Turki Kritik Laporan HAM Amerika

Turki Kritik Laporan HAM Amerika

ANKARA (Jurnalislam.com) – Turki pada hari Ahad (21/4/2018) mengkritik Laporan Hak Asasi Manusia Departemen Luar Negeri AS karena mengistimewakan pandangan dari sumber-sumber yang terkait dengan kelompok teror dan mengabaikan fakta-fakta.

Turki “sangat kecewa” dengan laporan itu, Kementerian Luar Negeri mengatakan dalam sebuah pernyataan mengenai laporan tahunan, yang dirilis pada hari Jumat (20/4/2018) tersebut.

“Laporan ini didasarkan pada pemahaman tanggung jawab yang jauh dengan menghadirkan tuduhan dan klaim dari lingkaran kelompok yang terkait teroris,” tambahnya.

Laporan “dipenuhi dengan tuduhan dan klaim di bagian yang merujuk negara kami yang tidak dapat diterima,” kata kementerian.

“Selain itu, kami menyarankan negara-negara yang menuduhkan tidak adil terhadap negara kami sebaiknya terlebih dahulu menghentikan pelanggaran hak asasi manusia yang sistematis terhadap warga mereka sendiri,” kata pernyataan kementerian tersebut, lansir Anadolu Agency.

Liga Arab Serukan Ankara Hentikan Operasi Militer di Suriah, Begini Kata Turki

Ia menekankan bahwa terlepas dari perjuangan yang intens melawan ancaman teror yang serius dan multifaset, Turki melanjutkan komitmennya pada prinsip-prinsip demokrasi, hak asasi manusia dan supremasi hukum.

Ia menambahkan bahwa laporan itu menggambarkan langkah Turki sebagai bagian dari perjuangannya yang adil dan sah terhadap kelompok-kelompok teror seperti, YPG/PKK, Organisasi Teror Fetullah (FETO), Islamic State (IS), dan DHKP-C dengan cara yang bias yang tidak sesuai dengan fakta-fakta.

Pernyataan itu mengatakan laporan tahunan tersebut mengabaikan perjuangan Turki melawan “kelompok teror radikal FETO” atau Organisasi Teror Fetullah, kelompok di balik upaya kudeta 2016 yang kandas, seraya menambahkan:

“Bukan suatu kebetulan bahwa laporan semacam itu, yang mengulangi perkataan kelompok-kelompok terkait teror dan menggambarkan perang melawan terorisme sebagai” konflik internal” ditulis di sebuah negara di mana pemimpin biro FETO tinggal.”

PM Turki: Pertempuran AS dan Rusia Seperti Geng Jalanan

FETO dan pemimpinnya di AS, Fetullah Gulen mengatur kudeta yang berhasil dikalahkan Turki pada 15 Juli 2016, yang menewaskan 250 orang dan melukai hampir 2.200 orang.

Turki mengeluhkan Washington gagal bertindak atas permintaan ekstradisi untuk Gulen, yang tinggal di Pennsylvania.

Ia menambahkan bahwa perjuangan Turki melawan terorisme akan berlangsung dengan pasti, dan upaya untuk memperkuat hak-hak dasar dan kebebasan akan terus berjalan tanpa henti.

Bagikan
Close X