Responsive image

Unjuk Rasa Mahasiswa ‘Sambut’ Safari Ramadhan Presiden di Tasikmalaya

Unjuk Rasa Mahasiswa ‘Sambut’ Safari Ramadhan Presiden di Tasikmalaya

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Kunjungan Safari Ramadhan Presiden Jokowi ke Tasikmalaya disambut aksi unjuk rasa mahasiswa dari BEM FAI Universitas Siliwangi Tasikmalaya, Jum’at (09/06/2017).

Aksi unjuk rasa ini dilakukan sebagai kekecewaan dari mahasiswa terkait sikap represif pemerintahan Jokowi terhadap mahasiswa.

“Kami akan menempuh jalur hukum, berapa kali memang kawan-kawan mahasiswa Islam lainnya ditangkap, kawan-kawan HMI ditangkap di Medan, IMM di Jakarta, dan KAMMI kemaren, kita coba dengan pendekatan hukum, dan kita gunakan dengan persuasif intelektual,” kata korlap aksi, Hima Faniar Rohman kepada Jurnalislam.com.

Dia juga mengecam upaya kriminalisasi terhadap ulama dan aktivis Islam. Menurutnya, tindakan tersebut sangat mengancam kebhinekaan.

“Kita meminta kepada pemerintah stop kriminalisasi ulama dan aktivis Islam, apalagi ini terjadi pula kepada Bapak Reformasi Amien Rais,” tegasnya.

Baca juga: Ansharusyariah Berharap NU Muhammadiyah Bersatu Lawan Kriminalisasi Ulama

Faniar menilai, agenda Safari Ramadhan Jokowi sebagai langkah politis untuk meredam gejolak dan meraih simpati umat Islam.

“Jokowi paham sekali, agar dapat mendapati simpati umat Islam di Jawa Barat adalah dengan mengunjungi pesantren-pesantren besar agar dapat meredam isu-isu nasional perihal kriminalisasi ulama,” tandasnya.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan beberapa tuntutan kepada pemerintah. Yang pertama, menolak Permenristekdikti Nomor 29 Tahun 2016 Pasal 10 Tentang uang pangkal.

Baca juga: Di Bulan Penuh Hikmah, Ini Seruan GNPF MUI Untuk Pemerintah

Kedua, meminta penegakan supremasi hukum, dan kembalikan fungsi POLRI sebagai alat negara bukan alat penguasa. Ketiga, hentikan kriminalisasi ulama dan aktivis Islam

“Dan yang terakhir kita ingin mengembalilkan subsidi listrik 900 Volt Amper, pada dasarnya subsidi 900 Volt dipake oleh warga menegah kebawah bukan warga menegah keatas seperti yang disampaikan oleh pemerintah,” pungkasnya.

Dalam agenda safari Ramadhan di Tasikmalaya, Presiden Jokowi mengunjungi Pondok Pesantren Cipasung dan melaksanakan shalat tarawih berjamaah disana.

Reporter: Lutfhi Habibulhaq

Bagikan
Close X