Teroris Brenton Tarrant Adalah Sosok Pendiam dan Anggota Club Senjata

Teroris Brenton Tarrant Adalah Sosok Pendiam dan Anggota Club Senjata

OTAGO (Jurnalislam.com) – Sebuah klub senapan di Otago Selatan bernama Bruce Rifle Club (BRC) nampak terkejut setelah mengetahui pelaku serangan teror keji di Masjid Christchurch adalah salah anggotanya.

Dia adalah Brenton Harrison Tarrant (28). Tinggal di Dunedin, kota terbesar kedua di selatan Selandia Baru. Warga sekitar mengetahui Tarrant tinggal di Dunedin sejak 2017 lalu. Ia digambarkan sebagai sosok yang pendiam.

Wakil ketua Bruce Rifle Club, Scott William membenarkan bahwa Tarrant adalah anggotanya. Di club yang bermarkas di Milburn itu, Tarrant kerap berlatih menembak.

William mengatakan, pihaknya juga telah memberikan keterangan kepada kepolisian.

AR-15. Senjata yang digunakan pelaku Brenton Tarrant

Sepengetahuan William, Tarrant menggunakan senapan jenis AR-15 dan senapan berburu di clubnya.

“Siapapun yang memiliki lisensi senjata api standar dapat memilki AR-15, namun ada batasan pada cara mereka mengkonfigurasi senjata tersebut,” kata William sebagaimana dilansir Otago Daily Times, Sabtu (16/3/2019).

Menurut William, sosok Tarrant sama seperti anggota club lainnya dan tidak pernah menyinggung soal pandangannya tentang Islam.

Klub yang memiliki 100 anggota itu terkejut atas apa yang dilakukan Tarrant.

The Bruce Rifle Club, tempat Brenton Tarrant berlatih menembak

“Saya terkejut dan merasa dikhianati bahwa kami mempunyai anggota yang telah melakukan aksi mengerikan ini,” ungkap William.

Menurut William, Tarrant bergabung dengan BRC pada awal tahun lalu.

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern membenarkan bahwa Brenton Tarrant adalah pelaku serangan teror di Masjid Christchurch.

“Mereka (pelaku) bukan penduduk Christchurch, mereka tinggal di Dunedin,” kata Ardern.

Informasi sebelumnya menyebutkan bahwa Tarrant adalah warga negara Australia. Hal itu diakui Perdana Menteri Australia, Scott Morrison.

“Dia adalah warga kelahiran Australia,” katanya dilansir Herald.

Aksi teror keji yang dilakukan Brenton Tarrant bersama kelompoknya telah menewaskan sedikitnya 49 jamaah shalat jumat di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood di kota Christchurch.

Ada 2 orang warga Indonesia yang terluka akibat serangan itu. Mereka merupakan ayah-anak bernama Zulfirmansyah dan Mohammad Rais.

Zulfirmansyah, korban penembakan di selandia baru 

Diketahui, keduanya merupakan ayah dan anak yang sedang berada di Masjid Lindwood.

Dunia internasional mengutuk serangan teror tersebut dan mendesak para pelaku dihukum seberat-beratnya.

Sumber: NZ Herald

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X