Anwar Abbas Apresiasi Brunei Darussalam Hukum Rajam Pelaku LGBT

Anwar Abbas Apresiasi Brunei Darussalam Hukum Rajam Pelaku LGBT

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Tokoh nasional, Anwar Abbas menegaskan dirinya mendukungan penuh pemerintah Brunei Darussalam yang belum lama ini mengeluarkan peraturan hukuman berat kepada pelaku zina dan Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT).

“Saya secara pribadi memberikan dukungan penuh kepada pemerintah Brunei Darussalam yang telah memberlakukan hukuman mati bagi pelaku LGBT,” katanya kepada Jurnalislam.com,  Jum’at (5/4/2019).

Anwar mengatakan, LGBT tidak termasuk hak asasi manusia sebab apabila hak asasi manusia dipenuhi, maka manusia akan dibuat baik dan selamat. Namun tidak demikian dengan dengan LGBT.

“Menjadi LGBT itu akan membuat bencana dan malapetaka bagi manusia itu sendiri,” tegasnya.

Menurutnya, jika pelaku LGBT dibiarkan akan mengancam kehidupan manusia. 

“Kalau seandainya seluruh manusia di bumi melakukan atau menjadi LGBT maka sudah bisa dipastikan 100 tahun yang akan datang kehidupan manusia akan punah di dunia ini. Karena sudah jelas pasangan lesbi dan gay tersebut tidak akan bisa melahirkan keturunan,” paparnya.

Tokoh muhammadiyah ini berharap negara-negara yang lainnya mengikuti jejak Brunei Darussalam untuk memberi hukuman tegas kepada pelaku LGBT. 

“Untuk itu supaya kehidupan manusia tidak punah dan tetap bermartabat di atas dunia ini. Maka para pelaku LGBT harus dihukum berat sampai kepada hukuman mati karena itulah hukuman yang paling layak dan adil untuk pelaku kejahatan kemanusiaan tersebut,” tukasnya.

Terakhir, ia menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia harus mencontoh Brunei Darussalam dalam menindak tegas para pelaku LGBT.
“Pendapat saya pribadi, Indonesia harus mencontoh Brunei Darussalam untuk tegas terhadap pelaku LGBT,” harapnya.

Brunei Darussalam resmi menerapkan hukuman tersebut pada Rabu (3/4/2019). Selain hukum rajam bagi pelaku LGBT, negara kecil di utara pulau Kalimantan itu juga menerapkan hukuman potong tangan bagi pencuri.

Dalam pidato publiknya, Sultan Hassanal Bolkiah menyerukan ajaran Islam yang lebih kuat tetapi tidak menyebut tentang hukum pidana yang baru.

“Saya ingin melihat ajaran Islam di negara ini tumbuh lebih kuat,” katanya dalam pidato yang disiarkan secara nasional di sebuah pusat konvensi di dekat ibukota Bandar Seri Begawan.

“Saya ingin menekankan bahwa negara Brunei adalah… negara yang selalu mengabdikan ibadahnya kepada Allah,” tambahnya seperti dikutip dari kantor berita AFP.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X