Penasihat Keamanan AS yang Baru, Bekas Pemimpin Lembaga Think Tank Anti Islam

24 April 2018
Penasihat Keamanan AS yang Baru, Bekas Pemimpin Lembaga Think Tank Anti Islam

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Penasihat keamanan nasional Presiden Donald Trump yang baru diangkat sebelumnya adalah pemimpin sebuah lembaga think tank yang bermarkas di New York, yang membuat “berita-berita anti-Muslim yang menyesatkan dan salah,” menurut sebuah laporan berita yang diterbitkan Senin (23/4/2018).

John Bolton memimpin Gatestone Institute dari 2013 hingga ia mendapat posisi di Gedung Putih pada awal bulan ini, NBC News melaporkan, lansir Anadolu Agency.

Pada halaman beranda situs webnya, institut tersebut telah menempatkan artikel dengan judul seperti “Belgia: Negara Islam Pertama di Eropa?”, Dan “Inggris: ‘Buku Pegangan Guru’ yang Mendukung Ekstremisme?”

Kini Proyek Politik Eropa-AS Gambarkan Muslim Seperti Iblis

Kelompok ini menggambarkan dirinya sebagai “dewan kebijakan dan think tank internasional non-partisan dan non-profit” yang didedikasikan untuk “mendidik masyarakat tentang apa yang gagal dilaporkan oleh media mainstream.”

Namun, Ibrahim Hooper, seorang juru bicara Dewan Hubungan Muslim Amerika-Islam (the Council on American-Islamic Relations-CAIR), sebuah kelompok advokasi Muslim, mengatakan kepada NBC bahwa Gatestone Institute adalah “bagian penting dari seluruh industri Islamophobia di internet.”

Muslim di Inggris jadi Target Serangan Islamophobia Media Cetak

Hubungan Bolton dengan Gatestone “sangat mengganggu” terutama mengingat perannya sekarang yang menonjol di Gedung Putih, Hooper menambahkan.

NBC mengutip kelompok itu sebagai salah satu sumber utama artikel yang menuduhkan tentang “zona terlarang (no-go zones)” yang dikendalikan oleh Muslim di Eropa, yang dikutip oleh Senator Ted Cruz selama kegagalannya menjalankan Gedung Putih 2016, dan oleh mantan Gubernur Louisiana, Bobby Jindal pada 2015.

KTT Muslim Dunia: Islamophobia adalah Kejahatan Kemanusiaan

Selain itu, NBC juga menemukan empat kasus di mana berita troll media sosial Rusia di-retweet dari akun Twitter milik Gatestone. Troll adalah postingan online yang secara sengaja dibuat secara tidak menyenangkan atau provokatif dengan tujuan membuat seseorang marah atau memunculkan respons marah.

Semua berita troll itu dibuat untuk Internet Research Agency yang terkait dengan pemerintah Rusia, yang telah dijatuhi sanksi oleh pemerintah AS setelah didakwa oleh grand jury karena diduga ikut campur dalam pertarungan menuju Gedung Putih tahun 2016.

“Dalam memunculkan berita anti-Muslim, Gatestone memiliki tujuan yang sama dengan upaya disinformasi Rusia yang lebih luas yang berusaha untuk menggambarkan masyarakat Barat menghadapi resiko ‘islamisasi’,” NBC melaporkan.