Selasa, 8 Ramadhan 1447 / 24 Februari 2026
Search for:
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik

Penulis: Deddy Purwanto

Presiden Palestina, Mahmoud Abbas Terserang Pneumonia

22 Mei 2018 09:48:11
Presiden Palestina, Mahmoud Abbas Terserang Pneumonia

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Presiden Palestina Mahmoud Abbas menderita radang paru-paru tetapi kondisinya membaik, menurut pejabat yang mengunjunginya di rumah sakit.

Ahmad Tibi, seorang anggota Arab dari Knesset, mengatakan pada hari Senin (21/5/2018) bahwa dia mengunjungi pemimpin berusia 82 tahun tersebut di sebuah rumah sakit di Ramallah di Tepi Barat yang djajah Israel, lansir Aljazeera.

“Dia menderita radang paru-paru dan diobati dengan antibiotik,” Tibi, yang juga seorang dokter, menulis di Twitter.

Memperhatikan bahwa kondisi Abbas telah “meningkat secara nyata”, Tibi menambahkan: “Dia akan dirawat beberapa hari lagi di rumah sakit. Kami membahas beberapa masalah politik.”

Presiden Palestina Mendadak Dilarikan ke Rumah Sakit

Abbas dirawat di rumah sakit untuk ketiga kalinya dalam sepekan pada hari Ahad akibat demam tinggi.

Rumah Sakit Istishari Arab
Rumah Sakit Istishari Arab

Muncul di media resmi, Saed Sarahna, kepala Rumah Sakit Istishari Arab, mengatakan Abbas mengalami “infeksi di paru-paru kanannya.”

“Dia diberi perawatan yang diperlukan dan sekarang sedang memulihkan diri,” kata Sarahna.

Foto-foto Abbas yang berjalan di sekitar bangsal dan membaca koran juga diterbitkan, untuk menenangkan spekulasi bahwa kondisinya kritis.

Media resmi mengatakan dia telah berbicara dengan sejumlah politisi daerah untuk meyakinkan mereka tentang kesehatannya.

Pejabat senior Palestina, Saeb Erekat, menghabiskan beberapa jam bersama Abbas pada hari Senin dan mengatakan dia dalam kondisi “kesehatan yang sangat baik.”

“Dia sedang memulihkan diri dan dokter memperkirakan dia akan meninggalkan rumah sakit dalam dua hari mendatang,” kata Erekat.

Abbas menjalani operasi telinga kecil pada hari Selasa lalu dan keluar beberapa jam kemudian. Dia kembali dirawat di rumah sakit pada hari Jumat, kata kantor berita resmi Palestina WAFA.

Abbas memiliki sejarah panjang masalah kesehatan, mulai dari masalah jantung hingga serangan kanker prostat satu dekade lalu.

Dia belum menunjuk seorang pengganti, dan Palestina tidak mengadakan pemilihan presiden sejak 2005.

Kategori : Internasional

Rezim Suriah Tetapkan Kendali Penuh atas Yarmouk

22 Mei 2018 09:38:06
Rezim Suriah Tetapkan Kendali Penuh atas Yarmouk

YARMOUK (Jurnalislam.com) – Rezim Suriah sepenuhnya menguasai Damaskus pada hari Senin (21/5/2018) setelah milisi Islmaic State (IS) – dan beberapa warga sipil – dievakuasi dari kamp pengungsi Yarmouk sebagai bagian dari kesepakatan antara rezim dan kelompok IS.

Menurut seorang koresponden Anadolu Agency yang berbasis di kawasan itu, para milisi IS dievakuasi ke distrik Badia di provinsi Homs, sementara sejumlah warga sipil diizinkan untuk pergi ke wilayah provinsi Idlib yang dikuasai oposisi.

Sisa-sisa Milisi IS Tinggalkan Kamp Pengungsi Yarmouk Kemarin

Dengan evakuasi terakhir, rezim Nushairiyah Suriah telah menguasai semua wilayah Damaskus – termasuk pinggiran kota – untuk pertama kalinya sejak konflik meletus pada 2011.

Terletak delapan kilometer di selatan Damaskus dan dihuni oleh sebagian besar pengungsi Palestina, kamp Yarmouk membentang seluas 16 kilometer persegi.

Selama lima tahun terakhir, kamp itu masih dikepung oleh rezim Syiah Assad dan kelompok-kelompok milisi Syiah yang didukung Iran.

Kategori : Internasional

Tags : Kamp Pengungsi Palestina di Yarmuk Konflik Suriah

Erdogan: Turki Tidak akan Menyerah dalam Memperjuangkan Yerusalem

22 Mei 2018 08:37:01
Erdogan: Turki Tidak akan Menyerah dalam Memperjuangkan Yerusalem

ANKARA (Jurnalislam.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Senin (21/05/2018) menyatakan tekad Turki untuk tidak akan menyerah untuk membela Yerusalem.

“Kami bertekad untuk tidak menyerah memperjuangkan hak-hak kami di Yerusalem. Kami tidak akan pernah meninggalkan kiblat pertama kami dengan meminta belas kasihan negara yang memakan darah, air mata dan menindas rakyat Palestina selama beberapa dekade,” kata Erdogan selama jamuan buka puasa dan makan malam dengan para duta besar di ibukota Ankara.

“Kami akan melanjutkan perjuangan kami sampai Yerusalem menjadi rumah kedamaian, ketenangan dan martabat untuk ketiga agama monoteistik,” katanya.

Peresmian Dubes AS di Yerusalem Akan Berlangsung Hari Ini, Dunia Arab Bungkam

Tentang langkah AS untuk memindahkan kedutaannya ke Yerusalem, presiden mengatakan bahwa tangan AS “berlumuran darah anak-anak Palestina.”

Presiden AS Donald Trump memicu kecaman internasional Desember lalu ketika dia secara sepihak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan bersumpah untuk merelokasi kedutaan besar Washington ke kota tersebut.

Kedutaan resmi direlokasi Senin lalu, mendorong ribuan warga Palestina melakukan demonstrasi di dekat pagar yang memisahkan Gaza dari Israel.

Inilah Pesan Syeikh Ayman Setelah AS Pindahkan Kedubesnya ke Yerusalem

Puluhan warga Palestina terbunuh – dan ratusan lainnya terluka – ketika pasukan penjajah Israel menanggapi demonstrasi dengan tembakan besar.

“Pemerintah Amerika tidak lagi memiliki hak untuk berbicara tentang hak asasi manusia, demokrasi dan perdamaian,” tambahnya.

Mengacu pada ketegangan regional saat ini, Erdogan menunjukkan diplomasi sebagai cara memecahkan krisis telah mengikis.

Tentang energi nuklir, Erdogan mengatakan Turki berpendapat bahwa energi nuklir harus digunakan untuk tujuan damai.

“Ancaman utama terhadap negara dan wilayah kami adalah senjata nuklir,” katanya.

Dia menyerukan untuk membersihkan senjata nuklir dari seluruh dunia.

“Mereka yang memiliki sedikitnya 15.000 hulu ledak nuklir sekarang mengancam dunia,” tambahnya.

Berbicara pada acara yang sama, Perdana Menteri Binali Yildirim bersumpah akan melanjutkan dukungan Turki kepada orang-orang yang membutuhkan di seluruh dunia.

“Sudah waktunya untuk bertindak bersama melawan masalah global seperti terorisme, kebencian, ketidakadilan, migrasi, diskriminasi dan kelaparan; Turki telah mengadvokasi ini untuk waktu yang lama,” katanya.

Darurat Al Aqsha: Al Quds Dikepung Puluhan Ribu Warga Zionis Yahudi

Mengenai serangan Israel di Gaza, Yildirim mengatakan “pembantaian terhadap orang-orang yang tidak berdaya dan tidak bersenjata adalah kekerasan yang kejam dan brutal”.

“Keputusan pemerintah Amerika untuk memindahkan kedutaan ke Jerusalem adalah kesalahan besar dan itu memiliki andil besar dalam peningkatan ketegangan dari peristiwa-peristiwa ini [di Gaza],” tambahnya.

Di depan duta besar beberapa negara yang berbeda, Yildirim mengatakan sudah waktunya untuk mengambil sikap atas situasi saat ini di wilayah tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, kepresidenan mengatakan para duta besar dari semua negara, kecuali Israel, diundang dalam jamuan buka puasa di markas Partai Keadilan dan Pembangunan yang berkuasa.

Duta Besar Israel di Ankara Eitan Naeh meninggalkan Turki pada hari Rabu atas permintaan Turki setelah tentara Israel melakukan kekerasan dan pembunuhan tanpa pandang bulu di sepanjang pagar Gaza-Israel.

Senin lalu, sedikitnya 65 orang Palestina telah gugur oleh tembakan pasukan zionis selama protes di Gaza timur. Ribuan lainnya terluka.

OKI Gelar Pertemuan Darurat Hari Ini, Bahas Pembantaian di Gaza

Kategori : Internasional

Tags : al aqsha al quds palestina yerusalem

Kembali Perluas Wilayahnya, Kini Distrik Ajristan Direbut Taliban

21 Mei 2018 09:22:24
Kembali Perluas Wilayahnya, Kini Distrik Ajristan Direbut Taliban

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Imarah Islam Afghanistan (Taliban) mengatakan bahwa mereka menguasai distrik Ajristan di provinsi tenggara Ghazni setelah mengepung pusat distrik selama beberapa hari. Ajristan adalah distrik kedua di Ghazni yang akan dikuasai oleh Taliban dalam sepekan terakhir, Long War Journal melaporkan Ahad (20/5/2018).

Taliban membuat pernyataan itu dalam sebuah pernyataan yang dirilis hari Ahad di situs resminya, Voice of Jihad, yang diterbitkan dalam lima bahasa: Dari, Pashtu, Urdu, Arab, dan Inggris.

Menurut Taliban, “sebagian besar pasukan musuh menyerah kepada Mujahidin dan sisanya dipaksa melarikan diri,” dan pusat distrik dan markas polisi diambil alih “tanpa baku tembak.” Taliban mengatakan mereka menunjukkan sebuah “pesan dari pemimpin terhormat “Syeikh Mullah Haibatullah kepada pasukan Afghanistan yang terkepung, yang kemungkinan merupakan tawaran amnesti untuk militer, polisi, dan pejabat pemerintah yang meletakkan senjata mereka dan berjanji untuk tidak bekerja dengan pemerintah Afghanistan bentukan AS dan Koalisi (NATO).

Serangan dari Segala Arah Taliban Bungkam Pasukan Bentukan AS-NATO di Kota Farah

Selain itu, Taliban mengatakan, mujahidin merebut “sejumlah besar senjata rampasan perang” dan para pejuangnya “sedang melakukan operasi [pembersihan] di distrik.”

Pers Afghanistan telah melaporkan bahwa Taliban telah maju di pusat distrik Ajristan yang telah berada di “ambang kehancuran.” Gubernur distrik dan kepala polisi telah melarikan diri dari pusat distrik ke daerah lain di Ajristan dan telah dikepung oleh Taliban, TOLONews melaporkan. Ini berarti sangat mungkin bahwa pasukan Afghanistan meninggalkan markas militer dan markas polisi.

Ajristan adalah distrik kedua di Ghazni yang jatuh ke tangan Taliban pekan lalu. Pada tanggal 16 Mei, Taliban mengatakan pihaknya menyerbu distrik Jaghatu di provinsi Ghazni “setelah pertempuran dari senjata berat dan ringan yang sengit.”

Kekuatan pasukan boneka AS di provinsi Ghazni telah memburuk dengan cepat selama setahun terakhir. Dari 19 distrik di Ghazni, Taliban menguasai lima dan memperjuangkan sembilan distrik lagi, menurut informasi yang dikumpulkan oleh Long War Journal FDD. Hanya lima distrik yang dianggap dikontrol oleh pemerintah Afghanistan.

Ghazni City, pusat provinsi, adalah salah satu dari tujuh ibu kota provinsi yang diperjuangkan Taliban, menurut Kementerian Pertahanan Afghanistan. LWJ menilai Ghazni City sedang diperebutkan, sementara Resolute Support, per 31 Januari, menganggapnya berada di bawah kendali pemerintah. Taliban mengendalikan jaringan jalan ke kota, dan hidup di dalamnya secara terbuka di satu lingkungan, mengumpulkan pajak, memerangi personil militer musuh dan pejabat boneka, dan menegakkan hukum Islam.

Taliban telah menguasai enam pusat distrik sejak mengumumkan awal operasi Al Khandaq Jihadi pada akhir April. Pemerintah Afghanistan mengatakan telah merebut kembali tiga dari mereka, namun Taliban membantah klaim pemerintah bentukan AS ini.

Kategori : Internasional

Tags : afghanistan Imarah Islam Afghanistan taliban

Presiden Palestina Mendadak Dilarikan ke Rumah Sakit

21 Mei 2018 09:04:12
Presiden Palestina Mendadak Dilarikan ke Rumah Sakit

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Presiden Palestina Mahmoud Abbas telah dirawat di rumah sakit di Ramallah di Tepi Barat yang dijajah Israel, seorang pejabat Palestina mengatakan, tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai kondisinya, lansir Aljazeera Ahad (19/5/2018).

Ini adalah ketiga kalinya Abbas, 82 tahun, dirawat di rumah sakit dalam sepekan.

Dia menjalani operasi telinga kecil pada hari Selasa dan dibebaskan beberapa jam kemudian dan masuk kembali ke rumah sakit pada hari Jumat, kata kantor berita resmi Palestina WAFA.

Pertemuan Ramallah: Abbas Bantah Keras Donald Trump

Abbas gagal menghadiri pertemuan kerja sama luar biasa Organisasi Kerjasama Islam-OKI (the Organisation of Islamic Cooperation-OIC) di Turki pada hari Jumat, yang diadakan untuk membahas pembukaan Kedutaan Besar AS di Yerusalem.

Abbas memiliki sejarah panjang masalah kesehatan, mulai dari masalah jantung hingga serangan kanker prostat satu dekade lalu.

Dia belum menunjuk seorang pengganti, dan Palestina tidak mengadakan pemilihan presiden sejak 2005.

Kategori : Internasional

Tags : Mahmoud Abbas palestina

Sisa-sisa Milisi IS Tinggalkan Kamp Pengungsi Yarmouk Kemarin

21 Mei 2018 08:57:23 Redaktur: Deddy Purwanto
Sisa-sisa Milisi IS Tinggalkan Kamp Pengungsi Yarmouk Kemarin

SURIAH (Jurnalislam.com) – Aktivis Rezim Suriah mengatakan sisa-sisa pasukan kelompok Islamic State (IS) menarik diri dari daerah Yarmouk di luar ibukota, Damaskus.

Video di media sosial muncul untuk menunjukkan bus memasuki kamp Yarmouk lewat Ahad (20/5/2018) tengah malam untuk mengangkut anggota IS dan keluarga mereka keluar dari daerah itu, lansir Aljazeera.

Namun media pemerintah rezim Suriah membantah bahwa ada kesepakatan antara IS dan pemerintah.

Pinggiran Damaskus telah menderita pemboman paling intens oleh tentara rezim Syiah Suriah selama empat pekan terakhir.

Pengungsi Palestina di Suriah Hingga Akhir 2015, 3.089 Tewas dan 1.028 Ditahan Rezim Assad

Pasukan IS tetap di sana setelah kelompok oposisi bersenjata lainnya di sekitar ibukota pergi.

Sebelum perang, kamp Yarmouk adalah rumah bagi salah satu komunitas pengungsi Palestina yang paling makmur di Timur Tengah.

Sekarang wilayah tersebut menjadi tumpukan puing, dengan bekas penghuninya tersebar di seluruh wilayah.

Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB (The United Nations Relief and Works Agency-UNRWA) untuk Pengungsi Palestina mengatakan bahwa mereka kewalahan oleh besarnya bencana kemanusiaan.

Sudah 1100 Pengungsi Palestina Gugur di Kamp Yarmuk

“Orang-orang telah melarikan diri,” kata Christopher Gunness, juru bicara UNRWA, kepada Al Jazeera dari Yerusalem Timur yang diduduki.

“Perang yang menyedihkan ini telah mengekstraksi dampak yang tak terhitung bagi warga Yarmouk,” tambah Gunness, yang mengunjungi rezim Suriah pekan lalu.

Dia mengatakan “salah satu kamp pengungsi Palestina yang paling berkembang di Timur Tengah” benar-benar hancur.

“Mereka [warga Yarmouk] melarikan diri melalui daerah Yalda, yang berbatasan dengan Damaskus. Mereka datang ke kantor kami di Damaskus dalam keadaan trauma, setelah dibom habis-habisan, tanpa membawa apapun,” katanya.

“Yarmouk pernah menjadi simbol Palestina – bahkan – kemakmuran; itu adalah bagian dari tempat mereka di Timur Tengah, salah satu kamp pengungsi terbesar yang kita miliki, namun hari ini luluh lantak dalam reruntuhan total.”

Kategori : Internasional

Tags : Konflik Suriah Yarmuk

Sebuah Crane Kembali Roboh di Tanah Suci

21 Mei 2018 07:05:03
Sebuah Crane Kembali Roboh di Tanah Suci

MEKAH (Jurnalislam.com) – Pejabat dari Mekah menegaskan kepada media lokal bahwa sebuah derek jatuh pada hari Ahad (20/5/2018) di daerah yang sedang dibangun namun bukan daerah yang dilewati jamaah.

Saluran televisi Al Ekhbariya mengutip para pejabat Mekkah dalam sebuah tweet mengatakan tidak ada jamaah yang dilaporkan menderita luka-luka kecuali pengemudi crane yang menderita luka ringan.

Foto-foto menunjukkan derek itu runtuh di area tertutup yang sedang dibangun dan bukan merupakan area umum.

65 Jamaah Haji Meninggal Dunia dan 154 Terluka Setelah Sebuah Crane Jatuh di Masjidil Haram

Kategori : Internasional

Tags : Crane Masjidil Haram tanah suci

Presiden Perancis Kutuk Tindakan Biadab Israel atas Pembantaian Warga Gaza

18 Mei 2018 09:46:47
Presiden Perancis Kutuk Tindakan Biadab Israel atas Pembantaian Warga Gaza

PARIS (Jurnalislam.com) – Presiden Emmanuel Macron pada hari Kamis (17/05/2018) mengutuk “tindakan keji” pasukan Israel terhadap para aksi unjuk rasa warga Palestina yang tidak bersenjata di Jalur Gaza serta menunjukan kekecewaannya Perancis.

“Pada titik ini saya sangat jelas: Perancis mengutuk tindakan keji ini – dan korban sipil sebagai akibatnya, terutama pada hari Senin dan berlanjut pada jam-jam terakhir,” kata Macron pada konferensi pers di Sofia setelah KTT Uni Eropa-Balkan Barat, Anadolu Agency melaporkan.

Ribuan warga Palestina berkumpul di perbatasan timur Jalur Gaza untuk ambil bagian dalam protes menandai peringatan ke-70 pendirian Israel – sebuah peristiwa yang disebut oleh warga Palestina sebagai Nakba atau Malapetaka (“Bencana”) – dan memprotes pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

OKI Gelar Pertemuan Darurat Hari Ini, Bahas Pembantaian di Gaza

Pada hari Senin, sedikitnya 62 demonstran Palestina terbunuh dan ribuan lainnya terluka oleh pasukan penjajah Israel di sepanjang pagar Gaza-Israel, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.

Sejak demonstrasi Gaza dimulai pada 30 Maret, lebih dari 100 warga Palestina telah menjadi martir oleh tembakan tentara Israel.

Pekan lalu, pemerintah Israel mengklaim protes perbatasan yang sedang berlangsung merupakan “keadaan perang” di mana hukum humaniter internasional tidak berlaku..

Kategori : Internasional

Tags : al aqsha al quds palestina perancis

Arab Saudi dan Uni Emirat Setuju Yaman Dipecah Jadi Dua

18 Mei 2018 09:37:10
Arab Saudi dan Uni Emirat Setuju Yaman Dipecah Jadi Dua

YAMAN (Jurnalislam.com) – Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) cenderung mendukung pembagian Yaman, duta besar kedua negara tersebut untuk PBB mengatakan kepada Al Jazeera.

Dalam wawancara pada hari Rabu (16/05/2018), Ahmad al-Sayyad, duta besar dan kepala delegasi permanen Yaman untuk UNESCO yang berbasis di Paris, mengatakan “ada sinergi antara peran Arab Saudi dan UEA. Ada kecenderungan tersembunyi untuk memecah Yaman.”

Komentar Al-Sayyad muncul setelah krisis atas pulau Socotra, barat daya Yaman.

UAE mengerahkan 300 tentara, bersama dengan tank dan artileri, ke Situs Warisan Dunia UNESCO yang terkenal tersebut pada awal Mei.

Sudah 3 Tahun Konflik, Berikut Sejumlah Fakta Kunci Perang di Yaman

Pasukan Emirat menyita semua lembaga penting di sana, termasuk bandara, pelabuhan dan markas pemerintah, menurut warga.

Langkah itu mendorong aksi protes penuh kemarahan.

“Kami akan mengirim delegasi internasional ke Socotra sebelum berubah menjadi warisan yang terancam,” kata al-Sayyad.

Terletak di sebelah timur Tanduk Afrika di Laut Arab, pulau berpenduduk 60.000 orang, yang dikenal karena flora dan faunanya yang unik, telah dikelola oleh Yaman selama lebih dari dua abad terakhir.

Namun sejak UAE memasuki perang Yaman pada Maret 2015 sebagai bagian dari koalisi pimpinan Saudi yang berusaha untuk menyingkirkan pemberontak Syiah Houthi dan mengembalikan kekuasaan kepada Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi, Abu Dhabi telah mengeksploitasi kekosongan keamanan dan mencoba untuk mendapatkan pijakan di pulau yang strategis tersebut.

Pada hari Senin (14/5/2018), Ahmed Obeid bin Daghr, perdana menteri Yaman, mengatakan krisis telah diselesaikan.

Mengacu pada pergeseran kesetiaan di Yaman, al-Sayyad mengatakan, “setelah tiga tahun hingga sekarang, koalisi masih tidak tahu apa yang diinginkan di Yaman.”

Pertempuran Meningkat di Aden: Pasukan Yaman Dukungan Saudi vs Separatis Selatan Dukungan UEA

“Sudah waktunya untuk duduk dengan koalisi yang dipimpin Saudi dan mencari tahu apa yang mereka inginkan di Yaman,” katanya.

Yaman dan UEA adalah sekutu dalam koalisi yang dipimpin Saudi, tetapi hubungan antara kedua negara itu memburuk ketika pengaruh UAE yang meningkat di Yaman selatan menimbulkan kekhawatiran di kalangan pejabat Yaman.

Sejak diluncurkan pada tahun 2016, Southern Transitional Council (STC) – sebuah gerakan politik yang menuntut pemisahan Yaman selatan – telah meningkatkan tuntutannya untuk memisahkan diri dari utara setelah menerima dukungan patronase dan kemanusiaan dari UAE.

UAE telah mendirikan penjara dan membentuk kelompok bersenjata di wilayah tersebut, yang menyebabkan pejabat pemerintah Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi menuduh pasukan Emirat berperilaku seperti “penjajah.”

UEA Bentuk Pasukan Kesukuan untuk Perangi Pemerintah Yaman

Sejak itu, STC telah dituduh memunculkan perpecahan sektarian dan kebencian di Aden, dengan lonjakan serangan terhadap banyak warga Yaman yang melarikan diri dari serangan udara koalisi yang intens di provinsi Taiz, Hodeidah dan Sanaa.

Secara terpisah, kelompok hak asasi Amnesty International mengatakan pada hari Kamis (17/5/2018) bahwa puluhan ribu warga sipil mengungsi selama serangan pemerintah Yaman terhadap pemberontak Houthi di sepanjang pantai barat negara itu, yang didukung oleh pasukan darat dan pesawat tempur koalisi.

Setelah melakukan investigasi lapangan, perwakilan Amnesty mengatakan mereka “sangat khawatir dengan serangan sembarangan dan pelanggaran hukum humaniter internasional.”

“Mereka membuat kehidupan dan mata pencaharian ratusan ribu warga menjadi lebih berisiko.”

Laporan itu menambahkan: “Ketika kedua belah pihak terlibat dalam bentrokan sengit, bermacam-macam amunisi, peluru dan pecahan peluru merobek rumah-rumah sipil, dan serangan udara koalisi pimpinan Arab Saudi juga menewaskan dan melukai warga sipil.”

“Warga sipil yang terperangkap di tengah menghadapi berbagai pelanggaran hukum humaniter internasional oleh kedua belah pihak.”

Kategori : Internasional

Tags : koalisi arab perang yaman UEA

OKI Gelar Pertemuan Darurat Hari Ini, Bahas Pembantaian di Gaza

18 Mei 2018 09:17:07
OKI Gelar Pertemuan Darurat Hari Ini, Bahas Pembantaian di Gaza

ANKARA (Jurnalislam.com) – Turki, presiden Organisasi Kerjasama Islam-OKI (the Organization of Islamic Cooperation-OIC) yang beranggotakan 57 negara, akan mengadakan pertemuan darurat pada hari ini Jumat (18/5/2018) untuk membahas tindakan bersama melawan Israel setelah pembantaian di Gaza oleh pasukan Israel baru-baru ini.

Pertemuan puncak Istanbul – yang diprakarsai oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan – diperkirakan akan memberikan pesan yang kuat terhadap kekerasan Israel yang membunuh sedikitnya 62 dan melukai 3.000 lebih warga Palestina – yang termuda meninggal berusia 8 bulan – selama unjuk rasa massal hari Senin (14/5/2018) di sepanjang perbatasan timur Gaza.

Jumlah Warga Palestina yang Gugur Menjadi 62 Orang dan Terluka 3.188

Sejumlah besar kepala negara dan pemerintah diharapkan akan berpartisipasi dalam pertemuan puncak tersebut.

Acara ini diharapkan dapat membantu para pemimpin Muslim menunjukkan sikap berdedikasi dan bersatu melawan tindakan Israel. Deklarasi final akan dirilis setelah pertemuan.

Jurubicara presiden Turki Ibrahim Kalin mengatakan pertemuan KTT OKI akan fokus pada langkah-langkah yang harus diambil untuk memobilisasi komunitas internasional dalam mengakhiri penindasan terhadap warga Palestina, lansir Anadolu Agency.

Darurat Al Aqsha: Al Quds Dikepung Puluhan Ribu Warga Zionis Yahudi

Dalam sebuah pernyataan tertulis pada hari Kamis (17/05/2018), Kalin mengatakan pendudukan Israel dan masalah Palestina bukan hanya masalah bagi negara-negara Muslim saja tetapi “masalah umum bagi semua orang yang percaya pada hukum dan keadilan.”

“KTT akan fokus pada sikap dan tindakan yang akan diambil oleh negara-negara Muslim dalam solidaritas dan kerja sama dengan Negara Palestina dan rakyatnya untuk membela Palestina dan Yerusalem,” tambah Kalin.

Aksi protes hari Senin di Gaza bertepatan dengan ulang tahun ke-70 Israel – sebuah peristiwa yang disebut oleh warga Palestina sebagai Nakba atau Malapetaka – dan relokasi Kedutaan Besar AS untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Erdogan: Kami Tidak Akan Pernah Akui Yerusalem Sebagai Ibukota Israel

Sejak aksi massa di Gaza dimulai pada 30 Maret, lebih dari 100 warga Palestina telah menjadi terbunuh oleh tembakan lintas-perbatasan tentara penjajah Israel.

Pekan lalu, pemerintah zionis Yahudi mengklaim protes perbatasan yang sedang berlangsung merupakan “keadaan perang” di mana hukum humaniter internasional tidak berlaku.

Kategori : Internasional

Tags : al aqsha al quds OKI palestina turki yerusalem

Navigasi pos

Pos-pos lama
Pos-pos baru
Dukung Kami

Opini

Betulkah Gabung Board of Peace Merupakan Tindakan Realistis?

Betulkah Gabung Board of Peace Merupakan Tindakan Realistis?

5 Feb 2026 12:27:54
Bencana Tak Kunjung Usai Akibat Keserakahan Negara

Bencana Tak Kunjung Usai Akibat Keserakahan Negara

5 Feb 2026 12:20:43
Paradigma Bernegara dan Bencana Aceh

Paradigma Bernegara dan Bencana Aceh

5 Feb 2026 12:19:07
Begitu Indonesia Atasi Kekerasan dan Child Grooming yang Kian Marak

Begitu Indonesia Atasi Kekerasan dan Child Grooming yang Kian Marak

31 Jan 2026 17:06:51

Internasional

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

5 Feb 2026 12:38:35
Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

5 Feb 2026 12:37:07
Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

5 Feb 2026 12:35:37
Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

5 Feb 2026 12:33:24

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

 
 
 
 

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED