Sambut Muharram, Ribuan Warga Solo Hadiri Apel dan Tausiyah Kebangsaan

Sambut Muharram, Ribuan Warga Solo Hadiri Apel dan Tausiyah Kebangsaan

SOLO (Jurnalislam.com)- Ribuan umat Islam Soloraya mengikuti kegiatan ‘Apel dan Tausyiah Kebangsaan’ di Bundaran Gladak, Solo, pada ahad, (23/8/2020) pagi.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) tersebut diadakan dalam rangka untuk memperingati tahun baru Islam 1 Muharram 1442 Hijriyah.

Mengambil tema ‘Dengan Semangat Hijrah Bangkitkan Jiwa Patriotisme Rakyat Wujudkan Cita-Cita Kemerdekaan Indonesia’, massa melakukan longmarch dari Stadion Sriwedari menuju Bundaran Gladak.

Dalam longmarch tersebut, nampak pasukan berkuda berada di barisan depan kemudian diikuti peserta aksi yang membawa spanduk dan bendera merah putih dan bendera tauhid.

“Acara ini di selenggarakan untuk memperingati tahun baru Hijriyah 1 Muharram 1442 H dan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke 75,” terang korlap aksi Bangun Mulya Wijaya kepada wartawan.

“Acara ini juga dimaksudkan untuk mensyukuri dan meneladani Hijriyah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasalam dari Mekah ke Madinah dengan banyak pengorbanan resiko yang dihadapi, serta kemerdekan bangsa Indonesia adalah atas berkat rahmat Tuhan yang Maha Esa,” imbuhnya.

Lebih lanjut, dengan semangat hijrah, kata Bangun, bangsa Indonesia juga harus hijrah meninggalkan Korupsi Kolusi dan Nepotisme.

“Meninggalkan dominasi asing, melawan idiologi komunisme dan menuju pemerintahan yang bersih, berdaulat untuk menuju masyarakat yang adil dan makmur, bersatu, beradab yang diridhai Allah,” pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah ulama dan tokoh agama dari Soloraya dan DIY tampak hadir diantaranya KH. Rofi’i, KH. Halim Naharursurur, ustaz Mujahid, ustaz Umar Said, Mudrick Sangidu, ustaz Nashirudin, ustaz Alfian Tanjung, ustaz Mas’ud, ustaz Arifin Badres, ustaz Muinudinillah Basri, MA, Muhammad Ali, ustaz Aris Munandar dan Kasyum Musyafa’.

Di akhir kegiatan, ketua DSKS Dr Muinudinillah Basri memberikan Piagam Solo kepada Prof Rahmat Wahab kemudian untuk diteruskan ke penggurus Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) pusat.

Reporter: Ridho Asfari

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X