YOGYAKARTA (jurnalislam.com)— Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyatakan menolak rencana konser Andrea Bocelli di kawasan Candi Borobudur apabila terbukti memiliki keterkaitan dengan kepentingan Zionisme Israel. Organisasi tersebut mendesak pemerintah dan penyelenggara membuka informasi mengenai pendanaan, sponsor, serta perizinan acara.
Sikap itu tertuang dalam Pernyataan Sikap Nomor 1.8/036/1448 yang ditetapkan di Yogyakarta pada 21 Oktober 2026. Dokumen tersebut ditandatangani Ketua PW Pemuda Muhammadiyah DIY M. Arif Darmawan dan Sekretaris Imam Abror.
Dalam pernyataannya, Pemuda Muhammadiyah DIY menyebut dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan konstitusional bangsa Indonesia. Organisasi itu menilai penjajahan bertentangan dengan prinsip kemanusiaan dan keadilan.
Meski menyatakan penolakan, Pemuda Muhammadiyah DIY menegaskan bahwa sikap tersebut harus didasarkan pada bukti dan informasi yang dapat diverifikasi, bukan semata-mata asumsi.
Desak Keterbukaan Pendanaan dan Perizinan
Pemuda Muhammadiyah DIY meminta pemerintah, penyelenggara konser, dan pengelola kawasan Candi Borobudur menyampaikan informasi secara transparan dan akuntabel mengenai rencana kegiatan tersebut.
Informasi yang diminta meliputi sumber pendanaan, sponsor, pihak-pihak yang terlibat dalam pembiayaan, dokumen perizinan, serta kemungkinan hubungan penyelenggara dengan organisasi atau kegiatan yang mendukung kebijakan pendudukan dan penindasan terhadap rakyat Palestina.
Menurut organisasi tersebut, keterbukaan diperlukan agar masyarakat dapat menilai persoalan berdasarkan informasi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ingatkan Pelestarian Candi Borobudur
Selain menyoroti persoalan Palestina, Pemuda Muhammadiyah DIY mengingatkan pentingnya menjaga Candi Borobudur sebagai warisan budaya dunia yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan spiritual.
Pemanfaatan kawasan tersebut, menurut mereka, harus memperhatikan ketentuan perundang-undangan, kepentingan masyarakat, serta nilai sosial dan keagamaan.
Untuk menyelesaikan polemik, Pemuda Muhammadiyah DIY mendorong dialog dan musyawarah yang melibatkan pemerintah, penyelenggara, tokoh agama, budayawan, akademisi, serta masyarakat terdampak. Langkah itu dinilai penting agar persoalan dapat dibahas secara terbuka dan informasi yang diperlukan bisa diperoleh dengan jelas.
Imbau Aspirasi Disampaikan Secara Damai
Pemuda Muhammadiyah DIY juga mengimbau masyarakat menyampaikan aspirasi secara damai, tertib, dan bermartabat. Sementara itu, aparat penegak hukum diminta bertindak profesional dan objektif serta menghormati hak konstitusional warga dalam menyampaikan pendapat.
Melalui pernyataan tersebut, Pemuda Muhammadiyah DIY menegaskan komitmennya terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina, penegakan nilai-nilai kemanusiaan, dan kehidupan berbangsa yang adil serta berkeadaban.
Organisasi itu menempatkan transparansi dan verifikasi informasi sebagai bagian penting dalam menyikapi rencana konser Andrea Bocelli di Borobudur.