Hasil Referendum Dikritik, Erdogan: “Ngomong Nih Ama Tangan”

TURKI (Jurnalislam.com) – Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan kepada pemantau pemilu internasional pada hari Senin (17/4/2017) untuk “talk to the hand” setelah mereka mengkritik perilaku referendum Turki, dengan mengatakan bahwa referendum itu diadakan di sebuah “arena permainan yang tidak seimbang,” lansir Aljazeera.

Kemenangan tipis referendum pada hari Ahad memberi kekuatan tambahan bagi presiden Turki. Hasil tidak resmi, yang akan ditantang pihak oposisi, menunjukkan kemenangan tipis sebanyak 51,4 persen suara yang mendukung kampanye “Ya/Setuju”.

Erdogan mengatakan bahwa kekuatan yang terkonsentrasi di tangan presiden sangat penting untuk mencegah ketidakstabilan, seraya menambahkan bahwa suara “Ya” telah mengakhiri semua perdebatan tentang pembentukan sebuah kepresidenan yang lebih kuat.

“Mentalitas tentara salib di Barat dan para pelayannya telah menyerang kita,” katanya kepada kerumunan saat ia tiba di bandara Ankara, menanggapi penilaian pemantau suara tersebut.

“Kami tidak melihat, mendengar, atau mengakui laporan politik yang akan Anda siapkan,” kata Erdogan kemudian di istana.

“Kami akan melanjutkan perjalanan kami, bicaralah kepada tangan (tidak akan menanggapi), negara ini telah melakukan pemilihan paling demokratis, yang tidak pernah terlihat di manapun di Barat.”

Perubahan konstitusional yang baru mengubah tata pemerintahan Turki dari sistem parlementer menjadi presidensi eksekutif, yang secara signifikan memperluas kekuasaan kantor puncak.

Sebelumnya pada hari Senin, Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE) mengatakan “kurangnya kesempatan yang sama, liputan media sepihak, dan keterbatasan pada kebebasan fundamental” telah menciptakan sebuah “arena permainan yang tidak merata/seimbang” dalam pemungutan suara Turki.

Dekati Masjid al Nuri, Pasukan Irak Atasi Perang dari Pintu ke Pintu IS

MOSUL (Jurnalislam.com) – Pasukan Irak telah mengatasi pertempuran antar pintu di Kota Tua Mosul, kata seorang jurubicara militer, untuk merebut ibukota de facto kelompok Islamic state (IS) di negara itu memasuki bulan ketujuh.

Pasukan polisi federal Irak “terlibat dalam bentrokan rumah-ke-rumah yang sulit dengan Daesh [IS] di dalam Kota Tua”, seorang perwira media militer mengatakan kepada kantor berita Reuters, Senin (17/4/2017), lansir Aljazeera.

Drones digunakan untuk menemukan dan mengarahkan serangan udara pada kelompok tersebut, yang bersembunyi di antara warga sipil, katanya.

Pasukan Irak telah mengawasi Masjid al-Nuri yang telah berusia berabad-abad selama beberapa pekan, karena menguasai masjid tersebut akan menjadi kemenangan simbolis atas kelompok Islamic State.

Dari masjid inilah pemimpin kelompok IS Abu Bakr al-Baghdadi mengumumkan sebuah kekhalifahan sepihak pada bulan Juli 2014 setelah kelompok tersebut dengan cepat merebut wilayah-wilayah besar di Irak dan Suriah.

Seorang juru bicara kepolisian mengatakan tentara Irak telah semakin mendekati Masjid tersebut.

Kemajuan operasi berjalan lamban karena sekitar 400.000 warga sipil, atau seperempat populasi sebelum perang Mosul, terjebak di Kota Tua, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Sebanyak setengah juta orang diperkirakan akan tetap tinggal di lingkungan sekitar yang masih dikendalikan IS di Mosul barat, kata PBB dalam sebuah pernyataan pada hari Senin.

“Warga sipil di Mosul menghadapi risiko yang luar biasa dan mengerikan,” kata Lise Grande, koordinator kemanusiaan PBB untuk Irak.

“Mereka ditembak, ada banyak artileri, keluarga kehabisan persediaan, obat-obatan langka dan aliran air diputus.”

Perang antara IS dan pasukan Irak menimbulkan korban berat, ratusan ribu warga sipil yang terjebak di dalam kota. Anak-anak (bayi-bayi) dengan gizi buruk mencapai rumah sakit di daerah yang dikuasai pemerintah.

“Mosul telah mendorong kami hingga batas operasional kami,” kata Grande.

Sedikitnya 493.000 orang telah meninggalkan Mosul, meninggalkan hampir semuanya, tambahnya.

Militer Korea Utara Siaga Penuh, Siap Hadapi AS

PYONGYANG (Jurnalislam.com) – Korea Utara telah memperingatkan tentaranya untuk “siaga maksimum” setelah wakil presiden AS mengunjungi perbatasan yang sangat dijaga ketat oleh militer kedua Korea dan menegaskan kembali posisi Washington bahwa “semua pilihan ada di meja (perundingan)” dalam menangani Pyongyang.

Sin Hong-chol, wakil menteri luar negeri Korea Utara, mengatakan kepada Al Jazeera, Senin (17/4/2017) dalam sebuah wawancara eksklusif pada hari Senin bahwa pemerintahan Donald Trump “harus melihat dunia dengan mata terbuka”.

“Siasat mendikte perintah dengan mengacungkan kekuatan militer AS telah usang.Jika para pengusaha yang berkuasa di AS tersebut berpikir untuk mengintimidasi kita dengan ancaman militer atau sanksi – seperti yang Barack Obama lakukan lalu gagal – mereka akan segera mengetahui bahwa ancaman seperti itu tidak ada gunanya,” kata Sin.

“Jika kita melihat ada tanda-tanda serangan terhadap kedaulatan kita, tentara kita akan melancarkan serangan militer tanpa ampun terhadap agresor AS, dimanapun mereka berada, mulai dari daerah terpencil AS hingga ke pangkalan militer Amerika di semenanjung Korea, seperti di Jepang dan di tempat lain.”

Sin juga mengatakan perundingan enam negara yang bertujuan untuk membuat semenanjung Korea bebas dari senjata nuklir “telah dicekoki sejak lahir”.

“Senjata nuklir yang kami miliki bukanlah ilusi, bukan komoditas yang bisa diperdagangkan untuk dolar Amerika – juga bukan untuk dijual, jadi tidak bisa diletakkan di meja perundingan dengan tujuan untuk merobeknya,” katanya.

Ketegangan antara Pyongyang dan Washington telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir, saat serangkaian uji coba rudal Korea Utara mendapatkan peringatan berulang kali dari pemerintahan Donald Trump.

Pada hari Senin, Wakil Presiden AS Mike Pence – mengunjungi perbatasan paling dijaga ketat oleh militer di seluruh dunia yang memisahkan kedua Korea mengisyaratkan bahwa opsi militer terhadap Korea Utara tidak dikesampingkan.

“Rakyat Korea Utara, militer Korea Utara seharusnya tidak salah menilai tekad Amerika Serikat untuk berdiri bersama sekutu kita,” kata Pence, menambahkan “era kesabaran strategis sudah berakhir”.

“Semua pilihan ada di meja saat kami terus bahu membahu dengan orang-orang Korea Selatan,” katanya dari desa Panmunjom, di dalam Zona Demiliterisasi (the Demilitarised Zone-DMZ).

Didukung Puluhan Serangan Udara Rusia, Pasukan Assad Bergerak ke Kota Soran

HAMA (Jurnalislam.com) – Pasukan rezim Syiah Assad kembali ke kota strategis Soran di dekat kota Hama di bagian tengah Suriah barat pada hari Ahad (16/4/2017) dengan serangan yang didukung oleh serangan udara berat Rusia, kata oposisi dan penduduk, Al Arabiya News Channel melaporkan.

Sebagian besar pasukan oposisi telah mundur dari kota setelah pasukan Nushairiyah Assad menyerbu kota tersebut menyusul puluhan serangan udara yang diyakini berasal dari jet Rusia sejak fajar, termasuk bom parasut yang juga menargetkan kota-kota lain di wilayah tersebut, termasuk Latamneh dan Kafr Zeita.

“Pemboman intensif menargetkan kota dan seluruh wilayah dan oposisi melakukan perlawanan sengit sampai mereka memuutuskan untuk mundur,” kata seorang anggota kelompok oposisi Jaish al Izza, yang memiliki kehadiran kuat di provinsi Hama.

Tentara rezim dibantu oleh milisi Syi’ah internasional yang didukung Iran dalam mendukung pasukan Assad yang sering berlebihan dalam bertindak, kata oposisi.

Benteng Soran adalah pintu gerbang utara tentara ke kota Hama, ibu kota provinsi tersebut. Benteng itu direbut oleh tentara Assad tahun lalu, lalu kembli dalam kekuasaan pejuang Suriah dalam serangan terbaru.

Pergerakan tentara rezim ke Soran merebut sebagian teritorial yang diperoleh oposisi, termasuk faksi faksi jihad, setelah serangan besar bulan lalu di provinsi Hama utara di pusat wilayah barat negara tersebut.

Oposisi yang melakukan pembalasan telah menembakkan sejumlah roket ke bandara militer Hama di dekatnya. Video yang diunduh di media sosial menunjukkan asap mengepul dari kejauhan.

Jaish al Nasr, sebuah kelompok oposisi Tentara Pembebasan Suriah, mengatakan telah menyerang bandara dengan 40 roket, menyebabkan beberapa kebakaran di kompleks pangkalan udara tersebut.

Oposisi dan faksi faksi jihad masih menguasai kota strategis Morek, sebelah utara kota Hama. Kota itu terletak di jalan raya utara-selatan utama yang berperan penting untuk mengendalikan Suriah barat.

Pasukan Irak Mulai Mendekati Jantung Kota Mosul

MOSUL (Jurnalislam.com) – Pasukan Irak melancarkan serangan baru terhadap kelompok Islamic State (IS) di Kota Tua Mosul pada hari Ahad (16/4/2017), kata beberapa pejabat militer, berusaha memecahkan kebuntuan dalam usaha merebut markas pertahanan milisi tersebut, lansir Middle East Eye.

Mosul, kota terbesar kedua Irak, dikuasai oleh IS pada tahun 2014, namun pasukan Irak telah merebut kembali sebagian besar wilayah tersebut selama operasi enam bulan.

Namun pasukan Irak hampir tidak lagi memperoleh kemajuan lebih dari satu bulan, karena IS bertahan di Kota Tua yang padat penduduknya di Mosul barat tersebut, di mana tank dan kendaraan berat tidak dapat beroperasi karena sempitnya jalan-jalan.

Polisi federal Irak bergerak mendekati 200 meter lebih dalam ke Kota Tua, semakin dekat ke Masjid al-Nuri, sebuah pernyataan mengatakan.

Masjid ini sangat simbolis karena di sanalah pemimpin IS Abu Bakr al-Baghdadi memproklamirkan dirinya sendiri sebagai kepala khilafah secara sepihak.

Pasukan Irak telah mengawasi Masjid berusia ratusan tahun itu sejak bulan lalu.

Seorang kapten di kepolisian federal mengatakan bahwa pada Ahad pagi tentara mulai mencari militan dari rumah ke rumah.

“Motor bunuh diri IS sekarang adalah senjata favorit mereka di dalam Kota Tua,” katanya. “Kita harus mengawasi setiap rumah untuk menghindari penyerang di atas sepeda motor yang dilengkapi bahan peledak.”

Pasukan pemerintah Irak, telah membersihkan timur Mosul dan setengah Mosul barat dan sekarang fokus pada Kota Tua.

Sekitar 400.000 orang terjebak di Kota Tua sementara lebih dari 300.000 orang lainnya telah melarikan diri dari pertempuran sejak operasi dimulai pada bulan Oktober, kata beberapa pejabat.

Erdogan Menangkan Referendum, Rubah Sistem Parlementer Turki ke Sistem Presidensiil

TURKI (Jurnalislam.com) – Presiden Turki mengucapkan selamat kepada pemimpin partai politik yang mendukung suara “Ya” dalam referendum hari Ahad (16/4/2017).

World Bulletin melaporkan, setelah voting dalam referendum konstitusional Turki berakhir secara nasional, Recep Tayyip Erdogan pada Ahad malam melakukan percakapan telepon dengan pemimpin partai Justice and Development (AK) Binali Yildirim, pemimpin Gerakan Nasionalis (MHP) Devlet Bahceli, dan Grand Unity Party (BBP) Mustafa Destici, kata sumber kepresidenan.

Erdogan mengucapkan selamat kepada para pemimpin partai tersebut atas kemenangan referendum mereka, kata sumber tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim karena pembatasan untuk berbicara dengan media.

Presiden juga mengucapkan terima kasih kepada para pemilih yang pergi ke pemungutan suara untuk menyatakan pilihan mereka. Sementara itu, banyak pemimpin dunia telah mengirim pesan ucapan selamat kepada Erdogan, sumber menambahkan.

Pada pukul 9.25 malam (1825GMT), hasil tidak resmi menunjukkan “Ya” memperoleh 24.789.242 suara (51,34 persen), sementara “Tidak” memperoleh 23.499.390 suara (48,66 persen). Referendum hari Ahad meminta pemilih untuk memilih “Ya” atau “Tidak” terhadap proposal berisi 18-pasal yang akan membuat negara tersebut beralih dari sebuah sistem parlementer ke sistem presidensiil, serta perubahan lainnya.

Ansharusyariah: Pembakaran Mobil di Cawang Bentuk Teror Terhadap Umat Islam

SOLO (Jurnalislam.com) – Juru bicara Jamaah Ansharusy Syariah, Abdul Rochim Ba’asyir mengecam keras aksi pembakaran mobil yang diduga dilakukan dengan sengaja di tengah ribuan massa Tabligh Akbar Habib Rizieq Syihab di kawasan Cawang Kompor, Jakarta, Ahad (16/4/2017). Ustadz Iim, sapaannya, menyebut aksi tersebut adalah bentuk teror kepada umat Islam.

“Peristiwa yang ada itu adalah betul sebuah teror yang dilakukan terhadap umat Islam,” katanya kepada jurniscom, Ahad (16/4/2017).

Iim Ba’asyir, sapaan karibnya mengatakan, dengan kejadian teror ini umat Islam harus meningkatkan kewaspadaannya terhadap musuh-musuh umat Islam. Menurutnya, saat ini musuh-musuh Islam telah masif bergerak memusuhi umat Islam.

“Umat Islam harus waspada bahwa musuh-musuh Islam ini begitu masif memusuhi kita, jadi jangan sampai kita merasa mereka itu mau berbuat adil terhadap kita, tidak, mereka tidak mau berbuat adil terhadap kita. Tapi mereka mencari-cari kesempatan untuk memusuhi kita sebagaimana Allah meningatkan kita dalam Alquran,” ungkap putra Abu Bakar Ba’asyir ini.

Yang jelas, kata dia, kondisi negeri Indonesia semakin panas, maka umat Islam harus betul betul waspada dan mawas diri. Kemudian menyiapkan barisan umat Islam untuk bersatu dan bersama dalam rangka melawan kejahatan musuh umat Islam.

“Yang tampaknya sudah betul-betul gelap mata dan sudah tidak perduli dengan apa yang mereka lakukan, yang penting mereka bisa mengusai kaum muslimin di negeri ini,” imbaunya.

Untuk itu, ia berpesan untuk umat islam harus menjaga dan membela negeri ini dari musuh-musuh yang mencoba menguasai negeri ini. Serta mendoakan agar Allah menolong kaum muslimin dari kejahatan yang dilakukan musuh Islam.

“Negeri ini adalah negeri yang penuh berkah, maka banyak yang melirik negeri ini, dan mereka meinginkan untuk mengusainya dengan cara apapun. Semoga allah menjaga kita dan memberikan bantuan kepada kaum muslimin supaya diberi kekuatan terhadap makar-makar musuh Islam,” pungkasnya.

Sekjen DPD FPI Jakarta, Novel Bamukman membenarkan hal itu, ia mengatakan ada 1 mobil yang terbakar dan meledak dikerumunan jamaah tablig akbar. Selain itu, ada 2 mobil lain yang berisi dirigen yang diduga akan diledakkan namun belum sempat.

Reporter: Arie Ristyan

Penuh Haru, Hafizh Cilik “Serba Kurang” ini Ingin Jadi Imam Masjidil Haram

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – Ratusan umat Islam Karanganyar dibuat haru oleh Hafizh (penghapal Alquran) cilik, Fajar Abdurokhim. Sebab, ditengah kondisi fisik yang kurang mendukung, Fajar sudah hafal kitab suci umat Islam ini sejak umur 4,5 tahun.

Andi, ayahanda Fajar menjelaskan, anaknya menderita keterbelakangan fisik dan penuh keterbatasan. Fajar sempat divonis oleh dokter menderita lumpuh otak.

“Awalnya kami agak stress, tapi kami menggunakan terapi Alquran sebagai ‘penyembuh’ untuk mengatasi ini. Alhamdulillah, sekarang Fajar sudah menjadi Hafizh Alquran,” katanya dalam acara Tabligh Akbar menyambut bulan Ramadhan bertajuk ‘Keajaiban Al-Quran’ di Masjid Agung Karanganyar, Sabtu,(15/4/2017).

Andi bercerita, pada awalnya, Fajar hanya mengucapkan potongan-potongan ayat suci Alquran. Dia dibuat bingung ketika diumuru balita tersebut Fajar sudah melantunkan ayat suci.

“Di awal bicara dia (Fajar-red) yang keluar potongan-potongan ayat Alquran dan saat itu ada suara seperti murotal dan saya bingung suara siapa itu,dan ternyata itu suaranya Fajar,” ungkap Andi.

Kekurangan fisik yang dialami Fajar tidak membuatnya malu untuk bergaul dengan orang banyak. Semangat menuntut ilmu Fajar membuatnya kini sudah bisa berbahasa bahasa arab meski baru dipelajari dalam waktu 6 bulan.

Sementara Fajar menyebutkan cita-citanya kelak nanti. Tidak tanggung, ia ingin menjadi Imam Masjidil Haram, Mekkah.

“Cita-cita saya ingin menjadi Imam Masjidil Haram, Allahu Akbar,” tegasnya diiringi riak takbir jamaah tabligh akbar.

Reporter: Arie

Faksi Revolusioner Rebut 85 Blok Perumahan dari Pasukan Assad

DARAA (Jurnalislam.com) – Koalisi pejuang Suriah Al-Bonyan al-Marsous yang terdiri dari beberapa faksi revolusioner di provinsi Daraa, mengambil langkah besar untuk merebut seluruh distrik Menshiyah pada hari Jumat (14/4/2017) menyusul serangan baru-baru ini terhadap lokasi rezim Syiah Bashar Assad di sana.

Al-Bonyan al-Marsous mengambil alih 85 blok perumahan, yang paling menonjol adalah Blok Al-Muqsam, sebuah ruang operasi untuk menghubungkan sektor-sektor pasukan rezim Suriah, juga termasuk markas militer milik perwira terkemuka, serta 4 pos pemeriksaan militer dan penghalang, koresponden ElDorar mengkonfirmasi, Sabtu (15/4/2017).

Menurut koresponden, 85% wilayah Al-Manshiyah telah berada di bawah kendali faksi revolusioner Suriah, sehingga hanya 15% sisa wilayah yang dimiliki oleh pasukan Syiah Assad.

Sangat penting untuk merebut Al-Manshiyah untuk menghalangi upaya rezim Nushairiyah Suriah kembali ke perbatasan Nisib dengan Yordania dan mengaktifkan pekerjaannya secara ekonomi dan politik, kata oposisi.

Walau Diancam AS, Korea Utara Tetap Luncurkan Rudal Berhulu Ledak Nuklir

SINPO (Jurnalislam.com) – Korea Utara tetap meluncurkan sebuah rudal pada Ahad pagi (16/4/2017) menantang ancaman Amerika, namun dilaporkan meledak saat pesawat lepas landas, saingannya mengatakan, lansir Aljazeera, Ahad (16/4/2017).

Ketakutan telah berkembang bahwa Korea Utara yang tertutup dapat segera melakukan uji coba nuklir keenam atau peluncuran rudal lain yang bertentangan dengan sanksi PBB dan peringatan keras dari Amerika Serikat mencerminkan bahwa kebijakan kesabaran mereka telah berakhir.

Ledakan percobaan di dekat Sinpo, di pantai timur Korea Utara, diyakini gagal sesaat setelah diluncurkan, kata militer Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Peluncuran tersebut dilakukan sehari setelah Korea Utara mengadakan parade militer di ibukota Pyongyang dalam rangka ulang tahun kelahiran pendiri negara tersebut, yang memperlihatkan rudal balistik baru.

“Korut berusaha meluncurkan rudal tak dikenal dari dekat wilayah Sinpo pagi ini, namun diduga telah gagal,” kata Kepala Staf Gabungan Korea Selatan dalam sebuah pernyataan.

Tidak ada rincian lebih lanjut, dan kantor tersebut mengatakan bahwa pihaknya sedang menganalisis peluncuran tersebut.

Komando Pasifik AS mendeteksi dan melacak apa yang mereka nilai sebagai peluncuran rudal balistik Korea Utara pada Ahad dini hari, kata Komandan Angkatan Laut Dave Benham, seorang juru bicara militer.

“Rudal itu segera meledak,” kata Benham. “Jenis rudal masih dianalisa.”

Tidak ada tanggapan segera dari Pyongyang.

Korea Utara meluncurkan rudal balistik antar benua (intercontinental ballistic missile-ICBM) dari wilayah yang sama awal bulan ini menjelang pertemuan puncak antara para pemimpin Amerika Serikat dan China, sekutu utamanya, untuk membahas program senjata Korut yang semakin menantang.

Gedung Putih mengatakan bahwa Donald Trump telah “melayangkan pemberitahuan” kepada Korea Utara saat kemungkinan tindakan militer Amerika terhadap Pyongyang terdeteksi menyusul serangan rudal jelajah AS terhadap Suriah pada 7 April.

Trump telah memerintahkan sebuah kelompok serangan angkatan laut yang dikepalai oleh kapal induk bertenaga nuklir untuk menuju ke kawasan tersebut sebagai unjuk kekuatan saat para pejabatnya sedang mempertimbangkan sanksi ekonomi yang lebih ketat, juga opsi militer terhadap Korea Utara.