Ketika Palestina “Hancurkan” Tradisi Tawuran Pelajar

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Tak mau ketinggalan, sejumlah pelajar SMKN 5 Semarang turut menunjukkan pemebelaannya kepada rakyat Palestina. Mereka berjalan kaki disepanjang jalan Dr Cipto, Johar, terus ke Imam Bonjol dan Tugumuda dengan membawa spanduk bertuliskan SMKN 5 Semarang Peduli Palestina, Rabu (20/12/2017).

Tampak sekitar tiga puluh anak berseragam putih abu bergerombol dengan membawa kotak bertuliskan “Dana Untuk Palestina”.

Dalam keadaan basah kuyup,
salah satu remaja yang bernama Facta, kelas XII Teknik Permesinan mengatakan, Palestina dapat mempersatukan hati yang keras, jarak yang renggang, bahkan menghancurkan tradisi kelam: Tawuran antara remaja.

“Pak… yang dulu kita suka tawuran, semenjak ada (masalah) Palestina ini, kita bersatu, pak. Di Jawa Tengah, sudah gak ada tawuran, bahkan di Semarang sudah gak ada juga,” ungkapnya ditengah gemercik hujan.

Facta melanjutkan, kebijakan yang sarat dengan arogansi Donald Trump tersebut membuat didih api keimanannya.

“Karena Palestina itu dijajah sama Israel, mas. Masa ibukota Palestina mau diambil sama Israel, mas. kita gak terima, mas…sebagai bangsa Indonesia, mas!,” ucapnya.

Aksi tersebut akan dilakukan sampai besok kamis (21/12/2017) dengan puncaknya berkumpulnya Sekolah Teknik Mesin (STM) se-Jateng di Ambarawa dalam bingkai aksi peduli Palestina.

Dukungan Dunia untuk Bayi Suriah yang Dibom Rezim Syiah Assad di Ghouta Timur

SURIAH (Jurnalislam.com) – Ribuan orang menunjukkan dukungan secara online untuk bayi berusia dua bulan yang kehilangan ibunya saat pasukan rezim Syiah Suriah membom daerah pejuang Suriah di Ghouta Timur yang mereka kepung.

Karim berumur satu bulan saat dia dan ibunya terperangkap dalam sebuah serangan di sebuah pasar di Ghouta Timur pada bulan November.

Serangan tersebut membunuh ibunya dan membuatnya kehilangan satu mata dan tempurung kepalanya menderita akibat retak parah.

Jenewa: Sebelum Gencatan Senjata, Rezim Syiah Assad Gempur Warga Sipil Ghouta Timur

Banyak orang di dunia – termasuk duta besar Inggris untuk PBB, Matthew Rycroft, kelompok Helm Putih Suriah dan anak-anak yang tinggal di daerah pinggiran yang terkepung – memasang foto mereka dengan mata kiri tertutup dalam solidaritas dengan Karim di bawah hashtag #SolidarityWithKarim.

Pesan dalam bahasa Arab, Inggris, dan Turki dengan ungkapan “#BabyKarim saya melihat Anda (#BabyKarim I see you),” dan “#Pengepungan EasternGhouta akan berakhir (#EasternGhouta siege must end)” telah banyak dibagikan di Twitter.

Abu Muhammad, ayah Karim, menggambarkan kehidupan dalam pengepungan sebagai “mimpi buruk” dan mengatakan bahwa Karim membutuhkan perawatan terus-menerus.

Dia mengatakan kepada Anadolu Agency, Selasa (19/12/2017) bahwa pengepungan membuat hidup sulit baginya dan kelima anaknya.

“Hidup terkepung adalah mimpi buruk. Sangat sulit untuk menemukan pekerjaan yang layak dalam keadaan seperti ini,” kata Abu Muhammed.

“Karim membutuhkan perawatan terus-menerus, dia kehilangan satu mata, dia memiliki tengkorak yang retak. Situasi yang memburuk terlihat jelas di Ghouta Timur.”

Ghouta Timur adalah benteng terakhir yang dipegang pejuang Suriah di Sekitar Damaskus dan telah menghadapi pemboman berbulan-bulan dari pesawat rezim Syiah Assad dan agresor Rusia.

Pengepungan, yang dimulai pada tahun 2013, telah merampas makanan, bahan bakar, dan obat-obatan.

Situasi tersebut terus memburuk dengan ucapan PBB pada bulan November bahwa jumlah anak dengan gizi buruk di daerah yang terkepung merupakan “tingkat tertinggi yang tercatat di negara ini sejak perang enam tahun dimulai.”

UNICEF mengatakan bahwa survei mereka pada bulan November di Ghouta Timur menunjukkan 12 persen anak balita menderita gizi buruk akut.

Palang Merah pada hari Senin (18/12/2017) mengatakan bahwa situasi di sana telah mencapai titik kritis karena bantuan terus dibatasi secara ketat.

“Seperti yang sering terjadi di Suriah selama enam tahun terakhir, rakyat biasalah yang sekali lagi terjebak dalam situasi di mana kehidupan menjadi tidak mungkin,” kata Robert Mardini, direktur Palang Merah Timur Tengah.

PBB: 400.000 Warga Ghouta Timur akan Hadapi Malapetaka Mengerikan

“Tidak ada keuntungan militer atau politik yang boleh membenarkan jumlah penderitaan ini, baik di Ghouta Timur atau tempat lain di Suriah,” tambahnya.

Christos Stylianides, Komisioner Eropa untuk Bantuan Kemanusiaan dan Manajemen Krisis, menyerukan mempercepat pengiriman medis ke wilayah tersebut dan mempercepat evakuasi, mencatat bahwa situasi di Ghouta Timur memburuk dengan cepat.

Stylianides mengatakan dalam sebuah pernyataan tertulis bahwa selama beberapa pekan terakhir, situasi di daerah kantong yang terkepung telah memburuk dengan cepat.

“400.000 penduduknya menghadapi tantangan kematian, karena ada banyak kekurangan kebutuhan dasar termasuk makanan, bahan bakar, dan obat-obatan.”

Dia menambahkan bahwa situasinya menyebabkan malnutrisi parah, keadaan darurat medis dan peningkatan risiko penyakit.

“Sekitar 500 orang, termasuk 137 anak-anak, memerlukan evakuasi medis segera,” katanya.

Moskow: Hak Veto AS Tunjukan Sikap Bertentangan dengan Dunia

MOSKOW (Jurnalislam.com) – Rusia pada hari Selasa (19/12/2017) menyesalkan hak veto AS atas resolusi PBB mengenai Yerusalem, mengatakan bahwa Washington menentang kehendak masyarakat internasional.

“Sangat disesalkan bahwa AS, sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan mengklaim dirinya sebagai mediator kunci dalam konflik Palestina-Israel, malah menunjukkan pendekatan yang bertentangan dengan kemauan masyarakat internasional.

“Ini melemahkan dasar hukum internasional untuk penyelesaian Timur Tengah,” kata Menteri Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan, lansir Anadolu Agency.

AS Memveto Resolusi DK PBB, Tetap Akui Yerusalem Ibukota Israel

Pernyataan tersebut dikeluarkan sehari setelah AS memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang menolak pembentukan fasilitas diplomatik AS di kota Yerusalem yang diperebutkan.

Hampir dua pekan yang lalu, Washington mengakui kota suci tersebut sebagai ibu kota Israel dan memulai proses untuk memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Empat belas anggota dewan memilih untuk mendukung resolusi yang disponsori Mesir yang menuntut agar Presiden AS Donald Trump menarik kembali keputusan tersebut.

Rudal Syiah Houthi Yaman Targetkan Kantor Raja Arab di Riyadh

SANAA (Jurnalislam.com) – Kelompok pemberontak Yaman, Syiah Houthi, pada hari Selasa (19/12/2017) melepaskan sebuah “rudal balistik” ke ibukota Saudi, Riyadh, menurut saluran televisi Al-Masira yang dikelola oleh Houthi.

Rudal tersebut dilaporkan menargetkan Riyadh Yamama Royal Palace, lokasi kantor Raja Saudi Salman bin Abdulaziz.

“Rudal itu menargetkan sebuah pertemuan besar pejabat rezim Saudi yang diadakan di istana tersebut,” penyiar melaporkan, lansir Anadolu Agency.

Tapi ketika Al-Masira mengatakan bahwa rudal tersebut telah “menemukan targetnya”, pasukan koalisi Arab yang dipimpin Saudi – yang telah memerangi Houthi sejak 2015 – mengatakan bahwa rudal tersebut dicegat sebelum menyebabkan kerusakan.

Cegah Houthi jadi Syiah Hizbullah, Pangeran Arab: Perang di Yaman akan Terus Berlanjut

“Pukul 01:39 dini hari [waktu setempat], pertahanan udara koalisi mengamati sebuah rudal balistik yang ditembakkan ke arah kerajaan dari wilayah Yaman,” kata juru bicara resmi koalisi Pakistan Press mengutip Turki al-Maliki.

“Rudal tersebut tanpa pandang bulu menembak di daerah sipil dan berpenduduk padat di Riyadh, dan berhasil dicegat di selatan kota oleh baterai anti-rudal Patriot tanpa menyebabkan kerusakan atau hilangnya nyawa,” al-Maliki menambahkan.

Pasukan Yaman Patahkan Gelombang Serangan Syiah Houthi di Taiz

Juru bicara tersebut kemudian mengutuk tindakan milisi Houthi yang didukung Iran.”

Itu adalah rudal kedua yang menargetkan Riyadh dari wilayah Yaman dalam dua bulan terakhir.

Pada 4 November, koalisi pimpinan Saudi mengumumkan telah berhasil mencegat sebuah rudal Houthi yang ditembakkan ke Bandara Internasional Raja Khalid Riyadh.

PBB: Dalam 10 Hari 115 Warga Sipil Yaman Tewas dalam Serangan Udara Koalisi Arab

JENEWA (Jurnalislam.com) – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada hari Selasa (19/12/2017) memperingatkan serangan udara koalisi pimpinan-Saudi yang semakin intensif baru-baru ini, yang menewaskan sedikitnya 115 warga sipil di Yaman dalam 10 hari.

“Kami sangat prihatin dengan lonjakan serangan baru-baru ini terhadap korban sipil di Yaman,” kata Rupert Colville, juru bicara Komisioner Tinggi HAM PBB, dalam sebuah konferensi pers di Jenewa, Selasa, lansir Anadol Agency.

Mantan Presiden Yaman Tewas Dibunuh oleh Syiah Houthi Sekutunya Sendiri

Lonjakan serangan baru-baru ini di negara tersebut dimulai setelah pembunuhan mantan Presiden Ali Abdullah Saleh di Sana’a pada 4 Desember.

“136 warga sipil dan non-kombatan terbunuh dan sekitar 87 lainnya terluka akibat serangan udara di Sanaa, Saada, Al Hudaydah dan Taizz pada periode 6 – 16 Desember,” kata Colville.

Menurut PBB, sebanyak 5.558 warga sipil telah terbunuh dan 9.065 lainnya terluka di Yaman sejak Maret 2015.

Mahmoud Abbas Kirim Delegasi ke Negara Pemilik Hak Veto, China dan Rusia

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Presiden Palestina Mahmoud Abbas telah mengirim delegasi ke China dan Rusia untuk meminta mereka mengambil peran lebih penting dalam proses perdamaian dengan Israel, kata seorang pejabat pada hari Selasa (19/12/2017), lansir Middle East Eye.

Upaya lobi tersebut dilakukan setelah Abbas mengatakan AS seharusnya tidak lagi menjadi penengah setelah pengakuan kontroversial Presiden AS Donald Trump atas Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Saleh Raafat, seorang anggota delegasi Palestina yang mengunjungi Moskow, mengatakan bahwa Abbas telah menugaskan para delegasi tersebut mendorong para pemimpin China dan Rusia untuk mendukung perundingan perdamaian.

“Kami sekarang berada di Rusia, dan beberapa dari kita akan pergi ke Beijing untuk menyampaikan pesan yang sama mengenai pentingnya mencari sponsor internasional untuk proses perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa,” kata Raafat kepada AFP.

Erdogan Kembali Ajak Dunia untuk Dukung Palestina Lawan Veto AS

Pada hari Senin, Abbas menegaskan kembali tentangannya terhadap peran AS sebagai perantara antara kedua belah pihak. “Siapa pun yang mengizinkan Amerika Serikat untuk kembali sebagai mitra atau mediator dalam proses perdamaian itu gila,” katanya.

Amerika Serikat pada hari Senin adalah satu-satunya anggota Dewan Keamanan PBB yang memveto rancangan resolusi PBB yang menolak keputusan kontroversial Trump.

Seorang juru bicara Abbas mengatakan bahwa hak veto tersebut “tidak dapat diterima dan mengancam stabilitas masyarakat internasional karena tidak menghargainya.”

Dukung Resolusi DK PBB , PM Inggris dan Erdogan Lakukan Pembahasan Lanjutan

14 negara di dewan beranggotakan 15 negara tersebut memilih mendukung usulan Mesir termasuk sekutu utama AS, yaitu Inggris, Prancis, Italia, Jepang, dan Ukraina. Usulan tersebut tidak secara khusus menyebutkan AS atau Trump, namun menyatakan “penyesalan mendalam atas keputusan baru-baru ini mengenai status Yerusalem.”

Dalam sebuah sesi darurat Dewan Keamanan PBB mengenai Yerusalem awal bulan ini, Rusia mengatakan bahwa pihaknya berharap Mesir akan mengambil peran lebih besar dalam proses perdamaian.

Vasily Nebenzya, perwakilan tetap Rusia untuk PBB, mengatakan negaranya berharap proses perdamaian dapat difasilitasi melalui Mesir dan meminta Amerika untuk menjelaskan mengapa mereka membuat keputusan mengenai Yerusalem tersebut.

Abbas akan mengunjungi Moskow “segera”, menurut ajudannya Nabil Shaath.

“Kami bekerja secara aktif dengan Rusia, China dan Eropa untuk membentuk sebuah forum internasional yang akan mengawasi proses perdamaian di masa depan, karena kami tidak dapat menerima monopoli AS lagi,” kata Shaath seperti dikutip oleh situs berita Rusia, RT.

Perundingan damai antara Israel dan Palestina telah membeku sejak ambruk oleh agresi militer zionis ke Gaza pada 2014.

Tampilkan 642 Karya Lukisan Kota Al Quds, 232 Kartunis dari Seluruh Dunia Dukung Palestina

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Lebih dari 200 kartunis di seluruh dunia pada hari Selasa (19/12/2017) mengemukakan keprihatinan mereka atas Yerusalem (Al Quds) dengan karya-karya yang menggambarkan berbagai aspek kota suci dalam sebuah kontes kartun sebagai bentuk dukungan untuk Palestina.

Diselenggarakan oleh Asosiasi Pelindung dan Pelestarian Utsmani Istanbul dalam Kedekatan dengan Yerusalem (Association for Protecting and Maintaining Ottoman Heritage in Adjacency of Quds) yang berbasis di Istanbul, kontes ini bertujuan untuk membantu menciptakan kesadaran yang lebih besar tentang Yerusalem melalui kartun.

Erdogan Kembali Ajak Dunia untuk Dukung Palestina

Sebanyak 232 seniman dari 39 negara berpartisipasi dalam kompetisi dengan 642 karya yang menggambarkan kota suci tersebut.

Ahmet Altay, koordinator kontes, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa tujuan kontes tersebut adalah untuk memberikan kontribusi positif bagi masalah Yerusalem.

Dia mengatakan bahwa cara untuk mengatasi masalah ini tidak hanya diplomatis atau politis.

Pada kontes first-of-the-kind, artis Indonesia Jitet Koestana tampil di puncak klasemen dan Serpil Kar dianugerahi hadiah ketiga. Selain hadiah utama, ada juga “Hadiah Khusus” yang dipresentasikan ke beberapa bagian.

Koestana berkata: “Pelangi terdiri tidak hanya dari satu warna, tapi banyak. Warna yang berbeda memberi kontribusi pada kedamaian. Pengumuman sepihak Trump mengenai Yerusalem sebagai ibukota Israel sangatlah menakutkan. Tidak ada agama yang memberikan alasan untuk saling memperlakukan dengan buruk.”

Kar, yang telah menggambar kartun selama sepuluh tahun di provinsi Adana, Turki selatan, mengatakan: “Kartun berbicara banyak. Anda bisa menjangkau seluruh dunia melalui kartun.”

Fethi Gurcan Mermertas, pemenang Salahaddin Special Award, mengatakan ketertarikannya pada isu Palestina yang dimulai dari tahun 1967.

Kartunis Iran Hassan Omidi, pemenang Penghargaan Khusus Abdulhamid II, mengatakan: “Saya harap para kartunis dapat membuat suara orang-orang Palestina yang tertindas terdengar.”

Didie Sri Widiyanto dari Indonesia, yang juga berpartisipasi, memenangkan penghargaan khusus dari Asosiasi tersebut. Dia menunjukkan bahwa dia tidak tertarik dengan aspek religius Yerusalem. “Kompetisi ini sangat penting. Saya hanya menggambar kartun. Jadi saya hanya mengungkapkan perasaan saya tentang Yerusalem dengan menggambar,” katanya.

Presiden AS Donald Trump pada 6 Desember mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, menimbulkan reaksi marah dari seluruh dunia dan kaum Muslim.

Pada pertemuan puncak luar biasa Organisasi Kerjasama Islam (OKI), yang diadakan pekan lalu di Istanbul, para peserta menanggapi langkah nyeleneh AS, dengan secara formal OKI mendeklarasikan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina.

Yerusalem tetap menjadi jantung perselisihan Israel-Palestina, dengan penduduk Palestina berharap Yerusalem Timur – yang sekarang diijajah oleh Israel – pada akhirnya dapat berfungsi sebagai ibukota negara Palestina yang berdaulat.

Erdogan Kembali Ajak Dunia untuk Dukung Palestina Lawan Veto AS

ANKARA (Jurnalislam.com) – Presiden Recep Tayyip Erdogan pada hari Selasa (19/12/17) mengulang seruannya kepada negara-negara anggota PBB untuk mendukung Palestina untuk status kota Yerusalem yang diperebutkan.

“Saya mengajak sekali lagi semua negara anggota PBB untuk mempertahankan status historis Yerusalem,” kata Erdogan dalam sebuah konferensi pers bersama dengan rekannya dari Djibouti, Ismail Omar Guelleh di ibukota Ankara, lansir Anadolu Agency.

“Kami, sebagai warga Turki, akan terus mengawal masalah ini sampai akhir,” tambah Erdogan.

Pada hari Senin, Amerika Serikat memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang menolak pembentukan fasilitas diplomatik di kota Yerusalem yang diperebutkan, menentang seluruh anggota dewan tersebut.

Langkah tersebut dilakukan kurang dari dua pekan setelah Washington mengakui kota suci tersebut sebagai ibu kota Israel dan memulai proses untuk memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Turki Akan Keluarkan Resolusi Lawan Keputusan Veto AS

Empat belas anggota dewan memilih untuk mendukung resolusi yang disponsori Mesir yang menuntut agar Presiden AS Donald Trump menarik kembali keputusan tersebut.

Erdogan mengatakan Turki dan Djibouti telah membahas hubungan bilateral dalam sebuah pertemuan tertutup.

“Kami sepakat memperbaiki hubungan perdagangan dan ekonomi,” katanya.

Presiden mengatakan kehadiran investor Turki di negara Afrika Timur akan membuka jalan bagi hubungan yang kuat antara kedua negara.

“Sampai saat ini, kita telah bersama saudara-saudara kita di Djibouti dan sekarang mulai berusaha untuk mendukung mereka,” kata Erdogan.

Guelleh juga menyebut pertemuan itu “berbuah.”

“Ada kerja sama yang signifikan dan bermanfaat antara dua negara yang bersaudara,” kata Guelleh.

Menjelang konferensi pers bersama, Turki dan Djibouti menandatangani empat kesepakatan kerjasama di berbagai bidang, termasuk kesehatan, pertahanan dan pendidikan.

Turki Akan Keluarkan Resolusi Lawan Keputusan Veto AS

TURKI (Jurnalislam.com) – Turki mengkonsentrasikan upaya untuk mengeluarkan sebuah resolusi di Majelis Umum PBB untuk melawan keputusan Veto AS yang mengakui Yerusalem yang diduduki sebagai ibukota Israel, Senin (18/12/17).

Ankara memimpin upaya menekan Majelis Umum karena Washington sudah diperkirakan akan memveto sebuah rancangan resolusi yang akan diambil suaranya oleh Dewan Keamanan PBB pada hari Senin, pejabat Turki mengatakan kepada Al Jazeera.

Amerika Serikat adalah satu dari lima anggota tetap badan tertinggi PBB tersebut. Anggota tetap Dewan Keamanan PBB memiliki hak veto.

AS Veto Resolusi PBB, Turki: Objektivitas Telah Hilang

Setelah sesi Dewan Keamanan di hari Senin, Turki, Palestina dan pihak-pihak lain diharapkan untuk mendorong isu tersebut ke Majelis Umum PBB, di mana semua 193 anggota organisasi internasional diwakili.

Presiden Donald Trump pada 6 Desember mengumumkan keputusan AS untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, menyimpang dari kebijakan yang telah berlangsung puluhan tahun dan menyalahi konsensus internasional bahwa status kota Yerusalem harus diselesaikan melalui perundingan damai.

AS Memveto Resolusi DK PBB, Tetap Akui Yerusalem Ibukota Israel

Resolusi Dewan Keamanan PBB yang disusun oleh Mesir, dan dilihat oleh Al Jazeera, “meminta semua negara untuk menahan diri dari pembentukan misi diplomatik di Kota Suci Yerusalem.”

Keputusan dan tindakan yang mengubah karakter, status atau komposisi demografis Kota Suci Yerusalem “tidak memiliki efek hukum, tidak sah dan tidak berlaku lagi dan harus dibatalkan sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan yang relevan,” draf tersebut berbunyi.

Spanyol Kirim Bantuan $ 2,3 Juta untuk Palestina

GAZA (Jurnalislam.com) – Pemerintah Spanyol mendukung Badan Bantuan dan Pengungsi PBB untuk Pengungsi Palestina dengan € 2 juta ($ 2,35 juta), sebuah badan PBB mengatakan Senin (18/12/17).

Menurut Badan Bantuan dan Bantuan PBB (UN Relief and Works Agency-UNRWA), “Pemerintah Spanyol, melalui Spanish International Cooperation Agency, telah menyediakan € 2 juta untuk digunakan dalam kegiatan UNRWA di bidang perlindungan, kesehatan, bantuan dan layanan sosial.”

Bantuan tersebut akan digunakan untuk lebih dari 5,3 juta migran Palestina dan untuk pendidikan lebih dari 500.000 anak di wilayah aktivitas UNRWA, katanya dalam pernyataan tersebut.

10.000 Ton Bantuan Kemanusiaan Turki untuk Gaza Tiba di Pelabuhan Israel

Pekan lalu, agensi tersebut mendesak mitra dan donor untuk mempertahankan dukungan mereka “hingga ditemukannya solusi yang adil dan abadi [terhadap perselisihan Israel-Palestina].”

Menurut data UNRWA, pemerintah Spanyol telah menyediakan total € 94,4 juta ($ 111 juta) kepada agensi tersebut sejak 2007.

UNRWA, yang dalam beberapa tahun terakhir telah berjuang dengan kekurangan dana kronis, memberikan layanan pendidikan dan kesehatan bagi lebih dari 5 juta pengungsi Palestina.