Persis Ajak Umat Islam Syukuri Nikmat Kemerdekaan

JAKARTA (jurnalislam.com)- Kemerdekaan merupakan salah satu nikmat terbesar yang Allah karuniakan kepada umat Islam dan masyarakat Indonesia sebagai bangsa. Karena itu menjadi kewajiban bersama untuk mensyukurinya secara sungguh-sungguh.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis), Ustaz Jeje Zaenudin menyampaikan, syukur yang sunnguh-sungguh meliputi tiga unsur secara simultan.

“Pertama, kita menyadari dan mengakui dengan sebenar-benarnya bahwa kemerdekaan ini kita raih pada hakikatnya karena pertolongan dan rahmat Allah,” kata ustaz Jeje dalam keterangannya, Kamis (17/8/2023).

“Kesadaran ini telah ditegaskan bahkan dituliskan secara eksplisit oleh para pendiri bangsa ini dalam Muqaddimah UUD 45,” sambungnya.

Kedua, syukur diungkapkan dengan senantiasa menyanjungkan puja-puji hanya kepada Allah, sebagai pemilik alam semesta dan pemilik kemerdekaan itu. Ketiga, dan ini syukur yang paling berat, yaitu mengisi dan mendayagunakan kemerdekaan ini sesuai dengan tujuan dan cita-cita kemerdekaan itu sendiri.

“Maka jika suatu bangsa tidak mengisi dan memanfaatkan nikmat kemerdekaannya secara benar, berarti ia mengingkari nikmat itu. Dan ketika nikmat diingkari, maka hukumannya adalah nikmat tersebut dicabut bahkan berubah jadi malapetaka,” ujar ustaz Jeje.

“Karena itu, mari kita syukuri nikmat kemerdekaan ini dengan benar,” imbuhnya.

Semarak Kemerdekaan SMP Muhammadiyah PK Solo Berlangsung Meriah

SOLO (jurnalislam.com)– Ragam perlombaan untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia di SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta berlangsung meriah. Sebanyak 369 siswa kelas 7, 8, dan 9 mengikuti kegiatan yang digelar Rabu (16/8/2023) di sekolah.

Kepala SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta, Muhdiyatmoko, M.Pd., mengungkapkan apresiasinya terhadap pelaksanaan perlombaan 17 Agustus hari ini.
Menurutnya, momentum peringatan kemerdekaan Republik Indonesia dapat digunakan sebagai upaya meningkatkan rasa nasionalisme dan semangat berkompetisi para siswa.

“Kepada para siswa, selamat berlomba dan berkompetisi. Junjunglah sportivitas dan kejujuran. Sebagai generasi muda kita juga harus memiliki rasa cinta terhadap tanah air Indonesia,” ungkapnya saat membuka kegiatan perlombaan.

Alifia Putri Noveria selaku ketua IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) SMP Muhammadiyah PK menjelaskan, tujuan diadakan kegiatan peringatan 17 Agustus di sekolah, adalah sebagai sarana menjalin kekompakan antar siswa dan meningkatkan rasa nasionalisme cinta tanah air.

“Kegiatan peringatan 17 Agustus dilaksanakan dalam dua agenda, hari ini, Rabu, kita mengadakan perlombaan. Kemudian, Jumat depan diadakan kegiatan konser Merah Putih di sekolah,” ungkapnya.

Alifia menambahkan ragam perlombaan meliputi tarik tambang, karung helm, bakiak, makan kerupuk, dan pecah balon. Konser merah putih akan menampilkan potensi bakat dari para siswa seperti menyanyi, membaca puisi, bermain musik, dan sebagainya.

Sementara itu, Aji Muhammad Raihan bersama timnya siswa kelas 9 A mengaku senang karena meraih juara satu lomba tarik tambang. Agar bisa juara, Aji benar-benar mempersiapkan strategi khusus bersama tim.

“Bisa meraih juara satu dengan mengatur strategi yang matang dan berbagi posisi dengan teman. Teman yang posisi paling belakang memakai sarung tangan bertugas menahan. Posisi barisan dibuat zig zag agar dapat mengontrol manuver lawan,” ungkapnya.

Faktor yang membuat timnya bisa memenangkan perlombaan tarik tambang, menurut Aji adalah kekompakan dan kerja sama, serta bisa menentukan peluang saat menarik tambang.

“Perlombaan sangat asyik, ramai dan meriah. Semoga event ini bisa meningkatkan kekompakan dan rasa nasionalisme para siswa,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Rijal Wafi Kahananto siswa kelas 9 C. Meskipun timnya meraih juara ketiga, tetapi ia merasakan keseruan saat perlombaan tarik tambang.

Semarak Kemerdekaan, Ponpes Al Mukmin Ngruki Peringati HUT RI ke 78

SUKOHARJO (jurnalislam.com)- Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78 tahun 2023 kembali dirayakan dengan penuh semarak dan kemeriahan di Pondok Pesantren Islam Al Mukmin Ngruki Sukoharjo.

Berbagai rangkaian kegiatan dilaksanakan dalam rangka menyemarakkan kemerdekaan Indonesia. Kegiatan tersebut ada yang berbentuk perlombaan, upacara dan tasyakuran.

“Panitia mengkonsep kegiatan semarak kemerderkaan kali ini dengan berbagai macam perlombaan yang harus menampilkan kekompakan dan kebersamaan. Disamping itu juga ada beberapa kegiatan lainnya seperti pelaksanaan upacara dan tasyakkuran,” kata ketua Panitia Semarak Kemerdekaan Indonesia ke-78 Pondok Ngruki ustaz Sudaryanto, S.Th.I., M.Pd.I pada Sabtu, (12/8/2023).

Rangkaian kegiatan Semarak Kemerdekaan Indonesia di Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin Ngruki Sukoharjo akan melibatkan santri mulai tingkat MTs, MA dan Sekolah Tinggi serta seluruh dewan guru.

Ustad Ageng Bagus Priendy, S.Pd.I. menyampaikan rangkaian kegiatan Semarak Kemerdekaan Indonesia ke-78 di Pondok Pesantren Ngruki diawali dengan pemasangan umbul umbul dan bendera merah putih disekitar pesantren.

“Dan lomba-lomba perorangan maupun kelompok seperti tarik tambang, voly bola air, tangkap belut, balap karung dan lainnya,” katanya.

Rangkaian kegiatan dalam rangka Semarak Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78 di Pondok Ngruki Solo ini akan dipungkasi dengan Upacara dan Tasyakkur Kemerdekaan yang diselenggarakan pada tanggal 17 Agustus 2023 pagi dengan inspektur upacara Drs. KH. Farid Makruf, NS selaku Ketua Yayasan Pendidikan Islam Al Mukmin Ngruki.

Pondok pesantren mengundang instansi pemerintah yaitu Bupati Sukoharjo, Kepala Kemenag Sukoharjo, Kapolres Sukoharjo, Dandim Sukoharjo, BNPT dan Densus 88 Anti Teror, Camat Grogol dan Kepala Desa Cemani

“Mohon doa dan dukungannya. Semoga semuanya berjalan lancar,” terang ustaz Muchson, S. Ag. Selaku Humas Pondok Ngruki Sukoharjo.

Membanggakan, SD Al Amin Cemani Raih 9 Piala Dalam Lomba MAPSI Kecamatan Grogol

SUKOHARJO (jurnalislam.com) – SD Al Amin Cemani berhasil mendapatkan 9 piala dalam lomba Mata Pelajaran Agama Islam dan Seni Islam (MAPSI) Kecamatan Grogol, Sukoharjo, pada Sabtu, (12/8/2023).

Wakil Kepala Sekolah Bidang Keagamaan (Waka Keagamaan) SD Al Amin Cemani Imro’atun Mardhiah, S.Ag bersyukur dengan prestasi yang diraih oleh anak didiknya tersebut.

Dalam lomba MAPSI yang digelar di SD Kwarasan 1,2 dan 3 tersebut diikuti sekitar 40 SD se Kecamatan Grogol, Sukoharjo.

“Kita bersyukur SD Al Amin mendapatkan 9 piala dari 14 cabang lomba yang diikuti dalam MAPSI tingkat kecamatan Grogol tersebut,” katanya.

“Kita berhasil mendapatkan juara 1 hifzil putri, kaligrafi putra, rebana, juara 2 hifzil putra, TIK islami putri, kaligrafi putri, pengetahuan PAI dan BTQ putra, dan juara 3 sholat putra, LKTI putra,” imbuhnya.

Bu Im sapaannya, menjelaskan bahwa anak didiknya yang berhasil meraih juara 1 dari 3 kategori lomba tersebut, akan mewakili kecamatan Grogol untuk maju mengikuti lomba MAPSI tingkat Kabupaten yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan September.

“Untuk mengikuti lomba MAPSI tingkat Kabupaten kita mempersiapkan para siswa siswi tersebut dengan berlatih bersungguh sungguh, dan harapan kedepan bisa maju sampai tingkat provinsi dan meraih prestasi yang terbaik,” pungkasnya.

Buntut Aksi Pembakaran Al Quran di Swedia, Ansor Dorong PBB Serius Lawan Islamphobia

SOLO (jurnalislam.com)- Aliansi Soloraya (Ansor) mendesak Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk tegas dalam upaya memerangi Islamphobia, hal ini buntut dari aksi pembakaran Al Quran yang dilakukan oleh Salwan Momika di depan Masjid Raya Sodermalm, Stockholm, Swedia pada Rabu, (28/6/2023) yang lalu.

“Meminta PBB ikut peduli dan bertindak nyata terhadap Pemerintah Swedia. Resolusi PBB 15 Maret 2022 telah menegaskan dunia harus bertempur melawan Islamofobia,” tegasnya di sela sela aksi bela Quran di Bundaran Gladak, Solo, pada Jum’at, (14/7/2023).

Ia juga mendesak pemerintah Swedia untuk bertanggung jawab terhadap tindakan intoleran yang dilakukan Salwan Momika, pasalnya, sebelum melakukan aksinya, Salwan Momika meminta ijin kepada polisi setempat.

“Mendesak Pemerintah Swedia meminta maaf kepada umat Islam serta segera mengambil langkah tegas dan tuntas atas perbuatan warganya yang dinilai telah melakukan penodaan terhadap agama Islam dan melanggar HAM tentang kebebasan beragama,” terangnya.

Endro juga mengajak masyarakat untuk memboikot produk produk dari Swedia sebagai bentuk upaya protes terhadap aksi pembakaran Al Quran di Swedia.

“Mengutuk keras perbuatan Salwan Momika yang telah membakar Al Qur’an di Swedia,” katanya.

“Mengajak seluruh masyarakat internasional khususnya Muslimin di dunia untuk memboikot produk negara Swedia,” pungkasnya.

Kecam Aksi Pembakaran Al Quran, Ansor Desak Pemerintah Indonesia Usir Dubes Swedia

SOLO (jurnalislam.com)- Gelombang protes pembakaran Al Quran yang dilakukan Salwan Momika terus terjadi di Indonesia, seperti yang dilakukan umat Islam Soloraya di Bundaran Gladag, Solo, pada Jum’at, (14/7/2023).

Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Soloraya (Ansor) membentangkan spanduk berisi kecaman terhadap tindakan islamphobia yang dilakukan Salwan Momika.

Humas Ansor, Endro Sudarsono mendesak pemerintah Indonesia untuk mengusir duta besar Swedia sebagai bentuk ketegasan dalam memerangi Islamphobia.

“Mendesak Pemerintah Indonesia serius untuk memanggil Duta Besar Swedia dan menyampaikan kecaman atas terjadinya pembakaran Al Qur’an. Bila perlu memulangkan Duta Besar Swedia untuk Indonesia ke negara asalnya serta meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk memutus hubungan diplomatik dengan negara Swedia,” katanya.

Endro juga mendesak pemerintahan Swedia untuk bertindak tegas terhadap Salwan Momika, menurutnya, tindakan pelecehan terhadap Al Quran bukan pertama kali terjadi di Swedia.

“Mendesak Pemerintah Swedia meminta maaf kepada umat Islam serta segera mengambil langkah tegas dan tuntas atas perbuatan warganya yang dinilai telah melakukan penodaan terhadap agama Islam dan melanggar HAM tentang kebebasan beragama,” tegasnya.

Sebelumnya aksi pembakaran Al Quran yang dilakukan oleh Salwan Momika di luar masjid pusat kota, selama perayaan Idul Adha, Rabu (28 6/2023) memuai kecaman dari berbagai negara termasuk Indonesia.

Umat Islam Karanganyar Tuntut Kapolri Segera Tangkap Ahok

KARANGANYAR (Jurnalislam.com)- Ribuan umat Islam Bumi Intan Pari Karanganyar yang tergabung dalam Aliansi Umat Islam Karanganyar mengadakan aksi damai menuntut Kapolri agar menangkap dan mengadili penista agama Basuki Tjahaja Purnama alias ahok, Jumat (4/11/2016)

Masa yang teridiri dari Muhammadiyah, FKAM, Alkahfi, Laskar Gebug Riba, Ponpes Isy karima, Jamaah Ansharusy Syariah (JAS), Jamaah masjid An-nur Tawang Mangu, Kajian ahad pagi seluruh Karanganyar, berkumpul di Taman Pancasila Jalan Lawu Karangayar untuk melakukan orasi dan menyampaikan pernyataan sikap. Berikut isi pernyataan sikap Aliansi Ummat Islam Karanganyar:

ALIANSI UMMAT ISLAM KARANGANYAR Terkait Penistaan Agama yang Dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuji Tjahaja Purnama alias Ahok

Setelah membaca Pendapat dan Sikap Majelis Ulama Indonesia Pusat yang ditandatangani oleh Ketua Umum MUI Dr. KH. Ma’ruf Amin dan Sekretaris Jendral MUI Dr. H. Anwar Abbas, MM; M. Ag pada tanggal 11 Oktober 2016 tentang pernyataan Basuki Tjahaja Purnama terkait dengan Al Quran Surat Al Maidah ayat 51 yang disampaikan di Kabupaten Kepulauan Seribu pada hari selasa, tanggal 27 September 2016 serta telah disimpulkan oleh MUI Pusat bahwasannya pernyataan Basuki Tjahaja Purnama dikategorikan : (1) menghina Al-Quran dan atau (2) menghina ulama yang memiliki konsekuensi hukum.

Untuk itu ALIANSI UMMAT ISLAM KARANGANYAR menyatakan :

  1. Pendapat MUI sebagai lembagai resmi yang mempunyai otoritas dibidang keagamaan wajib menjadi referensi hukum bagi umat Islam, menjadi salah satu alat bukti yang sah bagi Polri maupun Kejaksaan di Pengadilan serta menjadi pertimbangan bagi DPRD Provinsi DKI Jakarta untuk melakukan mekanisme politik, meminta hak haknya selaku lembaga legeslatif termasuk hak untuk bertanya untuk mendalami kemungkinan adanya dugaan melanggar sumpah jabatan.
  2. Meminta Kapolri untuk bertindak cepat, tepat dan terukur, jujur, independent untuk tetap melakukan upaya hukum kepada semua pelaku tindak kejahatan terlebih yang menyangkut hajat hidup orang banyak termasuk proses hukum terhadap Ahok atas dugaan pelecehan terhadap Kitab Suci Al Qur’an
  3. Meminta kepada Anggota DPRD Provinsi DKI untuk memanggil Ahok untuk mempertanggungjawabkan pernyataanya yang sudah melukai perasaan umat Islam di Indonesia
  4. Kepada Presiden Jokowi untuk turun tangan dan tidak membiarkan kejahatan Penista Agama semakin berlarut larut dan berkepanjangan
  5. Kepada DPR RI dan Komnas HAM untuk tetap menjalankan fungsinya untuk tetap mengevaluasi, kritis dan kontrol terhadap pemerintah
  6. Bahwa Aksi Damai kami tidak akan pernah berhenti, sampai terciptanya rasa keadilan dan kepastian hukum di masyarakat

Karanganyar, 4 November 2016

ALIANSI UMMAT ISLAM KARANGANYAR

Ketua

FADHLUN ALI

Sekretaris

MUHAMMAD AFAD AL HUSNA

 

Reporter: Abu Fairuz

Ustadz Achwan: Penghinaan terhadap Al Qur’an oleh Pejabat Negara Bukti Pemerintah Benci terhadap Umat Islam

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Amir Jamaah Ansharusy Syariah (JAS) menilai pelecehan terhadap Al Qur’an yang dilakukan pejabat pemerintah dalam hal ini Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok adalah sebagai simbol bahwa pemerintah pada masa ini sudah sedemikian bencinya terhadap umat Islam.

“Saya menganggap perkara ini sangat serius, kalau penistaan agama pada jaman Soeharto dilakukan oleh individu, tetapi hari ini pelecehan Al Qur’an dilakukan oleh pejabat pemerintah, ini sebagai simbol bahwa pemerintah sudah sedemikian rupa menghina umat Islam, apalagi sampai nanti Jokowi membela sudah tidak diragukan lagi,” ungkapnya dalam acara Konsolidasi Tokoh Nasional Umat Islam, selasa (01/11/2016) di Hotel Sofyan Jakarta Pusat.

Ustadz Muhammad Achwan menghimbau kepada umat Islam agar perjuangan menuntut Ahok segera diadili jangan sampai berhenti setelah aksi tanggal 4 November saja, perjuangan ini harus berkelanjutan.

“Saya sudah menginstruksikan anak buah kami diberbagai wilayah untuk mendukung MUI Pusat, mendatangi Polres, kalau di Malang Walikota. Oleh karena itu perjuangan ini jangan sampai berhenti, kalau di Jakarta berhenti sampai tanggal 4 daerah-daerah lain tidak boleh berhenti” punkasnya.

Dengan mengusung tema “menghadapi Ancaman Pemurtadan Oleh Asing Dan Aseng” Konsolidasi Tokoh Ulama Nasional yang diselenggarakan Komisi Nasional Anti Pemurtadan ini dihadiri para Ulama dari berbagai daerah diantaranya, ustadz Farid Ahmad Okhbah, ustadz Muhammad Al Khathat, ustadz Haris Amir Falah, ustadz Alfian Tanjung, KH Ahmad Rofi’I, ustdz Hamzah Baya, ustadz Zain Annajah, ustadz Muzayin, ustadz Zaitun Rasmin dan lain-lain.

Forjim Dukung Sikap Tegas MUI Atas Penghinaan Alquran oleh Ahok

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Sejumlah jurnalis yang tergabung dalam Forum Jurnalis Muslim (Forjim) menemui Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis. Kedatangan para jurnalis itu untuk menyampaikan dukungan mereka terhadap pendapat dan sikap keagamaaan MUI yang menyatakan bahwa Gubernur DKI Jakarta Ahok telah menghina Alquran dan ulama.

“Kami para jurnalis Muslim dari berbagai media mendukung penuh sikap keagamaan yang telah dikeluarkan oleh MUI pada 11 Oktober lalu terkait penghinaan Ahok terhadap Alquran dan ulama,” ungkap perwakilan Forjim Ibnu Syafaat dalam pertemuan di Kantor MUI Pusat, Jl Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabo sore (26/10/2016).

Bukan hanya mendukung, lanjut Syafaat, Forjim juga bertekad terus mengawal sikap dan penyataan keagamaan MUI yang dinilai sangat tegas dan jelas itu.

Seperti diketahui, pada 11 Oktober lalu MUI Pusat menyimpulkan bahwa Ahok telah melakukan penghinaan terhadap Alquran sekaligus menghina ulama yang memiliki konsekuensi hukum. Pendapat MUI tersebut merupakan respon dari pernyataan Ahok tentang Surat Al Maidah ayat 51 di Kepulauan Seribu, Selasa 27 September 2016. Selanjutnya MUI menyerahkan penanganannya kepada aparat penegak hukum.

“Terima kasih atas dukungan media terhadap MUI,” kata Kyai Cholil Nafis merespon dukungan yang disampaikan para jurnalis Muslim.

Terkait adanya desakan segelintir orang agar MUI mencabut pernyataannya itu, Kyai Cholil menegaskan, MUI tidak akan memenuhinya. “Jangankan mencabut, bergeserpun tidak. Sampai matipun tidak akan dicabut sikap keagamaan itu,” tegasnya.

Mantan Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masa’il PBNU ini menjelaskan, pernyataan MUI itu juga tidak ada kaitannya dengan jabatan gubernur atau Pilkada. MUI, kata dia, hanya merespon orang yang membicarakan ayat Alquran padahal dia non-Muslim. Kyai Cholil pun tegas menolak tuduhan bahwa MUI telah melakukan politisasi dan menciptakan kegaduhan.

“MUI ini justru meredakan kegaduhan. Karena sebelum ada pernyataan masyarakat sudah gaduh,” ungkapnya.

Terkait aksi unjuk rasa yang dilakukan umat Islam pada 14 Oktober lalu dan akan diulang pada 4 November mendatang, Kyai Cholil menegaskan MUI tidak pada kapasitas mendukung dan menggerakkan demo tersebut. MUI hanya berpesan supaya aksi-aksi tersebut dilakukan secara tertib dan tidak anarkis. “MUI tidak melarang, juga tidak menyuruh. Itu masing-masing hak umat Islam,” tandasnya.

Kepada Pemerintah, dalam hal ini aparat penegak hukum, doktor lulusan Universitas Malaya, Malaysia ini meminta supaya mereka juga menegakkan hukum dengan memeriksa Ahok. Ini dilakukan supaya para penegak hukum juga tidak menjadi pelanggar hukum. “Bolanya sekarang ada di pemerintah,” sambungnya.

Pada bagian lain, pengajar Pascasarjana Universitas Indonesia ini mengapresiasi berhimpunnya para jurnalis muslim ke wadah Forjim. Menurutnya, tidak hanya pada shalat, jurnalis pun perlu untuk berjamaah.

“Berjamaah itu keperluan kita, ada imam dan makmum. Kalau imam salah bisa diingatkan, kalau jamaah yang salah bisa ditutupi kekurangannya oleh Imam,” katanya memberi tamsil. []

FPKS DKI: Kita Bersama Umat Dukung Proses Hukum Terhadap Ahok

JAKARTA (Jurnalislam.com)- Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) Abdurrahman Suhaimi menegaskan dalam permasalahan penistaan terhadap Al Qur’an yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, pihaknya berada bersama umat Islam dan mendukung penegakan hukum untuk segera dilakukan.

Pernyataan itu disampaikan Suhaimi ketika menerima kujungan dari sejumlah kelompok Islam diantaranya Badan Koordinasi Penanggulangan Penodaan Penodaan Agama (Bakorpa), Jamaah Ansharusy Syariah (JAS), Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) dan Korps Mubaligh Jakarta, selasa (25/10/2016) di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat.

“Kita bersama umat, apalagi babnya penistaan Qur’an, kita bersama umat, kita menghormati Qur’an landasan kita adalah Al Quran ini tidak main-main,” tegasnya

“Alquran sudah dinodai, ulama dihina, rujukan kita apa lagi. Selain al Qur’an dan Sunnah, ulama rujukan juga, kalau ulama kita direndahkan bagaimana inilah,” ujarnya.

Suhaimi juga meminta kepada aparat penegak hukum untuk tidak setengah-setengah dalam menjalankan hukum, jangan sampai hukum itu tajam kebawah tumpul keatas dan jangan sampai ada kesan tebang pilih.

“Jangan sampai juga masyarakat kita yang santun, tenang, suka berdialog, suka bersilaturahim itu sampai kemudian memuncak sampai berbuat anarkis misalnya, tapi bukan karena sifatnya tetapi akibat salurannya tertutup, kita tidak ingin itu,” Tukasnya.

Dalam pertemuan tersebut Suhaimi berjanji akan mendorong pimpinan DPRD DKI Jakarta untuk segera merespon permintaan masyarakat dan akan mengupayakan menggunakan hak angket, hak interpelasi dan hak menyatakan pendapat dengan melibatkan partai-partai lain.