Ramadhan dan Idul Fitri Lahirkan Pribadi Bermanfaat

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, Prof Dr H Sagaf S Pettalongi MPd mengemukakan puasa di bulan Ramadhan yang telah dijalani, kemudian merayakan Idul Fitri mengajarkan kepada seseorang untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain.

“Maka, sebagai orang beriman yang telah melaksanakan puasa sebulan penuh di bulan Ramadhan kemudian merayakan Idul Fitri, dapat mengambil pelajaran dan membangun optimisme untuk untuk bersama-sama menekan penyebaran COVID-19,” ucap Prof Sagaf Pettalongi MPd, di Palu, Kamis (13/5), saat menyampaikan khutbah Idul Fitri 1442 Hijriah.

Prof Sagaf mengemukakan puasa selama bulan Ramadhan menjadi satu proses pembersihan diri kembali menjadi suci dan bersih.Proses pembersihan itu, kata dia, meliputi pembersihan jiwa (tazkiyatul annafsi), pembersihan harta (tazkiyatul maal) dan pembersihan sikap dan perilaku (tazkiyatul afaal).

Pembersihan yang telah dilakukakan selama bulan Ramadhan, harusnya terus dilakukan dalam setiap bulan hingga berjumpa kembali dengan Ramadhan tahun-tahun berikutnya.

Hal itu agar, seseorang sebagai orang yang beriman terus mawas diri dalam menjalani kehidupan di dunia ini, dengan tetap mengedepankan tujuan akhirat.

Sumber: republika.co.id

 

Muhammadiyah: PBB dan Dunia Internasional Jangan Diam

YOGYAKARTA(Jurnalislam.com) — Serangan brutal dan membabi buta yang terus dilakukan Israel di Jalur Gaza telah menewaskan setidaknya 53 orang, termasuk 14 anak-anak. Serangan yang terjadi sepekan terakhir kepada warga Palestina itu telah melukai 300 lainnya.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir menilai, kekejaman Israel tersebut akan semakin meningkatkan eskalasi konflik bersenjata. Selain itu, kekejaman kepada warga Palestina itu akan membuat kekacauan kian meluas di sana.

“Kondisi tidak menentu ini sudah berlangsung lebih sebulan dan berpeluang menambah bara konflik Israel dan Palestina yang berkepanjangan,” kata Haedar, Sabtu (15/5).

Haedar menekankan, sumber utama kekacauan ialah keserakahan dan kebrutalan Israel. Yang mana, hingga kini tidak memperoleh kendali dan hukuman dunia internasional, khususnya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang terkesan membiarkan dan melindungi.

Prahara perang, kekerasan dan konflik terus berkepanjangan di jazirah ini. Bahkan, terjadi sejak pendudukan dan berdirinya negara Israel 1948 di kawasan Yerusalem sebagai wilayah Palestina dan negeri tiga agama yaitu Islam, Kristen dan Yahudi.

Kini, lanjut Haedar, Israel dengan ambisi politik ekspansionisnya berkepanjangan ingin memperluas kawasan kekuasaan yang jadi sumber berbagai masalah. Ini sumber utama kekacauan politik dan perang yang meluas ke jazirah Timur Tengah.

Untuk itu, Haedar meminta dunia internasional jangan hanya diam dan harus mengambil langkah tegas. Selama negara-negara yang tergabung dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak mengambil langkah, maka Israel akan terus sewenang-wenang.

Haedar menekankan, dunia internasional, khususnya PBB dan semua negara-negara dunia internasional yang cinta kemerdekaan abadi hendaknya mampu bertindak tegas terhadap segala bentuk kesewenang-wenangan Israel. Serta, tidak boleh melindunginya.

“Hentikan segala bentuk kekerasan, kekejaman, tindakan pengusiran,dan genosida Israel terhadap bangsa Palestina,” ujar Haedar.

PP Muhammadiyah turut mengapresiasi sikap tegas Indonesia dalam membela Palestina dan mengutuk tindakan brutal Israel. Haedar berharap, Indonesia terus mengambil prakarsa aktif mendorong dunia internasional, khususnya negara-negara Arab dan PBB.

Tindak tegas beri sanksi Israel, serta hentikan ekspansi dan kekejaman Israel ke bangsa dan negara Palestina. Muhammadiyah, kata Haedar, dan rakyat Indonesia senantiasa  membela dan mendukung sepenuhnya perjuangan rakyat Palestina.

“Demi tegaknya kedaulatan negara Palestina yang bebas dari segala bentuk kesewenang-wenangan Israel. Muhammadiyah juga mengutuk keras serangan Israel yang penuh kekejaman dan nafsu ekspansi neokolonialisme,” kata Haedar.

Era modern ini semestinya tidak ada pihak yang bertindak sewenang-wenang terhadap pihak lain atas nama apapun, apalagi ke bangsa dan negara yang sah yaitu Palestina. Praktik penjajahan dan penindasan sudah harus dikubur dalam-dalam pada era modern.

Dunia modern menjunjung tinggi kemerdekaan, kebebasan dan hak dasar manusia untuk hidup di bumi ciptaan Tuhan. Dunia modern semestinya menciptakan perdamaian abadi untuk semua demi peradaban manusia yang hidup bersama bermartabat dan berdaulat.

“Seluruh dunia yang pro demokrasi, HAM, anti kekerasan dan peperangan mesti bangkit bersama menghentikan segala ekspansi dan serangan bersenjata satu pihak terhadap pihak lain yang berhak untuk kemerdekaan, kebebasan, dan perdamaian di muka bumi,” ujar Haedar.

Sumber: republika.co.id

Presiden Jokowi Kutuk Serangan Israel ke Palestina

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Presiden Joko Widodo secara tegas meminta agar agresi yang dilakukan oleh Israel ke Palestina segera dihentikan karena hingga kini telah menimbulkan ratusan korban jiwa, termasuk perempuan dan anak-anak.

“Indonesia mengutuk serangan Israel yang telah menyebabkan jatuhnya ratusan korban jiwa, termasuk perempuan dan anak-anak. Agresi Israel harus dihentikan,” ujar Presiden dalam cuitannya di akun Twitter resminya @jokowi pada Sabtu.

Perkembangan situasi di Palestina merupakan salah satu isu global yang terus menjadi perhatian Presiden Jokowi. Kepala Negara dalam beberapa hari terakhir juga intens berkomunikasi dengan sejumlah pemimpin dunia.

“Dalam beberapa hari terakhir ini saya telah berbicara dengan Presiden Turki, Yang Dipertuan Agong Malaysia, PM Singapura, Presiden Afghanistan, Sultan Brunei Darrusalam, dan PM Malaysia,” ungkapnya.

Dalam pembicaraan dengan sejumlah pemimpin dunia tersebut, selain membahas soal kondisi warga Palestina di Jalur Gaza, Presiden Joko Widodo juga membicarakan soal tindak lanjut ASEAN Leaders’ Meeting hingga perkembangan situasi di Afghanistan.

Sebelumnya, pesawat-pesawat tempur Israel kembali menggempur Gaza, Palestina, Sabtu (15/5) pagi. Kelompok militan Hamas pun menanggapinya dengan menembakkan roket ke Israel, saat pertempuran mereka memasuki malam kelima.

Petugas medis Palestina mengatakan setidaknya dua orang meninggal dalam salah satu serangan udara Israel di Gaza Utara. Sejumlah penduduk mengatakan kapal Angkatan Laut Israel menembakkan peluru dari Laut Mediterania, meski tidak ada yang mengenai wilayah Gaza. Kementerian Urusan Agama Palestina menyatakan serangan pesawat Israel juga menghancurkan sebuah masjid.

Sumber: republika.co.id

Netanyahu Malah Salahkan Hamas Soal Serangan Israel

TEL AVIV (Jurnalislam.com)– Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyalahkan Hamas karena memulai hampir seminggu pertempuran dengan menembakkan roket ke Israel, Sabtu (15/5).

Dia menegaskan Israel akan terus menyerang di Gaza selama diperlukan dan melakukan yang terbaik untuk menghindari korban sipil.

“Pihak yang menanggung kesalahan atas konfrontasi ini bukanlah kami, melainkan pihak yang menyerang kami,” kata Netanyahu dalam pidato yang disiarkan televisi.

Netanyahu pun dengan lantang menyatakan operasi masih terus berlangsung dan belum akan selesai. Dia memastikan serangan akan terus berlanjut selama diperlukan.

“Kami masih di tengah-tengah operasi ini, masih belum selesai dan operasi ini akan terus berlanjut selama diperlukan,” kata Netanyahu.

Netanyahu menuduh Hamas dengan sengaja membidik warga sipil sebagai sasaran. Kelompok yang mengendalikan Jalur Gaza ini pun, menurut Netanyahu, menggunakan warga sipil sebagi alat bersembunyi.

“Kami melakukan segalanya, tetapi semuanya, untuk menghindari atau membatasi sebanyak mungkin merugikan warga sipil dan sebagai gantinya langsung menyerang teroris,” kata klaim Netanyahu.

Laporan terbaru menyatakan setidaknya 145 warga Palestina telah meninggal dunia sejak Senin (10/5). Dari jumlah tersebut terdapat 41 anak-anak menjadi korbannya.

Sumber: republika.co.id

 

MUI Serukan Medsos Digunakan untuk Bela Palestina

JAKARTA(Jurnalislam.om)—Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bersama seluruh ormas Islam Indonesia mengutuk keras serangan zionis Israel terhadap Masjid Al Aqsha.

 

MUI juga menyerukan kepada umat Islam di Indonesia dan seluruh dunia untuk memanjatkan doa kepada Allah swt bagi keselamatan Masjid Aqsha dan jamaahnya dari serangan zionis Israel, memanfaatkan media social untuk menggalang dukungan bagi pembebasan masjid Aqsha dan Palestina dari penjajahan Israel.

 

“Mengapresiasi yang tinggi kepada semua komunitas aktifis, lembaga kemanusiaan, media massa (koran, Radio, TV) dan kekuatan civil society di Indonesia yang selama ini juga telah ikut berperan proaktif melakukan aksi kemanusiaan membela rakyat Palestina,” kata MUI dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, Jumat (14/5/2021).

 

MUI dan Ormas-ormas Islam senantiasa mendorong kepada semua komunitas dan Lembaga kemanusiaan Indonesia dan negara-negara lain untuk terus melakukan aksi nyata melawan kejahatan zionis Israel serta menyerukan dukungan bagi pembebasan masjid Aqsha dan Palestina dari penjajahan Israel.

 

“MUI dan Ormas Islam Indonesia senantiasa mendukung perjuangan rakyat Palestina meraih kemerdekaannya dari penjajahan Zionis Israel, dengan melakukan penggalangan dana bantuan bagi rakyat Palestina, khususnya di al-Quds agar mereka tidak terusir dari negerinya sendiri,” pungkasnya.

 

 

MUI Dorong Pemerintah Agar Pastikan Israel Patuhi Hukum Internasional

JAKARTA(Jurnalislam.om)—Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bersama seluruh ormas Islam Indonesia mengutuk keras serangan zionis Israel terhadap Masjid Al Aqsha.

 

MUI juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Indonesia yang telah dengan sungguh-sungguh memainkan peran penting dalam membantu perjuangan rakyat dan bangsa Palestina.

 

“MUI dan Ormas-ormas Islam terus mendorong pemerintah untuk terus tampil di garda depan bersama masyarakat internasional dan negara-negara Islam lainnya dalam penyelesaian Konflik Israel-Pelastina, serta memastikan pemerintah Israel bersedia mematuhi hukum internasional, termasuk perlindungan Masjid Aqsha sebagai situs suci umat Islam dan jamaah yang beribadah di dalamnya,” kata MUI dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, Jumat (14/5/2021).

 

MUI juga menyerukan kepada faksi-faksi di Palestina untuk menghentikan konflik internal antar mereka, dan memperkokoh persatuan dalam rangka meningkatkan harkat hidup bangsa palestina dan menghadapi penjajahan Israel.

Sholat Idul Fitri di Masjid Kottabarat dengan Prokes Ketat

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Suasana pelaksanaan sholat Idul Fitri di Masjid Kottabarat Solo terlihat rapi dan kondusif sesuai protokol kesehatan pencegahan covid-19. Terlihat petugas sedang mengarahkan jamaah untuk cuci tangan dan mengecek suhu tubuh dengan thermogan serta menempati shaf sesuai prinsip jaga jarak pada Kamis (13/5).
Heru Hadiyono selaku ketua pelaksana penyelenggaraan sholat Idul Fitri 1442 H mengatakan bahwa penyelenggaraan sholat Idul Fitri dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan secara ketat.
“Panitia menyediakan tempat cuci tangan dan handsanitizer, pengatur suhu badan (Termogun) serta mengatur shaf jamah dengan berjarak sesuai dengan tanda yang sudah disiapkan panitia. Jamaah juga wajib memakai masker,” ungkapnya kepada media.
Heru Hadiyono menambahkan agar pelaksanaan efektif maka sebelumnya panitia sudah berkoordiasi dengan dinas terkait dan mengadakan simulasi pelaksanaan.
“Alhamdulillah pelaksananaan sholat Idul fitri tadi, yang dimulai pukul 06.00 sampai dengan 07.00 wib, dapat berjalan dengan lancar, aman dan jamaah dapat melaksanakan dengan tertib sesuai dengan protokol kesehatan yang telah direncanakan. kegiatan sholat Idulfitri juga dihadiri oleh satgas keamanan dari Babinsa maupun Babinmas,” jelasnya.
Sementara itu,
Drs.H. Marpuji Ali, Bendahara PP Muhammadiyah dalam khotbahnya mengajak kepada jamaah untuk selalu menjaga iman dan taqwa serta amal sholeh.
“Marilah kita selalu menjaga iman dan taqwa serta amal sholih karena itu akan membuka barakah dari langit dan bumi. Kita pahami bencana adalah peringatan dari Allah swt kepada kita semua.”
Marpuji Ali juga menekankan kepada jamaah untuk selalu manjaga diri dari perkataan kotor dan selalu berbuat jujur serta memberikan pertolongan kepada siapa yang memerlukan.

MUI dan Ormas Islam Desak OKI- Liga Arab Bersatu Lawan Israel

JAKARTA(Jurnalislam.om)—Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bersama seluruh ormas Islam Indonesia mengutuk keras serangan zionis Israel terhadap Masjid Al Aqsha.

 

MUI dan Ormas Islam juga mendesak kepada negara anggota OKI dan Liga Arab untuk bersatu melawan semua kejahatan Israel dan menuntut penguasa Israel ke International Criminal Court (ICC) atas semua kejahatan kemanusiaan yang dilakukan terhadap warga Palestina selama ini.

 

“MUI dan Ormas Islam Indonesia juga menyerukan negara-negara Islam lainnya untuk bersatu menggalang semua potensi baik politik, ekonomi, sosial budaya, dan milter untuk menghadapi arogansi dan agresi zionisme Israel,” kata MUI dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, Jumat (14/5/2021).

 

Ia juga menyerukan kepada pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk melakukan langkah-langkah yang lebih konstruktif dan nyata untuk menekan Israel, dengan mendukung pemberian sanksi atas kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Zionis Israel.

 

“Amerika harus mengembalikan kepercayaan internasional dengan menekan Israel dan mendorong PBB untuk menetapkan sanksi kepada Israel atas pelanggaran HAM berat yang telah dilakukannya,”tambah dia.

 

MUI, menyerukan kepada semua negara anggauta OKI, Liga Arab dan masyarakat internasional untuk mengambil langkah yang tegas terhadap Israel termasuk menunjau kembali hubungan diplomatik yang sudah dibangun dengan Israel.

MUI: Israel Biadab dan Brutal, Terang-terangan Langgar Hukum Internasional

JAKARTA(Jurnalislam.om)—Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bersama seluruh ormas Islam Indonesia mengutuk keras serangan zionis Israel terhadap Masjid Al Aqsha.

“Serangan brutal dan biadab zionis Israel ini telah menodai kesucian tempat ibadah sekaligus mempertunjukkan pelanggaran secara terang-terangan terhadap prinsip-prinsip hukum internasional yang terkandung dalam Piagam PBB dan terhadap hukum internasional lainnya, terutama keputusan UNESCO tahun 2016 yang menetapkan Aqsha merupakan situs suci umat Islam,” kata MUI dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, Jumat (14/5/2021).

 

MUI juga menyerukan kepada PBB untuk segera mengambil tindakan nyata agar zionis Israel menghormati hukum internasional, termasuk melindungi tempat ibadah dan HAM warga yang berada di wilayah pendudukan.

 

“MUI dan ormas Islam juga menyerukan kepada PBB untuk menempatkan pasukan perdamaian di Palestina untuk melindungi rakyat Palestina dari kekejaman Israel,” pungkasnya.

Yayasan PP Madania Yogyakarta Cetak Kader Mandiri

YOGYAKARTA(Jurnalislam.com)–Kehadiran Yayasan Pondok Pesantren Modern Yatim & Dhuafa Madania adalah dampak dari terjadinya gempa bumi yang menguncang Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2006 silam.

Rintisan awal sebelum Yayasan Madania berdiri adalah adanya Panti Asuhan Nurul Haq yang merupakan cikal bakal dari Yayasan Madania, sebagai wujud kepedulian akibat adanya krisis moneter tahun 1998/1990. Sehingga banyak warga yang berlatar belakang kurang mampu menitipkan anaknya di Panti Asuhan Nurul Haq agar bisa sekolah.

Demikian pernyataan Suyanta, S.Ag, M.Si selaku pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Madania Yogyakarta dalam wawancara di Pesantren yang berlokasi Jl. Janti Gg, Gemak 88, Gedongkuning Banguntapan, Kab. Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa, (11/05/2021).

Selaku penceramah (muballigh) di kota Gudeg ini, Abi Suyanta, demikian beliau akrab disapa, mengatakan sebenarnya beliau mendirikan panti asuhan sekaligus pesantren ini karena suka dengan kegiatan sosial, dan beliau sedih melihat nasib anak-anak yang tidak bisa sekolah. Dari berbagai masukan jama’ahnya saat mengisi pengajian, akhirnya beliau mendirikan panti asuhan dengan memadukan model pengasuhan pondok pesantren.

Akhirnya Suyanta memberanikan diri untuk membangun panti asuhan, seiring waktu sambil mengurus legalitas Yayasan dengan Akta Pendirian tahun 2006 dan pengesahan oleh Kemenkumham tahun 2007 yang sampai saat ini sudah menerima dan meluluskan banyak santri yang berasal dari berbagai daerah di Nusantara.

Suyanta juga menegaskan, bahwa semua santri yang tinggal di Pesantren Madania full gratis tanpa bayar dengan mendapatkan fasilitas makan, minum, seluruh biaya sekolah dan pesantren, bahkan sampai kebutuhan mandi, cuci, dan pembalut.

Alhamdulillah, Pondok Pesantren memang berbasis panti asuhan, jadi free gratis, yang nyantri terutama yang sangat membutuhkan. Baik yang berasrama dan non-asrama” ucap lulusan UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

Pria kelahiran Kulon Progo ini juga mengungkapkan, Yayasan Pesantren Madania bukan hanya pesantren atau panti asuhan pada umumnya yang sekedar belajar ilmu agama, tapi juga melatih jiwa kepemimpinan dan fokus menanamkan jiwa wirausaha santri, seperti membuat kue bakpia, mengelola peternakan, perikanan, konveksi, mini market, air minum dan masih banyak lagi.

“Ya, kami mendirikan panti asuhan sekaligus pondok pesantren ini bukan hanya sekadar belajar saja, tapi bagaimana bisa melahirkan santri agar memiliki jiwa wirausaha, agar kedepannya bisa mandiri setelah lulus dari Madania,” tegasnya.

Bahkan, tambah Suyanta, kini sudah meluluskan ratusan lebih alumni dan sampai lanjut belajar di luar negri seperti menimba ilmu di China.

“Lulusan Madania bisa membaca Al-Qur’an, bahkan ada yang hafal Qur’an, prestasi pendidikan diupayakan semaksimal mungkin, alhamdulilah kita tidak memungut biaya dari mulai jenjang dasar sampai sarjana bahkan sampai jenjang S2,” jelasnya.

Kemandirian santri adalah cara Abi Suyanta dan pengurus Yayasan Madania untuk melahirkan banyak kader multitasking agar tidak terpaut sepenuhnya dari donator. Bukan berarti menolak donator, Donatur tetap menjadi mitra yang penting dalam mengembangkan program-program  Yayasan. Namun Ia juga memberikan ruang dan tempat yang bisa dimanfaatkan santrinya untuk belajar kehidupan, agar mampu mengembangkan berbagai usaha milik Yayasan Pesantren Madania Yogyakarta.

Sebagaimana visi misi Yayasan Madania sebagai tempat pemberdayaan anak yatim dhuafa menuju generasi yang mandiri dan berakhlaq mulia, Abi Suyanta mengklaim semua lulusan mutlak bisa mandiri, memiliki jiwa kemandirian karena dibekali ilmu agama dan wirausaha.

“Jadi, Insya Allah alumni Madania ini mandiri semua karena memang kita bina dari awal masuk sampai selesai,” tandas Suyanta.

 

Amal Usaha Madania

Kini Yayasan Pondok Pesantren Modern Yatim Dhuafa Madania Yogyakarta sudah memiliki sekolah sendiri dari jenjang pra sekolah (Play Grup) Madania Kids, PKBM setingkat SLTP, sampai Madrasah Aliyah (MA), termasuk amal usaha lainnya seperti Panti Asuhan (LKS baik LKS balita, anak, difabel, dan lansia). Madania juga sudah merintis Koperasi, Lembaga Zakat, Mini Market, dan asrama santri sendiri.

“Ya, amal usaha ini juga berkat usaha para pengurus, donatur, yang juga sebagian besar lulusan santri Madania untuk meneruskan perjuangan ini,” terangnya.

Warga Madania juga terdiri dari balita, Anak SD-SMP-SMA, Difabel, Lanjut Usia berkisar ratusan kurang lebih 300 menurut rekapitulasi jumlah yang terupdate pada tahun 2020-2021.

Yayasan Madania, kini menaungi 5 asrama panti asuhan, diantaranya Panti Asuhan Nurul Haq, Panti Asuhan Wahyun Asror, Panti Balita Nurul Haq, Pondok Pesantren Madania dan Wisma Kasepuhan Madania.

Sementara itu, Kepala Madrasah Aliyah (MA) Madania Bantul, Anis Fatiha, S.Ag., M.Pd berupaya terus meningkatkan kualitas para siswa-siswi khususnya di bidang pendidikan Madania. Sekolah MA di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Modern Yatim & Dhuafa Madania dan Kementerian Agama Kabupaten Bantul tersebut fokus pada penguatan life skillmaupun entrepreneurship, bekal bagi siswa didiknya agar melahirkan kader mandiri.

“MA Madania Bantul memiliki kegiatan ekstrakurikuler seperti Pramuka, Desain Grafis, Menjahit, Seni Kriya, KIR, Otomotif, dan Atletik.” ucap Alumni Lembaga AR Learning Center.

. */Mas Andre Hariyanto