Pria Bersenjata Lepaskan Tembakan Di Pangkalan Militer AS

Pria Bersenjata Melepaskan Tembakan Di Pangkalan Militer AS
TEXAS (jurnalislam.com) – Setidaknya satu orang tewas dan 14 lainnya terluka setelah seorang pria bersenjata melepaskan tembakan di pangkalan Fort Hood US Army di pusat kota Texas, kata seorang pejabat militer senior, menurut laporan kantor berita Associated Press.

Merespon serangan tersebut, Presiden AS Barack Obama menggambarkan situasi di sana masih belum pasti.

“Saya hanya ingin meyakinkan bahwa kita akan menyelidiki sampai ke dasar mengenai apa yang terjadi,” katanya dalam sambutannya yang didistribusikan ke media. “Kami sedang patah hati karena hal seperti ini terjadi lagi.”

Sebelumnya pada hari Rabu, Fort Hood telah mengirimkan perintah kepada personelnya untuk “berlindung di tempat” di Twitter milik markas mereka yang juga diposting di halaman Facebook –nya.

Divisi Kalvari 1, yang berbasis di Fort Hood, mengirim peringatan Twitter yang memberitahu orang-orang di pangkalan untuk menutup pintu dan tinggal jauh dari jendela.

Reporter Al Jazeera, Rosalind Jordan, melaporkan dari Washington DC, mengatakan ada laporan yang saling bertentangan di media AS tentang apakah satu atau dua pria bersenjata yang melepaskan tembakan tersebut.

“Fort Hood adalah salah satu basis tentara yang paling padat dan sering digunakan di Amerika Serikat dan dikenal mengirimkan lebih banyak pasukan ke Irak daripada markas militer AS lainnya,” kata Jordan.

Terjadi kekacauan di sekitar markas, Jordan menambahkan, dengan beberapa helikopter dan ambulans di sekitar lokasi.

“Kekacauan ini belum berakhir,” katanya.

“Biarkan pintu tetap terkunci.”

Sebuah video dari Fort Hood disiarkan di stasiun TV lokal KCEN TV menunjukkan pengumuman keras melalui markas yang memberitahu orang-orang untuk mengunci jendela dan pintu mereka.

Polisi di kota Waco, dekat Fort Hood, mengeluarkan tweet bahwa orang harus tinggal di dalam rumah, berlindung dan memantau media.

“Pihak berwenang menyarankan orang-orang untuk menjauh dari jendela, menjaga pintu tertutup dan terkunci. Cedera dilaporkan,” kata salah satu tweet.

Seorang juru bicara markas menolak berkomentar. Seorang juru bicara kantor sheriff setempat tidak memiliki informasi tentang insiden tersebut.

Pada insiden tahun 2009, 13 orang tewas dan lebih dari 30 orang terluka pada serangan paling mematikan dalam sejarah di sebuah instalasi domestik militer AS . (ded412/aljazeera)

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.