Ansharu Syariah dan MSAI Apresiasi MUI Banyuwangi Soal Larangan Pawai Ogoh Ogoh di Maulid Nabi

BANYUWANGI (jurnalislam.com)- Jamaah Ansharu Syariah Banyuwangi dan sejumlah elemen masyarakat yang terhimpun dalam Majelis Silaturahmi Aktifis Islam Banyuwangi (MSAI) sowan ke Kantor MUI Banyuwangi, pada Rabu (4/10/2023).

Kedatangan Rombongan ini disambut hangat oleh para petinggi MUI Kabupaten Banyuwangi.

“Pertemuan ini ibarat bersuanya antara anak dengan orang tua. Anak wajib mengunjungi orang tuanya,” ungkap Mohammad Ihsan, Amir Jamaah Ansharu Syariah Banyuwangi.

Pria yang akrab dipanggil Gus Ihsan ini, menyebutkan wajar bila sudah saling akrab.

“Bahkan saking akrabnya wajarlah bila anak wadul (mengadu-red) kepada orang tuanya,” Imbuhnya.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas fenomena pawai ogoh-ogoh dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad.

“Kami mengapresiasi atas adanya Larangan dari MUI Banyuwangi terkait pawai ogoh-ogoh dalam peringatan Maulid Nabi,” ungkapnya.

Gus Ihsan melanjutkan, bahwa hal tersebut adalah kebijakan yang baik demi menjaga aqidah umat dari akulturasi agama lain dan menjaga kondusifitas kehidupan bermasyarakat.

“Apalagi ini dilakukan oleh lembaga yang memiliki legalitas yang diakui negara,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui bahwa MUI Kabupaten Banyuwangi telah mengeluarkan Surat Tausiah No 04/DP-MUI/Kab/08/2023 tanggal 15 September 2023.

Dalam Surat yang ditandatangani tersebut disampaikan kepada masyarakat Banyuwangi terkait larangan adanya ogoh-ogoh pada perayaan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa Sallam.

MUI Banyuwangi menganggap Ogoh-ogoh bukan budaya masyarakat Islam, dan merupakan tindakan yang haram karena dianggap menyerupai ritual keagamaan umat Hindu.

SILATNAS Wahdah Islamiyah, Ustadz Zaitun Rasmin: Ajang Penguatan Ukhuwah dan Peningkatan Kualitas Kader

MAKASSAR (jurnalislam.com)- Dewan Pengurus Pusat Wahdah Islamiyah sukses menggelar Silaturahmi Nasional (SILATNAS ke-2) yang dihadiri oleh puluhan ribu kader Wahdah Islamiyah di berbagai wilayah di Indonesia, dari sabang hingga merauke.

Silatnas tahun ini mengangkat tema “Dengan Ukhuwah dan Tarbiyah Kuatkan Dedikasi Kader Wahdah Islamiyah” yang diselenggarakan secara online melalui zoom meeting, Ahad (1/10/2023).

Pemimpin Umum Wahdah Islamiyah Dr. KH. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., MA memaparkan alasan tentang pentingnya Silatnas ini karena tugas islahul ummah yang tidak ringan, dan hal ini merupakan cita-cita besar dari lembaga kita.

“Cita-cita besar kita sebagai lembaga adalah bagaimana mewujudkan khairu ummah (umat yang terbaik), apalagi jumlah kaum muslimin di dunia yang begitu besar, maka seharunya hal ini dapat kembali diwujudkan sebagaimana dahulu para generasi terbaik mampu mewujudkannya,” tuturnya.

Ustaz Zaitun juga menegaskan bahwa khairu ummah dapat terwujud jikalau kita memiliki kader-kader yang berkualitas melalui pembinaan yang maksimal, sehingga perjuangan ini terus dapat dilanjutkan.

“Untuk sampai kepada khairu ummah maka harus dilakukan secara bertahap, yakni melahirkan kualitas diri yang baik, dan berukhuwah yang kuat serta pengorganisasian yang baik. Perjuangan ini hanya bisa diusung oleh kader-kader berkualitas, dan ini dapat terwujud dengan pembinaan yang maksimal melalui halaqah-halaqah tarbiyah dan juga majelis-majelis ilmu,” tegasnya.

“Kepada seluruh kader Wahdah Islamiyah harus menjadi kader-kader berkualitas, bukan hanya pada dirinya tetapi juga terhadap keluarganya,” tambah Ustaz Zaitun.

Wantim MUI Pusat tersebut berpesan agar pemikiran tentang pentingnya jumlah harus ada dibenak para kader Wahdah, karena perjuangan dakwah tidak bisa dipikul sendirian sehingga membutuhkan jamaah untuk memudahkan gerakan islahul ummah.

“Salah satu tanda kader berkualitas adalah berfikir untuk menambah jumlah kader yang mengikuti jalan dakwah ini. Jumlah kader adalah persoalan waktu saja, sebagaimana dalam sejarah dakwah Nabi yang dari jumlah beberapa orang, hingga puluhan, ratusan dan bahkan ribuan. Yang terpenting adalah kita berada dijalan yang benar dan konsisten di atasnya,” terangnya.

Ustaz Zaitun juga menceritakan bahwa berada pada sebuah jamaah sangat penting yang memiliki semangat juang yang tinggi, karena setiap kita yang berada di jamaah adalah sebuah aset, yang dimana setiap amal kebaikan yang dikerjakan dalam jamaah juga akan tercatat bagi diri kita.

“Mudah-mudahan dengan Silatnas ini dapat memberi motivasi yang besar, apalagi dengan kondisi masyarakat hari ini. Dibutuhkan upaya yang sangat besar baik secara kultural dan struktural untuk memperbaiki masyarakat dan bangsa,” tutup Ustaz Zaitun.

Berkaitan dengan tema SILATNAS pentingnya merajuk ukhuwah bagi para kader, hadir Ketua Dewan Syariah Ustaz Muhammad Yusran Anshar, Lc., MA., Ph.D menyampaikan 3 poin penting bagi seorang mukmin dalam merajut ukhuwah.

“Dalam merajut ukhuwah, setiap kita bertanggung jawab untuk terus memperbaiki hubungannya dengan Allah (kualitas persaudaraan kita sangat tergantung dengan kekuatan iman kita kepada Allah). Menunaikan hak-hak saudara kita (mencintai mereka dan merasakan apa yang mereka rasakan), Serta mengindari hal-hal yang bisa merusak hubungan kita dengan saudara kita, dan ini terkait persoalan hati,” paparnya.

Dari Seminar Al-Qur’an Dirangkaikan Tasyakuran Dirosa MWD Bulukumba, Ini Tips Meraih Kemuliaan Dunia Akhirat

BULUKUMBA (jurnalislam.com)- Setiap manusia ingin menjadi pribadi yang mulia, tapi bagaimana tips meraih kemuliaan dunia dan akhirat? Temukan jawabannya di berita ini.

Topik itu menjadi pembahasan pada Seminar Al-Qur’an yang dirangkaikan dengan Tasyakuran Dirosa Angkatan V, Kamis (28/09/2023).

Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja dari Unit Pengembangan Pendidikan Dasar Qur’an (P2DQ) Muslimah Wahdah Daerah (MWD) Bulukumba.

Bertajuk, “Bersama Al-Qur’an Membangun Ummat yang Kuat dan Bermartabat”, acara ini terselenggara di Hotel Agri Bulukumba yang dihadiri oleh 697 peserta.

Ustazah Syahruni Hafid selaku pemateri menyampaikan bahwa sumber kemuliaan adalah Al-Qur’anul Karim. Karenanya, manusia jika ingin menjadi mulia maka senantiasalah berinteraksi dengan Al-Qur’an.

“Bagaimana bisa kita menjadi mulia, sedangkan petunjuk yang merupakan perkataan Allah saja tidak pernah kita sentuh, tidak pernah baca, apalagi dipelajari,” ungkapnya.

Tidak akan merugi orang yang membaca Al-Qur’an, sebab Al-Qur’an adalah nikmat terbesar kata Allah dalam QS. Yunus ayat 57. Al-Qur’an merupakan petunjuk, rahmat, dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.

“Ibu-ibu sekalian, sangat bahaya jikalau kita menjauh dan melupakan Al-Qur’an. Bisa ki dikena yang namanya Ma’isyatan Dhanka atau penghidupan yang sempit. Kita buka di Qur’an Surah Taha ayat 124,” terang ustazah kelahiran Pangkajene tersebut.

Sebelum mengakhiri materi, ustazah lima orang anak itu berbagi tips meraih kemuliaan dunia dan akhirat.

“Yang paling pertama harus kita lakukan untuk meraih kemuliaan adalah dengan belajar ilmu agama. Setelah belajar, insyaa Allah kita beriman dan mampu beramal shaleh. Selanjutnya, perbanyak berinteraksi dengan Al-Qur’an. Luangkan waktu ta bersama Al-Qur’an,” pungkasnya.

Acara ini turut dihadiri oleh Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Bulukumba, Ketua TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Bulukumba, Dinas Kesehatan, dan Kementerian Agama Kabupaten Bulukumba.

Ustazah Nurmi Nurdin, Ketua MWD Bulukumba dalam sambutannya menyampaikan bahwa jika satu perempuan di Bulukumba dibina dengan baik, maka akan mewujudkan dampak baik untuk masyarakat.

“MWD memiliki banyak proses pembinaan, mulai dari anak-anak, remaja, pemuda kampus dan sekolah, ibu-ibu, bahkan untuk usia lanjut agar berdampak baik untuk meningkatkan kualitas muslimah di Bulukumba,” terang Ummu Fauzan, sapaan akrabnya.

Lebih lanjut, Ummu Fauzan menjelaskan tujuan kegiatan ini diusung untuk menjalin silaturahim terhadap sesama muslimah dan juga pemerintah setempat. Acara ini membuktikan bahwa dakwah bisa berkembang di pelosok 10 kecamatan, dan mampu memberantas buta huruf Al-Qur’an, khususnya bagi ibu-ibu dan orang tua.

Prosesi tasyakuran berlangsung dengan khidmat, bahkan mengundang tangis para hadirin tatkala persembahan nasyidkalisasi puisi dari panitia mampu menggetarkan jiwa.

Tak kalah menarik, semangat para peserta kembali membara ketika pembagian hadiah, khususnya pada nominasi Peserta Terbaik dari setiap kecamatan dan nominasi Peserta Tertua Tasyakuran Dirosa Angkatan V.

“Meski hari ini saya hanya pendamping, dalam artian bukan peserta Tasyakuran, tapi melihat suasana, prosesi, dan seluruh rangkaian acara yang dibuat oleh MWD Bulukumba ini, maasyaa Allah luar biasa. Kami ikut bahagia meski hanya sebagai penonton,” tutur Sry Wahyuni, pendamping dari Kecamatan Herlang.

Gelar Aksi di Depan DPRD Jatim, Aliansi Masyarakat Surabaya Desak Pemerintah Batalkan Proyek Eco City Rempang

SURABAYA (jurnalislam.com)- Aliansi Masyarakat Surabaya Peduli Rempang menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Provinsi Jatim, Jl. Indrapura No.1, Krembangan Selatan, Surabaya pada Selasa siang (26/09/2023). Aksi ini dihadiri oleh warga yang peduli terhadap tragedi konflik lahan Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau.

Dalam aksi tersebut, KH. Heru Elyasa membacakan pernyataan sikap Aliansi Masyarakat Surabaya Peduli Rempang tentang Tragedi Konflik Lahan di Pulau Rempang. Mereka mengungkapkan keprihatinan mendalam terkait Proyek Rempang Eco City yang disahkan dengan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2023 pada tanggal 28 Agustus 2023.

“Meminta Presiden dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia untuk mengevaluasi dan menghapus proyek Rempang Eco City sebagai Proyek Strategis Nasional karena telah menimbulkan keresahan dan kerugian bagi masyarakat setempat,” katanya.

“Mengkaji dan mengevaluasi secara kritis keberadaan investasi PT Mega Elok Graha yang merupakan grup Artha Graha milik Tommy Winata dan Xinyi Group dari China yang bermaksud membangun Rempang Eco-City yang menimbulkan penolakan masyarakat luas,” imbuhnya.

Selain itu, Aliansi Masyarakat Surabaya mendesak Kepala Kepolisian Republik Indonesia dan Kepolisian Daerah Kepulauan Riau untuk segera membebaskan sejumlah warga yang sedang ditahan.

“Serta menarik seluruh aparat bersenjata dari lokasi konflik agar tidak menimbulkan ekses ketegangan dan ancaman terhadap warga setempat,” ungkapnya.

“Mendesak pemerintah segera menjamin dan memulihkan hak-hak masyarakat Pulau Rempang untuk hidup dan tinggal di tanah yang selama ini mereka tempati serta mengedepankan dialog dengan cara-cara damai, mengutamakan keadilan, dan menimbang kelestarian lingkungan,” pungkasnya.

Kontributor: Suroji

Dapat Salam Dari Presiden Erdogan, Muhammadiyah Singgung Unifikasi Kalender Global

JAKARTA (jurnalislam.com) – Melalui Duta Besar Turkiye untuk Republik Indonesia, Talip Küçükcan, Presiden Turkiye, Recep Tayyip Erdogan menyampaikan salam bagi Persyarikatan Muhammadiyah.

“Ada amanat dari Bapak Presiden (Erdogan) semoga di masa depan ada kerja sama dan program berkelanjutan antara Turkiye dengan Muhammadiyah,” ungkap Talip dalam silaturahim di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (26/9).

Menyambut Talip, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir turut menyampaikan salam balik kepada Presiden Erdogan.

Muhammadiyah, kata Haedar siap bekerja sama dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan berbagai usaha memajukan umat dan peradaban Islam modern di tingkat global.

Apalagi, Turkiye menurutnya adalah role model ideal pertemuan antara Islam dan modernitas yang bahkan bisa bersaing dengan negara-negara maju di Eropa.

“Kami Muhammadiyah sudah banyak komunikasi dan kolaborasi dengan Turkiye sejak lama dan ini menegaskan bahwa hubungan Turkiye dengan Muhammadiyah harus kita tingkatkan,” ujarnya.

Pada pertemuan ini, turut hadir Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Syafiq A Mughni, dan Anwar Abbas.

Selain membahas peluang peningkatan kerja sama di bidang pendidikan dan kesehatan, Haedar juga menyampaikan bahwa umat Islam masih memiliki hutang peradaban, yaitu soal kalender Islam global.

“Kita punya hutang peradaban karena sampai saat ini belum punya kalender global. Karena itu peran Turkiye sangat penting untuk menuju ke situ,” kata Haedar menyinggung Hasil Kongres Internasional Kesatuan Kalender 2016 di Istanbul.

Besarnya potensi kekuatan kaum muslimin di Indonesia dan Turkiye, juga diharapkan Haedar menjadi modal untuk menyatukan kembali persatuan di antara dunia Islam.

“Turkiye dan Indonesia perlu mengambil peran menyatukan dunia Islam yang sempat terpecah oleh peristiwa Arab Spring,” pesannya. Terakhir, Haedar menyampaikan apresiasi atas peran Turkiye dalam melawan fenomena Islamopobhia di dunia global secara elegan.

Ditemani Third Secretariat, Muhammad Kilinc, Dubes Talip Küçükcan menyampaikan undangan bagi Muhammadiyah untuk hadir pada konferensi pendidikan internasional di Turkiye, bulan depan. Pemerintah Turkiye, kata dia juga merekognisi peran meluas Muhammadiyah di bidang sosial, keumatan, dan kemanusiaan semesta.

Gelar Cooking Festival, Ponpes Al Mukmin Ngruki Ajarkan Santri Putra Jago Memasak

NGRUKI (jurnalislam.com)- Tidak hanya pandai ilmu agama saja, santri putra Al Mukmin Ngruki ternyata juga dituntut jago memasak. Buktinya Imaarotusy Syuunith Tholabah (IST) melalui bagian K3 menggelar lomba memasak antar kamar atau Cooking Festival pada Jum’at, (22/9/2023).

Pesertanya adalah para santriwan dari semua kamar. Riski Maulana Ahsan selaku ketua panitia menjelaskan, bahwa panitia memberikan kesempatan peserta waktu 90 menit untuk memasak.

“Setiap kamar diambil dua orang santri. Kemudian diberi waktu 90 menit untuk menyelesaikan masakannya,” katanya.

Lomba memasak bagi santriwan ini menjadi program tahunan, mengingat kali ini adalah kali keenam diselenggarakan. Tahun ini selaku juri adalah ustaz Sopyan selaku Kabag Logistik dan Mas Zaini Azhari Zulfan alumni sekolah tataboga.

Antusiasme dari para peserta dalam mengikuti lomba ini begitu terlihat dari penampilan mereka. Terlihat ada yang  menggunakan kostum ala-ala chef internasional.

Sambutan baik pun disampaikan oleh beberapa pihak salah satunya Ustaz Sopyan W. yang menjadi juri dalam lomba tersebut.

“Acaranya bagus sekali. Semoga kedepan ada kelas ekstra tata boga bagi santriwan,” ungkapnya.

Sementara dalam sambutanya, Kepala Kepengasuhan Dr.Zahrodin menyampaikan, bahwa Islam sangat memperhatikan makanan, terutama tentang kehalalan dan ketoyyibannya.

Beragam menu olahan daging baik ayam atau sapi diolah dan disajikan oleh para peserta, mulai dari nila krispi, opor ayam spesial,gurame garlic, nila asam manis, chicken hot pak Eko,sate sapi joss, dan lain-lainnya. Ada tiga aspek penilaian dalam lomba ini yakni Cita rasa, tampilan atau plating, dan kebersihan.

Bersama Masjid Baiturrahman, Healthy Care Dirikan Klinik Kesehatan Gratis

SUKOHARJO (jurnalislam.com)- Healthy Care bekerjasama dengan takmir Masjid Baiturrahman Cemani, Grogol mendirikan Unit Kesehatan Masjid (UKM). Peresmian pembukaan UKM tersebut dilakukan pada hari Senin (4/9/2023).

Untuk sementara waktu UKM dibuka pada hari Senin sore, seluruh masyarakat dipersilahkan untuk berkonsultasi atau melakukan pemeriksaan secara gratis di UKM yang terletak di sisi selatan Masjid Baiturrahman.

“Program ini diperuntukan bagi seluruh lapisan masyarakat tidak hanya umat Islam saja, bahkan yang non Muslim silahkan untuk hadir,”ujar ,Ketua Healthy Care, dr. Arif Zuhal Amin Hananto, Sp. An, Senin (4/9/2023).

Tidak hanya pemeriksaan gratis kedepannya UKM ini juga akan memberikan layanan khitan gratis dan bekam atau thibun nabawi.

Healthy Care merupakan gerakan sosial yang berada di bawah naungan Yayasan Bina Sehat Ukhuwah awal mula berdiri saat pandemi covid beberapa tahun yang lalu.

Prihatin dengan wabah covid yang banyak menelan korban jiwa maka beberapa aktivis dan juga dokter sepakat untuk mendirikan sebuah gerakan sosial yang mampu membantu masyarakat yang terdampak covid.

Selain itu Healthy Care juga telah berkiprah di beberapa daerah bencana seperti Lumajang atapun gempa Cirebon.

“Karena ingin agar terus berkontribusi bagi masyarakat maka kami menggandeng takmir Masjid Baiturrahman untuk mendirikan Unit Kegiatan Masjid,”tambahnya.

Soal Pencabutan Ijin Kongres di AHD Boyolali, Ini Tanggapan Majelis Mujahidin

BOYOLALI (jurnalislam.com) – Panitia Kongres Majelis Mujahidin V1, memberikan tanggapan paska dicabutnya rekomendasi Asrama Haji Donohudan (AHD) Boyolali oleh Kemenag RI yang rencananya akan digelar pada Sabtu-Ahad, (18-19/8/2023).

Dalam keterangan yang ditandangani oleh ketua panitia Joko Nugrahanto dan sekertaris Bony Azwar tersebut, Joko menegaskan bahwa sebelumnya pihaknya telah memenuhi syarat perijinan untuk mengadakan Kongres di AHD.

“Segala syarat dan perijinan telah dipenuhi. Pada 9 Juni 2023, panitia Kongres mengajukan permohonan izin penyelenggaraan Kongres kepada Polda Jateng, Polres Boyolali, Kemenag RI; Alhamdulillah direspons positif. Semua pihak instansi terkait penyelenggaraan Kongres Mujahidin VI memberikan rekomendasi/izin dan tidak keberatan diselenggarakannya Kongres Mujahidin ke-VI ini,” katanya.

Namun pada Senin (14/8/2023), Kemenag RI Dirjen Bimas Islam mengirim surat via WA ke panitia Kongres. Surat yang ditandatangani Dirjen penerangan agama Islam Ahmad Zayadi itu, berisi pencabutan rekomendasi Kongres Mujahidin VI di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jateng tersebut, setelah adanya penolakan dari pihak mengatasnamakan diri IPNU, IPPNU, Banser dan GP Ansor Boyolali. Pencabutan rekomendasi kemudian diikuti pula oleh Polres Boyolali.

“Adanya penolakan dari GP Ansor Boyolali melalui pernyataan sikap Nomor 036/PC-X-13/SR-1/VIII/2023, dan Aliansi Nasionalis Boyolali, dengan alasan yang tidak logis dan emosional, menunjukkan bahwa mereka yang selama ini merasa paling NKRI dan Pancasilais sejati, sadar ataupun tidak, telah memosisikan diri sebagai pemecah belah persatuan umat. Padahal alasan yang dijadikan dasar adalah ilusi dan asumsi saja,” ungkapnya.

Joko menjelaskan bahwa Majelis Mujahidin siap untuk berdialog secara terbuka dengan pihak pihak yang menolak dengan kegiatan Kongres tersebut.

“Apabila stigma usang, anti Pancasila dan anti NKRI, dilabelkan kepada Majelis Mujahidin oleh pihak manapun yang berbeda pendapat dengan kami, maka Majelis Mujahidin siap melakukan tabayun, bahkan debat terbuka secara ilmiah dan konstitusional tentang Pancasila, sebagai pertanggungjawaban dan pembuktian siapa Pancasilais sejati dan siapa Pancasilais munafiq yang memperalat Pancasila untuk kepentingan golongannya dengan mencederai pihak lain sesama anak bangsa,” teranganya.

Joko juga menegaskan bahwa siap membawa permasalahan ini ke ranah hukum, apabila pihak pihak terkait tidak pemberian solusi atas pencabutan rekomendasi penyelenggaraan kongres.

“Jika pihak Kemenag RI dan Kapolres Boyolali tidak memenuhi hak-hak konstitusional Majelis Mujahidin untuk menyelenggarakan kongres, yang sudah direkomendasikan sebelumnya, sehingga merugikan Majelis Mujahidin secara moril dan materiil, dengan menghalangi penggunaan aset publik untuk kepentingan masyarakat, maka Majelis Mujahidin akan melakukan langkah-langkah hukum baik perdata maupun pidana,” pungkasnya.

KH Farid Ma’ruf Jadi Inspektur Upacara di Usia 83 Tahun, Mayjen TNI Setiadi: Harusnya Masuk Rekor MURI

SUKOHARJO (jurnalislam.com)- Dalam Rangka Memperingati HUT RI ke-78, Ponpes Al Mukmin Ngruki Sukoharjo menggelar upacara pengibaran sang bendera merah putih pada Kamis, (17/8/2023).

Upacara tersebut juga diikuti Ustaz Abu Bakar Ba’asyir yang didampingi putranya Ustaz Abdul Rochim Ba’asyir, Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Mayjen TNI Nisan Setiadi dan sejumlah perwakilan TNI dan Polri.

Ketua Yayasan Pendidikan Islam Al Mukmin KH Farid Ma’ruf menjadi inspektur upacara, meski sudah berusia 83 tahun, KH Fariq masih lantang untuk memberikan pesan kemerdekaan untuk para peserta upacara.

“Toleransi bukan sekedar kata, tetapi tindakan nyata yang menghantarkan kita kepada persatuan, ini adalah fondasi keberhasilan kita,” kata KH Farid.

“Di pendidikan kami mengisi kemerdekaan dengan mencerdaskan anak-anak sebagai pemimpin masa depan yang amanah yang menghargai orang lain,” imbuhnya.

KH Farid juga mengajak semua pihak untuk menjaga persatuan demi kemajuan bangsa Indonesia.

“Tidak ada kemerdekaan tanpa persatuan. Indonesia yang sangat kaya dan beragam ini dikuatkan dengan persatuan,” ungkapnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT Mayjen TNI Nisan Setiadi mengapresiasi pelaksanaan kegiatan upacara yang tanpa ada kesalahan dari para santri yang menjadi paskibraka dan semangat KH Farid Ma’ruf yang menjadi inspektur upacara.

“Saya kagum dengan semangat para santri dan terutama inspektur upacara, yang walaupun dengan umur yang sudah lanjut, masih kuat dan tidak ada satu pun kesalahan dalam memimpin pelaksanaan upacara ini,” katanya.

“Ini harusnya masuk rekor muri Inspektur upacara tertua sepanjang sejarah Indonesia,” pungkas Mayjen Setiadi.

KH Mochammad Achwan Ajak Umat Merawat Kemerdekaan RI

MALANG (ansharusyariah.com)- Amir Jamaah Ansharu Syariah, KH. Mochammad Achwan menjadi narasumber pada acara dialog kebangsaan yang diselenggarakan oleh Muslim Malang Bergerak (MIMBAR) di Malang Strudel, Jl. Semeru No.47, Kauman, Kec. Klojen, Kota Malang, pada Rabu siang (16/08/2023).

Dalam pemaparan materinya, KH. Mochammad Achwan mengatakan, kemerdekaan merupakan sebuah amanah yang harus dijaga. Ini yang harus dilakukan oleh generasi-generasi penerus.

“Indonesia itu zamrud khatulistiwa indah sekali, dan harus kita jaga yang merupakan amanah dari sesepuh kita. Sekarang tinggal kita mendapat warisan ini harus seperti apa kita berbuat?,” terang KH. Achwan dalam pemaparannya.

Ia juga menyayangkan kondisi umat islam saat ini menjadi bulan-bulanan, mudah diadu domba serta peran umat Islam semakin disudutkan.

“Bangsa kita ini termasuk bangsa inkonsisten, kita mengatakan merdeka ini karena rahmat Allah tapi syariat-Nya tidak berlaku. Dan umat islam hari ini tidak bisa berbuat apa-apa,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ustadz Achwan menjelaskan, bahwa salah satu upaya untuk meraih keberkahan untuk bangsa adalah, harus ada perubahan dari maksiat menjadi taat kepada Allah, dari berpecah belah kepada persatuan.

“Dan kita terbuka seluruh komponen bangsa ini betul-betul merawat warisan leluhur kita dengan taqarrub ilallah memberlakukan syariat Allah dengan semaksimal mungkin,” pungkasnya.