PDM Bima: Teroris Bukan Hanya Umat Islam

BIMA (Jurnalislam.com) – Selama gerakan Muhammadiyah dibangun, kalau ada hal-hal yang menyimpang dalam konteks dakwah amar ma’ruf nahi munkar, maka akan dilakukan penelusuran, perbaikan demi sebuah keadilan.

Demikian ditegaskan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bima, Eka Iskandar Zulkarnain, M.Si, kepada Jurnalislam, Senin (4/4/2016).

Menurutnya, setiap orang yang melakukan tindakan kekerasan atas nama agama itu tidak serta merta disebut teroris atau radikalis.

“Harusnya ada mekanisme dan pemeriksaan. Tetapi kalau memang benar ada kejanggalan dan terbukti secara khusus melakukan makar dan pelanggaran seharusnya diproses secara hukum,” terangnya.

Dia mencontohkan ormas-ormas di luar Islam yang juga kerap melakukan kekerasan dan OPM yang membakar bendera negara.

“Lantas apakah karena para aktivis ini beragama Islam sehingga mereka diperlakukan seperti itu, ataukah memang peraturan negara seperti itu. Kalau begitu jadinya nanti maka kekuatan umat Islam ini sangat-sangat dilemahkan,” tegasnya.

Eka mendesak negara untuk berbuat adil kepada umat Islam. Jangan hanya karena pelakunya beragama Islam, lantas dengan mudahnya aparat menyebutnya teroris.

“Kalau memang dari kasus-kasus ini terjadi pelanggaran secara hukum maka seharusnya diproses juga secara hukum. Kalau kasusnya kriminal maka pakai aturan kriminal, kalau kasusnya makar terhadap negara, maka pakai juga aturan makar terhadap negara, jangan langsung dibunuh seperti itu”.

Eka berharap ke depannya ormas lain bisa ikut andil dalam memperjuangkan hak-hak umat Islam.

Reporter: Sirath | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.