Jelang Ramadhan, Impor Kurma Melonjak 50 Persen

Jelang Ramadhan, Impor Kurma Melonjak 50 Persen

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Menjelang bulan Ramadhan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan beberapa impor barang konsumsi. Salah satunya kurma yang pada bulan lalu mengalami peningkatan impor sampai 52,35 persen dibandingkan Februari.

Kepala BPS, Suhariyanto, mengatakan kurma menjadi salah satu barang konsumsi yang mengalami peningkatan impor secara signifikan pada bulan lalu. Kenaikan impor kurma memang biasa terjadi menjelang Ramadhan. “Untuk kenaikan yang lebih pastinya, kita lihat (data) bulan April nanti,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Rabu (15/4).

Menurut data BPS, nilai impor kurma pada Maret mencapai 25,9 juta dolar AS, sedangkan pada bulan sebelumnya hanya 17,9 juta dolar AS. Indonesia biasa mengimpor kurma dari Emirat Arab, Tunisia, Palestina, dan Mesir.

Kenaikan tidak hanya terlihat secara month-to-month (m-to-m), juga year-on-year (yoy). Pada Maret 2019, Indonesia mengimpor kurma senilai 19,5 juta dolar AS yang berarti terjadi kenaikan 32,82 persen di tahun ini.

Tidak hanya kurma, BPS mencatat sejumlah komoditas bahan makanan juga mengalami kenaikan di tahun ini. Sebut saja bawang putih yang kemarin sempat mengalami kelangkaan hingga menyebabkan peningkatan harga.

Sumber: republika.co.id

 

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X