6 Warga Khasmir Tewas Dihantam Granat India saat Aksi Protes

6 Warga Khasmir Tewas Dihantam Granat India saat Aksi Protes

SRINAGAR (Jurnalislam.com) – Protes meletus di Kashmir yang dikuasai India setelah enam warga sipil tewas ketika sebuah granat yang gagal meledak akhirnya meledak di lokasi tembak-menembak di distrik selatan Kulgam, kata para pejabat.

Pengawas senior polisi di Kulgam, Harmeet Singh, mengatakan kepada Al Jazeera pada hari Ahad (21/10/2018) bahwa pasukan telah meletakkan garis pembatas di sekitar selusin rumah di desa Laroo di distrik Kulgam sejak adanya informasi spesifik tentang kehadiran pejuang.

“Pada pagi hari, tiga militan yang bersembunyi di salah satu rumah tewas. Terjadi baku tembak dan saling melempar granat dari kedua belah pihak,” kata pejabat itu.

Pejabat itu mengatakan para pejuang adalah penduduk setempat dan berasal dari desa-desa Kashmir selatan, Shopian, Kulgam dan Anantnag.

Baca juga: Mujahidin Kashmir Serang Kamp Militer India, 4 Tentara Tewas

“Ketika pertarungan usai, pasukan membersihkan area itu dan pergi. Penduduk melempari batu dari semua sisi bahkan selama pertempuran. Meskipun diminta untuk tidak mendekati tempat itu, penduduk setempat tetap mendekati lokasi tembak-menembak dan sebuah granat meledak,” dia berkata.

Wakil komisaris distrik, Shamim Ahmad, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa enam warga sipil tewas oleh ledakan granat itu dan 30 lainnya terluka, beberapa dari mereka terluka akibat bentrokan.

“Situasi terkendali dan jam malam telah diberlakukan. Layanan telepon dan internet telah ditangguhkan,” kata pejabat itu.

Setelah berita tentang pembunuhan itu menyebar, penduduk dalam jumlah besar di desa-desa Kashmir selatan turun ke jalan, mengangkat slogan anti-India.

Ribuan pasukan bergegas untuk menjaga jalan-jalan dan jam malam diberlakukan di desa-desa yang bergejolak di distrik itu, menurut para pejabat.

Di banyak tempat, pemuda-pemuda yang melempar batu bentrok dengan pasukan India.

Bashir Ahmad, penduduk lokal dari desa Laroo di Kulgam, mengatakan dia melihat “empat mayat yang tergeletak di tanah setelah ledakan besar”.

“Ketika kerumunan warga mencoba untuk mendekat ke rumah yang terbakar, ada ledakan yang mengguncang bumi. Orang-orang mencoba memadamkan api dan menghentikan api menyebar,” katanya.

“Saya berada agak jauh. Semua orang berlari untuk menyelamatkan diri. Yang terjadi selanjutnya hanyalah asap dan debu. Tampaknya kegelapan melingkupi daerah sekitar. Ketika kami kembali, saya melihat empat mayat dengan mata kepala saya sendiri dan mereka yang masih hidup dibawa ke rumah sakit,” tambahnya.

Penduduk lain, Muhammad Shaban, dari desa yang sama menuduh bahwa “tentara tidak membersihkan lokasi setelah baku tembak selesai”.

“Di Kashmir, warga sipil diperlakukan seperti binatang. Tentara India meninggalkan granat di lokasi. Itu juga terjadi di masa lalu, dan bahkan telah membunuh anak-anak yang bermain-main dengan granat,” kata seorang penduduk.

“Mereka menggunakan amunisi berat bahkan saat bertempur melawan satu pejuang,” kata penduduk desa itu, menambahkan bahwa salah satu dari mereka yang tewas adalah bocah 10 tahun.

Distrik Kashmir selatan telah menjadi pusat protes anti-India dalam dua tahun terakhir setelah pembunuhan komandan pejuang muda Burhan Wani pada Juli 2016. Pembunuhan Wani memicu pejuangan sipil selama lima bulan yang panjang.

Baca juga: Pembantaian Jammu, Genosida Muslim Kashmir oleh Hindu India yang Terlupakan

Pejuang mendapat dukungan luar biasa di kawasan itu, warga sering berbaris menuju lokasi tembak-menembak untuk membantu mereka melarikan diri.

Untuk memprotes pembunuhan itu, para pemimpin pejuang Muslim Kashmir, yang menuntut negara merdeka atau bergabung dengan Pakistan, telah menyerukan penutupan penuh di kawasan itu pada hari Senin.

Sementara itu kekerasan di wilayah tersebut berlanjut sejak Jumat ketika seorang wanita hamil enam bulan tewas dalam baku tembak di desa Pulwama.

Pekan lalu, dua pejuang dan seorang warga sipil tewas dalam baku tembak di pagi hari di kota utama Srinagar, yang memicu bentrokan besar-besaran.

Aktivis hak asasi manusia menuntut penyelidikan “kredibel” oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa atas insiden terbaru tersebut.

“Terdakwa mengatakan mereka (warga sipil) dibunuh oleh sebuah granat. Bagaimana kita mempercayainya?” Khurram Parvez, seorang pembela hak asasi manusia yang berbasis di Kashmir, mengatakan kepada Al Jazeera.

“Tentara menggunakan granat yang berlebihan dan meninggalkan lokasi tanpa membersihkannya terlebih dahulu. Kami menuntut penyelidikan oleh PBB. Penggunaan kekuatan dan amunisi yang berlebihan juga dipertanyakan,” katanya.

Sentimen anti-India semakin meningkat di antara penduduk mayoritas Muslim di wilayah yang disengketakan itu. Tembak-menembak sering diikuti oleh protes sipil yang sering kali mengakibatkan korban tewas.

Bagikan

One thought on “6 Warga Khasmir Tewas Dihantam Granat India saat Aksi Protes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X