Responsive image

Rusia Tidak akan Tunda Reaksi dari Aksi Amerika

Rusia Tidak akan Tunda Reaksi dari Aksi Amerika

MOSKOW (Jurnalislam.com) – Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov mengatakan Moskow tidak akan menunda tanggapannya terhadap sanksi baru AS, menurut kantor berita negara Rusia, RIA.

Komentar Ryabkov pada hari Senin (16/4/2018) muncul sebagai tanggapan terhadap pernyataan yang dibuat oleh Nikki Haley, duta besar AS untuk PBB, yang mengatakan pada hari Ahad bahwa Washington akan menjatuhkan sanksi ekonomi baru pada Rusia karena dukungan mereka terhadap Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Ryabkov mengatakan bahwa majelis rendah parlemen Rusia sedang mempertimbangkan undang-undang yang akan memberi Kremlin kekuatan untuk membatasi impor AS, RIA melaporkan, lansir Aljazeera.

Wakil menteri luar negeri juga mengatakan politisi Rusia membahas “penyalahgunaan” AS terhadap status dolar sebagai mata uang internasional, RIA mengutip pernyataan Ryabkov.

Pasukan rezim Nushairiyah Suriah dilaporkan menggunakan senjata kimia pada Douma yang dikuasai oposisi pada 7 April – sebuah laporan yang dibantah Assad.

AS, Prancis dan Inggris menanggapi serangan yang dicurigai tersebut dengan meluncurkan rudal pada hari Sabtu yang menurut mereka menargetkan fasilitas produksi senjata kimia Suriah. Presiden Rusia Vladimir Putin mengecam serangan yang dipimpin AS sebagai “tindakan agresi” yang hanya akan memperburuk krisis kemanusiaan di Suriah.

Inilah 3 Tujuan Pokok Pasukan Amerika di Suriah Sebelum Pulang ke AS

Haley mengatakan kepada media AS bahwa sanksi atas Rusia bisa terjadi secepatnya hari Senin.

“Anda akan melihat bahwa sanksi bagi Rusia akan turun,” kata Haley.

AS telah menjatuhkan sanksi kepada Rusia atas aneksasi Crimea dan perannya dalam konflik Ukraina, serta dugaan ikut campur dalam pemilihan presiden 2016.

Administrasi Presiden AS Donald Trump terperosok dalam kontroversi seputar penyelidikan Departemen Kehakiman terhadap dugaan campur tangan Rusia dan kemungkinan kolusi antara kampanye Trump dan Kremlin.

Pada hari Jumat, keluar pernyataan di pengadilan bahwa pengacara lama Trump Michael Cohen telah berada di bawah investigasi kriminal selama berbulan-bulan.

Mantan Direktur FBI James Comey, yang dipecat oleh Trump, juga membandingkan pemimpin AS itu dengan seorang bos mafia dan mengatakan dia “tidak layak secara moral” menjadi presiden hingga memicu kontroversi.

Bagikan
Close X