AS Rencanakan Sanksi Terhadap Drone dan Rudal Iran

AS Rencanakan Sanksi Terhadap Drone dan Rudal Iran

AMERIKA(Jurnalislam.com)–Amerika Serikat sedang mempertimbangkan sanksi lebih lanjut terhadap Iran dengan menargetkan jaringan pasokan yang digunakan untuk membuat drone dan peluru kendali, hal ini dilakukan AS setelah muncul kekhawatiran atas kemampuan Iran.

Menurut para pejabat AS, senjata-senjata ini dapat menghadirkan risiko yang lebih besar bagi Washington dan sekutunya daripada program nuklir yang sedang berkembang di negara itu.

“Ini adalah bagian dari pendekatan komprehensif sehingga kami menangani semua aspek ancaman Iran,” kata seorang pejabat senior AS kepada Wall Street Journal. (30/07/2021)

Pejabat militer AS mengungkapkan bahwa telah terjadi peningkatan penggunaan peluru kendali dan drone Iran terhadap AS dan sekutunya di wilayah tersebut.

“Drone Iran menjadi ancaman yang berbahaya bagi sekutu kami di kawasan itu,” kata pejabat AS lainnya.

Awal tahun ini, Institute for Strategic Studies mengungkapkan bahwa Iran telah mengembangkan pangkalan domestik kendaraan udara tak berawaknya untuk melawan sanksi AS.

Namun, meskipun Iran memiliki pengetahuan dan tenaga untuk membuat rudal, tetapi mereka masih perlu mengimpor komponen untuk drone, termasuk mesin dan mikroelektronika. Saluran pasokan inilah yang akan menjadi target AS selanjutnya, yang diharapkan akan memotong produksi hingga ke tingkat terendah.

Kemampuan drone Iran telah ditunjukkan dalam serangkaian serangan, termasuk serangan 2019 yang menghentikan produksi minyak mentah di Arab Saudi. Serangan itu diyakini berasal dari Iran, meskipun para pemimpin negara tersebut menyangkalnya pada saat itu.

Arab Saudi, yang dianggap sebagai saingan Iran di kawasan itu, telah diserang lebih dari 100 kali dalam beberapa bulan terakhir oleh rudal balistik, drone kecil, rudal jelajah, dan sistem udara yang ditembakkan oleh proksi Iran di Yaman, kata para pejabat.

Iran memiliki pesawat tak berawak yang mampu terbang 7.000 kilometer (lebih dari 4.000 mil), ungkap komandan pasukan Garda Revolusi awal bulan ini.

“Kami memiliki pesawat tak berawak yang dapat terbang 7.000 kilometer, tanpa pilot, dan mendarat kembali di tempat yang sama atau di tempat lain,” kata Jenderal Hossein Salami dalam pidato yang disiarkan oleh televisi pemerintah. (Bahri)

Sumber: The New Arab

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X