Responsive image
Responsive image
Responsive image

Tolak Pengusiran, Ratusan Warga Palestina Terluka Akibat Serangan Tentara Israel

Tolak Pengusiran, Ratusan Warga Palestina Terluka Akibat Serangan Tentara Israel

PALESTINA(Jurnalislam.com)–Pasukan Israel melukai puluhan warga Palestina untuk menekan demonstrasi menentang pemukiman ilegal di Tepi Barat yang diduduki pada hari Jum’at (06/05/2022).

Tentara Israel menembakkan gas air mata ke pengunjuk rasa di desa Beit Dajan, provinsi Nablus, tempat dimana lembaga kemanusiaan Bulan Sabit Merah Palestina merawat 11 orang karena masalah pernapasan, kata direktur organisasi ambulan dan emergensi Nablus, Ahmed Jibril.

Seorang anak berusia 11 tahun termasuk di antara tiga korban yang terluka ketika pasukan Israel menembakkan peluru logam berlapis karet di daerah Jabal Sabih dekat kota Beita, juga di provinsi Nablus, kata Jibril kepada The New Arab, Al-Araby Al-Jadeed.

Sembilan orang lainnya dirawat karena cedera akibat gas air mata di Jabal Sabih, sebuah daerah yang telah lama terancam dari aktivitas pemukiman dan di mana pos terdepan Evyatar dijaga ketat oleh pasukan Israel setelah pemukim dipindahkan pada bulan Juli.

Pihak berwenang Israel telah mempertimbangkan apakah akan melegalkan pemukiman di bawah kendali hukum Israel dan mengizinkan beberapa pemukim kembali ke sana, meskipun hal itu tetap melanggar hukum internasional. Sementara itu, warga Palestina telah dipaksa menghentikan aktifitas bertani di tanah mereka di dekat pemukiman tersebut.

Pemukim Israel di bawah perlindungan tentara Israel pada hari Jum’at menyerbu Qaryut, sebuah desa di provinsi Nablus. Mereka menyerbu daerah mata air desa dan menghancurkan properti, kata sumber setempat. Menurut lembaga Bulan Sabit Merah, Tentara Israel melukai tujuh warga Palestina dengan peluru karet dan 43 terluka akibat gas air mata.

Di Masafer Yatta, daerah dekat kota Hebron di mana lebih dari 1.000 penduduk Palestina menghadapi pengusiran setelah keputusan Mahkamah Agung Israel minggu ini.

Di desa Kafr Qaddoum di Qalqilya, setidaknya enam warga Palestina terluka ketika pasukan Israel menembakkan gas air mata dan peluru karet selama rapat umum mingguan anti-pemukiman, lapor kantor berita resmi Palestina Wafa.

Demonstrasi menentang pemukiman ilegal dan pelanggaran Israel lainnya telah diadakan setiap pekan setelah shalat Jum’at di Beita dan Kafr Qaddoum selama bertahun-tahun hingga sekarang.

Para pengunjuk rasa pekan ini menentang pelanggaran Israel yang berkelanjutan di Yerusalem yang diduduki dan terhadap Masjid Al-Aqsa, situs tersuci ketiga dalam Islam, yang telah berulang-ulang menghadapi serangan keamanan dan pemukim Israel dalam beberapa pekan terakhir.

Puluhan lebih warga Palestina menderita akibat menghirup gas air mata yang ditembakkan pasukan Israel di tempat lain di Tepi Barat akhir pekan ini, kata para aktivis. (Bahry)

Sumber: The New Arab

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close X