Taliban Masuki Ibu Kota Provinsi Helmand, Bentrok Dengan Pasukan Afghanistan

Taliban Masuki Ibu Kota Provinsi Helmand, Bentrok Dengan Pasukan Afghanistan

AFGANISTAN(Jurnalislam.com)–Pasukan keamanan Afghanistan dan Taliban terlibat pertempuran sengit selama dua hari terakhir setelah gerilyawan memasuki ibu kota provinsi selatan Helmand, kata pejabat setempat pada Jumat (30/07/2021) ketika warga sipil bergegas mengungsi dari kota itu.

Ketika pasukan asing AS hampir menyelesaikan penarikan seluruh tentaranya, Taliban telah membuat keuntungan teritorial dengan cepat selama dua bulan terakhir tetapi belum merebut ibu kota provinsi.

“Sejak Kamis pagi, Taliban telah melancarkan serangan dari beberapa arah ke kota Lashkargah,” kata seorang pejabat pemerintah kepada Reuters tanpa menyebutkan namanya. Lashkargah adalah ibu kota Helmand, provinsi selatan yang berbatasan dengan Pakistan.

Pejabat itu menambahkan bahwa pasukan keamanan Afghanistan sejauh ini telah menahan upaya Taliban untuk merebut kota itu dengan bantuan angkatan udara Afghanistan, tetapi operasi terhambat oleh kehadiran warga sipil di daerah itu.

“Ratusan keluarga telah meninggalkan daerah itu dan pindah ke tempat lain yang lebih aman,” kata Hafiz Ahmad, seorang warga di salah satu lingkungan Lashkargah kepada Reuters.

Dia mengatakan mereka yang tidak bisa bergerak telah mengunci diri di rumah mereka, dan kota itu terlihat sepi ketika tembakan senjata dan artileri bergema di lingkungan sekitar.

Sebuah laporan PBB minggu ini mengatakan korban sipil telah melonjak dalam beberapa pekan terakhir di Afghanistan.

Abdul Majid Akhundzada, seorang anggota dewan provinsi Helmand, mengatakan bahwa Taliban telah merebut beberapa daerah di Lashkargah, dan pertempuran sengit terjadi di daerah yang dekat dengan bandara kota itu.

Akhundzada juga mengungkapkan ketakutan bahwa kota itu bisa segera jatuh ke tangan Taliban.

Komandan tertinggi militer Amerika Serikat di kawasan itu mengatakan angkatan udara AS telah meningkatkan serangan udara untuk mendukung pasukan Afghanistan yang terhuyung-huyung menghadapi serangan Taliban.

Sementara itu, sekitar 200 warga Afghanistan akan memulai kehidupan baru di Amerika Serikat pada hari Jumat, mereka adalah para penerjemah yang dikhawatirkan akan terjadi pembalasan Taliban karena mereka telah bekerja untuk Amerika Serikat selama perang 20 tahun di Afghanistan, kata para pejabat AS. (Bahri)

Sumber: The New Arab

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X