang berfokus kepada jurnalistik.

Ketua Umum JITU M Pizaro menyambut baik harapan Rumah Zakat agar dapat bersinergi. “JITU sebagai lembaga yang dilahirkan dari rahim umat merasa perlu bersama-sama membangun bangsa ini dengan elemen lain,” tambahnya.

Ia juga mengapresiasi Rumah Zakat sebagai lembaga publik yang akuntabel dan profesional. Diharapkan, para jurnalis muslim juga dapat mengangkat kiprah lembaga sejenis dan isu-isu sosial dan ekonomi masyarakat.

Ke depan, Nur Efendi mengatakan akan segera merealisasikan kerjasama antara JITU dan Rumah Zakat, khususnya dengan program desa berdaya dan program 1 kecamatan 1 jurnalis, dengan pemberian pendampingan ilmu jurnalistik bagi para relawan inspirasi di 1234 desa berdaya.

Gelar Halal Bihalal, JITU Tekankan Profesionalisme Jurnalis Muslim

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Organisasi profesi Jurnalis Islam Bersatu (JITU) Bandung menggelar halal bihalal dan diskusi jurnalistik, bertempat di Gedung Wakaf 99 Bandung, Sabtu (14/7/2018).

Ketua Umum JITU, Muhammad Pizaro mengatakan bahwa fokus kepemimpinannya pada peningkatan kemampuan (skil)l dan profesionalisme anggota JITU.

“Baru-baru ini, JITU menggelar pelatihan penulisan dan bahasa. Kami harap, program tersebut juga dilakukan di daerah-daerah seperti Bandung,” katanya.

Senada dengan Pizaro, Ketua Dewan Syuro JITU M Ubaidillah Salman mengingatkan pentingnya pelatihan internal anggota JITU.

“Soal kuantitas kita sudah laksanakan dauroh, soal kualitas anggotapun kita berdayakan, seperti dengan melakukan pelatihan-pelatihan 2 minggu sekali,” tambahnya.

Wartawan senior Artawijaya yang hadir dalam acara mengajak agar para jurnalis muslim terus meningkatkan kapasitasnya dalam bidang jurnalistik.

“Kelemahan kita harus kita perbaiki dengan mengikuti pelatihan internal atau mengirim ke pelatihan-pelatihan eksternal, terlebih pelatihan yang sifatnya nasional, atau internasional,” tambahnya.

Dalam lawatannya ke Bandung, selain bersilaturahim dengan anggota JITU Bandung, pengurus JITU juga mengunjungi Rumah Zakat dan berbincang dengan cendekiawan muslim pendiri INSISTS Dr. Ugi Suharto.

 

Jonru Keluhkan Sesak Napas Saat Berada di Rutan Cipinang

JAKARTA (Jurnalislam.com) –Jon Riah Ukur atau Jonru Ginting dilaporkan mengalami sakit di penjara. Dia mengeluhkan sesak nafas saat berada di Rumah Tahanan (Rutan) Cipinang.

Penasihat hukum Jonru, Dedi Suhardadi mengatakan bahwa kliennya sempat mengeluhkan sesak napas beberapa waktu lalu. Namun, kondisi Jonru mulai membaik setelah mendapatkan perawatan kesehatan dari pihak Lapas.

“Kondisi kesehatannya membaik dan sekarang ini dia lebih menggunakan obat-obatan herbal,” kata Dedi seusai menjenguk Jonru di Rutan Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (13/07/2018) dalam rilis yang diterima Jurnalislam.com.

Menurut Dedi, pihak Rutan segera melakukan pengobatan setelah Jonru mengeluhkan sakit sesak napas. Selain itu, tim medis Rutan Cipinang juga sempat melakukan uji laboratorium, karena Jonru dikhawatirkan mengalami infeksi saluran pernapasan.

“Memang bang Jonru itu alergi debu, justeru sesak nafasnya kambuh lagi karena diperiksa di poliklinik rutan yang kondisinya tidak tertutup,” ujar Dedi yang datang ke Rutan Cipinang bersama Tim Lembaga Kemanusiaan dan Advokasi Perisai.

Dedi menilai pihak Rutan Cipinang telah memberikan pelayanan kesehatan cukup baik kepada Jonru. Dia pun membantah kabar yang menyebut kliennya harus menjalani rawat inap di rumah sakit.

Sebab, sebelumnya beredar pesan berantai di media sosial yang menyebut Jonru sedang sakit saat berada di Rutan Cipinang dan harus diopname. Pesan itu juga menyerukan penggalangan dana untuk membantu Jonro. Dedi membantah kabar itu dan menilai ada miskomunikasi.

“Setelah menjalani perawatan dia tidak perlu dirawat di rumah sakit. Sekarang Bang Jonru sedang fokus menulis sebelum bebas,” ujar Dedi.

Sementara, Lembaga Kemanusiaan dan Advokasi Perisai dalam kesempatan itu turut memberikan bantuan berupa uang tunai kepada Jonru. Humas Perisai Dodiek Kurniawan mengatakan langkah yang dilakukan oleh lembaganya itu merupakan bentuk kepedulian terhadap aktivis. Menurutnya, selama ini Perisai aktif dalam memberikan advokasi nonlitigasi terutama kepada aktivis yang dipenjara.

“Mari kita terus dukung para aktivis itu, jangan sampai kita meninggalkan mereka ketika berada di masa-masa sulit seperti yang dialami Bang Jonru saat ini,” kata Dodiek.