Erdogan: Operasi Militer Turki Berlanjut ke Manbij

ANKARA (Jurnalislam.com) – Operasi militer yang dipimpin Turki di wilayah Afrin Suriah akan berlanjut sampai koridor teror melalui Manbij, Ayn al-Arab, Tell Abyad, Ras al-Ayn, dan Qamishli dihapus, Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan Senin (19/3/2018), lansir Anadolu Agency.

Erdogan mengeluarkan pernyataan tersebut setelah tentara Turki dan pejuang Free Syrian Army mengambil alih pusat kota Afrin pada hari Ahad dini hari.

Berbicara di the Bestepe Culture and Congress Center di kompleks kepresidenan di ibukota Ankara, presiden mengatakan: “Operasi militer akan berlangsung sampai koridor teror melalui Manbij, Ayn al-Arab, Telah Abyad, Ras al-Ayn, Qamishli telah dibersihkan.”

Apalagi, katanya 3.622 teroris telah “dinetralisir” sejak awal Operation Olive Branch di Afrin barat laut Suriah.

Selama Operasi Militer, 29 Desa Juga Dibebaskan Turki dari Milisi Dukungan AS

Otoritas Turki sering menggunakan kata “dinetralisir” dalam pernyataan mereka untuk menyiratkan teroris yang bersangkutan menyerah atau terbunuh atau tertangkap.

Erdogan mengatakan bahwa tahap terpenting dari Operation Olive Branch diselesaikan setelah menguasai pusat kota Afrin.

“Kami telah menghilangkan sebagian besar koridor teror di wilayah ini,” katanya.

Erdogan juga mengisyaratkan adanya operasi lain melawan kelompok teror PKK di kota Sinjar, Irak.

“Kita bisa tiba-tiba datang pada suatu malam di Sinjar Irak dan menyingkirkan teroris PKK di sana,” kata Erdogan.

Pada pertengahan 2014, PKK berhasil mendirikan pijakan di Sinjar dengan dalih bahwa mereka “melindungi” komunitas Ezidi setempat dari kelompok Islamic State (IS).

Turki meluncurkan Operation Olive Branch pada 20 Januari untuk membersihkan kelompok teroris dari Afrin di Suriah barat laut di tengah ancaman yang berkembang yang ditimbulkan dari wilayah tersebut.

Inilah Perbandingan Kerusakan Kota Akibat Operasi Militer oleh Turki, Rusia, AS dan Suriah

Pada hari Ahad, pasukan pendukung Turki membebaskan kota Afrin, yang merupakan tempat persembunyian utama bagi PYD/PKK sejak 2012.

Menurut Staf Umum Turki, Operation Olive Branch bertujuan untuk membangun keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah Timur Tengah serta melindungi penduduk Suriah dari kekejaman dan penindasan teroris.

Operasi tersebut dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, resolusi Dewan Keamanan PBB, hak pembelaan diri berdasarkan piagam PBB, dan penghormatan terhadap integritas wilayah Suriah, katanya.

Militer juga mengatakan bahwa hanya target militer yang dihancurkan dan “perhatian sepenuhnya” diambil untuk menghindari penyalahgunaan warga sipil manapun.

Inilah Perbandingan Kerusakan Kota Akibat Operasi Militer oleh Turki, Rusia, AS dan Suriah

ANKARA (Jurnalislam.com) – Militer Turki pada hari Senin (19/3/2018) mengatakan bahwa warga sipil, situs sejarah, budaya dan tempat ibadah “tidak diganggu gugat” oleh pasukan Turki.

Angkatan Bersenjata Turki, bersama dengan Free Syrian Army, mengambil kendali penuh terhadap pusat kota Afrin di Suriah barat laut pada hari Ahad (18/3/2018) pukul 8.30 pagi waktu setempat (GMT0530).

“Warga sipil, lingkungan, sejarah, agama dan budaya semuanya tidak dapat diganggu gugat oleh Angkatan Bersenjata Turki,” menurut pernyataan yang disebarkan oleh Angkatan Bersenjata Turki di Twitter.

Angkatan Bersenjata Turki juga merilis foto pasca operasi Raqqah, Aleppo, Mosul dan Ghouta Timur untuk membandingkan situasi kota-kota tersebut saat ini dengan Afrin.

Pusat kota Afrin dibersihkan dari milisi terror dukungan AS pada hari ke-58 Operation Olive Branch.

Selama Operasi Militer, 29 Desa Juga Dibebaskan Turki dari Milisi Dukungan AS

Turki pada 20 Januari meluncurkan Operation Olive Branch untuk menghapus teroris PYD dari Afrin.

Menurut Staf Umum Turki, operasi tersebut bertujuan untuk membangun keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah Timut Tengah serta melindungi Suriah dari kekejaman dan penindasan teroris.

Setelah militer Turki dan Free Syrian Army membebaskan pusat kota Afrin dari teroris YPG pada hari Ahad, cuplikan foto dari atas menunjukkan bahwa warga sipil dan bangunan di sana tetap tidak terluka atau rusak.

Sebaliknya, selama operasi yang didukung AS di Raqqah Suriah, lebih dari 2.000 warga sipil terbunuh dan pusat kota berubah menjadi reruntuhan saat AS bersama YPG merebut kota Raqqah dari Islamic State (IS).

Seperti di Dresden pada WWII: AS Ratakan Raqqa dengan Pemboman Lalu Tutupi dengan Bantuan

Pada 17 Oktober 2017, YPG yang didukung oleh pasukan AS membersihkan kelompok IS dari Raqqah. Rekaman yang difilmkan oleh koresponden Anadolu Agency menunjukkan keseluruhan Raqqah berubah menjadi reruntuhan.

Sekelompok aktivis – bernama Raqqah is Being Slaughtered Silently – melaporkan pada 17 Oktober 2017 bahwa 90 persen kota itu rusak.

Pada 14 Desember 2017, Syrian Network for Human Rights mengatakan dalam sebuah laporan bahwa 2.371 warga sipil – termasuk 562 anak – tewas dalam operasi tersebut dan sekitar 450.000 warga sipil ditinggalkan.

Angkatan Bersenjata Turki dan Free Syrian Army (FSA) telah menunjukkan kepekaan maksimum demi keselamatan warga sipil selama Operation Olive Branch, yang diluncurkan pada 20 Januari untuk membersihkan wilayah tersebut dari teroris YPG.

Bunuh 58 Anggota Jamaah Tabligh Sedang Shalat, Rusia: Serangan Udara di Masjid Aleppo oleh AS

Rekaman yang difilmkan oleh Anadolu Agency dan pesawat tak berawak Turki mengungkapkan bahwa bangunan di pusat kota Afrin tetap tidak rusak.

Rekaman juga menunjukkan bahwa kehidupan telah kembali normal dan warga sipil dapat terlihat berada di jalanan.

Beberapa kendaraan dan bangunan di pusat kota dirusak oleh kelompok teroris dukungan AS untuk memberi kesan bahwa militer Turki telah menargetkan warga sipil.

Qatar Tuduh Bank Terbesar UEA Lakukan Transaksi Palsu

QATAR (Jurnalislam.com) – Bank sentral Qatar telah meminta regulator AS untuk menyelidiki sebuah bank Emirati yang dituduh Doha melakukan “perang finansial” melawannya, lansir Aljazeera, Ahad (18/3/2018).

Qatar mengklaim NBAD Americas, anak perusahaan First Abu Dhabi Bank (FAB), terlibat dalam transaksi valuta “palsu” untuk merongrong riyal Qatar dan membahayakan ekonominya.

FAB adalah bank terbesar di Uni Emirat Arab (UEA) dan mayoritas milik negara.

Berharap Krisis Qatar dapat Diselesaikan, Dewan Kerjasama Negara Teluk Libatkan Trump

Firma hukum Bank Sentral Qatar telah menulis surat kepada Departemen Keuangan AS yang meminta untuk menginvestigasi bank UEA atas “perang finansial” tersebut.

Dalam surat lain, firma hukum New York yang memimpin penyelidikan – Paul, Weiss, Rifkind, Wharton & Garrison – meminta Komisi Perdagangan Komoditi Masa Depan AS (the US Commodity Future Trading Commission-CFTC) untuk menyelidiki dugaan manipulasi mata uang Qatar.

“Kami percaya NBAD telah berpartisipasi dalam skema yang luar biasa dan tidak sah untuk berperang melawan Qatar, termasuk melalui manipulasi mata uang Qatar dan pasar sekuritas,” kata firma hukum tersebut dalam sebuah surat kepada Departemen Keuangan AS pada tanggal 26 Februari, yang dilihat oleh Kantor berita Reuters.

“Tindakan ini harus segera dihentikan, dan kami meminta Anda untuk menyelidiki apakah NBAD secara langsung atau tidak langsung mendukung manipulasi pasar Qatar, termasuk melalui layanan kliring dolar atau koresponden NBAD Amerika di Amerika Serikat,” kata surat tersebut.

Qatar Tandatangani Kesepakatan Militer dengan NATO

UEA – bersama Arab Saudi, Mesir dan Bahrain – telah memberlakukan blokade ekonomi di Qatar sejak Juni lalu. Keempat negara tersebut menuduh Qatar mendukung “terorisme” – sebuah tuduhan yang dibantah oleh Qatar.

Berita tentang dugaan manipulasi keuangan tersebut muncul beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump memecat mantan sekretaris negara Rex Tillerson, yang merupakan kritikus vokal atas blokade tersebut dan dinilai sebagai “suara moderasi” mengenai isu-isu kebijakan luar negeri utama.

Putin Kembali Terpilih Menjadi Presiden Rusia

MOSKOW (Jurnalislam.com) – Presiden Vladimir Putin sejauh ini menerima 75 persen suara dalam pemilihan hari Ahad (18/3/2019), dan dengan mudah memenangkan masa jabatan enam tahun lagi sebagai pemimpin Rusia, lansir Aljazeera.

Kandidat Partai Komunis Pavel Grudinin berada di posisi kedua dengan 13 persen, diikuti oleh nasionalis Vladimir Zhirinovsky dengan 6 persen, hasil yang ditunjukkan Komisi Pemilu Pusat (the Central Electoral Commission) dengan sekitar setengah dari semua suara yang dihitung.

Putin berbicara kepada ribuan orang di Lapangan Manezhnaya dekat Kremlin dengan sebuah pidato singkat, berterima kasih kepada para pendukungnya atas hasil pemilihan.

Trump dan Putin dalam Sambungan Telepon: Bagaimana Caranya Kalahkan Kelompok Jihad

“Saya minimal melihat pengakuan atas yang saya lakukan di tahun lalu dalam keadaan yang sangat rumit. Saya melihat kepercayaan ini dan berharap bahwa kita akan terus bekerja dengan intens dan bertanggung jawab,” kata Putin.

“Kita harus mempertahankan persatuan ini, sangat penting untuk menarik semua orang yang memilih kandidat lain ke sisi saya, kita membutuhkan persatuan untuk bergerak maju.”

Jumlah pemilih 59,5 persen, menurut hasil komisi tersebut. Sebelum pemungutan suara dimulai, ada laporan bahwa pihak berwenang Rusia khawatir tentang kemungkinan rendahnya jumlah pemilih yang dapat mempengaruhi legitimasi.

Temui Putin di Rusia, Ternyata Ini Tujuan Raja Salman

Pemilu di Rusia

Fitnah Pemimpin Syiah Ali Khomeni, Wakil Mantan Presiden Iran Ditangkap

TEHERAN (Jurnalislam.com) – Seorang wakil mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad ditangkap sebagai bagian dari penyelidikan oleh pengadilan revolusioner negara tersebut, menurut saluran media negara pada hari Sabtu, lansir World Bulletin Ahad (18/3/2018).

Pada bulan November, Pengadilan Revolusioner Iran telah memanggil Esfandiar Rahim Mashaei – yang secara singkat pernah memegang posisi wakil presiden di bawah Ahmadinejad – untuk menjawab beberapa tuntutan pidana.

Rahim Mashaei menghadapi tuduhan “menyebarkan propaganda melawan rezim penguasa Iran”, “memfitnah pemimpin” (yaitu Pemimpin Tertinggi Syiah Iran Ali Khomenei), dan “menghasut di kalangan masyarakat.”

Samakan Ali Khomeni dengan Hitler, Arab akan Bangun Kekuatan Nuklir Jika Iran Buat Bom

Rahim Mashaei sebentar menjabat sebagai wakil presiden Ahmedinejad setelah Pemilu Iran 2009, namun tiba-tiba dipecat sepekan kemudian.

Dia mencoba mencalonkan diri dalam pemilihan presiden 2013, namun pencalonannya diblokir oleh Dewan Konstitusi Wali Iran (Guardian Council of the Constitution), yang memegang banyak kekuasaan di Iran.

Secara terpisah, Hamid Baghaei, yang juga bertugas di bawah jabatan Ahmadinejad telah dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas tuduhan korupsi.

 

Selama Operasi Militer, 29 Desa Juga Dibebaskan Turki dari Milisi Dukungan AS

AFRIN (Jurnalislam.com) – Angkatan Bersenjata Turki dan the Free Syrian Army (FSA) pada hari Ahad (18/3/2018) membebaskan 29 desa lainnya dan merebutnya dari milisi dukungan AS, YPG, selama Operation Olive Branch di wilayah Afrin barat laut Suriah.

Menurut koresponden Anadolu Agency di lapangan, desa-desa Haji Hasanli, Rahmanli, Hasan Dayrli, Dik Ubah, Saghir Ubasi, Syaikh Kulu, Anbarli, Daliyanli, Rutanli, Iki Akhur, Arab Ushaghi, Qatranli, Gulyan Atas dan Bawah, Barbant, Selo, Chorba Ubasi, Gobek, Oksuzlu, Guebek, Abraz, Samatek, Kodlaki, Kalilene, Açoni, Zivenko, Heselik, Beremci dan Kuzhayhil telah dibebaskan dari teroris YPG.

Armada Perang Turki Rebut Kota Afrin dari Pasukan Dukungan AS, PYD

Desa yang dibebaskan berada di dalam segitiga yang digambarkan oleh kota-kota Rajo, Bulbul dan Sharan.

Angkatan Bersenjata Turki dan FSA menguasai pusat kota Afrin pada awal Ahad sebagai bagian dari Operation Olive Branch, yang diluncurkan pada 20 Januari untuk membersihkan wilayah dari teroris YPG.

Pusat kota Afrin sekarang berada di bawah kendali penuh Turki dan FSA di wilayah utara, timur dan baratnya.

Pusat kota Mabatli juga dibebaskan dari teroris oleh tentara Turki.

Erdogan: Kami Berada di Afrin pada Hari Ini, Besok Kami Berada di Manbij

Menurut Staf Umum Turki, operasi tersebut bertujuan untuk membangun keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah Timur Tengah serta untuk melindungi penduduk Suriah dari penindasan dan kekejaman teroris.

Operasi tersebut dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, resolusi Dewan Keamanan PBB, hak pembelaan diri berdasarkan piagam PBB, dan penghormatan terhadap integritas wilayah Suriah, katanya.

Militer juga mengatakan bahwa hanya target teror yang dihancurkan dan bahwa “perhatian sepenuhnya” diambil untuk menghindari jatuhnya korban dari pihak warga sipil.

Jet Tempur Zionis Targetkan Posisi Hamas di Gaza

GAZA (Jurnalislam.com) – Kelompok perlawanan Islam Palestina Hamas pada hari Ahad (18/3/2018) mengecam serangan udara zionis yang menargetkan kelompok mereka di Jalur Gaza yang diblokade.

“Eskalasi Israel … adalah langkah untuk mencampuradukkan kartu dan membuat orang panik,” juru bicara Hamas Fawzi Barhum mengatakan dalam sebuah pernyataan, lansir Anadolu Agency.

Penjajah Israel menyerang sebuah posisi Hamas di Jalur Gaza timur pada Ahad pagi. Militer mengatakan bahwa serangan tersebut merupakan tanggapan atas serangan bom di dekat pagar keamanan di perbatasan Gaza.

Hamas Terus Hajar Israel dengan Roket Walaupun Dibalas dengan Serangan Udara

Seorang sumber keamanan Palestina mengatakan bahwa serangan tersebut menargetkan sebuah lahan pertanian kosong di perbatasan timur Gaza.

Tidak ada korban yang dilaporkan.

Barhum mengatakan serangan Israel tersebut merupakan upaya untuk menggagalkan sebuah demonstrasi besar Palestina untuk memecahkan pengepungan Israel selama satu dekade di Jalur Gaza.

Upaya Israel ini “akan gagal”, juru bicara tersebut menekankan.

Pasukan zionis telah memberlakukan blokade yang melumpuhkan di Jalur Gaza sejak 2007 ketika Hamas menguasai daerah pantai tersebut.

Armada Perang Turki Rebut Kota Afrin dari Pasukan Dukungan AS, PYD

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pasukan Turki dan kelompok oposisi the Free Syrian Army (FSA) telah merebut pusat kota Afrin di Suriah, yang sebelumnya dikuasai oleh pasukan yang didukung AS, YPG, militer Turki dan Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan.

“Angkatan bersenjata Turki dan the Free Syrian Army telah mengambil alih kendali pusat kota Afrin,” kata militer Turki dalam sebuah tweet pada hari Ahad (18/3/2018), menambahkan bahwa para ahli sedang mencari ranjau darat dan jenis perangkap peledak lainnya di daerah tersebut, lansir Aljazeera.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga mengumumkan bahwa pasukan pendukung Turki menguasai sepenuhnya pusat kota pada pukul 8:30 waktu setempat (05:00 GMT).

Setelah Taklukan Afrin, Turki Tidak akan Serahkan ke Rezim Assad

Angkatan bersenjata menyebarkan video dalam tweet terpisah sambil menunjukkan bendera Turki yang dikibarkan di pusat kota Afrin.

Video dan foto lain yang dimiliki oleh pejuang FSA yang didukung Turki di media sosial menunjukkan mereka berada di jalan-jalan perumahan, membuat tanda kemenangan dan melambaikan bendera.

Turki – bersama dengan FSA – pada bulan Januari meluncurkan operasi militer ke Afrin di barat laut Suriah untuk mengalahkan Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (Kurdish People’s Protection-YPG) yang didukung AS di dekat perbatasannya.

Turki menganggap Partai Persatuan Demokratik Kurdi (the Kurdish Democratic Union Party-PYD) di Suriah dan sayap bersenjatanya, YPG, sebagai “kelompok teroris” karena memiliki ikatan dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang.

Presiden Perancis: Kami akan Intervensi Militer ke Ghouta, Serang Suriah

PKK telah melancarkan perang bersenjata selama beberapa dekade melawan negara Turki yang telah membunuh puluhan ribu orang.

PYD/YPG datang untuk mengendalikan petak-petak utara Suriah, termasuk Afrin, dalam perjalanan perang Suriah, terutama melalui pertempuran melawan kelompok bersenjata di Suriah dalam sebuah organisasi payung yang didukung AS bernama Pasukan Demokratik Suriah (Syrian Democratic Forces-SDF).

Dukungan AS untuk SDF telah membuat Turki marah dan menciptakan krisis diplomatik yang masih berlangsung antara kedua sekutu NATO tersebut.

Turki dan pejuang FSA rebut kota Afrin pada hari Ahad (18/3/2018)

Terus Dibombardir Rezim, Gelombang Pengungsi Ghouta Capai Jumlah Tertinggi

SURIAH (Jurnalislam.com) – Jumlah warga sipil yang meninggalkan Ghouta Timur saat militer rezim Suriah terus membombardir, membludak hingga memecahkan rekor.

Sekitar 20.000 orang telah meninggalkan Ghouta Timur, daerah pinggiran Damaskus, – menurut beberapa laporan.

Ghouta Timur telah menjadi pusat pertempuran antara kelompok oposisi dan pasukan rezim Syiah Bashar al-Assad yang didukung Rusia dalam beberapa hari ini.

The Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) mengatakan 46 warga sipil, termasuk sedikitnya enam anak, tewas dalam serangan udara di distrik Kafr Batna pada Jumat (16/3/2018) pagi.

Biadab, Jet Tempur Rezim Assad dan Rusia Targetkan Pasar Ghouta, 61 Warga Tewas

Kementerian pertahanan Rusia memperkirakan bahwa tambahan 2.000 orang lagi juga meninggalkan Ghouta Timur pada hari Jumat pagi.

Sementara itu, Bashar al-Jaafari, duta besar Suriah untuk PBB, mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB pada hari Jumat bahwa lebih dari 40.000 orang dapat melarikan diri dari Ghouta Timur sehari sebelumnya.

Pernyataan Jaafari tidak dapat diverifikasi secara independen.

Gambar yang diposkan online menunjukkan wanita tua di kursi roda dan anak-anak dibawa oleh orang tua mereka saat berjalan di tengah reruntuhan bangunan di Ghouta Timur.

SOHR, sebuah monitor perang yang berbasis di Inggris, mengatakan bahwa sebanyak 20.000 orang telah meninggalkan rumah mereka, dan banyak yang masih menunggu untuk dibawa ke zona aman.

Alan Fisher dari Al Jazeera, melaporkan dari Gaziantep di negara tetangga Turki, bahwa eksodus tersebut diperkirakan terjadi setelah pasukan rezim Suriah memotong pasokan.

Seluruh Ghouta Timur adalah rumah bagi 400.000 orang, dan telah berada di bawah pengepungan pemerintah sejak pertengahan 2013.

Setelah hampir empat pekan melakukan pemboman tanpa henti, yang telah menewaskan lebih dari 1.250 warga sipil termasuk anak-anak, pasukan rezim Syiah Assad semakin dekat untuk menguasai sisa Ghouta Timur, yang memaksa warga sipil untuk melarikan diri.

Aktivis Ghouta: Rezim Syiah Assad Lakukan Semua Jenis Kejahatan yang Ada di Dunia

Pasukan Syiah Assad telah membagi daerah yang dikepung sejak 2013 tersebut menjadi tiga bagian.

Pejuang oposisi anti Assad mengatakan bahwa mereka telah merebut kembali kota Hamouriyah.

Walaupun pertempuran terus berlanjut, sekitar 25 truk bantuan pangan pada hari Kamis diizinkan masuk ke distrik Douma di Ghouta Timur, menurut the International Committee of the Red Cross (ICRC).

WHO: Konvoi Bantuan Obat-obatan dan Peralatan Medis ke Ghouta Disita Rezim Assad

Tidak jelas berapa lama pasokan makanan akan bertahan di daerah yang diyakini dihuni sebanyak 125.000 orang tersebut.

Bantuan tersebut tidak termasuk persediaan medis.

Menurut angka UNHCR, hampir 500.000 orang telah terbunuh dan lebih dari 11 juta orang mengungsi dalam perang Suriah, yang memasuki tahun kedelapan pada hari Kamis.

Sementara itu, pada tingkat diplomatik, menteri luar negeri Rusia, Iran dan Turki bertemu di ibukota Kazakhstan, Astana, mengadakan perundingan mengenai perang Suriah.

Agenda pada pertemuan hari Jumat tersebut mencakup bagaimana menjaga keamanan di zona de-eskalasi yang telah ditetapkan serta masalah politik dan kemanusiaan.

Putaran pembicaraan berikutnya diperkirakan terjadi pada pertengahan Mei.

Reporter Al Jazeera Zeina Khodr, melaporkan dari Astana, mengatakan bahwa pemerintah Rusia sedang berunding dengan oposisi Suriah mengenai situasi di Ghouta Timur.

Namun, ketika menyangkut masalah transisi dan masa depan politik Suriah, pihak-pihak yang terlibat dalam negosiasi tetap tidak bersepakat, katanya.

Helikopter Militer AS Jatuh di Irak saat Menuju Suriah, 7 Tentara Tewas

IRAK (Jurnalislam.com) – Tujuh tentara AS tewas seketika saat helikopter yang membawa mereka ke Suriah jatuh di Irak barat, kata seorang pejabat pertahanan AS, Jumat (16/3/2018).

“Itu adalah operasi transportasi pasukan rutin yang pergi dari Irak ke Suriah, tidak ada yang luar biasa,” lansir World Bulletin.

Sebuah pernyataan Pentagon mengatakan bahwa kecelakaan tersebut melibatkan Sikorsky HH-60 Pave Hawk dan tampaknya terjadi bukan karena aktivitas musuh.

Taliban: Helikopter Tempur Chinook Amerika Ditembak Jatuh di Begama, Puluhan Tewas

Helikopter AS lainnya yang menyertai helikopter yang jatuh itu melaporkan kecelakaan tersebut dan sebuah pasukan reaksi cepat yang terdiri dari anggota Pasukan Keamanan dan Koalisi Irak mengamankan tempat kejadian.

“Tragedi ini mengingatkan kita akan risiko yang dihadapi seluruh pria dan wanita setiap hari dalam melayani bangsa kita. Kami memikirkan orang-orang tercinta dari anggota layanan ini hari ini,” kata Brigadir Jenderal Jonathan Braga.

“Kami berterima kasih kepada Pasukan Keamanan Irak atas bantuan segera mereka dalam menanggapi insiden tragis ini.”

Identitas mereka yang terbunuh akan diumumkan setelah keluarga terdekat diberi tahu.

Pesawat Tempur Rusia jatuh di Suriah, 39 Tentara Tewas Seketika

Lokasi jatuhnya helikopter AS, Sikorsky HH-60 Pave Hawk
Lokasi jatuhnya helikopter AS, Sikorsky HH-60 Pave Hawk