TKI Malaysia Kelaparan, Pemerintah Didesak Segera Bertindak

MALAYSIA (Jurnalislam.com)- Aliansi Ormas Indonesia di Malaysia (AOMI) mengadakan pertemuan dengan KBRI Malaysia dalam rangka menyikapi perpanjangan masa Movement Control Order (MCO) hingga 28 April tahun 2020.

 

Pada pertemuan ini, AOMI membacakan pernyataan menyikapi kondisi WNI/PMI pekerja migran Indonesia harian yang memprihatinkan karena tidak memiliki stok bahan pangan juga ada beberapa yang diusir karena tidak mampu bayar sewa kontrakan, ada yang memakan ubian dan tikus karena kelaparan.

Hardjito Koordinator AOMI yang membacakan surat pernyataan tidak kuat menahan sedihnya hingga sesekali menyeka air matanya dengan tisu.

“Apabila situasi ini berlanjut maka akan terjadi krisis kemanusiaan global,” kata dia.

Berdasarkan kondisi di atas, maka AOMI mendesak  pemerintah Republik Indonesia untuk segera memberikan bantuan tunai kepada seluruh PMI yang mengalami kesulitan, baik melalui mekanisme BLT ataupun mekanisme lain.

“Memfasilitasi WNI/PMI yang berada dalam keadaan darurat agar dapat pulang ke Tanah Air, dengan tetap mengikuti prosedur-prosedur yang berlaku saat ini,” paparnya.

Selain itu, ia juga meminta Duta Besar RI untuk Malaysia, Rusdi Kirana agar kembali ke Kuala Lumpur, dan hadir bersama masyarakat Indonesia di Malaysia.

“Dalam kondisi krisis seperti saat ini kehadiran beliau amatlah dinantikan, agar dapat lebih gencar melakukan lobby-lobby diplomatik terhadap Pemerintah Malaysia agar krisis ini dapat segera teratasi,” tutup Hardjito.

Dalam pertemuan itu, Atase Politik Agus Badru Jamal, juga Pensosbud Agung C Sumirat menghargai semua aspirasi ormas dan berikan apresiasi terhadap semua ormas yang telah bergerak bahu membahu membantu PMI di Malaysia.

 

Surat peryataan itu diterima oleh koordinator Fungsi Konsuler Korfung Konsuler Rijal Al Huda dan KBRI Kualalumpur merespon masukan, permintaan AOMI dan akan meneruskannya ke pemerintah pusat.

Yordania Larang Tarawih dan Shalat Berjamaah di Masjid Selama Ramadhan

AMMAN (Jurnalislam.com) – Pemerintah Yordania akan melarang pelaksanaan ibadah shalat berjamaah di masjid-masjid selama bulan Ramadhan.

Menteri Agama Yordania, Mohammad Khalaylah, Selasa (14/4) mengatakan, pelaksanaan shalat tarawih di masjid selama Ramadhan tidak akan diizinkan.

Ia mengatakan, langkah itu sebagai bagian dari upaya untuk mengekang penyebaran virus corona.

Otoritas setempat telah menutup masjid-masjid dan tempat beribadah sebagai bagian dari penerapan kebijakan lockdown di negara itu.

Selain itu, pemerintah Yordania juga melarang kegiatan perkumpulan untuk menahan penyebaran infeksi Covid-19.

Di Yordania, sejauh ini tercatat ada 391 kasus virus corona, dengan tujuh angka kematian.

Tidak hanya Yordania, kebijakan untuk menutup dan menghentikan kegiatan di masjid juga diterapkan oleh hampir semua negara yang terdampak wabah Covid-19.

Sumber: republika.co.id

Sultan Johor: Tidak Ada Bazar Selama Ramadhan

JOHOR BAHRU (Jurnalislam.com)— Sultan Johor, Sultan Ibrahim bin Almarhum Sultan Iskandar mengatakan tidak ada bazar Ramadhan yang diizinkan di Johor.

Sebab wilayahnya saat ini masih memerangi wabah Covid-19.

“Saya khawatir jika bazar Ramadhan diperbolehkan, akan ada kemacetan lalu lintas sehingga akan semakin membebani personel penegak yang bertugas. Bahkan, akan ada risiko kontak dekat dan jika cluster baru muncul, bagaimana kita akan mengendalikan infeksi,” ujar Sultan Ibrahim seperti yang diposting di Facebook resminya, dikutip dari Bernama, Rabu (15/4).

Sultan Ibrahim meminta orang-orang di negara bagian untuk tetap sabar dan bertahan dalam masa-masa sulit ini.

Tentu dengan penegakan fase ketiga dari Ordo Kontrol Gerakan (MCO).

“Kesabaran adalah bagian dari iman (Muslim). Harap bersabar dan jangan menentang MCO. Pastikan Anda hanya keluar saat diperlukan,” ungkapnya.

Dirinya menyebutkan selama pandemi Corona mengurung diri dengan tidak pergi kemana-mana. Ia pun merasakan ketidaknayaman karena tidak bisa melakukan rutinitas sehari-hari.

Sumber: republika.co.id

Jelang Ramadhan, Impor Kurma Melonjak 50 Persen

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Menjelang bulan Ramadhan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan beberapa impor barang konsumsi. Salah satunya kurma yang pada bulan lalu mengalami peningkatan impor sampai 52,35 persen dibandingkan Februari.

Kepala BPS, Suhariyanto, mengatakan kurma menjadi salah satu barang konsumsi yang mengalami peningkatan impor secara signifikan pada bulan lalu. Kenaikan impor kurma memang biasa terjadi menjelang Ramadhan. “Untuk kenaikan yang lebih pastinya, kita lihat (data) bulan April nanti,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Rabu (15/4).

Menurut data BPS, nilai impor kurma pada Maret mencapai 25,9 juta dolar AS, sedangkan pada bulan sebelumnya hanya 17,9 juta dolar AS. Indonesia biasa mengimpor kurma dari Emirat Arab, Tunisia, Palestina, dan Mesir.

Kenaikan tidak hanya terlihat secara month-to-month (m-to-m), juga year-on-year (yoy). Pada Maret 2019, Indonesia mengimpor kurma senilai 19,5 juta dolar AS yang berarti terjadi kenaikan 32,82 persen di tahun ini.

Tidak hanya kurma, BPS mencatat sejumlah komoditas bahan makanan juga mengalami kenaikan di tahun ini. Sebut saja bawang putih yang kemarin sempat mengalami kelangkaan hingga menyebabkan peningkatan harga.

Sumber: republika.co.id

 

 

Terus Bertambah, Rusia Catat 25000 Kasus Corona

MOSKOW (Jurnalislam.com) — Rusia terus mencatat peningkatan kasus virus corona Covid-19. Selama 24 jam terakhir, terhitung sejak Selasa hingga Rabu (15/4), terdapat 3.388 kasus baru yang teridentifikasi di sana.

“Jumlah kasus infeksi virus corona terdaftar telah meningkat menjadi 25.490 di 84 wilayah Rusia. Sekitar 292 orang telah dipulangkan setelah pulih pada hari terakhir dan 1.986 selama periode keseluruhan,” kata pusat penanganan krisis Covid-19 Rusia dalam sebuah pernyataan, dikutip laman kantor berita Rusia, TASS.

Selama 24 jam terakhir, terdapat 28 pasien meninggal. Dengan demikian saat ini Rusia memiliki 198 korban jiwa. Sejauh ini, Republik Altai adalah satu-satunya wilayah di Rusia yang belum memiliki atau melaporkan kasus Covid-19.

Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengkritik beberapa pemimpin daerah di negaranya karena dianggap memberi peluang penularan atau infeksi Covid-19. Menurutnya hal itu merupakan sebuah kecerobohan.

Putin memperingatkan bahwa penularan virus kian memburuk. Hal itu dia sampaikan setelah Rusia mencatat 2.588 kasus baru Covid-19 pada Senin (13/4). Moskow merupakan daerah yang paling parah terdampak wabah.

Menurut Putin, para pemimpin daerah di luar Moskow masih memiliki jeda tiga hingga empat pekan untuk mengantisipasi lonjakan penularan. “Cadangan ini (waktu) dapat meleleh dengan cepat, tidak boleh dihabiskan tanpa berpikir. Ia harus digunakan dengan cara yang paling efisien. Kita memiliki banyak masalah, kita tidak punya apa-apa terutama untuk dibanggakan, dan kita pasti tidak boleh santai,” kata Putin dalam pertemuan dengan para pejabat.

Dia mendesak para pejabat mempertimbangkan pemanfaatan tentara untuk membantu mengatasi krisis Covid-19. “Anda perlu menggunakan pengalaman ini, tentu saja, dan ingat bahwa semua opsi ini, termasuk opsi dari kementerian pertahanan, jika diperlukan, dapat dan harus dilibatkan di sini,” kata Putin.

Sumber: republika.co.id

 

Pemerintah Siapkan Skenario Pemulangan TKI

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Pemerintah Indonesia menyatakan terus memantau secara aktif kondisi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri terkait situasi penyebaran Covid-19.

Pemerintah sejauh ini terus memberikan bantuan kepada para TKI, dan menyiapkan skenario pemulangan pekerja migran ke Tanah Air.

Plt Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) Jaleswari Pramodhawardani mengatakan dari jenis klaster, terbagi tiga TKI yaitu TKI di Malaysia, TKI di India, dan TKI anak buah kapal di luar negeri.

Jaleswari mengatakan ketiga klaster itu memungkinkan dilakukan pemulangan serentak dan berskala.

“Saat ini jumlah TKI terbesar ada di Malaysia, sebanyak 1,2 juta jiwa. Sebagian dari mereka sudah habis masa kontrak dan menunggu pulang,” kata Jaleswari dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (15/4).

Berkaitan dengan pemulangan serentak TKI dari ketiga klaster, maka diperlukan kerja sama antarkementerian dan lembaga terkait. KSP sejauh ini telah menggelar rapat bersama kementerian dan lembaga, salah satunya dengan Kementerian Luar Negeri.

Kemenlu menyampaikan bahwa sebulan terakhir kepulangan TKI dari Malaysia melalui jalur regular jumlahnya sudah mencapai 56.368 orang. Selain itu, ada 1.621 TKI yang dideportasi pulang.

Sedangkan TKI ABK, jumlahnya sebanyak 17.325 orang yang tersebar di 118 kapal pesiar. Dari jumlah tersebut, 4.496 TKI ABK telah difasilitasi kepulangannya ke Indonesia. TKI ABK yang belum pulang, berpotensi terdampak karena pihak principal berencana menghentikan operasi pelayaran kapal pesiar.

Sedangkan, ABK yang sakit dan tidak bisa langsung pulang, harus dirawat di rumah sakit setempat atas biaya negara setempat dan baru dipersilakan pulang ke Tanah Air setelah sembuh dengan pesawat komersial. Adapun dalam pemulangan, pola yang telah dilakukan saat ini adalah melakukan pemeriksaan di pintu-pintu masuk. Beberapa TKI yang pulang ada yang diwajibkan menjalani karantina.

Titik debarkasi kepulangan WNI juga sudah dipersiapkan di Jakarta dan Bali. Sesampai di Tanah Air mereka harus mengikuti protokol kesehatan berupa pemeriksaan suhu tubuh, saturasi oksigen, gejala flu, HAC, dan tes cepat untuk kepulangan melalui Bali. Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP2MI) memproyeksikan akan ada kepulangan TKI ada 37.075 orang dalam beberapa waktu ke depan jika mengacu pada berakhirnya masa kontrak para TKI pada April dan Mei 2020.

Mereka berasal dari Malaysia 15.429 orang, Hongkong 11.303 orang, Singapura 3.507 orang, dan lainnya.

Lebih jauh terkait bantuan sembako bagi TKI, Pemerintah terus memprioritaskan penyaluran terhadap TKI yang kini rentan terdampak Covid-19 sehingga hanya sebagian TKI yang menerima. Sejauh ini, pemerintah telah menyalurkan sembako kepada lebih dari 56.000 TKI.

Sumber: republika.co.id

 

Bocah 4 Tahun di Kediri Sumbang Uang Celengan Buat Beli APD Tim Medis

KEDIRI(Jurnalislam.com)–Kisah menginspirasi datang dari bocah 4 tahun asal Kediri, Aisyah menyumbangkan seluruh isi dalam celengannya untuk membantu pengadaan alat pelindung diri (APD) tim medis dan relawan yang sedang berjuang menangani para pasien wabah covid-19.

Datang diantar ayahnya, bocah yang masih duduk di bangku PAUD tersebut mendatangi langsung kantor Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) di Jalan Pesantren VI No.5, Ngadirejo, Kediri, Rabu (15/4/2020) pagi.

Aisyah tiba di kantor Laznas BMH dengan membawa celengan berwarna kuning yang belum dipecahkannya. Dengan memberanikan diri, Aisyah menyerahkan celengannya tersebut kepada petugas Laznas BMH untuk dibuka. Setelah dibuka & dihitung isi celengan Aisyah lumayan banyak, yaitu totalnya ada sejumlah Rp 367.000.

Hati gadis kecil tersebut bergerak untuk menyedekahkan celengannya, karena ia melihat banyak dokter sedang berjuang membantu menyembuhkan pasien corona Covid-19 meski dengan APD terbatas.

“Untuk bantu dokter menyembuhkan pasien corona, beli masker & alat lainnya,”ungkap Aisyah.

Sang ayah, Mahfud Ikhsan, menceritakan kalo Aisyah merelakan uang tabungan di dalam celengannya itu atas inisiatifnya sendiri.

“Memang Aisyah kami didik sejak kecil menabung, dan hasil tabungan itu diperuntukkan bagi sosial yang membutuhkan. Meskipun tidak terlalu banyak, kami harap apa yang diberikan Aisyah bisa membantu tim medis di garda terdepan menyembuhkan pasien corona,”pungkasnya.

Pemda Jabodetabek Dukung Penghentian Operasi KRL

TANGSEL(Jurnalislam.com) — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) mendukung dengan rencana penghentian operasional KRL Commuter Line selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, mengatakan, kebijakan itu sebagai upaya memutus penyebaran wabah corona di wilayahnya.

Hanya saja, kata dia, Pemkot Tangsel masih terus membahas aturan sebagai payung hukum agar KRL tidak lagi beroperasi di Kota Tangsel.

“Untuk seperti apa, nanti diatur dalam peraturan wali kota kita nantinya, tapi arahnya adalah dengan kewenangan pada manajemen. Kita harapkan bisa menyesuaikan,” kata Benyamin saat dihubungi, Rabu (15/4).

Benyamin menyatakan, dengan penghentian sementara perjalanan KRL, otomatis mengurangi kerumunan orang.

Pasalnya, ribuan warga Tangsel setiap harinya naik KRL untuk bekerja di Jakarta. Sebagai solusinya, dia menambahkan, perusahaan bisa mengubah kebijakan bagi pegawainya untuk menjalani bekerja dari rumah.

Benyamin pun mengimbau kepada seluruh masyarakat Tangsel agar tidak melakukan aktivitas di luar rumah selama pemberlakuan PSBB mulai Sabtu (18/4) hingga dua pekan berikutnya.

“Masyarakat juga kita minta stay at homework from home kalau yang bekerja,” ucapnya.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, mengeklaim, lima kepala daerah dari Jawa Barat, yaitu Kota dan Kabupaten Bogor, Kota Depok, serta Kota dan Kabupaten Bekasi (Bodebek) sepakat mengusulkan untuk menghentikan operasional KRL sementara waktu selama PSBB berlangsung.

Bahkan, kata dia, usulan lima kepala daerah itu juga langsung disampaikan kepada Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Wiwik Widayanti dan Kepala PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop I Dadan Rusdiansyah.

Meski begitu, menurut Dedie, usulan penghentian operasional KRL bukan opsi satu-satunya untuk mencegah kerumunan ribuan orang. “Tapi, ada opsi lain, misalnya, kereta tetap operasional, tetapi tidak di jam sibuk,” ujarnya. Artinya, kata Dedie, PT KAI maupun PT KCI hanya menggugurkan kewajiban untuk menegakkan aturan PSBB yang melarang orang berkerumun lebih dari lima orang.

Kalau usulan itu terlaksana, kereta masih bisa beroperasi di luar jam keberangkatan dan pulang kerja demi menghindari penumpukan penumpang.

Sumber: republika.co.id

Explore! Kirim Sembako untuk Korban Banjir dan Terdampak Covid-19

BANDUNG(Jurnalislam.com) – 14 April 2020. Pandemi covid-19 belum menampakkan tanda-tanda akan berakhir hingga hari ini. Berbagai elemen masyarakat mulai merasakan dampak dari virus yang tak tampak mata ini.

Meskipun ukurannya yang sangat kecil (0,125 mikron) tetapi dampaknya menggemparkan dunia.

Selain mengalami dampak dari efek virus covid-19, masyarakat di beberapa daerah khususnya di Andir, Kec. Baleendah, Kab. Bandung dan sekitarnya juga harus lebih bersabar lagi.

Hujan deras yang mengguyur Bandung dan sekitarnya di awal bulan April ini menyebabkan banjir bandang di beberapa daerah. Beberapa tempat di daerah Kabupaten Bandung lumpuh.

“Kami team explore! bersama dengan relawan Greenteam dan komunitas Terang Bandung bergerak membantu korban terdampak khususnya para pekerja harian. Saat ini mereka harus diam di rumah akibat dampak dari pencegahan penyebaran virus covid-19 serta banjir bandang yang menggenangi rumah-rumah mereka,” kata tim Explore! Dalam rilis yang diterima rekdasi beberapa waktu lalu.

Team Explore memberikan paket sembako gratis di Kp. Jembatan RT 007 RW 07 kec. Baleendah, kab. Bandung.

Pak Beben, seorang warga yang usianya sudah lebih dari setengah abad beliau terpaksa harus tinggal di lantai dua rumahnya karena lantai dasar rumah beliau sudah terendam banjir setinggi leher orang dewasa.

Menurut beliau (Pak Beben) bantuan berupa sembako ini sangat membantu warga di Kp. Jembatan.

“Alhamdulillah sangat membantu buat masyarakat yang terjebak di dalam kebanjiran, soalnya di dalam situasi sekarang ditambah dengan isu virus corona jadi tidak dapat keluar dan tidak dapat mencari nafkah,” katanya.

Reporter : Rizky Fadhli

MUI: Ramadhan Momen Bermunajat Agar Wabah Segera Diangkat

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan tausiyah menyambut Ramadhan dalam situasi pandemi Covid-19. Surat bernomor: Kep-1065/DP-MUI/IV/2020 yang diterbitkan MUI pada 15 April 2020, ditandangani Wakil Ketua Umum MUI, KH Zainut Tauhid Sa’adi.

 

MUI mengajak umat Islam untuk menjadikan Ramadan tahun ini benar-benar sebagai momentum meningkatkan keimanan, ketakwaan, keikhlasan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

 

“Serta secara khusyu berzikir, bermunajat, memperbanyak membaca Alquran dan berdoa kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Agar pendemi Covid-19 dan wabah lainnya segera diangkat dan dihilangkan dari negara tercinta Indonesia dan negara-negara lain,” kata Kiai Muhyiddin yang membacakan taushiyah saat konferensi pers secara daring di Jakarta, Rabu (15/4).

 

MUI mengajak umat Islam untuk tetap mematuhi protokol kesehatan sehingga bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Apabila di suatu kawasan oleh instansi yang berwenang ditetapkan sebagai daerah yang rawan penyebaran Covid-19.

 

“Maka umat Islam tidak melaksanakan ibadah yang melibatkan berkumpulnya orang banyak,” ujar dia.

Dia menjelaskan seperti sholat Jumat, jamaah sholat rawatib (sholat lima waktu), tarawih dan sholat Ied di masjid atau tempat umum lainnya. Begitu pula pengajian umum atau tabligh akbar diimbau untuk tidak dilaksanakan karena berkumpul tidak diperbolehkan.

“Ibadah-ibadah tersebut dapat dilaksanakan di kediaman masing-masing dengan tanpa mengurangi kekhusyuan dan keikhlasan. Terkait pengajian umum atau tabligh akbar bisa dilakukan secara online,” kata dia.

MUI, kata Kiai Muhyiddin, juga mengimbau umat Islam untuk lebih meningkatkan amal saleh. Salah satunya dengan membantu fakir miskin dan dhuafa terutama di daerah sekitar tempat tinggal. Melalui penyaluran zakat, infak, dan sedekah.