Saksi Mata: Ustadz Basri Ditabrak Densus 88 Hingga Terjatuh dari Motornya

JAKARTA – Pemerhati kontra-terorisme Harits Abu Ulya, mengungkapkan kronologis penangkapan Ustadz Muhammad Basri MA, pemimpin Pondok Pesantren (Ponpes) Tanfidzul Alquran oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror yang diterimanya melalui pesan singkat dari santri Ustadz Basri.

"Saya mendapat SMS dari para santri kalau Ustadz Basri diculik tim Densus 88 jam 09.00 WITA di Jalan Manuruki sekitar 50 meter dari kantor Lurah Sudiang Raya, Kecamatan Biringkanaya, Makassar," ungkap Harits kepada Jurniscom, Sabtu (25/4/2015).

Berdasarkan pesan yang diterimanya, Ustadz Basri diculik ketika hendak pulang dari pasar bersama anaknya Ashal yang berumur tiga tahun.

"Menurut saksi mata dari warga, motor beliau ditabrak sehingga terjatuh. Kemudian tangan diinjak lalu diborgol disertai dengan todongan senjata laras panjang lalu dinaikkan ke mobil dan meninggalkan motor dan anaknya," jelas Harits.

Direktur The Community of Ideological Islamic Analisyst (CIIA) itu menambahkan, para santri mendapat informasi jika anak Ustadz Basri menangis saat menyaksikan aksi penangkapan oleh Densus 88. Bahkan, warga langsung membawanya saat anggota polisi ada yang menodongkan senjata api ke arah Ustad Basri.

"Sang anak menagis dan berkata Abah (Ayah) ku ditembak, Abahku ditembak. Kami santri bersama jamaah pengajian beliau sangat mengharapkan Komnas HAM agar segera mencari tahu keberadaan beliau dann mengusut tuntas kejahatan yang dlakukan Densus 88," tukasnya.

Ustadz Basri ditangkap Densus 88 pada hari Jum'at (24/4/2015) atas dituduh terlibat kelompok ISIS.

Ally | Jurniscom

 

Berita Terkait :

Harits Abu Ulya : Penangkapan Ustadz Basri Penuh Kejanggalan

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.