Tentara Israel Menangkap Adik Ahed al-Tamimi di Tepi Barat

TEPI BARAT (Jurnalislam.com) – Pasukan Israel menangkap saudara laki-laki Ahed al-Tamimi bernama Mohamed. Ahed al-Tamimi adalah seorang remaja Palestina yang telah menjadi ikon perlawanan di Tepi Barat.

Menurut penuturan Ibunya, Mohamed ditangkap karena terlibat dalam penyerangan kepada penjajah Israel di Tepi Barat.

“Pasukan Israel menggerebek rumah kami di Desa Nabi Sali dekat Ramallah dan menangkap putra saya, Mohamed,” tutur Nariman al-Tamimi kepada Anadolu Agency, Ahad (7/4/2019).

“Dengan menangkap anak saya, tentara Israel berusaha menghancurkan harapan keluarga kami,” lanjutnya.

Sebuah rekaman video beredar di facebook, pasukan Israel yang menangkap Mohamed.

Masih belum jelas alasan di balik penangkapan tersebut, tentara Israel pun belum mengeluarkan pernyataan resmi.

Pada akhir Juli lalu, penjajah Israel membebaskan Ahed al-Tamimi dan ibunya setelah keduanya menjalani hukuman penjara selama 8 bulan.

Remaja 17 tahun itu ditangkap pada akhir 2017 kemudian dijatuhi hukuman 8 bulan penjara karena menyerang seorang tentara Israel.

Pada 2012, Basaksehir Municipality di Istanbul memberikan Hanzala Courage Award kepada al-Tamimi atas keberaniannya menentang tentara penjajah.

Pengamat: Belum Ada Fakta Empiris Khilafah Ancam Kebhinekaan

BEKASI (Jurnalislam.com) – Pengamat muda, Septian AW menyatakan saat ini banyak pihak yang berusaha mencitraburukkan khilafah dengan tuduhan mengancam kebhinekaan.

“Selalu ada anggapan khilafah mengancam kebhinekaan. Padahal sampai saat ini belum ada fakta empiris untuk membuktikan secara ilmiah,” katanya dalam diskusi ‘Apa itu Khilafah?’ di Bekasi, Ahad (7/4/2019).

Dia menilai jika adanya khilafah tidak mungkin akan terjadi kegaduhan. Sebaliknya, khilafah justru melindungi kehormatan setiap orang.

“Ketika ada khilafah, keyakinan umat Islam tidak diganggu dan kehormatan dijaga. Begitu juga dengan orang kafir. Itu sudah ada fakta empirisnya,” tuturnya.

Ia juga menekankan bahwa ketika khilafah Utsmani runtuh, bukan umat islam turki saja yang terguncang. Namun, seluruh umat Islam di dunia.

“Semua umat Islam terguncang. Karena ini sudah menjadi simbol persatuan dan perluasan terhadap kezaliman. Bahkan pasca khilafah runtuh, khilafah di Indonesia juga dibahas,” tuturnya.

Markas FPI Yogyakarta Diserang, Shabri Lubis Desak Aparat Bersikap Adil

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Dewan Pimpinan Pusat Front Pembela Islam (DPP-FPI) mendesak aparat penegak hukum untuk mengambil tindakan tegas dan adil menyusul penyerangan yang dilakukan massa PDIP ke markas FPI di Jalan Wates, Yogyakarta pada Ahad (7/4/2019) kemarin. 

“Penegak hukum harus bersikap profesional, adil dan terpercaya. Kalau mereka ingin merubah stigma negatif yang selama ini disematkan masyarakat,” kata Ketua Umum FPI, KH Ahmad Shabri Lubis melalui pernyataan tertulis yang diterima redaksi, Ahad (7/4/2019).

Ia menyatakan penyerangan terhadap mobil simpatisan FPI di Yogyakarta merupakan tindakan anarkis, brutal, biadab, dan bentuk premanisme yang dilakukan oleh gerombolan pengacau keamanan.

Ia menambahkan, penyerangan itu merupakan tindakan di luar batas, melanggar norma hukum dan keadaban serta kesantunan politik.

“Tindakan tersebut sudah merupakan tindakan kriminal terorganisir serta pidana pemilu yang semestinya berimplikasi pada sanksi pembatalan partai yang bersangkutan sebagai peserta pemilu,” katanya.

DPP FPI mendesak aparat penegak hukum untuk mengambil tindakan tegas sebagaimana yang sering dipraktekkan ketika tuduhan pelanggaran hukum dituduhkan kepada pendukung 02.

“Sudah menjadi standar aparat penegak hukum ketika pendukung 02 dituduh melanggar hukum walau dengan baru terindikasi, maka tindakan tegas penangkapan melalui cara-cara seolah pelanggaran hukum berat dan berbahaya, bahkan dengan segala ekspose di media besar-besaran,” katanya.

Kecam Syariat Islam di Brunei, Paradoks HAM PBB

Oleh Ainul Mizan

 PBB memprotes pemberlakuan Syariat Islam di Brunei Darussalam. PBB menilai bahwa pemberlakuan Syariat Islam tersebut telah melanggar HAM (Hak Asasi Manusia) dan merupakan pelanggaran.

Stephanie Dujarric, Jubir Sekretaris Jenderal PBB pada Rabu, 3 April 2019 mengatakan: “            Undang – undang yang telah disahkan merupakan pelanggaran yang jelas terhadap prinsip – prinsip yang disebutkan. Selama orang menghadapi kriminalisasi, prasangka dan kekerasan karena orientasi seksual, gender, atau karakteristik seksual mereka, kita harus melipatgandakan upaya kita untuk mengakhiri pelanggaran tersebut” (www.news.visimuslim.org, 5 April 2019). Lebih lanjut ia mengatakan bahwa wajib menghormati HAM bagi setiap orang di setiap tempat tanpa diskriminasi. Setiap orang berhak menikmati kebebasan, kesetaraan, martabat dan haknya.

Protes PBB ini menyusul adanya pemberlakuan Syariat Islam di Brunei, terutama yang menjadi sorotan adalah pemberlakuan hukuman rajam bagi pelaku LGBT, selain berlaku pula pada pezina yang sudah pernah menikah. Sekjend PBB melalui Jubirnya telah menegaskan sikapnya bahwa LGBT termasuk bagian dari orientasi seksual, gender atau karakteristik seksual yang harus dihormati.

Sekarang mari kita mencermati sikap protes PBB tersebut sebagai sesuatu yang paradoks, paling tidak dalam 2 hal berikut ini.

Pertama, adanya deklarasi Universal HAM yang diterima dan diumumkan oleh Majelis Umum PBB pada 10 Desember 1948 di dalam Resolusi 217 A (III). Dinyatakan dengan tegas di dalam aturan tersebut bahwa hak dan kebebasan setiap individu dalam pelaksanaannya harus tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan Undang-undang atau hukum positif negara. Artinya, bahwa setiap negara mempunyai hak otonomi mengatur kehidupan dalam negerinya masing-masing.

Bagaimana mungkin penerapan hukum Islam di negeri yang memang mayoritas warganya adalah muslim dikatakan melanggar HAM? Adalah hal yang rasional, bila Brunei menerapkan Syariat Islam. Ini hak otonomi yang dijamin oleh hukum internasional.

Ataukah PBB dalam hal ini ingin menegaskan dirinya sebagai Lembaga Internasional yang anti terhadap Syariat Islam. Jika memang demikian, jelaslah bahwa konsepsi HAM hanya dijadikan tameng untuk mengarahkan opini internasional guna menolak formalisasi hukum Islam dalam sebuah negara.

Sungguh alasan HAM tidak berlaku bagi penindasan dan pembantaian terhadap umat Islam. Berbagai macam Resolusi PBB terhadap Israel laksana macan ompong. Sejumlah resolusi PBB dilanggar oleh Israel atas restu Negara Paman Sam, di antaranya adalah resolusi 242 Nopember 1967, 252 Mei 1968, 478 Agustus 1980, dan resolusi 2334 Desember 2016.

Begitu pula kondisi Umat Islam di beberapa wilayah seperti di Suriah yang masih ditindas rejim Bashar Assad. Di China, muslim Uighur mendapat teror dari Rejim Komunis. Kondisi Muslim di Burma yang masih menderita, termasuk pembantaian muslim di Mali. 134 Muslim Mali dibantai secara brutal. Korbannya termasuk perempuan dan anak – anak (wartakota.tribunnews.com, Rabu 27 Maret 2019). Tidak ada seruan dari PBB bahwa aksi – aksi kemanusiaan terhadap kaum Muslimin itu sebagai tindakan melanggar HAM.  Apatah lagi tindakan nyata dengan militer untuk menghentikan tindakan – tindakan brutal tersebut.

Kedua, Adanya LGBT jelas merupakan pelanggaran HAM. Bukan justru aturan hukum yang melarang LGBT dikatakan melanggar HAM. Bagaimana mungkin manusia yang sehat akalnya mentolelir prakatek – praktek LGBT?

Menurut Dr Dewi Inong Irana, spesialis kulit dan kelamin, bahwa pelaku LGBT berpeluang 60 kali lipat lebih mudah tertular HIV – AIDS dan penularan yang paling mudah adalah melalui dubur. Selanjutnya beliau mengutip data dari CDC (Centers for Disease Control and Prevention) AS pada 2010 menunjukkan dari 50 ribu infeksi baru, dua pertiganya adalah gay – MSM (male sex male yakni laki berhubungan seks dengan laki). Angka ini meningkat 20 persen dari data tahun 2008. Sedangkan wanita transgender memiliki resiko terinfeksi HIV 34 kali lebih tinggi dibanding wanita yang normal (m.republika.co.id, Senin 22 Januari 2018).

Di samping itu, praktek LGBT hanya akan menyumbangkan punahnya generasi manusia. Padahal penciptaan laki –laki dan perempuan bertujuan agar dari keduanya bisa dikembangbiakkan jenis manusia.

Pastinya setiap manusia menginginkan dirinya hidup sehat bahkan dalam konteks orientasi seksualnya. Dalam hal demikian, negara harus bisa menjamin akan terbebasnya warganya dari orientasi – orientasi seksual yang menyimpang, yang hanya melahirkan penderitaan dan kesengsaraan.

Islam hadir dengan seperangkat hukum yang mampu memberikan jaminan akan pemenuhan hak manusia dengan baik dan sehat. Dalam konteks penjagaan kepada kelestarian keturunan manusia, Islam memberikan sejumlah anjuran dan sangsi yang tegas.

Islam menganjurkan adanya pernikahan sebagai legalitas hubungan kelamin antara laki – laki dan perempuan. Di samping itu, Islam melarang terjadinya perzinaan dan LGBT. Bahkan sangsi yang keras disiapkan yakni cambuk 100 kali bagi pezina yang belum pernah menikah dan rajam hingga mati bagi pezina yang sudah pernah menikah. Terhadap pelaku LGBT, Islam menetapkan hukuman mati atasnya. Walhasil, penerapan Syariat Islam akan menjadi rahmat bagi alam semesta.

Maka tidak ada pilihan lain bagi Brunei dan negeri  Islam yang lainnya, bila ingin selamat dari kehancuran yakni dengan mengambil Syariat Islam dan menerapkannya sebagai hukum positifnya.

Bisnis Kuliner: Gagasan Absurd ala Kapitalis

Oleh : Mia Tw
Pemerhati Sosial dan Member Penulis Tangguh Bertakwa Bekasi

STATUS Bekasi sebagai kota penyangga Ibu Kota Jakarta dengan program smart city nampaknya akan terus bertumbuh. Bekasi sebagai wilayah yang dibidik menjadi salah satu pusat pengembangan perekonomian, diarahkan untuk mampu menarik minat para wisatawan. Karenanya, pemerintah daerah telah mencanangkan Bekasi menjadi destinasi wisata kuliner. Beberapa pusat pengembangan kuliner yang telah berjalan saat ini bisa dijumpai di kawasan Marga Jaya, Bekasi Selatan berjalan sejak April 2016. Mengingat lokasi tersebut banyak terdapat hunian apartement, seperti Center Point yang cenderung memilih segala kebutuhan bersifat fleksibel dan efiesien.

Upaya pemerintah daerah yang bertujuan menggiring terbangunnya usaha ekonomi mikro melalui sektor pariwisata mendapat sambutan yang antusias tidak hanya dari para pelaku usaha kelas menengah namun juga membuka ruang hadirnya para pemilik modal untuk serta merta memberikan suntikan berupa dana dan juga pelatihan-pelatihan.

Seperti apa yang dilakukan Partai Perindo baru-baru ini. Perindo memberikan bantuan kepada warga guna mengembangkan usaha dan membina UMKM. Lewat program bantuan gerobak UMKM, Perindo juga membuka program kelas memasak (cooking class). Alasan yang dikemukakan oleh Harry Tanoe adalah “ Bekasi sebagai wilayah yang padat maka penduduknya harus mampu memanfaatkan peluang tersebut ”.

Bakso menjadi referensi cooking class yang membidik ibu-ibu rumahan. Mereka rata-rata tidak memiliki pekerjaan. Prinsipnya, agar maju, berdaya saing serta mandiri secara finansial, maka pemberdayaan ibu rumah tangga ini perlu dilakukan. Selain itu rencana pemerintah memperkenalkan bakso di kancah internasional sebagai makanan khas nusantara dengan cita rasa yang menjual, juga menjadi daya dorong yang kuat. Untuk itu pemerintah mendorong pengusaha bakso senantiasa meningkatkan kualitasnya dengan cara penambahan modal yang dipinjamkan oleh pemerintah melalui UMKM dengan jumlah pinjaman sebesar 10 juta dan KUR di atas 100 juta.

Sekilas pengembangan bisnis yang notabenenya menyasar kaum ibu bak angin segar yang memberikan harapan di tengah tingginya kebutuhan ekonomi yang setiap hari menuntut untuk tetap dipenuhi. Mustahil hanya mengandalkan dari gaji pekerjaan para suami / bapak. Ada banyak sekali virus-virus merusak yang patut dicermati dari pengembangan bisnis kuliner.

Gempuran Budaya Asing

Berkaca pada Thailand yang berhasil menjadikan makanan utamanya Tom Yum sebagai makanan khas di kancah internasioanal memberikan potensi yang luar biasa bagi pengaruh dunia pariwisata Thailand. Ketatnya standarisasi pemerintahnya mengenai cita rasa  tak hanya diterapkan di dalam negeri tapi juga di restoran-restoran Thailand di luar negeri berhasil mengundang banyaknya wisatawan asing berkunjung ke Thailand secara langsung. 

Bukan tidak mungkin sama halnya seperti Thailand, Bekasi akan disulap  menjadi sentra kuliner dengan menjual nama besar Bakso yang kaya akan rempah-rempah sehingga bisa mengangkat dunia pariwisata Indonesia di mata internasional dan mampu menarik perhatian turis-turis asing yang datang dari berbagai penjuru dunia.

Bisa dibayangkan Indonesia yang kental memegang teguh budaya ketimuran jika menghadapi banjirnya turis asing yang bertolak belakang dalam hal adat dan kebiasaan akan tergerus dengan nilai-nilai barat. Budaya barat yang cenderung sekuler dan bebas akan mudah sekali dijumpai  dibawa oleh turis-turis asing. Misalnya, cara berpakaian yang buka-bukaan menampilkan aurat, memakai tank top dan hot pant bagi turis perempuan. Lambat laun akan semakin benar-benar mudah diterima dan ditiru ditengah-tengah masyarakat yang serba permisif karena dianggap santai dan tidak ribet saat berjalan-jalan dan berada di luar rumah ( kehidupan umum ). Budaya mengumbar aurat yang telah menelanjangi perempuan dari rasa malu menjadi misi tersembunyi dibalik kedok pariwisata merupakan kemajuan dan bentuk pembebasan terhadap perempuan.

Selain sebagai ajang bisnis yang menjanjikan secara tak sadar pariwisata menjadi kunci masuk paling mudah bagi asing mengekspor produk-produk budaya mereka. Gempuran gaya hidup yang hedonis dan serba konsumtif akan menjangkiti masyarakat. Orang akan lebih memilih hidup serba instan tanpa perlu berlelah ria berbelanja sayur di pasar kemudian mengolah makanan di dapur misalnya. Atau menghabiskan waktu  berhari-hari untuk sekedar melakukan traveling kuliner. Agar tidak dianggap kurang piknik dan ketinggalan zaman.

Apabila disandingkan dengan gaya hidup yang demikian tentu adanya tuntutan agar semua keluarga tetap bisa survive dari segi penghasilan demi memenuhi gaya hidup agar tetap terkesan mentereng.

Motif Terselubung Pertumbuhan UMKM 

Pesatnya UMKM di dunia kuliner memang menjadikan gairah tersendiri bagi Pemerintah Kota guna mewadahi

UMKM dengan mendirikan sentra kuliner yang bertujuan bagaimana pemerintah kota bisa secara mandiri mendapatkan sumber pendapatan asli daerahnya sendiri. Bisa dinilai getolnya pemerintah mendorong pertumbuhan  usaha kuliner dalam industri pariwisata karena pertimbangan aspek untung rugi.

Strategi pemerintah mendapatkan sumber kas daerahnya dengan mengenakan berbagai pungutan dan tarikan pajak sebesar 0,5 % dari sebelumnya 1% tentu akan menambah pundi-pundi kas di daerah. Meskipun diturunkan besarnya tarikan pajak masih dirasa sangat memberatkan pelaku industri. Sayangnya pemerintah tetap menutup mata rapat-rapat. Ini belum lagi jika pada kenyataannya di lapangan banyak terjadi pungutan-pungutan liar dari para oknum.

Sangat tak masuk akal apabila negara justru mengandalkan sumber-sumber pendapatannya dengan meningkatkan bisnis UMKM ini. Sementara disisi lain ada sumber-sumber utama yang bisa dijadikan pendapatan kas negara namun malah dikomersialisasi oleh segelintir elite dan pemilik modal.

Seperti di wilayah bagian paling utara Bekasi ditemukan banyak terdapat sumur minyak. Sayangnya SDA tersebut tidak dikelola dengan benar sehingga tetap saja jerat kemiskinan kerap membayangi masyarakat setempat. (https://seputarbekasikab.wordpress.com)

Alasan lain pemerintah mendorong pertumbuhan bisnis yang inovatif atas dasar program SDGs ( Sustainable Development Goals ) yang sebelumnya adalah MDGs ( Milennium Development Goals ). Masuk pada point ke 9 Industri, Inovasi dan Infrastruktur, dengan alasan memenuhi target tuntutan negara-negara di dunia  menyelesaikan persoalan kemiskinan dan kesenjangan status sosial sehingga pemerintah mendorong pertumbuhan industri yang inklusif dan inovatif.

Rakyat dipaksa untuk kreatif dan inovatif dalam menciptakan lapangan pekerjaan dengan dalih menguraingi angka pengangguran dan menumbuhkan penghasilan ekonomi. Sementara kran tenaga kerja asing terbuka lebar terus membanjiri Indonesia. Akibatnya warga negaranya sendiri kehilangan peluang / kesempatan kerja.  Jelas sekali pengembangan usaha kreatif dan inovatif merupakan gagasan absurd ala kapitalis memberantas angka pengangguran.

Islam Pro Usaha Kreatif dan Inovatif

Islam tidak pernah menghalangai dan menutup peluang bagi seseorang untuk menghasilkan atau menciptakan suatu hal atau produk yang baru. Islam selalu mendukung adanya inovasi, kemajuan, kreativitas   mengingat kondisi dan tempat yang berubah-ubah (dinamis).

Disinilah letak perbedaan antara sistem ekonomi kapitalis dan Islam. Sistem Islam mendorong pertumbuhan ekonomi tidak semata-mata hanya dilihat dari besarnya pendapatan melainkan bagaimana terpenuhinya hak asasiyah (pokok) yaitu pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan, dan yang lainnya itu terpenuhi. Penghasilan itu mampu memenuhi kebutuhan asasiyah pada skala orang per orang (kepala) bukan secara umum.

Disinilah diperlukan peran negara dalam memberikan solusi tanpa tumpang tindih. Mekanismenya dalam pengembangan usaha, Islam akan menciptakan iklim usaha dengan birokrasi yang mudah, menghapuskan pajak serta melindungi industri dari persaingan yang tidak sehat. Menutup pintu rapat-rapat bagi masuknya tenaga kerja asing, mereka boleh bekerja hanya ketika negara meminta bantuan. Sehingga lapangan kerja benar-benar pro rakyat.

Berikutnya negara berkewajiban menghilangkan sistem investasi yang dikelola oleh swasta / pemilik modal. Sebab, negaralah yang bertanggung jawab secara langsung memberikan pendanaan kepada pelaku usaha tanpa sistem ribawi yang diambil dari pos-pos yang sudah ditentukan. Ini akan berjalan sesuai hukum Islam jika sumber daya alam serta aset-aset negara dikelola dengan benar. Wallahu’alam.

 

Trump: Keputusan Golan Diambil Setelah Mendapat Pelajaran Sejarah Singkat

LAS VEGAS (Jurnalislam.com) – Presiden AS Donald Trump mengatakan, keputusan kontroversialnya mengakui pencaplokan Israel  atas Dataran Tinggi Golan pada tahun 1981 adalah hasil dari perbincangan tentang sejarah singkat dengan penasehatnya. Demikian dilansir Reuters, Sabtu (6/4/2019).

Berbicara pada pertemuan Koalisi Yahudi Republik di Las Vegas, Trump mengatakan dia membuat keputusan cepat selama berdiskusi dengan penasihat perdamaian Timur Tengahnya, termasuk Duta besar AS untuk Israel, David Friedman dan menantunya, Jared Kushner.

“Saya berkata, ‘Teman, bantu saya. Beri saya sejarah singkat. Saya ingin cepat. Saya punya banyak hal yang sedang saya kerjakan: Cina, Korea Utara. Cepat beritahu saya,” kata Trump disambut gelak tawa audiens.

“Bagaimana Anda menyukai gagasan saya mengenali dengan cepat apa yang sedang kita diskusikan?” kata dia menceritakan lagi percakapannya.

Tak lama setelah itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengunjungi Trump pada 25 Maret lalu. Trump kemudian menandatangani proklamasi yang secara resmi memberikan pengakuan AS atas Golan sebagai wilayah Israel. Langkah itu diumumkan Trump dalam tweetnya sehari sebelumnya.

Israel mendapatkan Dataran Tinggi Golan dalam perang Timur Tengah pada 1967 dan mencaploknya pada 1981 dalam tindakan yang tidak diakui secara internasional.

“Aku pergi, BING!, semua selesai,” kata Trump.

Sumber: Reuters

Gila, PM Israel Bilang Membunuh 300 Rakyat Gaza adalah Keputusan yang Bijaksana

GAZA (Jurnalislam.com) – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan, Israel telah menggunakan kekuatannya dengan ‘bijak’ di Gaza ketika mereka membunuh lebih dari 300 warga Palestina di pagar timur yang dikepung.

“Lebih dari 300 warga Palestia dekat perbatasan ketika mereka mencoba menembus pagar dan menculik tentara kami. Kami telah menggunakan kekuatan dengan bijaksana dan dengan kuat,” kata dia saat diwawancara Israel Hayom dilansir Middle East Monitor, Sabtu (6/9/2019).

Dia juga mengklaim kebijakannya telah membuat Hamas mengalami krisis ekonomi parah.

“Mereka (warga Gaza) berada dalam kesulitan ekonomi yang sangat besar dan Hamas berad dalam kendali dan menginginkan ketenangan sehingga dapat menghadapi tekanan besar di Gaza,” lanjutnya.

Dia menambahkan, “Kesulitan ekonomi adalah masalahnya sendiri, tetapi kesulitan kemanusiaan adalah masalah kita. Masalah sanitasi, penyakit, hal-hal yang bisa membaut jalan mereka kepada kita. Jadi kami katakan, mencegah terjadinya masalah dan membuat pencegahan. Tujuannya adalah pencegahan, tetapi juga mencegah masalah lingkungan dan kemanusiaan yang dapat membahayakan Israel,” papar dia.

Ketika ditanya bagaimana mengenai Gaza, Netanyahu menjawab, “Pilihan sebenarnya adalah untuk menduduki dan memerintah di Gaza. Anda tidak memiliki siapa pun untuk diberi. Saya tidak akan memberikannya kepada Presiden Abu Mazen (Mahmoud Abbas),” kata dia.

“Hubungan antara Gaza dan Tepi Barat telah terputus. Mereka adalah dua entitas yang terpisah, dan saya pikir dalam jangka panjang itu bukan sesuatu yang buruk bagi Israel,” sambungnya.

Ia menuding Mahmoud Abbas lah yang telah membawa krisis itu ke Gaza karena telah mengurangi aliran dana PA untuk Gaza.

“Dia (Mahmoud Abbas) pikir dengan melakukan itu dia dapat membuat gaza terbakar. Kami akan membayar untuk pendudukan Gaza dengan kehilangan banyak nyawa, dan di Israel ia kembali akan mendapatkan Gaza di piring perak. Itu tidak akan terjadi,” tegasnya.

Netanyahu melanjutkan, “Uang yang dia potong adalah uang Palestina. Israel tidak membayar. Uang itu ditutupi oleh Watar dan menghentikan rencana Abu Mazen, serta memotong Gaza dari Tepi Barat.”

“Jika ada yang akan mengira bahwa akan ada negara Palestina yang mengeliliingi kita dari kedua sisi, itu bukan sesuatu yang akan terjadi,” ujarnya.

Soal Deal of the century

Surat Terbuka Dewan Dakwah Islamiyah Untuk Yusril Ihza Mahendra

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) bereaksi atas ucapan Yusril Ihza Mahendra yang menyebut Habib Rizieq Shihad sebagai Si Raja Bohong. DDII menegur Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) itu yang kini sudah tak lagi sejalan dengan perjuangan umat Islam.

“Sehubungan dengan sikap dan pernyataan Saudara yang selalu mendelegitimasi ijtima’ ulama dan menyatakan bahwa Habib Rizieq Shihab adalah Raja Bohong, maka Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia merasa perlu menegur sikap dan pernyataan Saudara yang jauh dari akhlakul karimah dan sikap seorang cendekiawan muslim yang mewarisi nilai nilai perjuangan Allahyarham Mohammad Natsir dan tokoh tokoh Masyumi lainnya,” demikian pernyataan Ketua Umum DDII, Mohammad Siddik dalam surat terbuka, Sabtu (6/4/2019).

Sebagai ormas yang memelopori beridirnya PBB, DDII merasa perlu untuk menyampaikan surat tersebut sebagai bentuk tanggungjawab moral.

“Bagi kami citra PBB juga bagian dari citra Dewan Da’wah dan ormas serta ummat Islam yang mendirikannya. Oleh karenanya, kami memiliki hak moral dan hak kesejarahan untuk menyampaikan surat terbuka ini,” paparnya.

Berikut ini surat terbuka DDII selengkapnya:

SURAT TERBUKA DEWAN DA’WAH KEPADA SAUDARA Prof. Dr. H. Yusril Ihza Mahendra

Kepada Yth.

Saudara Prof. Dr. H. Yusril Ihza Mahendra

di-Tempat

 Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

 Izinkan kami menyampaikan surat terbuka ini untuk Saudara karena Partai Bulan Bintang (PBB) yang Saudara nakhodai adalah merupakan wadah aspirasi politik ummat Islam yang diinisiasikan dan didirikan oleh Dewan Da’wah Islamiyah bersama 20-an ormas lainnya beserta ulama, tokoh dan intelektual muslim. Bagi kami citra PBB juga bagian dari citra Dewan Da’wah dan ormas serta ummat Islam yang mendirikannya. Oleh karenanya, kami memiliki hak moral dan hak kesejarahan untuk menyampaikan surat terbuka ini.

Sehubungan dengan sikap dan pernyataan Saudara yang selalu mendelegitimasi ijtima’ ulama dan menyatakan bahwa Habib Rizieq Shihab adalah Raja Bohong, maka Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia merasa perlu menegur sikap dan pernyataan Saudara yang jauh dari akhlakul karimah dan sikap seorang cendekiawan muslim yang mewarisi nilai nilai perjuangan Allahyarham Mohammad Natsir dan tokoh tokoh Masyumi lainnya.

Seperti Saudara ketahui, partai Masyumi terdiri dari para ulama dan politisi Muslim yang sangat menjunjung tinggi nilai nilai moral dan akhlakul karimah baik dalam sikap, tindakan maupun ucapan. Partai Masyumi menjadi besar karena teladan tokoh tokohnya yang menunjukkan keserasian antara ucapan dan tindakan. Nilai-nilai besar dan sikap kenegaraan ini lah yang diwarisi oleh Dewan Da’wah. Pada saat pembentukan awal PBB, Dewan Da’wah mengharapkan bahwa Saudara sebagai ketua umumnya dapat membawa ciri ciri dan karakter para politisi Masyumi yang dikenal keunggulan dan kemuliaan akhlaknya. Dimana para tokoh Partai Masyumi selalu senapas dan sejiwa dengan ulama dan ummat Islam serta tidak bersebrangan atau meninggalkan ulama dan ummat.

Sikap Saudara yang tidak ramah bahkan cenderung melecehkan para ulama yang berkumpul dan telah memutuskan sikap dan dukungan politik bersama  dalam Ijtima Ulama I dan II, telah menunjukkan karakter yang tidak sesuai dengan nilai nilai luhur yang selama ini dipedomani oleh para keluarga besar Dewan Da’wah.

Selama ini Saudara selalu mengaku sebagai kader Allahyarham Mohammad Natsir pendiri dan ketua Umum Dewan Dakwah. Tetapi yang kami pahami Allahyarham Mohammad Natsir tidak pernah punya karakter yang melecehkan para ulama apalagi bersebrangan dengan mainstream ummat. Pada saat Saudara menyatakan menjadi lawyer Bapak  Joko Widodo sebagai capres, kami telah mengundang dan meminta klarifikasi dari Saudara, tetapi ternyata klarifikasi Saudara tidak menjadi kenyataan. Kami sangat kecewa ketika Saudara pada akhirnya bukan saja sebagai lawyer tetapi bahkan menyebrang menjadi pendukung Paslon 01 dari rezim yang selama ini dipersepsikan tidak sejalan dengan aspirasi ummat Islam terutama para ulama yang berkumpul di ijtima ulama 1 & 2. Akhirnya kami dapat menyimpulkan, bahwa terlalu banyak pernyataan Saudara yang tidak konsiten  dan tidak istiqamah  dalam sikap dan perilaku.

Adalah hak Saudara untuk bersikap secara pribadi, akan tetapi pribadi Saudara dan kedudukan Saudara sebagai Ketua Umum Partai Islam PBB adalah melekat dan tidak dapat dipisahkan, sehingga sikap Saudara telah menimbulkan tsunami politik di lingkungan PBB, padahal pada awalnya, ulama dan ummat telah memberikan harapan yang  besar terhadap PBB sebagai wadah perjuangan politik penerus partai Masyumi. Tetapi dengan sikap dan pernyataan saudara yang cenderung arogan dan melecehkan, membuat ulama dan ummat ragu untuk memberikan amanah dan dukungan kepada PBB. Dan ini akan menyulitkan PBB untuk lolos dari Parliamentary Threshold 4 %.

Kami sangat menyesalkan sikap Saudara yang menafikan dan under estimate terhadap gerakan politik keummatan yang dimanifestasikan dalam gerakan “411” dan “212”, dimana para ulama tersebut telah berhasil menghimpun kekuatan ummat secara massif dengan menghadirkan jutaan ummat yang belum pernah ada presedennya dalam sejarah di Indonesia dan telah merubah konstelasi politik Indonesia khususnya DKI Jakarta dengan aman dan damai secara konstitusional. Seharusnya Saudara sebagai ketua umum PBB dapat melihat kenyataan yang jelas ini dan bersinergi bahu membahu dengan gerakan politik keummatan ini.

Kami berharap surat terbuka ini menjadi bahan renungan dan introspeksi Saudara untuk tidak lagi mengulangi sikap dan pernyataan yang bersebrangan dengan ulama dan mainstream ummat. Apabila Saudara masih tidak mengindahkan surat terbuka ini, maka dengan sangat menyesal dan terpaksa kami beralasan kuat untuk mengatakan bahwa Saudara tidak lagi layak menjadi bagian keluarga besar Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia. Semoga hal itu tidak terjadi dan Allah memberikan Saudara kekuatan dan perlindungan dari segala macam ujian dan cobaan. Demikianlah surat terbuka ini kami buat sebagai pertanggungjawaban kami kepada Dewan Da’wah dan ummat. Wabillahi Taufiq wal Hidayah. Assalamualaikum Warahmatullahiwabarakatuh.

Jakarta, 05 April 2019

Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia

ttd.

Drs. H. Mohammad Siddik, MA

Bersama OJK RI, MES Gelar Pelatihan Pasar Modal Syariah

BOGOR (Jurnalislam.com) – Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI menyelenggarakan pelatihan Training of Trainer Pasar Modal Syariah bertajuk ‘Menuju Masyarakat Cerdas Berinvestasi Syariah’.

Pelatihan yang dibuka secara resmi oleh Direktur Pasar Modal Syariah OJK RI, Fadilah Kartikasasi, ditujukan untuk mencetak sumber daya yang kompeten di bidang pasar modal syariah sebagai upaya meningkatkan tingkat literasi masyarakat terhadap keuangan syariah di Indonesia.

Sekjen Pengurus Pusat MES, Edy Setiadi menilai dalam rangka mendorong percepatan pengembangan bisnis dan industri keuangan syariah, secara khusus, literasi keuangan syariah patut menjadi perhatian utama karena sampai saat ini tingkat pemahaman masyarakat terhadap produk keuangan syariah masih sangat rendah.

“Dukungan MES terhadap peningkatan literasi keuangan syariah diwujudkan dalam bentuk kegiatan pada hari ini yang bertujuan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia agar memiliki pemahaman aspek teori dan praktik yang cukup sebagai kepanjangan tangan dari narasumber di TOT ini yang dapat mendukung peningkatan literasi di masyarakat luas,” katanya saat memberikan sambutan di Hotel Santika, Bogor, Sabtu (6/4/2019).

Pasalnya, berdasarkan hasil survey terakhir yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI, saat ini sekitar 40% masyarakat Indonesia masih belum memiliki akses langsung ke sektor keuangan termasuk perbankan dan pasar modal. Sementara itu, literasi keuangan syariah masyarakat Indonesia hanya mencapai 8,11% dengan indeks inklusinya sebesar 11,6% di mana literasi pada sektor perbankan syariah berkisar 6,63%, perasuransian syariah 2,51%, dan pasar modal syariah 0,02%.

Pelatihan dihadiri oleh 50 peserta yang berasal dari berbagai latar belakang profesi dan pelaku industri, seperti praktisi perbankan, konsultan keuangan, perwakilan komunitas investor syariah, aktivis sosial, hingga civitas akademika perguruan tinggi dan pesantren.

Para pakar, regulator, dan praktisi di pasar modal syariah hadir sebagai narasumber pelatihan, di antaranya Ketua Bidang Pasar Modal Syariah DSN-MUI Iggi H. Achsin, Kepala Bagian Hubungan Kelembagaan dan Informasi Pasar Modal Syariah OJK RI Dien Sukmarini, Kepala Sub Bagian Hubungan Kelembagaan Pasar Modal Syariah OJK RI Andry Wicaksono, Direktur PT Panin Asset Management Rudiyanto, Direktur PT RHB Sekuritas Indonesia Hendy Salim, dan Kepala Ritel Ekuitas Syariah PT RHB Sekuritas Indonesia Anandha Adha Rulansyah. Dalam kesempatannya, masing-masing narasumber pelatihan memberikan pemaparan yang komprehensif seputar pasar modal syariah, mulai dari gambaran umum, produk dan aspek syariah di pasar modal, landasan hukum fiqih, hingga panduan praktis bertransaksi di bursa.

Anwar Abbas Apresiasi Brunei Darussalam Hukum Rajam Pelaku LGBT

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Tokoh nasional, Anwar Abbas menegaskan dirinya mendukungan penuh pemerintah Brunei Darussalam yang belum lama ini mengeluarkan peraturan hukuman berat kepada pelaku zina dan Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT).

“Saya secara pribadi memberikan dukungan penuh kepada pemerintah Brunei Darussalam yang telah memberlakukan hukuman mati bagi pelaku LGBT,” katanya kepada Jurnalislam.com,  Jum’at (5/4/2019).

Anwar mengatakan, LGBT tidak termasuk hak asasi manusia sebab apabila hak asasi manusia dipenuhi, maka manusia akan dibuat baik dan selamat. Namun tidak demikian dengan dengan LGBT.

“Menjadi LGBT itu akan membuat bencana dan malapetaka bagi manusia itu sendiri,” tegasnya.

Menurutnya, jika pelaku LGBT dibiarkan akan mengancam kehidupan manusia. 

“Kalau seandainya seluruh manusia di bumi melakukan atau menjadi LGBT maka sudah bisa dipastikan 100 tahun yang akan datang kehidupan manusia akan punah di dunia ini. Karena sudah jelas pasangan lesbi dan gay tersebut tidak akan bisa melahirkan keturunan,” paparnya.

Tokoh muhammadiyah ini berharap negara-negara yang lainnya mengikuti jejak Brunei Darussalam untuk memberi hukuman tegas kepada pelaku LGBT. 

“Untuk itu supaya kehidupan manusia tidak punah dan tetap bermartabat di atas dunia ini. Maka para pelaku LGBT harus dihukum berat sampai kepada hukuman mati karena itulah hukuman yang paling layak dan adil untuk pelaku kejahatan kemanusiaan tersebut,” tukasnya.

Terakhir, ia menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia harus mencontoh Brunei Darussalam dalam menindak tegas para pelaku LGBT.
“Pendapat saya pribadi, Indonesia harus mencontoh Brunei Darussalam untuk tegas terhadap pelaku LGBT,” harapnya.

Brunei Darussalam resmi menerapkan hukuman tersebut pada Rabu (3/4/2019). Selain hukum rajam bagi pelaku LGBT, negara kecil di utara pulau Kalimantan itu juga menerapkan hukuman potong tangan bagi pencuri.

Dalam pidato publiknya, Sultan Hassanal Bolkiah menyerukan ajaran Islam yang lebih kuat tetapi tidak menyebut tentang hukum pidana yang baru.

“Saya ingin melihat ajaran Islam di negara ini tumbuh lebih kuat,” katanya dalam pidato yang disiarkan secara nasional di sebuah pusat konvensi di dekat ibukota Bandar Seri Begawan.

“Saya ingin menekankan bahwa negara Brunei adalah… negara yang selalu mengabdikan ibadahnya kepada Allah,” tambahnya seperti dikutip dari kantor berita AFP.