SUKOHARJO (jurnalislam.com)— Belasan santriwati dan ustazah dari Pondok Pesantren HQ di Laban, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, dilaporkan telah dipulangkan setelah diamankan polisi dalam penggerebekan pada Selasa (27/10/2026) menjelang subuh. Namun, mereka belum dapat kembali ke lingkungan pesantren karena garis polisi masih terpasang di lokasi.
Informasi tersebut disampaikan Darsono, keluarga salah satu ustazah yang turut diamankan. Ia meminta bantuan Endro Sudarsono untuk mencari tahu keberadaan para santriwati dan ustazah setelah peristiwa tersebut.
Setelah berkoordinasi dengan anggota Polsek dan Polres Sukoharjo, Darsono dan Endro memperoleh informasi bahwa para santriwati dan ustazah berada di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sukoharjo.
Pada Selasa malam sekitar pukul 20.30 WIB, Darsono didampingi Endro mendatangi Polres Sukoharjo untuk memastikan keberadaan mereka. Namun, saat tiba di lokasi, para santriwati dan ustazah ternyata telah dipulangkan. Kantor unit tersebut juga sudah sepi dan pintunya terkunci.
Menurut Darsono, meskipun telah dipulangkan, para santriwati dan ustazah belum bisa kembali ke pesantren karena garis polisi masih terpasang. Untuk sementara, mereka tinggal di rumah salah seorang warga.
Menunggu Kepastian Pembukaan Akses Pesantren
Menanggapi kondisi tersebut, Endro berkoordinasi dengan penyidik Polres Sukoharjo untuk menanyakan kapan garis polisi dapat dilepas.
Menurut Endro, kepastian mengenai pembukaan kembali akses pesantren diperlukan agar para santriwati dan ustazah dapat kembali beraktivitas dengan nyaman serta kegiatan belajar mengajar bisa berlangsung kembali.
Berdasarkan komunikasi dengan salah seorang penyidik, Endro menyampaikan bahwa pihak kepolisian berencana memberi tahu pihak pesantren setelah proses yang sedang dilakukan selesai.
Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan lebih lanjut mengenai alasan penggerebekan, barang bukti yang diamankan, maupun perkara yang sedang ditangani kepolisian.
Pondok Pesantren HQ yang berlokasi di Laban, Mojolaban, Sukoharjo, merupakan pesantren putri dengan program prioritas hafalan Al-Qur’an atau tahfizul Qur’an.