ANNAS Desak Pemerintah Berani Bersikap Tegas Soal Penyerangan Al Aqsa

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Menyikapi pembunuhan warga sipil Palestina dan penyerangan Masjid Al Aqsa oleh Israel, Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) mengutuk aksi terror Israel tersebut.

 

“Kami mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Negara-negara Islam yang tergabung dalam negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk segera bersidang dan mengambil langkah-langkah konkrit dan terukur untuk menghentikan kekejaman Negara Teroris Israel di Palestina. Bila diperlukan dengan pengiriman pasukan keamanan Bersama,” kata Ketua ANNAS KH Athian Ali, dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, Rabu (12/5/2021).

 

ANNAS juga mendesak Pemerintah Republik Indonesia agar segera mengambil sikap tegas dan langkah nyata untuk menghentikan tindakan terorisme negara Israel terhadap warga Palestina, karena perbuatan Negara Teroris Israel tersebut sesungguhnya tidak sesuai dengan perikemanuisaan dan perikeadilan sebagaimana tertuang di dalam amanat Pembukaaan UUD 1945.

 

“Kami menyeru dan mengajak Ummat Islam baik organisasi, pergerakan, maupun personal agar bahu-membahu, mengulurkan tangan, dan merapatkan barisan untuk segera membantu secara konkret dan maksimal Saudara-saudara kita Ummat Islam yang terdzolimi di Palestina,” pungkasnya.

 

 

 

 

Kutuk Keras Zionis Israel, FUIB Pasuruan Minta Pemerintah Suarakan Perlawanan

PASURUAN(Jurnalislam.com)- Mensikapi situasi Al Aqsa dan nasib umat Islam Palestina yang terus menerus ditindas zionis israel, Forum Umat Islam Bersatu Pasuruan (FUIB) meminta pemerintah untuk terus menyuarakan perlawanan, hal ini disampaikan ketum FUIB habib Nizar BSA dalam pembacaan pernyataan sikap di Masjid Al Hidayah, jl. Apel no. 530, kecamatan Bangil, kabupaten Pasuruan. (11/05/2021)

“Meminta pemerintah RI untuk terus-menerus tidak henti-hentinya menyuarakan perlawanan dan kecaman terhadap kezaliman zionis israel,” katanya.

FUIB juga mengutuk keras atas penyerangan brutal tentara israel kepada umat islam Palestina yang sedang beribadah di Al Aqsa,

“Mengutuk keras tindakan keji, biadab, sadis, kejam tidak berperikemanusiaan tentara zionis israel terhadap masjid Al Aqsa dan umat islam Palestina,” terang habib Nizar.

Lebih lanjut FUIB juga mengajak umat islam seluruh dunia bersatu mendukung pembebasan Al Aqsa dan seluruh wilayah Palestina.

Pembacaan pernyataan sikap tersebut juga dihadiri syaikh Hamza Qowazme dari Jordania yang hadir dalam rangka Roadshow Ramadhan di Jawa Timur.

Reporter: Bahri

Kecam Penyerangan Al Aqsa, Sinergi Foundation Ajak Masyarakat Bantu Palestina

BANDUNG(Jurnalislam.com)–Kabar duka menyelimuti umat Islam di penghujung Ramadhan ini. Israel melemparkan peluru karet dan granat kejut ke arah masyarakat Palestina yang tengah beritikaf di Masjid Al Aqsa.

Kericuhan pun tak terelakkan. Warga Palestina yang tak berdaya dan tak bersenjata: tua, muda, pria, wanita berhamburan saat ledakan terjadi.

“Saat di Indonesia ramai hendak menyambut lebaran, Palestina pun ikut ramai. Bukan ramai karena gembira. Tapi karena kekhusyukan mereka beribadah diusik,” tutur Asep Irawan, CEO Sinergi Foundation.

Asep pun mengecam adanya tindak kedzaliman ini. “Bahkan bukan hanya Al Aqsa. Tapi juga warga Palestina di Gaza yang kondisi kesehariannya tidak kunjung membaik. Penjajahan dan blokade pun menyebabkan kehidupan warga Palestina semakin nestapa,” katanya.

Bahkan terhitung Senin (10/5), serangan udara bertubi-tubi di Gaza mewafatkan 20 syahid, dan 9 di antaranya anak-anak.

Sebagai bentuk solidaritas, Asep mengajak masyarakat untuk turut membantu Palestina. Baik dengan harta, doa, maupun dengan share sebanyak-banyaknya info kabar terkini tentang Palestina.

“Pun di Sinergi Foundation, kami tengah membuka peluang kebaikan dengan berdonasi untuk Palestina. Donasi yang terhimpun akan disalurkan untuk membeli kado terbaik bagi mereka. Semoga jadi pelipur lara bagi Palestina di Hari Raya nanti,” kata Asep. []

Umat Islam Diminta Lakukan Apapun untuk Bantu Palestina

SOLO (jurnalislam.com)- Koordinator Dewan Ri’asah Tanfidziah (DRT) Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) menghimbau umat Islam di Indonesia untuk ikut bersimpati dan melakukan solidaritas untuk umat Islam di Palestina.

Sebagaimana diketahui, tentara Israel melakukan aksi penyerangan secara brutal terhadap muslim Palestina yang sedang melakukan shalat taraweh di Masjid Al-Aqsha yang menyebabkan puluhan orang tewas dan lukan luka. Para korban terdiri dari kaum dewasa laki laki maupun anak anak.

“Menyerukan kepada seluruh Umat Islam untuk memberikan kepeduliannya terhadap Al-Aqsha dengan mendoakan maupun memberikan donasi semaksimal mungkin,” katanya dalam jumpa pers yang dilakukan di Gedung Dakwah DSKS Brantan, Pajang, Surakarta, pada selasa, (11/5/2021).

“Setiap muslim dengan muslim lainnya adalah bagaikan satu jasad, maka jangan lupa bantu kaum muslimin disana dengan harta maupun obat obatan, dan juga jangan lupakan doa untuk mereka karena salah satu senjata kaum muslimin adalah doa,” ungkapnya.

Ustaz Iim juga memberikan dukungan kepada umat Islam yang terus melakukan perlawanan kepada tentara zionis Israel demi mempertahankan kesucian Masjid Al Aqsha.

“Menyampaikan dukungan sepenuhnya kepada rakyat Palestina khususnya di Al-Quds atau Masjid Al-Aqsha dan rasa bangga atas keteguhan mereka menjaga masjid dan tanah suci kaum Muslimin,” pungkasnya.

DSKS: Amanat Konstitusi, Pemerintah Harus Lakukan Langkah Konkret Merdekakan Palestina

SOLO (jurnalislam.com)- Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) mengutuk keras tindakan penjajah Zionis Israel terhadap Masjid Al-Aqsha saat umat Islam melaksanakan ibadah Shalat di bulan Ramadan 1442 H dan dilanjutkan bombardir Jalur Gaza yang menimbulkan banyak korban meninggal maupun luka-luka, baik wanita maupun anak-anak.

“Mengutuk keras tindakan biadab, keji dan tidak berperikemanusiaan tersebut yang sangat bertentangan dengan seluruh nilai-nilai kemanusiaan yang universal ditinjau dari sisi manapun,” kata koordinator Dewan Ri’asah Tanfidziah ustaz Abdul Rahim Ba’asyir saat melakukan jumpa pers di Gedung Dakwah DSKS, Brantan, Pajang, Surakarta, pada selasa, (11/5/2021).

Ustaz Iim juga meminta kepada Pemerintah Indonesia agar menyatakan sikap tegas atas tragedi tersebut.

“Dan lebih melakukan langkah kongkrit dalam upaya memberikan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina yang menjadi amanah konstitusi bahwa segala penjajahan di atas dunia harus dihapuskan,” ungkapnya.

Ia mendesak Presiden Jokowi untuk bisa memutus hubungan diplomatik baik resmi maupun tidak resmi  dengan pemerintah Israel sebagai bentuk pembelaan terhadap umat Islam di Palestina.

“Meminta kepada pemerintah Indonesia agar memutus segala bentuk hubungan apapun baik secara resmi dan tidak resmi jika ada kepada pihak manapun di Israel seperti dalam bidang perdagangan, budaya dan lainnya,” pungkasnya.

FAUI Jateng DIY Desak Presiden Bersuara Atas Serangan Israel ke Masjid Al Aqsa

MAGELANG (jurnalislam.com)- Ketua Front Aliansi Umat Islam Bersatu Jateng-DIY Imamuddin mengutuk keras tindakan keji yang dilakukan polisi Israel terhadap kaum muslimin di Palestina.

Ia mengajak semua negara di dunia untuk mengutuk tindakan penyerangan, penangkapan, penembakan di Majid Al Aqsa oleh polisi Israel terhadap kaum Muslimin Palestina.

“Meminta PBB untuk memberikan sangsi tegas kepada Israel yang merupakan negara teroris dan negara pembantai kaum muslimin Palestina atas nama kemanusiaan,” katanya dalam keterangan yang diterima jurnalislam.com pada selasa, (11/5/2021)

“Mengajak semua negara-negara di dunia untuk mendukung kemerdekaan dan kedaulatan negara Palestina sebagai negara yang sah serta berdaulat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Anang meminta pemerintah Indonesia pada umumnya dan Presiden Republik Indonesia pada khususnya untuk memberikan pernyataan sikap dan dukungan secara resmi kepada Palestina.

“Sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB dan Parameter Internasional yang telah disepakati yaitu tentang kemerdekaan Palestina,” pungkasnya.

Muslimah DSKS Minta Dugaan Pelanggaran TWK KPK Diusut

SOLO (jurnalislam.com)- Munculnya pertanyaan seperti ‘bersedia tidak lepas jilbab, kalau subuh pakai qunut tidak, bersedia tidak jadi istri kedua, dalam Tes Wawancara Kebangsaan (TWK) yang dilakukan oleh KPK terhadap anggotanya yang memiliki kompetensi dalam pemberantasan korupsi membuat sejumlah pihak berkomentar.

Ketua Lajnah Muslimah Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) ustadzah Sri Mulyani meminta kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk menjalankan TWK sebagai uji nasionalisme berdasarkan konstitusi negara.

“Bukan sebagai screaning dan litsus sebagaimana terjadi di zaman orde baru,” katanya dalam audensi yang dilakukan DSKS dengan pimpinan DPRD Surakarta pada senin, (10/5/2021) di Gedung DPRD.

Ustadzah Sri juga meminta kepada Kapolri untuk mengusut adanya dugaan tindak pidana dalam Tes Wawasan Kebangsaan yang dilakukan oleh pelaksana wawancara pegawai KPK.

Selain itu, ia mengajak masyarakat Indonesia untuk terus mengawal dan menguatkan KPK dan kebijakannya dalam memberantas korupsi.

“Untuk menjaga marwah dan martabat bangsa Indonesia untuk kembali menguatkan KPK yang independen dalam memberantas korupsi. Semoga Alloh ‘azza wa jalla meridhoi langkah kita,” pungkasnya.

Kapolri Minta Pemda Tutup Tempat Wisata di Zona Merah

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta pemerintah daerah dan pengelola wisata yang berada di zona merah Covid-19 ditiadakan atau ditutup selama libur Idul Fitri 1441 Hijriah/2021 Masehi.

“Penyekatan kegiatan masyarakat yang melakukan wisata, di wilayah zona merah tempat wisata ditiadakan,” kata Kapolri dalam keterangan tertulisnya saat meninjau posko penyekatan, di Pelabuhan Merak, Banten, Ahad (9/5).

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meninjau pos penyekatan mudik di Pelabuhan Merak dan Bakauheni, Lampung. Ikut serta dalam peninjauan Ketua DPR RI Puan Maharani, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Sebelum meninjau posko penyekatan di Pelabuhan Merak, Kapolri dan rombongan meninjau posko Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Dalam peninjauan tersebut Kapolri bersama rombongan mendapatkan paparan terkait pelaksanaan pelarangan mudik oleh pihak PT ASDP Indonesia Ferry.

Dalam pelaksanaannya, hanya 18 kapal ro-ro (feri) yang dioperasikan, berbeda pada hari biasanya kapal yang dioperasikan sebanyak 32 kapal per hari. “Hari biasa yang dioperasikan 32 kapal, dengan rata-rata dan 105-110 trip,” kata Kapolri Listyo Sigit.

Menurut Kapolri, dengan berkurangnya kapal feri yang melayani penyeberangan Bakauheni, berdampak menurunnya jumlah penumpang dan kendaraan yang melakukan penyeberangan selama pelarangan mudik yang berlaku tanggal 6-17 Mei 2021.

“Per hari hanya 3.245 kendaraan, itu pun hanya mengangkut logistik dan barang ekspedisi,” ujar Kapolri.

Setelah melakukan peninjauan di Pelabuhan Bakauheni, Kapolri bersama rombongan kemudian terbang ke posko penyekatan di Pelabuhan Merak, Banten. Dilaporkan kepada Kapolri, jumlah personel gabungan yang melakukan pengamanan di Merak, sebanyak 2.506 personel, terbagi dalam 19 pos pelayanan, 5 pos pengamanan, dan 24 pos penyekatan.

“Operasi ketupat ini bertujuan untuk mencegah perpindahan virus atau penyebaran virus. Maka diperkuat protokol kesehatannya,” ujar Kapolri.

Di Pelabuhan Merak, Banten, Kapolri mengingatkan agar objek wisata menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Beberapa tempat wisata di Banten, seperti Pantai Anter, Carita, dan Labuan dilakukan pengamanan dan penyekatan untuk mengontrol wisatawan agar tidak menimbulkan kerumunan.Kapolri meminta agar tempat wisata yang berada di zona merah untuk ditiadakan atau ditutup.

Di samping itu, Kapolri juga meminta agar dilakukan pengecekan secara acak bagi masyarakat yang berwisata.Mantan Kapolda Banten itu pun meminta kepada seluruh pengelola hotel, agar selalu menegakkan disiplin protokol kesehatan.

Sumber: republika.co.id

RS Wisma Atlet Rawat 1344 Pasien Covid

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Sebanyak 1.344 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 masih dirawat di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat hingga Ahad (9/5).

“Pasien berkurang 2 orang,” kata Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I, Kolonel Marinir Aris Mudian, di Jakarta, Ahad (9/5).

Aris menjelaskan jumlah pasien dalam perawatan pada Sabtu (8/5) sebanyak 1.346 orang. Mereka yang dinyatakan sembuh diperbolehkan kembali ke kediamannya masing-masing.

Aris menyebutkan para pasien Covid-19 itu dirawat di Tower 4, 5, 6 dan 7. Para pasien itu dirawat dengan gejala ringan. Total jumlah tempat tidur di empat toweritu adalah 5.994 unit, sehingga tersisa saat ini ada 4.650 tempat tidur yang kosong.

Untuk rekapitulasi pasien sejak 23 Maret 2020 hingga 9 Mei 2021, sebanyak 82.713 orang pasien terdaftar. Sebanyak 81.369 orang pasien telah keluar, dengan rincian 80.451 orang dinyatakan sembuh, 831 dirujuk ke RS lain, dan 87 orang meninggal dunia.

Sementara itu, di RS Darurat Wisma Atlet Pademangan, Jakarta Utara pasien rawat inap sebanyak 3.941 orang per Minggu. Angka itu bertambah 244 orang dibandingkan Sabtu (8/5) sebanyak 3.697 orang. Para pasien itu dirawat di Tower 8, 9, dan 10.

Sumber: republika.co.id

 

Dewas KPK Tak Pernah Dilibatkan Bahas Tes Wawasan Kebangsaan

JAKARTA (Jurnalislam.com)- Anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) Syamsuddin Haris mengaku tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) terhadap para pegawai KPK. Diketahui, sebanyak 75 pegawai KPK dinyatakan tidak lulus dalam asesmen TWK yang merupakan syarat alih status pegawai KPK menjadi aparatur sipil negara (ASN) sebagai amanat beleid baru KPK Nomor 19 tahun 2019.

“Dewas tidak pernah dilibatkan dalam proses alih status pegawai dan juga skema tes wawasan kebangsaan,” kata Haris saat dikonfirmasi, Ahad (9/5).

Haris menilai, TWK terhadap para pegawai KPK sejatinya memang bermasalah. Dia menegaskan, hasil TWK tidak bisa dijadikan dasar untuk memberhentikan pegawai KPK.

“Saya pribadi berpendapat bahwa TWK bagi pegawai KPK memang bermasalah,  sehingga tidak bisa dijadikan dasar pemberhentian pegawai,” tegas Haris.

Pada Sabtu (8/5) kemarin, Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri membantah surat yang beredar di masyarakat terkait surat keputusan pimpinan KPK terhadap 75 pegawai yang tidak lulus. Ali mengatakan, secara kelembagaan saat ini KPK sedang berupaya untuk menyelesaikan seluruh tahapan pengalihan pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan cermat agar bisa tepat waktu sesuai rencana.

“Kami mengingatkan agar media dan publik berpedoman pada informasi resmi yang dikeluarkan secara kelembagaan oleh KPK baik lewat juru bicara maupun seluruh saluran komunikasi resmi yang dimiliki KPK,” katanya.

Berdasarkan potongan surat yang beredar di kalangan wartawan, dalam surat tersebut pimpinan KPK meminta pegawai yang tidak memenuhi syarat (TMS) dalam TWK untuk menyerahkan tugas dan tanggung jawab kepada atasan sambil menunggu keputusan lebih lanjut. Surat yang beredar tersebut juga sudah ditandatangai Ketua KPK Firli Bahuri.

Tes wawasan kebangsaan menuai polemik lantaran memuat soal yang dianggap tidak sesuai dengan tugas pokok dan fungsi pemberantasan korupsi. Di antara pertanyaan yang muncul yakni pandangan pegawai seputar FPI, Muhammad Rizieq Shihab, HTI, alasan belum menikah, kesediaan menjadi istri kedua, doa qunut dalam shalat hingga hak LGBT.

Sumber: republika.co.id