Konjen AS Didemo Malah Melarikan Diri, GUIB : Padahal Katanya Punya Kapten Amerika

SURABAYA (Jurnalislam.com) –Ribuan massa dari Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jawa Timur sempat menggelar Aksi Bela Palestina Jumat pekan lalu di depan Gedung Konjen AS di Surabaya, namun Konsul AS dikabarkan melarikan diri sehingga gedung sudah kosong hanya tinggal staf saja.

Menanggapi hal tersebut, Sekjen GUIB Jatim M Yunus mengatakan bahwa sikap pihak Amerika tidaklah gentle. Padahal, dalam film-film, selalu ditunjukkan heroisme dari Amerika seperti adanya Kapten Amerika.

“Mereka punya kapten Amerika, tapi sikapnya seperti banci yang tidak gentle dan mempertanggungjawabkan kepada umat Islam atas pernyataan presidennya”kata M Yunus kepada awak media yang hadir beberapa waktu lalu.

Padahal, kata Yunus, panitia sudah memberitahu pihak Konsulat bahwa akan ada ormas Islam yang siap berdialog.

“Mereka sudah pergi, dan katanya cuti akhir bulan Desember, padahal sekarang masih tanggal 15” tambahnya.

Seperti diketahui, Jumat (15/12/2017) sejumlah ormas Islam yang tergabung dalam Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jawa Timur mengepung gedung konsulat jendral Amerika Serikat yang berada di kawasan Citraland Surabaya, memprotes arogansi Amerika lewat keputusan presidennya yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

 

Aksi Bela Palestina dan Tolak AS Terus Bergulir, Kini dari Dompu NTB

DOMPU (Jurnalislam.com)—Tak hanya di Jakarta atau kota-kota besar seperti Bandung, Semarang, dan Surabaya, Aksi Bela Palestina juga digelar di beberapa daerah pelosok seperti di Dompu Nusa Tenggara Barat (NTB).

Massa dari Forum Umat Islam Dompu bersama elemen ormas Islam Dompu dan warga menggelar aksi jalan kaji dari Masjid Agung Baiturrahman menuju kantor DPRD Kabupaten Dompu, bada shalat Jumat (15/12/2017).

Secara bergantian, di atas mobil para orator menyanpaikan pernyataan sikap atas penjajahan Israel terhadap Palestina sampai sekarang. Romo (30 tahun) salah seorang Aktivis pemuda Dompu dalam orasinya menyampaikan bahwa Aksi Bela Palestina adalah Panggilan Iman.

“Derita Palestina belum sembuh, setiap tahun darah para syuhada selalu mengalir di bumi Palestina. Pada hari ini kita di kejutkan dengan kebijakan sepihak Donald Trump yang menjadikan Yerussalem sebagai ibu kota Israel, maka hari kita wajib membela Palestina sebab membela palestina adalah panggilan iman dan kewajiban yang asasi,” katanya.

Di kesempatan yang Lain, Seorang tokoh masyarakat desa O’o Dompu, Kahar Muzakkar menyampaikan dalam orasinya agar memandang Palestina sebagai saudara dekat kita

“Sudah sering saya sampaikan, jangan memandang Palestina itu jauh dari kita, tapi pandanglah Palestina dekat dengan kita karena pada hakikatnya mereka adalah saudara seiman kita kaum muslimin,” ungkapnya.

Di akhir acara Aksi, Bapak ketua DPRD bersama rombongan bersama mendoakan kebaikan untuk umat Islam di Palestina agar mereka mendapatkan kemerdekaan sejati.

Reporter : Agus Ringgo.

 

Wali Kota Bima: Palestina dan Masjid Al Aqsa Harus Kita Bela!

BIMA (Jurnalislam.com) – Wali Kota Bima H Quraish H Abidin menyatakan penjajahan Israel yang masih terjadi di Palestina saat ini jangan sampai membuat umat berdiam diri.

Hal tersebut disampaikan oleh orang nomor satu di Kota Bima itu melalui staf ahli nya H Syafruddin SH pada jum’at (15/12/2017) di saat aksi solidaritas untuk Palestina.

Pernyataan itu disampaikan setelah muncul klaim yang dikeluarkan oleh presiden Amerika Donald Trump yang mengklaim Yerusalem sebagai ibu kota negara Israel.

“Masjid Al Aqsa adalah merupakan simbol peribadatan umat Islam sedunia, bukan hanya milik bangsa Arab, tetapi juga milik bangsa Indonesia,”katanya. “Maka kewajiban umat islam saat ini adalah mendukung umat islam yang ada di Palestina,” tambahnya.

Aksi Bela Palestina Juga Digelar di Daerah, Ini Tuntutan Muhammadiyah Semarang

SEMARANG (Jurnalislam.com)-Tak hanya di Jakarta, aksi bela Palestina 1712 juga digelar di beberapa daerah di Indonesia, salah satunya Semarang. Massa dari Muhammadiyah Semarang sedari pagi menggelar aksi jalan kaki dari Kantor PW Muhammadiyah Jateng menuju Bundaran air mancur di Jalan Pahlawan Semarang.

“Mari kita berdoa semoga Amerika mengalami kehancuran, Ammin, Takbir…!!!,” kata Zaenal Petir, perwakilan Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Muhammadiyah dalam aksi Ahad kemarin (17/12/2017).

Selain Zaenal, perwakilan Pemuda Muhammadiyah Kota Semarang Danu Siri mengatakan bahwa dipindahkannya kedutaan Israel dari Tel Aviv ke Yerussalem merupakan bencana besar bagi umat Islam.

“Dipindahkannya kedutaan Israel di tel aviv ke Palestina itu merupakan musibah besar bagi kita,” katanya. Oleh sebab itu, ia meminta agar umat Islam tidak boleh diam dan harus membela saudaranya yang di Palestina

“Kita tidak boleh diam tapi harus menunjukkan sikap bahwa harus kita bela, saudara muslim kita,” tegasnya.

Selain melakukan protes, Muhammadiyah juga menggalang donasi untuk membantu rakyat Palestina, Acara yang dimulai pukul 09.00 pagi tersebut selesai menjelang zuhur.

Ada ‘Sinterklas’ Bagikan Bingkisan untuk Anak TPQ, Ini Reaksi Pemuda Hijrah Semarang

SEMARANG(Jurnalislam.com)- Untuk menanggulangi Pemurtadan dan Kristenisasi yang dilakukan pihak gereja di Semarang, Pemuda Hijrah Semarang mengadakan pembagian 1000 bingkisan gratis untuk anak-anak Rawan Pemurtadan, Ahad (19/12/2017)

Acara tersebut dilaksanakan di Area masjid Al Hikmah Kampung Kaliasin Kelurahan Kuningan Semarang utara, tempat yang sempat didatangi Tim Sinterklas dengan membagikan hadiah untuk anak TPQ dan Warga

“Kami mengadakan acara pembagian 1000 bingkisan untuk anak muslim adalah karena kami dari pemuda hijrah Semarang merasa risih dengan maraknya orang nasrani yang menyebarkan bingkisan untuk anak-anak muslim menjelang hari raya keagamaan mereka. Karena mereka menyebar bingkisan dengan mengenakan atribut-atribut agama mereka,”ucap Suluh Prasetyo, ketua Pemuda Hijrah Semarang

Ia berharap dengan mengadakan aksi tersebut bisa membentengi akidah anak-anak dari pemurtadan karena iming-iming hadiah dari orang gereja.

Pemuda Hijrah bagikan 1000 bingkisan

“Bersedekah dan membentengi akidah umat dengan menjelaskan apa saja sih yg boleh dan tidak boleh dilakukan umat islam menjelang hari raya natal. Semisal haram mengucapkan selamat dan menerima undangan natal,” jelasnya

Dalam acara tersebut, pemateri ustazah Siti menjelaskan dan memberi nasihat kepada anak-anak yang hadir akan larangan ikut merayakan hari raya agama lain

“Menjelang hari natal dan tahun baru, alangkah baiknya umat islam tidak ikut serta dalam perayaan tersebut karena hari raya umat islam itu juga tidak kalah banyak dan meriah,”terang ustazah yang menjadi guru TPQ dimasjid Alhikmah tersebut

Acara yang diadakan pada sore hari tersebut juga dimeriahkan dengan kostum badut upin ipin yang mana menarik perhatian anak-anak. Pembagian bingkisan tersebut juga akan dilakukan dibeberapa titik di kota Semarang, karena banyak daerah yang menjadi sasaran kristenisasi

Untuk diketahui sebelumnya, acara tersebut dilakukan karena adanya laporan dari warga kepada Pemuda Hijrah Semarang, bahwa pada tanggal 9 desember 2017 menjelang natal ini ada kelompok nasrani yang berkostum sinterklas dengan mengaku Komunitas Pemuda Pemudi Cinta Anak-Anak yang membagikan Hadiah di kalangan anak muslim.

Peduli Palestina, Santri TPQ Demakan Lakukan Aksi Jalan Sehat Sejauh 5 Km

SUKOHARJO (Jurnalislam.com)- Ratusan anak-anak Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) Desa Demakan, Sukoharjo melakukan aksi jalan sehat sejauh 5 Km pada Ahad,(17-12-2017) sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap Palestina yang selama ini dijajah oleh Israel.
Ketua Kordinasi Desa (Kordes) TPQ Demakan, Ustaz Joko Wiyono menjelaskan, selain untuk menunjukan kepeduliannya terhadap Palestina, kegiatan tersebut juga untuk menghindarkan anak-anak melakukan hal-hal yang membuat sia-sia pada setiap perayaan Tahun Baru.
“Biasanya tanggal 25 dan 1 Januari itu, anak-anak itu banyak keluar rumah, menghidupkan petasan, jadi agar anak-anak ini terhindar dari hal-hal seperti itu dan untuk masyarakat Palestina, mudah-mudahan Allah memberikan kesabaran buat mereka,” katanya kepada Jurnalislam.com sesuai aksi tersebut.
Sementara itu, Kak Bay, salah satu pengkisah cerita Islam yang juga hadir sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut, memberikan doa untuk kemenangan umat Islam di Palestina.
“Kita sama-sama berdoa kepada Allah Subhanahu Wata’ala semoga segera memenangkan umat Islam di Palestina, semoga Allah segera memberikan pertolongan kepada saudara-saudara kita disana,” katanya dihadapan ratusan peserta.
“Dan untuk saudaraku yang ada di Palestina supaya bersabar, tetap beristiqamah dalam Islam dan ketika mati, insyaaAllah dalam keadaan syahid,”imbuhnya.
Farid, salah satu santri dari TPQ Al-Munawaroh mengaku senang bisa ikut dalam acara tersebut, ia juga merasa geram dengan pengakuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menjadikan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
reporter : Handzolah

Aa Gym Lepas 100 Bus Jamaah Daarut Tauhiid Ikuti Aksi 1712

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Yayasan Daarut Tauhiid (DT) Bandung menyelenggarakan pemberangkatan bagi jamaahnya dan masyarakat umum untuk mengikuti Aksi Bela Palestina atau Aksi 1712 di Monas, Ahad (17/12) besok.

Pelepasan rombongan langsung dipimpin oleh pimpinan Daarut Tauhiid, KH Abdullah Gymnastiar. Menurut pria yang karib disapa Aa Gym, awalnya DT membuka pendaftaran untuk masyarakat umum dan pendaftar via Whatsapp dan website mencapai 9000 orang.

“Korlap di acara aksi bela Palestina memberikan tempat paling depan dekat dengan panggung untuk jamaah dari Daarut Tauhiid,” kata Aa Gym, Sabtu malam (16/12/2017).

Hal itu menurutnya karena jamaah DT dipercaya panitia dan dikenal dengan RBTT, yaitu Rapih Bersih Tertib Teratur. Karenanya, Aa Gym berpesan agar amanat untuk jamaah DT betul-betul dilaksanakan.

“Jangan dahulu pulang sebelum Monas bersih dan diharapkan pergi dan pulang menggunakan Bus yang sama. Maka jangan jauh-jauh dari ketua rombongan,” pungkasnya.

Diperkirakan lebih dari 5000 masyarakat bersama rombongan Aa Gym ke Jakarta mengikuti Aksi Bela Palestina.

UBN : Tiga Juta Orang Akan Hadiri Aksi 1712 Termasuk Negara Tetangga

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menggelar Aksi Bela Palestina atau Aksi 1712 di Monas, Jakarta Ahad (17/12) besok.

Ketua GNPF Ulama Ustaz Bachtiar Nasir mengatakan bahwa aksi tersebut paling tidak akan dihadiri tiga juta orang termasuk beberapa Negara tetangga yang tidak menggelar aksi sebesar aksi 1712.

“Perkiraan datang adalah 3 juta karena semua sudah sepaka, juga beberapa negara tetangga yang tidak melakukan aksi besar,” kata pria yang karib disapa UBN ini kepada wartawan pada konferensi pers Aksi 1712 di Jakarta, Sabtu (16/12/2017).

Ia pun mengatakan bahwa berbagai elemen masyarakat akan hadir mulai dari NGO tokoh nasional, anggota DPR, dokter dan seluruh lapisan masyarakat.

“Juga sudah konfirmasi beberapa media asing, jadi akan diliput seluruh dunia,” pungkasnya.

Hadir juga dalam konferensi pers, Ketua MUI KH Ma’ruf Amin, Waki Ketua GNPF Ulama KH Zaitun Rasmin, Ketua FPI KH Shabri Lubis, Media Center GNPF Ulama ustaz Erick Yusuf. Aksi 1712 rencananya akan dihadiri oleh elemen umat Islam mulai dari ormas, komunitas, NGO, hingga para tokoh nasional.

Akan Pimpin Aksi 1712, KH Ma’ruf Amin : Indonesia Bersatu Bela Palestina

JAKARTA (Jurnalislam.com)—Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin akan memimpin Aksi Bela Palestina atau Aksi 1712 di Monas, Jakarta Ahad (17/12) besok.

Menurut KH Ma’ruf Amin, membela Palestina hukumnya wajib dan diharapkan aksi damai 1712 menjadi ikhtiar membela Palestina dan menolak klaim sepihak Trump. Aksi 1712 pun diharapkan menjadi momen persatuan umat untuk membela Palestina.

“Aksi besok juga ditekankan tidak ada yg menyangkut politik. Karena murni sesuai dengan UUD 45 karena setiap kemerdekaan adalah setiap bangsa. Dengan moto islam bersatu bela Palestina,” kata KH Ma’ruf Amin dalam konferensi pers Aksi 1712 di Jakarta, Sabtu (16/12/2017).

Ia pun mengatakan bahwa akan ada petisi dari jutaan massa yang akan diberikan kepada Kedutaan Besar AS dan juga PBB. “Dan juga mengajak pemerintah untuk lebih baik lagi dalam mendukung Palestina,” tambahnya.

Hadir dalam konferensi pers, Ketua dan Wakil Ketua GNPF Ulama KH Bachtiar Nasir dan KH Zaitun Rasmin, Ketua FPI KH Shabri Lubis, Media Center GNPF Ulama ustaz Erick Yusuf. Aksi 1712 rencananya akan dihadiri oleh elemen umat Islam mulai dari ormas, komunitas, NGO, hingga para tokoh nasional.

Akan Usir Konsul AS di Surabaya, Ini Seruan Umat Islam Jawa Timur

SURABAYA(Jurnalislam.com) Aksi Bela Palestina juga digelar di Surabaya tepat di depan gedung Konjen AS – Surabaya. Ribuan massa dari Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) yang terdiri dari 75 ormas Islam se-Jatim turun menolak klaim sepihak Trump.

Terkait klaim sepihak Al Quds sebagai ibu kota Israel oleh presiden Amerika Serikat Donald Trump sehingga memicu kontroversi dan ketidak stabilan global, Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jawa Timur mengeluarkan pernyataan sikapnya di hadapan Konjen AS.

Berikut butir-butir penyataan sikap GUIB Jawa Timur :

  1. Al Quds merupakan kota suci milik umat Islam bangsa Palestina , dengan landasan bukti yang kuat berdasarkan kitab suci Al Quran, bukti-bukti sejarah, keputusan Komisi Warisan Dunia UNESCO dalam konfrensi ke-41 di kota Krakow Polandia, Kepemilikan ini bersifat mutlak, tidak bisa diserahkan kepada siapapun, apalagi terhadap penjajah Israel. Langkah Presiden Amerika Serikat Donal Trump adalah bentuk arogansi , kesombongan, pemicu distabilitas , pemantik ketidak adilan global, merusak tatanan serta bertentangan dengan fakta historis.
  2. Pernyataan kontroversial Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui dan menjadikan Al-Quds sebagai ibukota Israel telah mengabaikan tiga resolusi tingkat tinggi yang dikeluarkan oleh Dewan Keamanan PBB;

Pertama , Resolusi nomor 242 tahun 1967, yang meminta Israel menarik diri dari tanah yang diduduki tahun 1967, termasuk Al Quds.

Kedua, resolusi nomor 478 tahun 1980, terkait penolakan keputusan pemerintah penjajah Israel yang mencaplok Al Quds dan menjadikannya sebagai ibukota abadi bagi negara penjajah Israel.

Ketiga, Resolusi nomor 2334 tahun 2016 yang isinya, Dewan Keamanan PBB tidak mengakui perubahan apapun yang dilakukan Israel di wilayah perbatasan tahun 1967 termasuk di Al Quds tanpa melalui jalan perundingan.

  1. Pernyataan kontroversial Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui dan menjadikan Al-Quds sebagai ibukota Israel merupakan legitimasi atas pencaplokan Israel terhadap Al Quds dan melanggar kesepakatan bagi penyelesaian konflik Arab-Israel, menafikan proses perdamaian yang sudah digagas oleh dunia Internasional demi terciptanya perdamaian di kawasan timur tengah.
  2. Mengecam keras pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui dan menjadikan Al-Quds sebagai ibukota Israel, pernyataannya adalah bentuk statement illegal, Provokatif, ahistoris, melanggar norma dan etika serta hukum internasional, merupakan bentuk agresi, perbuatan terorisme yang nyata dalam tata pergaulan masyarakat dunia (the Real Terrorism).
  3. Mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mencabut keputusan kontroversial yang telah mendapatkan resistensi dan penolakan dari masyarakat Internasional dan pemimpin dunia, pemicu instabilitas global dan mendorong aksi-aksi kekerasan.
  4. Mengajak negara-negara Asean dan negara sahabat serta negara Muslim di seluruh dunia agar mengutuk dan memberi sangsi diplomatik dan ekonomi kepada penjajah Israel dan Amerika Serikat hingga Palestina merdeka.
  5. Menyeru negara-negara Arab dan negara negara Islam agar segera bersatu menghadapi segala tipu daya Israel dan keculasan Amerika Serikat untuk memerdekakan Palestina dan mengusir penjajah Israel keluar dari Palestina.
  6. Mengajak umat Islam Indonesia untuk berjuang dan lebih peduli kepada Al-Quds, Al Aqsha, Palestina di semua lini kehidupan, turut serta menjaga dan merawat tanah suci yang diwakafkan untuk umat Islam dunia.
  7. Mendesak pemerintah Indonesia agar melakukan langkah nyata dalam memberi tekanan kepada pemerintah Amerika Serikat supaya mencabut keputusan tersebut dan tetap konsisten untuk terus bersama dengan rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak-haknya sebagaimana diamanahkan dalam Pancasila dan Pembukaan UUD 1945.
  8. Mendesak pemerintah Indonesia agar melakukan langkah nyata dalam memberi tekanan kepada pemerintah Amerika Serikat dengan mengusir dan menutup perwakilan Amerika Serikat diseluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menutup lembaga lembaga yang memiliki hubungan dengan negara Zionis – Israel dan segala anasirnya di seluruh wilayah NKRI.
  9. Menyerukan kepada para Khotib Jumat untuk mengangkat tema penistaan Al Quds serta tema kepedulian terhadap nasib bangsa Palestina serta membangun ghirah kaum muslimin akan urgensi peduli terhadap urusan kaum Muslimin diseluruh dunia.
  10. Menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi atas manuver pihak tertentu yang ingin menjungkir balikkan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara yang baik (good governance) lewat rekayasa berita dan informasi.
  11. Pernyataan sikap ini adalah merupakan sikap bersama Organisasi Massa Islam dan lembaga keislaman di Jawa Timur dibawah koordinasi Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur (MUI-Jatim) yang terdiri dari 75 ormas.

Sayangnya konjen Amerika tidak bisa ditemui oleh perwakilan GUIB pada hari Jumat, sehinga surat pernyataan sikap ini diserahkan ke Kapolrestabes Surabaya Rudi Setiawan agar diserahkan ke Konjen Amerika di Surabaya. Untuk memfasilitasi audiensi langsung dengan pihak Konjen AS pada hari Senin (18/12/2017).