PSBB, Polisi dan MUI Masih Temukan Masjid Ngeyel Gelar Jumatan

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Kepolisian Resor (Polres) Jakarta Pusat akan melakukan patroli ke tempat ibadah untuk memastikan tidak adanya aktivitas shalat Jumat berjamaah di masjid selama berlangsungnya pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) sepekan terakhir.

Wakapolres Jakarta Pusat AKBP Susatyo Purnomo Condro menjelaskan bahwa patroli akan dilakukan ke semua masjid yang berada di Jakarta Pusat. “Semua di delapan kecamatan Jakarta Pusat,” ujarnya, Jumat (17/4/2020).

Menurut dia, patroli akan dilakukan bersama pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk sekaligus memberikan imbauan langsung kepada para pengurus masjid.

“Jadi MUI tidak hanya memberikan fatwa. Tetapi kami khususnya di Jakarta Pusat kami dorong untuk turun ke lapangan langsung memberikan imbauan kepada masjid-masjid dan tempat ibadah,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Susatyo, akan dilakukan juga pembagian bantuan kebutuhan sehari-hari kepada para marbut.

Hal tersebut karena mereka masih tetap mengurus dan menjaga tempat ibadah, meskipun tidak ada jamaah yang melakukan aktivitas keagamaan.

“Karena kan (walaupun) enggak ada ibadah otomatis kan mereka juga butuh bantuan untuk kebutuhan mereka,” ungkapnya.

Susatyo tidak menyebutkan berapa jumlah masjid di Jakarta Pusat yang masih kedapatan melakukan aktivitas peribadatan.

Namun, dia berharap agar semua masjid dapat mengindahkan imbauan yang sudah diberikan untuk tidak mengadakan kegiatan selama pemberlakuan PSBB di Jakarta.

“Mudah-mudahan apa yang sudah kita lakukan selama seminggu ini, imbauan-imbauan bersama aparat kelurahan, satpol PP, semua bisa diindahkan oleh semua masjid,” pungkasnya.

Diketahui PSBB di Jakarta sudah berlaku sejak Jumat pekan lalu sampai Kamis (23/4/2020) dan bisa diperpanjang sesuai kebutuhan. Penerapan PSBB itu dimaksudkan untuk memutus rantai penularan Covid-19 yang jumlah kasusnya masih terus bertambah.

 

Masyarakat Diminta Tak Gelar Buka Puasa Bersama Selama Ramadhan

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama sebagai bagian dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mengimbau agar seluruh umat Islam melaksanakan ibadah di rumah selama Bulan Suci Ramadan, sekaligus mengurangi risiko penularan virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit COVID-19.

Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam-Kementerian Agama RI Kamaruddin Amin juga menganjurkan agar umat Islam tidak melaksanakan buka puasa bersama, seperti yang sering dilaksanakan di kantor-kantor maupun di perjamuan keluarga.

Kemudian, ibadah Salat Tawarih juga dianjurkan agar dilakukan di rumah saja bersama keluarga.

“Kita tidak melaksanakan tarawih bersama, kita melaksanakan di rumah saja, karena sangat berpotensi untuk kita menularkan atau ditularkan ketika kita berkumpul bersama di masjid,” kata Amin dalam keterangan resminya di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Jumat (17/4).

 

Dengan menjalankan perintah agama dan mengikuti anjuran pemerintah, maka Amin juga mengajak agar semua umat Muslim bersatu untuk berdoa, bermunajat dan bertafakur agar pandemi COVID-19 segera berlalu.

 

“Sebagai umat beragama di samping kita mengikuti anjuran pemerintah dengan pendekatan saintifik, akademik, dan empiris. Kita harus terus juga melakukan berdoa, bermunajat, bertafakur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, semoga coronavirus ini segera berlalu, bulan Ramadan tiba dan coronavirus berlalu, Insya Allah,” pungkas Amin.

 

Sebelumnya, pada 6 April 2020, Menteri Agama Fachrul Razi mengeluarkan surat edaran mengenai Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H di Tengah Pandemi COVID-19.

 

Dalam surat edaran tersebut diatur sejumlah ketentuan yang memusatkan pada kegiatan ibadah tidak dilakukan secara berjamaah di masjid seperti biasa, melainkan di rumah bersama keluarga inti.

 

“Pelaksanaan shalat Idul Fitri yang lazimnya dilaksanakan secara berjamaah, baik di masjid atau di lapangan, ditiadakan. Untuk itu diharapkan terbitnya Fatwa MUI menjelang waktunya,” mengutip salah satu poin panduan dalam surat edaran.

Kemenag: Tarawih dan Shalat di Masjid Berpotensi Membahayakan Orang Lain

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama sebagai bagian dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mengimbau agar seluruh umat Islam melaksanakan ibadah di rumah selama Bulan Suci Ramadan, sekaligus mengurangi risiko penularan virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit COVID-19.

Hal tersebut sebagaimana yang disebutkan dalam hadis Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bahwa “Kita tidak boleh mencari atau menjemput bahaya, dan juga tidak boleh menularkan bahaya itu kepada orang lain”.

“Jangan sampai kita menjemput bahaya, kita berkerumun di suatu tempat, termasuk di tempat-tempat ibadah. Itu sangat berpotensi untuk kita membahayakan diri kita dan juga orang lain,” kata Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam-Kementerian Agama RI Kamaruddin Amin dalam keterangan resminya di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Jumat (17/4).

 

Amin menjelaskan, bahwa meskipun sebagai umat Muslim memahami dan menyadari, betapa pentingnya dan betapa mulianya berada atau beribadah di masjid, akan tetapi dalam kondisi pandemi COVID-19 seperti sekarang ini, wajib hukumnya untuk tetap berada dan beribadah di rumah.

 

Menurut Amin, kualitas ibadah umat Islam tidak akan berkurang dengan berada di rumah dan beribadah di rumah, melainkan keikhlasan, kekhusyuan dan kesucian jiwa. Oleh karena itu, meskipun beribadah di rumah, Insya Allah kualitas ibadah tidak berkurang.

 

“Kualitas ibadah kita tidak hanya ditentukan oleh lokasi di mana kita beribadah, tapi yang tidak kalah pentingnya adalah kualitas ibadah kita ditentukan oleh keikhlasan kita, ditentukan oleh kekhusyuan kita, ditentukan oleh kesucian jiwa kita,” kata Amin.

 

 

Perkumpulan Jurnalis Media Hijrah #LawanCorona, Bagikan 1000 Hand Sanitizer dan 1000 Masker

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Perkumpulan jurnalis dari berbagai wilayah se-Jabodetabek yang menamakan Media Hijrah menggelar Aksi Kemanusiaan bertajuk #LawanCorona dengan membagikan 1000 Hand Sanitizer dan 1000 Masker kepada para pekerja lepas.

Ketua pelaksana Aksi kemanusiaan Media Hijrah yang juga sebagai Jurnalis Tawaf TV, Ishaq mengatakan, pandemi Covid-19 yang tengah melanda Indonesia saat ini mewajibkan masyarakat untuk menjaga kebersihan dalam aktifitas dan menggunakan masker, akan tetapi bagi sebagian orang, masker dan hand sanitizer saat ini terbilang cukup mahal.

“Ditengah pandemi Covid-19, Masker dan Hand Sanitizer banyak pemintaan sehingga harga menjadi mahal. Sedangkan penyebaran wabah membuat perekonomian sebagian masyarakat jadi terganggu yang mengakibatkan kebutuhan hidup untuk makan saja, sangat pas-pasan. Itu keluhan mereka,” ungkap Ishaq di Jakarta pada Jumat (17/4/2020).

Ia mengaku miris melihat sebagian orang yang masih harus bekerja dilapangan akan tetapi tidak dapat menjaga dirinya dengan menggunakan masker dan mencuci tangannya dengan hand sanitizer karena terbilang tidak memiliki cukup uang untuk membelinya.

“Kepada kami para wartawan mereka bilang bahwa untuk makan saja mereka sangat sulit, bagaimana dengan membeli masker ataupun hand sanitizer. Mereka mengaku memiliki kendala keuangan. Dan data itu kami dapatkan tidak hanya 1 sampai 5 orang saja. Tapi ratusan orang mengeluhkan hal tersebut,” jelasnya.

Oleh karena itu, ia bersama beberapa wartawan membentuk satu tim untuk membantu para pekerja lapangan yang mengalami kesulitan. “Kami bantu Pemerintah dan beberapa lembaga filantropi untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Mereka membantu kebutuhan Pangan masyarakat, kami para jurnalis membantu dari segi kebutuhan masker dan Hand sanitizernya,” ucap Ishaq.

Ishaq menyatakan aksi kemanusiaan jurnalis #LawanCorona ini akan terus bergerak membagikan Hand Sanitizer dan Masker ke seluruh wilayah Jabodetabek termasuk Zona Merah yang menjadi penilaian Pemerintah. “Kita akan terus bergerak #LawanCorona hingga wabah ini berakhir,” tandasnya.
Untuk diketahui, pergerakan Aksi Kemanusiaan Media Hijrah bergerak atas dukungan dan kerjasama dari lembaga Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bekasi dan Sekolah Islam Al Marjan.

MUI Dorong Lembaga Zakat Salurkan Bantuan tingkat RT

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Buya Anwar Abbas, mengimbau setiap tetangga saling bahu membahu membantu tetangganya terutama yang fakir miskin.

Ia juga mengusulkan agar setiap RT mulai menyurun sekelompok orang  menghimpun dana zakat, infak, maupun sedekah untuk dibagikan kepada warga yang membutuhkan.

“Misalnya saya akan membayar infak sedekah untuk tetangga saya melalui lembaga amil zakat, tetapi oleh lembaga amil zakat dibagi ke tempat lain, ini menjadi bermasalah, maka harus ada orang yang memungut zakat di tingkat RT lalu kepada penduduk di RT itu dibagi,” paparnya.

Dengan cara seperti itu, menurut dia, banyak orang kesusahan di level RT  yang terdampak wabah Covid-19 ini akan cepat tertolong.

RT dengan begitu juga akan lebih mudah menentukan siapa saja penduduk yang paling membutuhkan di daerah tersebut jika sewaktu-waktu ada pihak luar  yang memberikan bantuan.

Langkah seperti itu, menurut dia, perlu segera diambil agar masalah-masalah lain tidak timbul.

“Sementara perut tiap hari harus diisi, kalau tidak, maka yang punya perut akan merugikan baik diri sendiri ataupun orang lain,” ujarnya (MUI)

Kiai Ma’ruf: Semua Musibah yang Menimpa Kita Sudah Ditentukan Allah

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Wapres KH Ma’ruf Amin menyayangkan adanya penolakan jenazah pasien virus Corona di berbagai daerah. Penolakan itu harusnya tidak terjadi jika masyarakat memiliki pemahaman yang benar.

 

“Padahal menurut para ahli dan menurut para ulama juga sudah menyerukan jangan ada penolakan itu. Karenanya sangat disayangkan,” kata Wapres saat menyampaikan tausiyah Doa dan Dzikir Nasional untuk Keselamatan Bangsa di Jakarta, Kamis(16/4).

 

Ia pun mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan iman dan takwa saat pandemi melanda. Apalagi kejadian ini menjadi wabah global.

 

“Kuatkan iman dan takwa. Ingat, Allah SWT sudah menyatakan dalam Alquran bahwa tidak ada yang menimpa kita kecuali apa yang telah ditentukan oleh Allah,” kata Ma’ruf.

 

Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah mengimbau agar masyarakat menerima pemakaman jenazah Covid-19 karena dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan.

 

“Kepada para ulama, saya ingin menyampaikan juga terima kasih karena telah memberikan kemudahan melaksanakan ibadah dalam situasi yang sulit ini,” ujarnya

MUI: Sudah Naik Haji Tapi Tetangga Kelaparan, Belum Benar-benar Beriman!

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Buya Anwar Abbas, mengimbau setiap tetangga saling bahu membahu membantu tetangganya terutama yang fakir miskin.

Imbauan ini karena Covid-19 selain berdampak pada korbannya sendiri, juga berdampak pada masyarakat luas khususnya di bidang ekonomi.

Tidak sedikit karyawan perusahaan mengalami PHK dan tentu saja orang fakir miskin menjadi unsur masyarakat yang paling terdampak kesehariannya.

Buya Anwar mengatakan tetangga harus menjadi bagian penting dalam penanganan korban Covid-19 ini.

Dia mengatakan, seseorang belum dikatakan beriman baik itu kepada Allah SWT atau kepada Nabi Muhammad SAW, bila masih melihat tetangganya yang kelaparan dan dia tidak tertarik membantu.

“Meskipun kita sudah sepuluh kali naik haji, bila membiarkan tetangga kelaparan, kita belum dikatakan beriman dengan baik, bagaimana mencintai orang lain sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri, ” katanya dalam Diskusi MUI Dakwah Online bertema Sistem Pengelolaan Dana Keagamaan di Tengah Wabah, Kamis (16/4).

Menurutnya, tetangga merupakan unsur masyarakat paling dekat dengan tetangga yang fakir dan miskin yang membutuhkan karena terdampak Covid-19. Dengan saling membantu antar tetangga, maka selain menguatkan kehidupan, juga mengeratkan hubungan tetangga satu dengan yang lainnya.

“Dengan sistem seperti itu, maka juga akan terjadi personal contact yang bagus antara satu orang dengan orang lain,” ujarnya.

Pesan Wapres Hadapi Corona: Iman, Imun, Aman, Amin

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Wakil Presiden Ma’ruf Amin berpesan empat hal penting untuk menjaga dan mencegah masyarakat Indonesia dari paparan Covid-19.

Masing-masing dengan meningkatkan keimanan, menjaga imunitas tubuh, menciptakan keamanan, dan mengamini doa-doa untuk keselamatan nasional.

 

“Jadi iman, imun, aman, amin. Kita jangan lupa untuk amin, artinya berdoa kepada Allah dengan mengucapkan amin. Seperti yang kita lakukan malam ini. Kita berdoa bersama dan mengamini doanya,” kata Wapres Ma’ruf Amin, saat menyampaikan tausiah Doa dan Dzikir Nasional untuk Keselamatan Bangsa, di Jakarta, Kamis(16/4).

 

Keimanan menjadi kunci utama ketika menghadapi musibah pandemi Covid-19. Virus Corona bukan hanya menyerang Indonesia, melainkan 213 negara lain juga tertimpa pandemi tersebut.

 

“Karena itu, kita harus ikhlas, harus ridho, dan kita harus sabar di dalam menerima musibah ini. Jangan sampai kita panik, jangan sampai kita berputus asa,” kata Ma’ruf Amin.

 

Selanjutnya, menjaga daya tahan tubuh penting dilakukan oleh setiap warga masyarakat, kata Ma’ruf. Dengan meningkatkan imunitas, menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan; maka penularan Covid-19 akan semakin minim.

 

“Dengan menjaga kesehatan kita, mengonsumsi vitamin, berolahraga, kemudian juga berjemur di tempat yang panas supaya kita imun, tahan; sehingga kita tidak terpapar itu.”

 

Wapres Ma’ruf juga meminta masyarakat untuk menjaga keamanan diri sendiri dan lingkungan sekitar, antara lain dengan mengikuti anjuran pemerintah untuk menjaga jarak fisik, berkegiatan di rumah dan menghindari kerumunan.

 

“Kemudian kita juga harus menjaga aman. Jadi selain imunisasi diri, juga amanisasi diri, yaitu dengan ikut anjuran Pemerintah untuk menjaga jarak, tidak berkumpul di tempat ramai supaya tidak tertular atau menularkan,” ujarnya lagi.

 

Terakhir, Wapres mengajak seluruh masyarakat untuk mengamini setiap doa yang dipanjatkan guna memohon keselamatan bangsa dari pandemi Covid-19.

Zikir Nasional Online, ‘Ikhtiar Langit’ Agar Wabah Segera Diangkat

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Kementerian Agama bersama Satgas COVID-19 Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan pemerintah menggelar zikir nasional daring yang disiarkan secara live streaming melalui berbagai media sosial.

Zikir nasional daring dilaksanakan dalam rangka physical distancing untuk mencegah penularan virus corona.

Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menuturkan, bangsa Indonesia saat ini tengah ditimpa musibah, Nusantara berduka dengan adanya pandemi virus corona (Covid-19) yang masih menjangkit di sejumlah negara khususnya Indonesia.

“Satu bulan lebih kita disibukkan untuk menangkal dan mengobati merebaknya wabah Covid-19. Bukan hanya sektor kesehatan yang terdampak, namun juga sektor-sektor lainnya. Ada banyak goresan luka yang timbul akibat merebaknya wabah ini,” katanya dalam sambutan Doa dan Zikir Nasional untuk Keselamatan Bangsa: Bersimpuh Memohon Bebas dari COVID-19 secara daring yang disiarkan langsung dari Kantor Kementerian Agama di Jakarta, Kamis (16/4/2020).

Lebih lanjut, kata Menag Fachrul Razi, walau keadaan tengah berduka akibat mewabahnya virus corona, namun masyarakat diminta agar tetap optimis bahwa Allah tidak akan memberikan cobaan di luar kemampuan umat-Nya.

“Kita sangat sadar bahwa semua cobaan dan musibah itu datang atas izin dan kehendak Allah, dan Ia juga lah yang kuasa untuk mencabut dan melenyapkannya,” terangnya.

“Sejalan dengan perintah Allah bahwa Ia tidak akan mengubah nasib kita sebelum kita sendiri berusaha untuk mengubahnya. (QS Ar-Ra’d:11). Namun Ia juga menyuruh kita untuk berdoa, agar dikabulkan-Nya. (QS Gafir:60),” tambahnya.

Menurutnya, berusaha dan berdoa adalah dua perintah Allah yang harus terus dilakukan dalam hidup ini dalam melenyapkan wabah Covid-19.

Oleh karena itu, pada malam ini, semua para pemimpin negara, menteri dan pimpinan ormas Islam lainnya berkumpul dalam satu majelis zikir dan doa, untuk memperkuat berbagai usaha yang telah dan akan terus dilakukan.

“Meski masing-masing kita terpisah tempat, namun sebaiknya hati dan batin kita berada dalam satu majelis yang satu. Majelis yang akan mengantarkan bangsa ini semakin kuat dan tegar dalam menghadapi cobaan,” pungkasnya.

Mengintip Prosesi Pemakaman Jenazah Covid 19 di Firdaus Memorial Park

BANDUNG(Jurnalislam.com)–Ditemani terik mentari Kamis (16/4/2020), raungan sirine mobil ambulance yang diketahui tengah membawa jenazah pasien positif covid-19 terdengar semakin nyaring, memasuki gerbang Taman Wakaf Pemakaman Muslim Firdaus Memorial Park (FMP) di Cikalong Wetan Bandung Barat.

 

Di sana, tim pemulasaraan jenazah dengan Alat Pelindung Diri (APD) standar sudah menyiapkan liang lahat sedalam 3.5 meter, bersiap menguburkan jenazah positif covid-19 di satu sudut blok khusus.

 

Ambulance yang baru saja tiba setelah melakukan perjalanan dari RS Rujukan Covid 19, Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, ini memasuki booth sanitizer bertuliskan “Selamat Datang Para Pejuang Covid-19”, berhenti sejenak sambil mendapat semprotan cairan disinfektan, dan lalu melanjutkan perjalanan langsung ke area pemakaman.

 

Begitu pintu ambulance dibuka, pasukan berseragam APD lengkap ini dengan cekatan mengangkat peti yang berisi jenazah covid-19, lalu membawanya mendekat ke lubang peristirahatan terakhir. Dan lantas sejurus kemudian, memasukkannya ke liang lahat. Tak butuh waktu lama, sesuai protokol kesehatan, peti jenazah kemudian ditimbun tanah.

 

Baru setelah itu, hanya ada tiga orang keluarga inti saja yang diizinkan untuk memasuki area pemakaman untuk mendoakan sejenak dari jauh. Tentu saja, setelah melalui protokol seperti pengecekan suhu, social distancing, penggunaan masker dan sterilisasi  melewati bilik booth sanitizer yang disediakan untuk setiap orang yang akan masuk dan keluar area Firdaus Memorial Park.

 

Usai sudah, rangkaian kegiatan simulasi/ apel kesiapsiagaan pemakaman jenazah covid-19 yang digelar oleh Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Sinergi Foundation (SF). Ketua Satgas Covid-19 Sinergi Foundation Komaludin mengatakan bahwa simulasi ini digelar untuk memastikan tim siap siaga jika sewaktu-waktu ada jenazah covid-19 yang harus dimakamkan di Firdaus Memorial Park.

 

“Simulasi yang digelar sepekan menjelang pemberlakuan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di wilayah Bandung Raya ini bertujuan untuk meneguhkan komitmen kami kepada masyakarat terkait penyediaan lahan khusus untuk jenazah covid19, sekaligus memastikan kesiapsiagaan tim dalam penanganan prosesi pemakamannya,” kata Komal, Kamis (16/04/2020).

Simulasi ini, tambah Komal, dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan,  panduan Kemenag dan juga Fatwa MUI no 18 tahun 2020. “Insya Allah kami sudah siap menyediakan lahan, sekaligus menyelenggarakan prosesi pemakaman jenazah khusus covid 19 di Firdaus Memorial Park,” tambah dia.

Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat Prof. Dr. KH Miftah Faridl mengapresiasi simulasi pemakaman jenazah khusus covid19 yang dilakukan oleh masyarakat untuk meningkatkan kesiap siagaan dalam pemenuhan kewajiban umat Islam yaitu penguburan jenazah.

“MUI sendiri sudah mengeluarkan fatwa dan panduan khusus terkait pengurusan jenazah. Seperti bisa dikuburkan satu lubang untuk beberapa jenazah karena darurat wabah, memperhatikan protokol medis, dan sebagainya. Diharapkan masyarakat dapat merujuk ke fatwa tersebut,” pungkasnya.