Rakyat Palestina Berterima Kasih Atas Bantuan Dari Masyarakat Aceh

GAZA (jurnalislam.com)- Bantuan dari Masyarakat Aceh tahap awal telah disalurkan kepada rakyat Palestina di Jalur Gaza pada Selasa, (31/10/ 2023).

“Alhamdulillah sekali, pada hari ini Tim ASAR Humanity yang berada di Gaza telah menyalurkan 100 paket makanan, obat-obatan dan kebutuhan anak juga ibu-ibu di Kamp Pengungsian Gaza Barat di Jalur Gaza,” ungkap Munandar, selaku Kepala Cabang ASAR Humanity Aceh.

Bantuan yang terkumpul merupakan hasil donasi dari Masyarakat Aceh yang tergabung dalam Gerakan “Aceh Untuk Palestina”.

“Begitu serangan Israel yang membabi buta menyerang Palestina, kami dari ASAR Humanity Aceh berupaya menghimpun bantuan secepatnya dan menamakan gerakan kebaikan ini dengan Aceh Untuk Palestina, dimana kita berharap ini bisa menjadi wasilah terbaik kita untuk Rakyat Palestina,” tambah Munandar.

Selanjutnya, dalam wawnacara singkatnya, Munandar menyampaikan rasa terima kasih Rakyat Palestina kepada Rakyat Aceh.

“Bahagia sekali ketika relawan di sana secara sigap menyampaikan bantuan dari Masyarakat Aceh ini, dan disela-sela itu beberapa warga Palestina mengucapkan terima kasih dan mendoakan para donatur yang membantu kesulitan mereka saat ini,” ujar Munandar.

Sebagai penutup, Munandar kembali mengajak Rakyat Aceh Untuk terus mengirimkan bantuan untuk Palestina.

“Setiap hari kami menerima laporan terbaru terkait Palestina, dan rasanya begitu memilukan kondisi saudara kita disana. Saat ini kami dari ASAR Humanity Cabang Aceh yang beralamat di Jl. Angsa No.18B, Dusun Mesjid, Desa Lueng Bata, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh, mengajak masyarakat Aceh untuk terus membantu Palestina. Bisa langsung ke kantor atau transfer donasi melalui rekening BSI #721 365 1905 dan jangan lupa untuk mengkonfirmasi ke 0821-2222-4204. Untuk informasi terkini mengenai Gaza, bisa di akses di Instagram kami @asarhumanity_aceh,” tutup Munandar

Doa, Dzikir dan Sholawat Menggema di Aksi Midnight For Palestine

SOLO (jurnalislam.com)- Dewan Syariah Kota Surakarta kembali mengadakan acara solidaritas Palestina, kali ini acara tersebut dikemas dalam bentuk Midnight For Palestine. Acara tersebut diselenggarakan di Masjid Kotabarat, Laweyan, Ahad (29/10) dini hari.

Sebelumnya acara tersebut bakal digelar di pintu masuk Stadion Manahan, namun karena terkedala ijin maka dipindah di Masjid Kotabarat.

“Acara hari ini kita adakan malam, karena perangnya orang zionis Israel juga tidak hanya siang tapi juga malam hari. Maka hari ini kita juga berjuang untuk membela saudara di Palestina dengan doa, jangan remehkan dengan doa,”ujar Koordinator DRT DSKS, Ustadz Syhabuddin Abdul Muiz.

Dalam tausiahnya pimpinan Ponpes Isykarima tersebut meminta agar seluruh umat Islam memberikan doanya kepada saudara di Palestina.

“Saat ini kita mendoakan bangsa Indonesia dan Palestina. Kita akan terus berdoa setiap malam agar Palestina bisa memenangkan dan merdeka,”ungkapnya.

Dengan doa Sholawat Asyghil semoga saudara di Palestina tetap teguh kuat dan orang-orang yang memusuhi biar saling membunuh stres dan kaget.

Lanjut Ustadz Shyhab, maka wasilah membaca Al quran dan sholawat dulu juga dibaca para ulama dan santri di Indonesia saat melawan penjajahan. Para Ulama terus berdoa membaca shlawat asyghil dan para penjajah Belanda, Amereika dan Jepang saling serang dan hancur.

Bahkan doa itu menempati yang pertama dalam ibadah jihad fi sabilillah, karena inti semua amal adalah dzikir. Kegiatan Midnight For Palestine selain mendengarkan tausiah juga diisi dengan pembacaan al quran, dzikir, munajat dan tahajud.

Meski diselenggarakan dini hari antusias masyarakat dalam mengikuti cukup besar, hal ini juga dibuktikan dengan melubernya peserta hingga ke trotoar depan Masjid Kotabarat.

DSKS terus berkomitmen untuk memberikan dukungan kepada bangsa Palestina lewat aksi-aksi simpatik. Kedepan akan diadakaan acara dalam bentuk lain seperti konser Nasyid, acara di CFD ataupun membuat lukisan mural.

Ustadz Zaitun Rasmin Berharap Indonesia Pimpin Negara-Negara di Dunia dalam Memperjuangkan Palestina

JAKARTA (jurnalislam.com)– Ustaz Dr. KH. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., MA selaku Steering Commitee Aksi Damai Sumpah Pemuda Indonesia lawan Pembantaian di Palestina menegaskan bahwa yang kita lakukan hari ini adalah bentuk perlawanan terhadap kebiadaban Israel kepada Palestina.

“Kita berterima kasih kepada Allah, dan seluruh kita yang terlibat hari ini, sejenak eleman bangsa dari masyarakat hingga pihak keamanan. Kebiadaban dan kebrutalan Israel dan sekutu-sekutunya bisa kita lawan dari sini dengan perang narasi,” kata Ustaz Zaitun di hadapan satu juta lebih peserta aksi di depan Kedubes AS, Jakarta Pusat, Sabtu (28/10/2023).

Ustaz Zaitun Rasmin menyampaikan terima kasih kepada Gaza, kepada Palestina, dan para pejuang yang telah menjaga izzah Islam. Tidak takut kepada apapun yang dimiliki Zionis tak beradab.

“Jumlah yang hadir sekarang belum bisa kita hitung. Dari perhitungan kasar, insya Allah hadir 1 juta! Kita juga sampaikan hormat kepada Presiden dan Menlu RI yang dengan tegas tetap membela Palestina. Kita berharap Indonesia menjadi pemimpin negara Islam dan bangsa-bangsa di dunia untuk terus memperjuangkan Palestina,” pungkasnya.

Dalam Aksi Bela Palestina tersebut, turut hadir Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, Ia mengatakan bahwa perjuangan para pejuang Palestina untuk mengabarkan kepada dunia bahwa Palestina masih ada. Bahwa Palestina harus dibebaskan. Seperti yang terjadi di Indonesia pada 1949, yakni perlawanan rakyat Indonesia kepada Belanda untuk mengabarkan pada dunia bahwa Indonesia masih ada.

“Penjajahan Israel terhadap Palestina mengabarkan kepada dunia bahwa mereka selalu melanggar hukum internasional. Sesungguhnya yang kita lakukan hari ini adalah melanjutkan yang telah dilakukan bapak-bapak bangsa kita. Mereka melakukan diplomasi dan penggalangan internasional. Ini juga yang harus kita lakukan sampai Palestina merdeka,” ujar Hidayat.

Ketua Koalisi Indonesia Bela Baitulmaqdis (KIBBM), Ustaz Bachtiar Nasir mengatakan, fokus aksi massa hari ini adalah untuk mendesak penghentian genosida di Palestina.

“Tuntutan yang paling utama adalah penghentian genosida kemanusiaan yang terjadi di Palestina. Begitu juga tuntutan khusus bahwa dunia internasional segera bergerak,” kata Ustaz Bachtiar Nasir.

Organisasi Kepemudaan diantaranya KAMMI, HMI, LIDMI, Prima DMI, Pemuda Al Irsyad, Pemuda Persis, Pemuda Wahdah dan Pemuda Hidayatullah, menyatakan tiga ikar Pemuda Indonesia atas Palestina yang dibacakan oleh Ahmad Afandi selaku ketua umum HMI.

“Ikrar Pemuda Indonesia, satu, Kami pemuda Indonesia menjunjung kemerdekaan Palestina, dua, Kami pemuda Indonesia memperjuangkan kedaulatan Palestina, tiga, Kami pemuda Indonesia menuntut keadilan bagi Palestina, empat, Kami pemuda Indonesia memuliakan kemanusiaan bangsa Palestina, takbir, takbir, merdeka,” tuturnya dengan suara lantang.

Lawan Pembantaian di Palestina, 1 Juta Massa Bela Palestina Padati Gedung Kedubes AS Jakarta

JAKARTA (jurnalislam.com)- Sekitar 1 juta lebih umat Islam Indonesia mengepung kedutaan besar Amerika Serikat di jalan Merdeka Jakarta Pusat sebagai bentuk protes terhadap Amerika atas bantuanya terhadap Israel dalam membantai rakyat Palestina, Sabtu (28/10/2023)

Aksi Damai Sumpah Pemuda Indonesia ini dilakukan oleh KIBBM bersama para tokoh dan masyarakat, sebagai bentuk dukungan kepada Palestina dan pelawanan terhadap Israel atas pembantaian yang dilakukan kepada penduduk di Gaza.

Hingga hari ini tercatat sekitar 7000 ribu lebih korban jiwa di Gaza yang mayoritas adalah anak-anak dan perempuan.

Sekjen MUI Pusat Buya Amirsyah dalam orasinya di hadapan seluruh peserta aksi menyampaikan bahwa Palestina adalah sama seperti tubuh kita.

“Ditubuh kita ini mengalir darah saudara-saudara kita di Palestina, karena itu kita tidak rela melihat saudara-saudara kita dizhalimi, dibantai dan ditindas oleh Israel,” ujarnya.

Ketua Koalisi Indonesia Bela Baitulmaqdis (KIBBM) KH. Bachtiar Natsir mengungkapkan data peserta aksi kita hari ini sekitar 1 juta orang lebih. UBN sapaan akrabnya menyerukan kepada para pemuda dan peserta aksi untuk terus menyuarakan pembelaan terhadap Palestina lewat media.

“Betapa banyak orang yang mati hari ini, jangan sampai kita juga menjadi pembunuh. Ketika melihat anak-anak Gaza sedang kelaparan, karena tidak membantu mereka disaat orang tua mereka telah mati. Wahai anak muda, jangan sampai kita berhenti berjuang. Walau mereka terus membungkam dan membatasi suara kita di media. Jadikan terus media kita sebagai senjata bagi kita semua,” terang UBN.

Selaku Stering Commite Aksi Bela Palestina, Kyai Zaitun Rasmin menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak baik dari keamanan TNI/PORLI serta seluruh peserta aksi yang telah tergerak untuk datang menyuarakan kemerdekaan dan lawan pembantaian di Palestina.

“Kita berterima kasih kepada Allah, dan seluruh kita yang terlibat hari ini, sejenak eleman bangsa dari masyarakat hingga pihak keamanan. Bahwa kebiadaban, penistaan Israel dan sekutu-sekutunya di Palestina, sesungguhnya bisa kita lawan disini, dengan perang opini dan dukungan kita. Tentu saja kita berterima kasih kepada pemerintah Indonesia yang terus konsisten mendukung kemerdekaan Palestina,” tegas Ustaz Zaitun.

Aksi Bela Palestina ini sengaja dilakukan di depan Kedubes AS, untuk menunjukkan kepada Amerika, bahwa rakyat Indonesia terus mendukung kemerdekaan Palestina, dan mendukung para pejuang Palestina dalam memperjaungkan kemerdekaan.

JSIT Jawa Tengah Adakan Olimpiade Sains dan Workshop Guru Pelatih OSN

SUKOHARJO (jurnalislam.com)- Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Wilayah Jawa Tengah menyelenggarakan Olimpiade Sains 2023 dan Workshop Guru Pelatih OSN di Graha Yunita Kartasura, Sabtu (29/10/2023).

Kegiatan diikuti oleh 713 peserta, yang terdiri dari 524 peserta olimpiade dan 182 peserta Workshop Guru Pelatih OSN.

Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Siswa JSIT Jawa Tengah, Hendro Gunawan, S.Pd. dalam laporan panitia menyampaikan selamat datang kepada para peserta olimpiade dan workshop.

“Selamat datang ahlan wa sahlan kepada peserta lomba Olimpiade Sains dan Workshop Guru Pelatih OSN. Kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas antusiasme peserta,” sambut Hendro.

“Selamat berlomba penuh kegembiraan dan ukhuwah. Semoga kegiatan ini bermanfaat. Semakin memantik budaya berliterasi, berkompetisi, dan berprestasi untuk Sekolah-sekolah Islam Terpadu (SIT) di Jawa Tengah,” sambung Hendro.

Dalam sambutannya, Ketua JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah, Zaenal Abidin, S.Pd. menyampaikan bahwa diperlukan sarana untuk berkompetisi secara sehat untuk mengukur kemampuan murid-murid dalam bidang pengetahuan masing-masing.

“Olimpiade Sains yang digelar oleh JSIT Jawa Tengah menjadi ajang silaturahmi sekaligus mengasah kemampuan murid-murid dalam bidang pelajaran/pengetahuan masing-masing. Khususnya dari Sekolah Islam Terpadu (SIT) yang ada di Jawa Tengah,” ucap Zaenal.

Ada dua mata olimpiade untuk jenjang SD yakni Matematika dan IPA. Adapun untuk jenjang ada tiga mata olimpiade, yakni Matematika, IPA, dan IPS.

Sementara untuk jenjang SMA ada sembilan mata olimpiade, yakni Astronomi, Biologi, Ekononi, Fisika, Geografi, Informatika, Kebumian, Kimia, dan Matematika.

Selain itu, para guru dari masing-masing SIT akan mengikuti Workshop Guru Pelatih Olimpiade bertajuk “Pembentukan Tim Olimpiade yang Solid, Produktif, dan Penuh Prestasi”.

“Kita berharap melalui Workshop ini akan menjadi pemantik di masing-masing Sekolah Islam Terpadu (SIT) memiliki Tim Olimpiade yang solid. Sehingga murid-murid SIT akan dapat perpartisipasi dan berprestasi dalam olimpiade maupun yang diselenggarakan oleh JSIT, dinas, maupun lainnya,” harap Zaenal.

Workshop Guru Pelatih OSN menghadirkan narasumber Faizul Munif, S.Si. Kepala SMAIT Al Irsyad Al Islamiyah Purwokerto. Sekolah yang sukses melahirkan murid-murid pemenang olimpiade. Nara sumber lainnya, Faisal Imam Prasetyo, S.Pd., Gr. salah satu Guru SMAIT Nur Hidayah Sukoharjo.

Aksi ASWAJA Surabaya, Ribuan Umat Muslim Mengecam Penjajahan Israel di Palestina

SURABAYA (jurnalislam.com)- Ribuan umat muslim dari berbagai elemen masyarakat dan organisasi yang tergabung dalam ASWAJA (Arek Surabaya Wani Jaga Al Aqsa) menggelar aksi bela Palestina, di Tugu Pahlawan Surabaya tepatnya didepan gedung Gubernur Jawa Timur jl. Pahlawan no. 110 kota Surabaya, pada Sabtu pagi (28/10/2023).

Aksi dimulai pukul 08.00 pagi diawali dengan long march ditengah kota Surabaya. Tampak peserta membawa bendera Palestina, poster, hingga spanduk berisi pembelaan dan dukungan bagi warga Palestina.

“Hari ini kita adalah pembela ummat Nabi Shallallahu alaihi wa Sallam, membela saudara-saudara kita yang hari ini tertindas, mereka yang dijajah oleh teroris Israel, saudara-saudari kita yang hari ini diperlakukan dengan hina oleh Israel,” kata ustadz Hamzah Baya, M.Pd didalam orasinya.

Lebih lanjut ustadz Hamzah Baya mengatakan bahwa ASWAJA bersama-sama menyuarakan kepedulian mereka terhadap kesucian Al Aqsa dan menegaskan bahwa mereka tidak akan diam terhadap penindasan yang sedang terjadi di Palestina.

“Kami menunjukkan kepada dunia bahwa umat Islam adalah umat terkuat, umat Islam mempunyai kejayaan, dan hari ini kami melawan kekejaman Israel di Palestina. Yang bisa kami lakukan hanyalah mendoakan saudara-saudara kami,” tegasnya.

Mereka berharap bahwa upaya ini dapat menjadi pembelaan mereka di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dalam aksi ini tampak panitia juga menggalang donasi yang akan disumbangkan sebagai bukti komitmen mereka untuk melawan kekejaman Israel di Palestina.

“Hari ini kita membela saudara kita di Palestina meskipun dengan keringat, air mata, dan donasi yang sedikit, mungkin inilah yang akan bisa menjadi pembela kita dihadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Inilah yang bisa menjawab bahwa hari ini kita tidak diam, tidak membisu, kita menjadi pembela saudara-saudara kita di Palestina,” pungkasnya.

Reporter: Bahri

Aksi Bela Palestina, Ketua Umum PP Lidmi Sebut Demokrasi dan HAM Telah Musnah di Tangan Amerika

JAKARTA (jurnalislam.com)– Ketua Umum Pimpinan Pusat Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (Lidmi), Asrullah, S.H., M.H. menyatakan bahwa dukungan Amerika dan negara-negara Eropa terhadap kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Israel adalah bukti telah musnahnya demokrasi dan HAM yang selalu digaungkan negara barat.

“Amerika dan negara-negara barat yang dikompori oleh Eropa yang selalu mengkampanyekan raja demokrasi dan Hak Asasi Manusia hari ini telah mati dan dusta karena perbuatan mereka”, kata Asrullah dihadapan satu juta lebih peserta aksi di depan Kedubes AS Jakarta, Sabtu (28/10/2023).

Asrullah menekankan bahwa memperjuangkan Palestina merupakan bagian dari jihad fii sabilillah umat Islam di Indonesia, sehingga ia menyeru umat islam Indonesia agar bersatu untuk tetap memperjuangkan Palestina.

“Palestina adalah tanah kita, Palestina adalah aqidah kita, dan Palestina adalah kebersamaan kita. Maka memperjuangkannya adalah bagian dari jihad fii sabilillah,” ucap Asrullah.

Menurut Asrullah, kehadiran dan berkumpulnya kaum muslimin hari ini adalah bentuk memenuhi panggilan moral, panggilan keagamaan dan panggilan dunia dan menegaskan kecaman kaum muslimin atas kejahatan kemanusian yang dilakukan Zionis Israel.

Kalau Bukan Jihad Apalagi? Bakti Santri Untuk Negeri

Budi Eko Prasetiya, SS
Manajer Griya Qur’an Al Hafizh Jember

Peringatan hari santri 2023 membawa tema “Jihad Santri untuk kejayaan negeri“. Tema Jihad Santri Jayakan Negeri diusung Kementerian agama untuk mengajak para santri berjuang membangun kejayaan negeri dengan semangat jihad.

Momentum ini perlu disyukuri sebagai bentuk pengakuan dan  apresiasi negara kepada jasa perjuangan dan pengorbanan para ulama dalam memobilisir rakyat Indonesia dan kaum santri untuk mempertahankan kemerdekaan. Namun demikian, ini bukan alasan untuk berpuas diri dengan sekedar membanggakan sejarah lalu berdiam diri tanpa berusaha meneruskan perjuangan para pendahulu kita.

Al-Quran mengingatkan, _”Mereka itu adalah umat yang telah berlalu, bagi mereka pahala perbuatan mereka dan bagi kalian hasil jerih payah kalian. Kalian tidak akan ditanya tentang apa yang mereka kerjakan.”_  QS. Al-Baqarah: 134.

Sebagai generasi pewaris para ulama, kita wajib meneladani spirit jihad dan pengorbanan yang telah dicontohkan untuk memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan dan menjaga kemuliaan agama. Yang selanjutnya ditransformasikan menjadi kiprah nyata yang bermanfaat luas sesuai potensi kebaikan yang telah Allah berikan.

Santri identik dengan jihad. Kita semua tahu bagaimana dahulu ulama dan santri berjuang melawan penjajah. Penuh dengan pengorbanan, tangisan dan darah. Hidup Mulia atau Mati Syahid !

Resolusi Jihad bukanlah slogan kosong. Ia berhasil menyalakan bara semangat di hati para santri yang khusyu’ dalam khidmat keilmuan di pesantren, lalu bertransformasi menjadi pejuang. Dengan azzam yang kuat, mereka meninggalkan halaman pesantren, menggantikan buku-buku dengan senjata, dan mengubah doa-doa menjadi gemuruh pekik perjuangan.

Semangat jihad santri tetap menjadi obor yang menerangi perjalanan bangsa. Di tengah derasnya arus globalisasi, santri tetap berdiri kokoh, menjadikan jihad sebagai landasan untuk mengisi kemerdekaan. Merefleksi tema Hari Santri tahun ini, kita diajak untuk mengambil inspirasi dari kiprah santri. Mereka telah memberikan contoh konkret bagaimana semangat jihad diwujudkan dalam bentuk kontribusi nyata bagi kemajuan negeri.

Sebagai generasi saat ini dan yang akan datang, kita memiliki tanggung jawab moral untuk melanjutkan estafet perjuangan santri. “Kalau Bukan Jihad Apalagi?!”

Kemarau Panjang, Warga Kota Cilegon Gelar Shalat Istisqa Minta Hujan

CILEGON (jurnalislam.com)- Musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia membuat kesulitan dan kekhwatiran warga, termasuk di Kota Cilegon Banten. Di beberapa wilayah di sekitar Kota Cilegon bahkan sangat sulit untuk mendapatkan air bersih.

Atas dasar itulah sejumlah warga di lapangan Arga Baja Pura, Masjid Ar Rohmah, Perumahan Arga Baja Pura, Gerogol, Cilegon, Banten melakukan shalat istisqa berdoa agar Alloh Subhanahu wa Ta’ala segera menurunkan hujan pada Ahad, (22/10/2023).

Ketua DKM Masjid Ar Rohmah Zamhari mengatakan bahwa di wilayahnya saat ini sudah sangat kesulitan untuk mendapatkan air, terutama kebutuhan air bersih.

“Kegiatan ini sebagai doa dan ikhtiar kita agar Alloh Subhanahu wa Ta’ala segera menurunkan hujan di Kota Cilegon khususnya, Indonesia umumnya. Di beberapa Kota Cilegon bahkan warga sangat kesulitan air bersih untuk kegiatan sehari hari,” katanya.

“Untuk warga yang berada di sekitar area Masjid Ar Rohmah juga stock air semakin menipis, tidak menutup kemungkinan kalau kemarau terus berkepanjangan maka air akan habis. Kami pun menghimbau kepada seluruh warga agar lebih hemat dan bijak lagi dalam penggunaan air untuk kebutuhan sehari-hari,” tambah Zamhari.

Sementara imam dan khatib shalat Istisqa Ustaz Ahmad Slamet Ibnu Syam dalam khutbahnya mengajak masyarakat untuk bertaubat atas dosa dan kemaksiatan yang pernah dilakukan.

”Sebelum melaksanakan Shalat Istisqa ini, marilah kita bertaubat kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala atas segala dosa dan kemaksiatan yang telah diperbuat karena satu dari sekian ciri orang beriman Ketika ditimpa kesusahan dia beristighfar, bertobat memohon ampunan kepada-Nya,” ungkapnya.

“Shalat Istisqa adalah merupakan Sunnah Rasulullah dan pada jaman sahabat pun menurut beberapa riwayat Ketika kemarau melanda melakukan shalat istisqa. Kalau bukan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada siapa lagi kita meminta? Dan Allah lah sebaik baik tempat meminta,” pungkasnya.

Kegiatan Shalat Istisqa ini diikuti oleh puluhan warga sekitar Komplek Masjid Ar Rohmah dan dari luar komplek Masjid.

“Semoga dengan dilaksanakan shalat Istisqa ini Allah Subhanahu wa Ta’ala segera menurunkan hujan dan membawa keberkahan buat kita semua,” terang salah satu warga Edi Pur.

Shalat Istisqa ini mulai pada jam 07.00 dan selesai jam 08.00 WIB.

Reporter: Jajat Sudrajat

9 Warga Terluka Akibat Serangan Tank Israel yang Menyasar Perbatasan Mesir

GAZA (jurnalislam.com)- Militer Israel mengatakan pada Ahad (22/10/2023) bahwa salah satu tanknya “secara tidak sengaja menembak dan mengenai sebuah pos Mesir” di dekat perbatasan dengan Gaza saat tentara Israel membombardir wilayah perbatasan tersebut.

Dilaporkan Midle East Eye, 9 warga Mesir terluka akibat serangan Israel di wilayah Mesir dekat perbatasan Gaza, yang juga menghancurkan menara pengawas Mesir. Tentara Israel kemudian mengonfirmasi bahwa mereka menembak ke udara dan insiden itu adalah sebuah kecelakaan.

“Militer Israel menyatakan kesedihan atas insiden tersebut” di dekat daerah Kerem Shalom, terang Israel dalam sebuah pernyataannya.

“Insiden tersebut sedang diselidiki dan rinciannya sedang ditinjau,” tambah pernyataan itu.

Sementara itu, tentara Mesir membenarkan bahwa Israel “segera menyatakan penyesalannya atas insiden yang tidak disengaja tersebut dan penyelidikan sedang dilakukan”.

Media Mesir menegaskan serangan Israel tidak akan mengganggu aliran bantuan ke Gaza, terang para saksi.

Sejak Sabtu, 37 truk yang membawa pasokan penting telah menyeberang ke Gaza melalui pos perbatasan Rafah dengan Mesir.

PBB memperkirakan sekitar 100 truk per hari dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan Gaza.

Sumber: ndtv, MEE

Reporter: Bahri