Responsive image

Rusia Ancam Serang Pesawat AS, Setelah Jet Tempur Suriah Ditembak Jatuh

Rusia Ancam Serang Pesawat AS, Setelah Jet Tempur Suriah Ditembak Jatuh

SURIAH (Jurnalislam.com) – Rusia mengatakan bahwa pihaknya akan memperlakukan semua pesawat koalisi pimpinan AS ke barat Sungai Efrat di Suriah sebagai “target” dan menghentikan hotline pencegahan insiden dengan Washington setelah pasukan AS menjatuhkan pesawat tempur Suriah.

Moskow hanya sekali sebelum menangguhkan hotline tersebut, yang didirikan pada bulan Oktober 2015 untuk mencegah konflik antara kekuatan yang berbeda yang beroperasi di wilayah udara Suriah.

Serangan jet pada hari Ahad (18/6/2017) dan tanggapan Rusia pada hari Senin (19/6/2017) berikutnya memperumit perang enam tahun Suriah dan terjadi saat koalisi pimpinan AS dan pasukan sekutu bertempur untuk menghilangkan Islamic State (IS) dari Benteng Suriah, Raqqa.

Sebagaimana yang dilansir Aljazeera, Senin, kementerian luar negeri Rusia menuduh Washington gagal menggunakan hotline sebelum menembak pesawat dekat Raqqa dan meminta “penyelidikan hati-hati oleh komando AS” ke dalam insiden tersebut.

“Benda terbang, termasuk pesawat terbang dan pesawat tak berawak milik koalisi internasional, yang ditemukan di sebelah barat Sungai Efrat akan dianggap sebagai sasaran udara oleh pertahanan udara Rusia di udara dan di atas permukaan tanah,” katanya memperingatkan.

Kementerian pertahanan Rusia mengecam penjatuhan jet tersebut dalam sebuah pernyataan terpisah, mengatakan insiden terakhir, selain yang lainnya, merupakan pelanggaran hukum internasional.

“Sebagai akibat dari serangan tersebut, pesawat Suriah hancur. Pilot Suriah jatuh ke area yang dikendalikan oleh IS. Nasibnya tidak diketahui,” kata pernyataan tersebut.

Pavel Felgenhauer, seorang analis militer dan kolumnis di Moskow, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa perkembangan tersebut merupakan eskalasi yang berbahaya, namun pihak-pihak tersebut tidak ingin melakukan tindakan nyata terhadap satu sama lain.

“Kementerian pertahanan Rusia tidak mengatakan bahwa mereka akan menargetkan pesawat-pesawat Amerika dengan senjata. Moskow mengatakan mereka hanya akan mengunci radar mereka pada mereka, mengikuti mereka tapi tidak benar-benar menembak,” katanya.

Felgenhauer menambahkan bahwa ini terjadi beberapa kali sebelum kejadian terakhir ketika pesawat-pesawat AS mendekati markas Rusia di Suriah.

“Jadi, tidak banyak perubahan nyata di lapangan,” katanya.

Jet Suriah ditembak jatuh pada Ahad malam setelah pasukan rezim bentrok dengan Pasukan Demokratik Suriah (SDF), sebuah aliansi yang berjuang melawan IS dengan dukungan AS, di daerah yang dekat dengan Raqqa.

Jet Amerika F/A-18E Super Hornet menembak jatuh SU-22 milik Suriah sekitar pukul 7 malam saat “menjatuhkan bom di dekat pejuang SDF” di selatan kota Tabqa, kata koalisi tersebut dalam sebuah pernyataan.

Insiden tersebut merupakan bentrokan terakhir antara pasukan koalisi dan rezim komando AS di wilayah yang semakin tegang dan padat di utara dan timur Suriah.

Bagikan
Close X