Rudal Canggih Rusia Bisu Saat Serangan Koalisi AS ke Lokasi Senjata Kimia Assad, Kenapa?

Rudal Canggih Rusia Bisu Saat Serangan Koalisi AS ke Lokasi Senjata Kimia Assad, Kenapa?

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Ketika ditanya oleh wartawan, apakah Rusia melakukan konfrontasi terhadap AS selama serangan gabungan ke lokasi senjata kimia Bashar Assad, McKenzie mengatakan meskipun sistem pertahanan udara canggih S-400 Rusia aktif dan memindai, namun tidak terlibat dengan rudal-rudal koalisi pimpinan AS.

“Pertahanan udara Rusia siaga penuh. Mereka melakukan pemindaian. Mereka juga memiliki pesawat pertahanan udara negara yang canggih. Namun sepertinya mereka memilih untuk tidak terlibat, jadi saya tidak bisa berspekulasi tentang mengapa mereka melakukan atau tidak melakukan itu,” jawabnya pada konferensi pers Pentagon, lansir Anadolu Agency Jumat (20/4/2018).

Namun kekuatan pertahanan udara Suriah lainnya, yang disediakan oleh Rusia, berupaya menghalau namun gagal total, menurut McKenzie.

Setelah Hantam Lokasi Senjata Kimia Assad, Begini Strategi Pentagon

Menyatakan bahwa koalisi pimpinan AS merencanakan dan menganalisis operasi dengan cara mencegah kebocoran bahan kimia keluar dari area yang terkena, ia menambahkan bahwa koalisi berhasil, berdasarkan fakta bahwa tidak ada korban.

Menanggapi pertanyaan tentang pemikirannya mengenai tanggapan rezim Suriah terhadap rudal koalisi ketika operasi itu dilakukan, McKenzie menggambarkannya sebagai “bingung dan kacau”.

“Mereka tidak memiliki gambaran yang jelas tentang apa yang sebenarnya terjadi pada mereka,” katanya, mengacu pada rezim Assad.

“Saya menegaskan bahwa pada malam tanggal 16, kami melihat pertahanan udara Suriah panik sehingga mereka menembakkan lagi enam rudal surface-to-air tanpa target, dan mungkin tanpa diarahkan, yang berarti rudal tersebut meluncur secara balistik, bisa meledak di mana saja di udara, atau terus meluncur. Itu menunjukkan dislokasi pertahanan udara Suriah yang cukup serius,” tambahnya.

Amerika, Inggris dan Perancis Lancarkan Serangan Udara ke Suriah Hari Ini

Menolak klaim Moskow bahwa sistem pertahanan udara Rusia menenggelamkan banyak misil, juru bicara Pentagon Dana White juga mengatakan bahwa pertahanan udara buatan Rusia yang dioperasikan oleh awak Suriah sama sekali tidak berguna.

“Sistem pertahanan udara buatan Rusia benar-benar tidak efektif,” katanya. “Rusia dan rezim menunjukkan ketidakefektifan sistem mereka lagi dua hari kemudian, ketika sistem-sistem itu saling berhadapan secara tidak sengaja.”

Pinggiran Damaskus di Ghouta Timur telah dikepung selama lima tahun terakhir. Akses kemanusiaan ke daerah itu, yang merupakan rumah bagi 400.000 orang, benar-benar telah terputus.

Selama delapan bulan terakhir, pasukan rezim Syiah Nushairiyah telah mengintensifkan pengepungan mereka, sehingga makanan atau obat-obatan hampir tidak mungkin bisa masuk ke distrik dan ribuan warga sipil yang membutuhkan bantuanpun semakin menderita.

Bagikan
Close X