Forum Me-DAN Mojokerto Gelar Program Ramadhan Indahnya Berbagi

MOJOKERTO (Jurnalislam.com) Forum Forum Medis dan Kemanusiaan (Me-DAN) Mojokerto menggelar Program Ramadhan Indahnya Berbagi, Ahad (3/6/2018).

Program ini merupakan helatan pada tahun kedua. Beberapa elemen masyarakat terlibat dalam aksi tebar takjil ini seperti Jama’ah Ansharusy Syariah Mojokerto, Gerakan Indonesia Menutup Aurat (GIMA) hingga pihak kepolisian dari Polres Kota Mojokerto.

“Kami bekerjasama dengan beberapa ormas dan kepolisian untuk menunjukan bahwa Mojokerto aman. Hal ini pun sesuai dengan motto dari Forum Me-DAN yaitu merajut ukhuwah peduli sesama”, kata Aditya selaku ketua Forum Me-DAN Mojokerto.

Sedikitnya, sebanyak 500 paket ta’jil yang dibagikan kepada masyarakat Mojokerto habis hanya dalam hitungan tidak lebih dari 10 menit.

Warga Mojokerto terlihat sangatlah antusias terkait tebar takjil ini. Terlihat sempat terjadi sedikit penumpukan kendaraan saat pembagian takjil di sekitaran Alun-alun Kota Mojokerto.

“Alhamdulillah ada pembagian takjil gratis disini. Hal ini sangatlah membantu terutama seperti saya yang sedang perjalanan jauh”, ungkap Harun selaku pengguna jalan.

Kapolresta Mojokerto AKBP Sigit Setiyono mendukung acara ini dan mengatakan merupakan aksi positif warga di bulan Ramadhan.

 

Sindir PDIP, DSKS : Semua Partai yang Musuhi Rakyat yang Harus Diratakan!

SOLO (Jurnalislam.com)- Sekretaris Fraksi partai PDIP di DPR Bambang Wuryanto mengatakan jika Kantor Radar Bogor berada di Jateng bisa rata dengan tanah.

Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) Dr Muinudinillah Basri menilai ucpaannya bahkan bertolak belakang dengan apa yang selalu di slogankan oleh partai berlambang banteng tersebut.

“Pertama mengingkari apa yang selama ini dikatakan, katanya kebebasan pers bagian dari Demokrasi,” paparnya kepada Jurnalislam.com di Solo, Ahad,(3/6/2018).

Menurut Dr Muin, pernyataan Bambang yang membuat kontroversi itu semakin menunjukan sikap arogan dari elit politik yang saat ini menjadi penguasa.

Lebih dari itu, kata Dr Muin, sikap sombong yang ditunjukan Bambang itu, semakin membuat citra partai PDIP menjadi partai yang anti kritik dan merasa paling benar.

“Ketika grebek grebek apalagi sampai mengancam mau meratakan dengan tanah berarti anda merasa dirinya nggak pernah salah, padahal anda salah, atau sebenarnya anda tau salah tapi ndak mau dikritik, itu kesombongan yang berlipat lipat,” ujarnya.

Untuk itu, ia menghimbau rakyat Indonesia untuk bijak dan selektif dalam memilih pemimpin. terutama, kata Dr Muin, jangan memilih pemimpin dari partai yang menistakan agama dan jauhi partai yang selama ini selalu memusuhi rakyat.

“Kaum muslimin harus tunjukan keislamannya, tidak memilih partai yang menistakan agama, semua partai yang memusuhi rakyat harus diratakan dengan tanah,” tandasnya.

Solidaritas Palestina Disebut Sebab Terorisme, Ini Jawaban DSKS untuk BNPT

SOLO (jurnalislam.com)- Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) Dr Muinudinillah Basri ikut meradang dengan pernyataan Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol. Hamli yang menyebut solidaritas terhadap Palestina sebagai salah satu penyebab adanya teroris.

Menurut Dr Muin, pernyataan kontroversial tersebut semakin membuktikan bahwa BNPT hanya menjadikan Islam alasan tentang adanya terorisme di Indonesia. Selain itu, kata Dr Muin, bisa jadi BNPT dituduh menjadi salah satu kepanjangan tangan dari Yahudi Israel.

“Maka anggapan BNPT musuh Islam dan BNPT berarti cukongnya penjajahan Yahudi,”katanya kepada Jurnalislam.com usai memberikan materi di Masjid At Taqwa Komplek SMA Al Islam Solo, Ahad, (03/6/2018).

Lebih lanjut, Dr Muin juga mengatakan, bahwa persoalan konflik Palestina dan Israel tidak akan selesai dengan sebuah perundingan dan hanya akan selesai dengan adanya perlawanan terhadap Israel, jihad.

“Caranya kita harus yakinkan bahwa jihad adalah syariat dan penyelesaian utama dalam masalah Palestina,” ujarnya.

Untuk itu, ia mengajak rakyat Indonesia untuk memilih pemimpin yang amanah sesuai Al-Quran dan hadits. Sebab, katanya, membantu rakyat Palestina sudah sesuai dengan pembukaan UUD 1945 yakni ‘Penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan’.

“Dan harus memilih pemimpin yang mendukung perjuangan yang mengenyahkan penjajahan dari bumi Allah,” tandasnya.

MUI : Nota PT Elteha Memang Bertuliskan Arab, Tapi Bukan Al Qur’an

SURABAYA (JurnalIslam.com) Beredarnya di media sosial video nota pengiriman barang dari kertas bekas bertuliskan huruf arab oleh PT. Elteha Internasional Cabang Blitar di jalan Mastrip No 14 Kota Blitar dan alamat tujuan penerima barang di Sumenep, Madura, ditanggapi oleh sejumlah ormas Islam di Kota Blitar.

Pimpinan Kantor Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia Kota Blitar dan beberapa ormas Islam menggelar rapat bersama pejabat utama Polres Kota Blitar.

Dari pertemuan itu, Pimpinan MUI menyebut Kota Blitar bahwa penggunaan kertas bekas bertuliskan arab yang dilakukan oleh karyawan Elteha Internasional Cabang Blitar bukan unsur kesengajaan.

“Kami melihat itu bukanlah Alquran. Kalau Alquran itu tulisannya bolak-balik, bukan hanya satu halaman saja. Kalau kami menilai, itu hanya kertas yang diprint bukan sobekan Alquran. Kalau menurut penjelasannya itu tidak ada unsur kesengajaan,” terang ketua MUI Kota Blitar Subakir, Minggu (03/05/2018).

Dalam hal ini, MUI Kota Blitar menjelaskan apa yang tertulis dalam kertas nota pengiriman barang merupakan ayat suci dalam Alquran. Tetapi meskipun demikian, MUI Kota Blitar menilai peristiwa itu lebih pada akibat tidak jelinya karyawan Elteha Internasional Cabang Blitar dalam menggunakan kertas. Oleh karena itu, MUI juga meminta agar petugas kepolisian tetap menyelidiki kasus tersebut.

Terkait kasus tersebut, hal yang sama juga di sampaikan Kasubag Tata Usaha Kementerian Agama Kota Blitar Sholekan. Menurutnya, berdasarkan dari hasil koordinasi dan keterangan dari kepolisian membuktikan jika potongan kertas yang digunakan Elteha Internasional Cabang Blitar itu, sebagai resi pengiriman bukanlah kertas Alquran. “Semua sudah sepakat kalau itu bukan potongan kertas Alquran. Tadi pak polisi dan yang bersangkutan juga mengakui kalau itu (resi) bukan kertas Alquran,” imbuhnya.

Sementara itu, pantauan di kantor PT. Elteha Internasional Cabang Blitar, pasca peristiwa munculnya video resi kiriman paket menggunakan kertas bertuliskan arab itu, jasa pengiriman paket barang Elteha beralamatkan di jalan Mastrip No 14 Kecamatan Kepanjen Kidul Kota Blitar terlihat tidak ada aktivitas, dan tutup.

 

Serunya Belajar Kepemimpinan di Pesantren Ramadhan Pelosok Wonogiri

WONOGIRI (Jurnalislam.com)- Diajarkan tentang cara kepemimpinan Islam, itulah sebagian materi yang diberikan Panitia Pesantren Ramadhan dari Masjid At Taqwa desa Bulu, Eromoko, Wonogiri kepada 40 santri TPQ Al Hidayah saat mengikuti Pesantren Ramadhan yang berlangsung dari Jum’at-Ahad, (1-3/6/2018).

Selain itu, para santri yang terdiri dari anak usia KB/TK hingga SMP ini juga diajarkan tentang praktik ibadah, mendongeng, Tajwid dan pengenalan organisasi Muhammadiyah.

“Tentunya saya sangat bersyukur kegiatan ini berlangsung relatif sukses, nantinya akan ada evaluasi untuk pematangan konsep kegiatan yang rencananya akan kami laksanakan setiap memasuki bulan Ramadhan”, kata panitia pelaksana kegiatan, Dwi Suswatiningsihdi sela-sela acara.

Kegiatan yang baru pertama kali dilakakukan di salah satu desa pelosok di Wonogiri ini, mendapatkan respon positif dari warga masyarakat.

“Anak saya yang baru TK B sangat bersemangat mengikuti kegiatan ini karena dikonsep dengan menyenangkan, Kegiatan ini juga sangat bagus untuk melatih kemandirian dan karakter yang positif bagi anak,” terang Nuryati salah satu walisantri.

Sementara itu, pengurus Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Eromoko ustaz Joko Santosa mengapresiasi langkah para pemuda Muhammadiyah dalam mengadakan kegiatan dakwah ditengah masyarakat.

“Kami atas nama pengurus PCM sangat bangga kegiatan ini bisa berlangsung atas inisiatif dari para kader Muhammadiyah yang berkiprah di masyarakat”, ungkap pria yang sehari-hari bekerja sebagai pegawai KUA Eromoko ini.

Ia juga menambahkan bahwa pesantren ramadhan yang sudah dilaksanakan ini diharapkan bisa menjadi contoh untuk masjid-masjid lainnya.

‘Presiden Disebut Kacung Diam, Pemimpin Partai Dikritik Marah’

SUKOHARJO (jurnalislam.com)- Sikap berlebihan yang ditunjukan simpatisan partai PDIP yang menggeruduk kantor berita Radar Bogor disebut Amir Jamaah Anshorusy Syariah Jawa Tengah ustaz Surawijaya adalah sebuah sikap yang inkonsisten.

Sebab, kata ustaz Rowi, mereka hanya diam membisu ketika ada yang menghina Presiden Jokowi yang notabennya sebuah lambang negara, meski, katanya, selama ini mereka selalu mengaku paling cinta NKRI dan paling Pancasialis.

“Tebang pilihnya PDIP mensikapi beberapa isu bahwa satu minggu lalu ada pemuda yang mengatakan kacung pada Jokowi, dan mereka diam dan pada saat yang sama ditulis berita ongkang ongkang ratusan juta justru mereka menunjukan pembelaan terhadap pemimpin mereka,” terangnya kepada jurnalislam.com Ahad, (3/6/2018).

“Ini menunjukan keplin-plannya mereka dalam mendukung kebenaran. ketika simbol negara yakni Presiden Jokowi dihina mereka diam dan sementara ketika yang bukan lambang negara, lambang Partailah kemudian mereka bersikap yang berlebihan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, menurut ustaz Rowi sikap partai PDIP tidak menunjukan sebuah partai yang mempunyai loyalitas terhadap NKRI, lebih dari itu, partai berlambang banteng ini juga dikatakan oleh ustaz Rowi sebagai partai yang anti kritik dan selalu merasa paling benar sendiri.

“Demikian ini adalah satu bukti bahwa mereka bukan cinta NKRI tapi cinta kepada partai, juga ancaman-ancaman ketika dikritik, barang siapa yang mengkritik partai kami akan kami ratakan dengan tanah ini menunjukan anti kritik dan anti masukan dari pihak lain,” tandasnya.

Anshorusy Syariah Desak Aparat Tindak Pelaku Persekusi Radar Bogor

SUKOHARJO (jurnalislam.com)- Amir Jamaah Anshorusy Syariah (JAS) Jawa Tengah ustaz Surawijaya ikut meyayangkan persekusi simpatisan PDIP terhadap Radar Bogor.

Menurutnya, perbuatan tersebut sudah melanggar hukum dan kepolisian harus menangani kasus tersebut.

“Bagaimana arogannya partai yang berlambangkan banteng tersebut, di geruduknya dan bahkan dipukulnya salah satu staf Radar Bogor. kami prihatin sekali dan secara pribadi saya katakan perbuatan tersebut melanggar hukum apapun motifnya dan apapun coraknya. Ini menunjukan pelanggaran dan harus diusut oleh pihak kepolisian,” katanya saat dihubungi Jurnalislam.com Ahad,(3/6/2018).

Ustaz Rowi sapaannya, juga mempertanyakan sikap arogan yang ditunjukan oleh Sekretaris Fraksi partai PDIP di DPR Bambang Wuryanto yang tidak sesuai dengan apa yang selalu diteriakan oleh para kader partai PDIP.

“Mereka yang notabenenya mengatakan kami Pancasila kami cinta NKRI, cinta toleransi malah menunjukan bagaimana mereka menunjukan keterbalikan dari sikap yang mereka usung,” paparnya.

Lebih lanjut, kata ustaz Rowi, sikap dari partai berlambangkan Banteng yang menggeruduk kantor Radar Bogor itu menunjukan bahwa PDIP adalah partai yang anti kritik dan selalu merasa yang paling benar.

“Ini menunjukan anti kritik dan anti masukan dari pihak lain, padahal tidak ada partai yang sempurna dan tidak ada partai yang tidak keliru adapun kritik yang membangun adalah sesuatu yang wajar wajar saja,” tandasnya

Gandeng Forum Me-DAN, Ansharusy Syariah Banten Galang Dana untuk Palestina

SERANG (Jurnalislam.com)–Jamaah Ansyarusyariah Wilayah Banten bekerjasama dengan Forum Medis dan Kemanusiaan (Forum Me-DAN) Banten menggelar aksi penggalangan dana untuk Palestina, di Masjid Agung Serang Banten, Ahad (3/6/2018).

Koordinator aksi galang dana, Iswadi mengatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk solidaritas umat Islam baik dalam bentuk dukungan, doa, hingga penggalangan dana.

Pantauan Jurnalislam.com, masyarakat tampak antusias merespon aksi ini.

“Dana yang sudah terkumpul akan kita serahkan ke Forum Me-DAN Banten untuk di serahkan kepada saudara di Palestina. Semoga dengan bantuan ini sedikit bisa meringankan beban mereka dan menjadi bukti bahwa umat Islam di Indonesia umumnya khususnya di Banten Peduli terhadap penderitaan muslim di Palestina,” kata Iswadi kepada Jurnalislam.com di sela sela aksi.

 

Muhammad Haddini Ketua Forum Me-Dan Banten menambahkan, sudah menjadi kewajiban kita untuk membantu mereka melawan kezaliman zionis Israel dengan berbagai cara apapun termasuk dengan Aksi penggalangan dana ini.

 

Dana yang terkumpul dari penggalangan ini dengan durasi waktu kurang lebih 2 jam langsung di serahkan oleh perwakilan Jamaah Ansyarusyariah Banten kepada Forum Me-Dan Banten.

 

Reporter :Jajat

Terjun Langsung ke NTT, Fauzi Baadila Ajak Masyarakat Peduli Warga Pelosok

Anggota Jurnalis Islam Bersatu (JITU) yang juga wartawan Jurnalislam.com, Ally M Abduh berkesempatan membersamai Kapal Ramadhan Aksi Cepat Tanggap (ACT) berlayar menuju desa terpencil di Indonesia Timur. Berikut liputannya

ALOR NTT (Jurnalislam.com)- Aktor ternama Fauzi Baadila terlihat hadir dalam aksi penyaluran donasi bahan pokok Kapal Ramadhan ACT di Desa Marry, Pulau Pura, Kabupaten Alor, Ahad (3/6/2018). Ia mengaku tergugah setelah melihat langsung implementasi bantuan kemanusiaan di lapangan.

“Orang- orang kota harus tahu kalau di pelosok tuh gak senyaman dan semakmur di kota. Jadi rasa kepeduliaannya harus lebih tinggi lagi, biar orang-orang yang di tepian negeri ini bisa ngerasain hal yang Insya Allah sama, paling tidak mereka gak kekurangan lah,” kata dia kepada Islam News Agency (INA), kantor berita yang diinisiasi JITU di sela-sela kegiatan penyaluran bantuan, Ahad (3/6/2018).

Bang Oji, sapaannya, menambahkan, selain untuk meningkatkan kesadaran pribadi dan masyarakat tentang keadaan saudara-saudara di pelosok negeri, kehadirannya juga untuk menjawab keraguan masyarakat yang telah berdonasi.

“Nah disini gue ngeliat sendiri, ngalamin sendiri, terus juga ngasih tau juga ke temen-temen yang udah peduli ‘Nyampe Bos, aman bos, tenang’,” ujarnya sambil berkelakar.

Pemeran utama film 212 The Power of Love itu, mengaku sudah dua kali ikut terlibat langsung ke daerah implementasi bersama Aksi Cepat Tanggap.

“Ini kedua kali, sebelumnya di perbatasan Turki-Suriah. Dua kali gua ngikutin kegiatan ACT, wah gua gak nyangka, bahkan melebihi perkiraan gua,” ungkapnya.

Fauzi tiba di Pelabuhan Kalabahi pada hari Sabtu (2/6/2018). Dia ditemani salah seorang tim Kapal Ramadhan yang berangkat langsung dari Jakarta menuju Bandara Mali, Pulau Alor.

Reporter: Ally Muhammad Abduh

Cerita Ramadhan dari Geladak Kapal, 72 Jam Menembus Indonesia Timur

Anggota Jurnalis Islam Bersatu (JITU) yang juga wartawan Jurnalislam.com, Ally M Abduh berkesempatan membersamai Kapal Ramadhan Aksi Cepat Tanggap (ACT) berlayar menuju desa terpencil di Indonesia Timur. Berikut liputannya:

ALOR – Kapal Ramadhan Aksi Cepat Tanggap (ACT) sudah berlayar tiga hari atau 72 jam sejak Kamis (31/5/2018) bertolak dari pelabuhan Garongkong, Sulsel.

Kapal yang membawa 10 ribu paket bantuan pangan ini telah berlabuh di pelabuhan Labuhan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT pada Jumat (1/6/2018).

Di sana kapal menurunkan 3.700 paket bantuan pangan untuk disalurkan ke tiga kabupaten, di antaranya Kabupaten Maumere, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur. Sebelas orang relawan diterjunkan untuk mengawal bantuan sampai ke tempat tujuan.

Butuh waktu 25 jam untuk sampai ke pelabuhan Labuan Bajo dari pelabuhan Garongkong. Sepanjang perjalanan para relawan menghabiskan waktunya dengan berbagai kegiatan. Mulai dari perkenalan, penyuluhan program sampai pemetaan kondisi daerah tujuan.

Sahur pertama di Kapal Innerie II sangat berkesan bagi para relawan terlebih bagi Achmad Suhadi. Pria 30 tahun asal Serang adalah salah salah satu relawan MRI (Masyarakat Relawan Indonesia) cabang Banten. Pria satu anak itu baru pertama kali mengikuti aksi penyaluran donasi ke pelosok Indonesia. Hadi, sapaannya, pergi bersama temannya sesama relawan MRI.

“Saya ingin jadi manusia yang lebih bermanfaat lagi,” kata dia kepada Islam News Agency (INA) yang turut serta dalam Kapal Ramadhan ini.

Hadi mengaku beruntung bisa terpilih menjadi bagian dari Kapal Ramadhan. Dia mengungkapkan, dari 150 relawan MRI yang mendaftar hanya dua orang yang lolos seleksi.

Demikian juga bagi Achmad Farudi, nama lengkap Rudi, merupakan salah seorang relawan yang bergabung dalam misi kemanusiaan ini. Dia bersama dua orang rekannya berasal dari Bali, dari Masyarakat Relawan Indonesia (MRI).

Bagi remaja 18 tahun ini, menjadi relawan adalah panggilan jiwa. “Kami bertiga dari Bali, berbekal niat untuk membantu sesama, ingin menjadi relawan, bergabung bersama ACT,” tuturnya kepada INA, kantor berita yang diinisiasi JITU ini.

Meski belasan jam terombang-ambing di atas laut, namun Rudi tetap semangat mengantarkan bantuan hingga ke tujuan. “Sudah biasa membantu. Sewaktu Bali ada erupsi Gunung Agung, saya juga bersama tim MRI ikut membantu korban erupsi,” ucapnya seolah menyiratkan dalam setiap pekerjaan baik pun selalu ada tantangan.

Semangat serupa juga ditunjukkan salah seorang relawan dokter dari Universitas Indonesia (UI), Refitia, 25. Pemilik nama lengkap Refitia Inayah Putri itu termotivasi ikut dalam misi ini lantaran melihat akses kesehatan warga NTT yang masih minim.

“Karena alasan tersebut kami berharap pelayanan kesehatan dapat menyentuh masyarakat di daerah terpencil. Jadi, mereka dapat memanfaatkan layanan kesehatan ini untuk berobat,” tutur dokter gigi itu.

Ia pun berharap, warga yang tadinya kesulitan mengakses layanan kesehatan, bisa segera berobat dengan kehadiran Kapal Ramadan ini.

Kebersamaan mereka telah dipisahkan oleh tugas. Ahmad Suhadi ditugaskan sebagai implementer ke daerah Maumere, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur, Refitia turun di Pelabuhan Kalabahi untuk memberin layanan kesehatan di Pulau Pura, Kabupaten Alor. Sementara Achmad Farudi harus ikut menuju tujuan akhir Kapal Ramadhan di Kupang.

Kapal Ramadhan merupakan program yang baru diluncurkan ACT tahun ini. Kapal ini membawa 10 ribu paket bantuan pangan untuk didistribusikan ke beberapa pulau di NTT.

 

Kapal Ramadhan memulai perjalanannya dari Dermaga Garongkong, Makasar, pada Kamis (31/5). Kapal ini telah singgah di Labuan Bajo pada Jumat (1/6) untuk menurunkan 3.700 paket bantuan pangan. Bantuan ini disalurkan ke Kabupaten Maumere, Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur.

 

Kapal Ramadhan kemudian melanjutkan perjalanan ke Pulau Kalabahi. Di wilayah ini didistribusikan 3.871 paket bantuan pangan. 2.413 paket bantuan pangan disalurkan ke Alor Daratan dan Pulau Buaya, 1.195 paket didistribusikan ke Pulau Pantar, dan 263 paket lainnya ke Pulau Pura. Sisa paket bantuan pangan akan didistribusikan di tujuan akhir Kapal Ramadhan, yakni Kupang.

Reporter: Ally Muhammad Abduh