25 Juta Anak Indonesia Dibayangi Ancaman Kesehatan Pandemi

JAKARTA(Jurnalisam.com) – Kasus Covid-19 di Indonesia saat ini masih terus meningkat. Bahkan, belum menunjukkan tanda mengalami penurunan.

 

Hal ini terdampak pada pelayanan kesehatan seperti Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) untuk ibu dan anak tidak beroperasi. Celakanya bisa mengancam kesehatan 25 juta anak Indonesia.

Sebab itu, Pengurus Besar Ikan Dokte Indonesia (IDI), PP IAKMI (Pengurus Pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia), DPP PPNI (Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia), PP IBI (Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia) dan GKIA (Gerakan Kesehatan Ibu dan Anak) menyampaikan seruan nasional agar penyelenggaraan pelayanan kesehatan ibu dan anak serta pelayanan kesehatan dasar tetap menjadi prioritas utama.

Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Husein Habsyi mengungkapkan data Kementerian Kesehatan per 30 September 2020, positivity rate Indonesia sebesar 14,4%, jauh di atas standar aman WHO sebesar 5%. Sementara itu, data kasus positif Covid-19 pada anak usia 0 -5 tahun sebanyak 2,5% dan usia 6-18 tahun sebanyak 7,6%.

“Sementara itu, berbagai kota juga melaporkan bahwa penanganan kasus telah mencapai kapasitas maksimum rumah sakit-rumah sakit rujukan Covid-19. Selain itu, peningkatan transmisi virus corona terjadi di kalangan tenaga kesehatan, bahkan hingga gugur,” ungkapnya dalam konferensi pers ‘Seruan Selamatkan 25 Juta Anak Indonesia’ secara virtual, Kamis (1/10/2020).

Sumber: okezone.com

 

MUI ke Pemerintah: Pilkada Serentak Harus Ditunda

JAKARTA(Jurnalislam.com)—Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan taklimat menyikapi rencana pemerintah tetap melanjutkan Pilkada serentak 2020.

“Meminta pemerintah supaya lebih fokus dan kompak dalam menjaga kesehatan dan jiwa dari segenap anak bangsa,” kata Wakil Ketua Umum MUI KH Muhyiddin Junaidi dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, Kamis (1/10/2020).

MUI menilai saat ini penyebaran Covid-19 masih sangat tinggi dan diyakini pada saat pelaksanaan Pilkada bulan Desember 2020 diprediksi masih belum melandai.

Pelaksanaan Pilkada, beserta seluruh prosesnya pada saat itu, kata MUI, sangat berpotensi memunculkan klaster baru mata rantai penyebaran Covid-19 akibat terjadinya kerumunan massa baik ketika kampanye atau saat pelaksanaan Pilkada.

MUI mempertimbangkan syariat Islam bahwa menjaga keselamatan jiwa manusia (hifzhu an-nafsi) yang harus didahulukan seperti saat ini sesuai dengan kaedah (dar`u al-mafasid muqaddamun ‘ala jalbi al-mashalih) dan sesuai dengan amanat konsitusi seperti terdapat dalam Pembukaan UUD 1945 menyatakan bahwa tugas negara adalah melindungi segenap bangsa Indonesia.

“Maka pelaksanaan Pilkada pada Desember tahun 2020 harus ditunda hingga Pandemi Covid-19 transmisinya melandai,” pungkasnya.

Prihatin Vandalisme Masjid, Kemenag Minta Polisi Tangani Secara Profesional

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Kementerian Agama, Agus Salim meminta seluruh warga Muslim untuk tidak terprovokasi terkait aksi Vandalisme terhadap Musala Darussalam yang berlokasi di Pasar Kemis, Tangerang, Banten.

Ia mengaku prihatin, dan berharap umat Islam dapat mempercayakan penyelesaian kasus tersebut kepada pihak kepolisian.

“Saya merasa prihatin atas aksi vandalisme tersebut dan berharap kejadian serupa tidak terjadi di rumah ibadah manapun,” katanya di Jakarta, Rabu (29/9).

Dikatakannya, dirinya sudah berkoordinasi dengan struktur Kemenag di tingkat daerah untuk mengetahui motif vandalisme tersebut.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan Kemenag daerah. Kami juga percaya aparat keamanan dapat menangani kasus ini secara profesional,” ujarnya.

Sebelumnya, rekaman video berisi vandalisme di Musala Darussalam, Perumahan Villa Tangerang Elok, Kelurahan Kuta Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, menjadi viral di media sosial.

Musala bernuansa hijau itu dicoret-coret pelbagai tulisan di dinding. Coretan tersebut baru diketahui warga ketika pengurus rumah ibadah hendak mengumandangkan azan Asar pada Selasa (29/9) petang kemarin.

Nakes Berguguran, Pemerintah Diminta Prioritaskan Hak Tenaga Medis

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Terus bertambahnya tenaga kesehatan (nakes) terinfeksi hingga gugur akibat covid-19 menuai keprihatinan publik. Berdasarkan data dari Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Perhimpunan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), dan Perawatan Nasional Indonesia (PPNI), sebanyak 228 nakes telah gugur hingga Selasa (29/9/2020) lalu.

Bila dirinci, terdapat 127 dokter, 9 dokter gigi, dan 92 perawat yang meninggal dunia selama pandemi. Angka kematian nakes di Indonesia pun termasuk salah satu yang paling tinggi di dunia.

Peneliti Bidang Sosial The Indonesian Institute (TII) Vunny Wijaya memahami langkah pemerintah yang secara berkelanjutan melakukan penambahan atau rekrutmen nakes untuk ditempatkan di rumah sakit penanganan khusus Covid-19 dan fasilitas kesehatan (faskes) lainnya.

“Namun, rekrutmen nakes juga perlu diiringi dengan tinjauan komprehensif terhadap praktik penanganan Covid-19 itu sendiri. Misalnya, soal manajemen kerja atau jam kerja yang dibebankan kepada nakes. Tak bisa dipungkiri bahwa kelelahan dan jam kerja yang panjang membuat nakes lebih rentan tertular,” ujarnya, Rabu (30/9/2020).

Selain itu, tinjauan terhadap kelengkapan dan standar alat pelindung diri (APD) yang digunakan juga sangat penting. Menurut laporan sejumlah faskes, APD yang tersedia masih minim bahkan stoknya juga menipis.

Kondisi itu dinilai bisa menjadi pertanyaan, terutama terkait bagaimana kualitas APD tersebut. Mungkin masih banyak yang tidak sesuai standar bagi nakes.

Sumber: sindonews.com

DSKS Gelar Tabligh Akbar dan Nobar Film G30S/PKI

SOLO (Jurnalislam.com)- Guna mengenang akan tragedi memilkukan yang pernah dialami bangsa Indonesia, Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) menggelar Tabligh Akbar dan Nobar Film G30S PKI di Masjid Mujahidin, Banyuanyar, Solo, pada rabu, (30/9/2020).

 

Tempat nobar Film G30S PKI tersebut hanya berjarak ratusan meter dari rumah presiden Jokowi. Masyarakat tampak antusias dengan kegiatan nobar tersebut.

 

Panitia menyediakan tempat untuk peserta putra dan putri. Empat layar disiapkan untuk mengingatkan peserta akan pembunuhan dan penculikan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) terhadap para jendral di tahun 1965.

 

Dua layar di tempatkan di dalam masjid, satu layar di tempat perempuan dan satu layar lagi di luar Masjid Mujahidin. Kordinator aksi Endro Sudarsono menjelaskan bahwa selain kegiatan nobar, panitia juga menghadirkan beberapa saksi sejarah terkait kekejaman PKI terhadap masyarakat dan umat Islam.

 

“Namun sebelum acara nobar, diisi tablig akbar atau pengajian dan testimoni dari saksi sejarah. Ada ketua DSKS Dr Muinudinillah Basri, ustaz Shobbarin Syakur hingga aktifis 65 dan saksi sejarah peristiwa kedung kopi Usman Amirudin, jadi nobarnya itu proporsinya kecil jadi lebih banyak ke testimoni, pengajian dan studi literatur PKI,” terangnya.

 

Ia berharap dengan adanya kegiatan nobar Film G30S PKI tersebut, masyarakat tidak lupa akan sejarah bangsanya meskipun sejarah tersebut kelam akibat dibunuhnya para jendral oleh PKI.

 

Lebih lanjut, Endro menjelaskan panitia juga menyediakan wedangan gratis guna memanjakan para peserta yang datang.

 

“Ada wedangan gratis, hik (angkringan) gratis, wedang ronde gratis, dan wedang asle,” pungkas Endro.

28 Ribu Karyawan Disney Diberhentikan

FLORIDA(Jurnalislam.com) — Disney akan memberhentikan sekitar 28 ribu karyawan di Amerika Serikat karena penutupan taman hiburan yang berkepanjangan telah menghancurkan bisnisnya. Pengumuman itu dibuat dalam sebuah surat kepada karyawan, pada Selasa (29/9), dari Chairman of The Parks Unit, Josh D’Amaro.

Dia menjelaskan secara rinci beberapa keputusan sulit yang terpaksa dibuat perusahaan di tengah pandemi. Salah satu keputusan tersebut termasuk mengakhiri cuti ribuan karyawan. Sekitar 67 persen dari 28 ribu yang dirumahkan adalah pekerja paruh waktu. Mereka ada yang karyawan dibayar per tahun hingga karyawan dibayar per jam.

Secara keseluruhan, jumlah karyawan yang dipecat menyumbang sekitar 25 persen dari tenaga kerja resor domestik Disney. Meskipun perusahaan telah dapat mengoperasikan tamannya di Florida, Paris, Shanghai, Jepang, dan Hong Kong dengan kapasitas terbatas, California Adventure dan Disneyland tetap tutup di Anaheim sejak musim semi.

Sebelum pandemi, taman di Kalifornia dan Florida Disney telah mempekerjakan sekitar 110 ribu orang. Pemberhentian ini akan datang dari kedua resor yang akan mengurangi jumlah pekerjanya menjadi sekitar 82 ribu. Namun, Disney tidak menawarkan rincian pemberhentian antara kedua operasi tersebut.

“Seperti yang bisa anda bayangkan, keputusan besar ini tidaklah mudah. Selama beberapa tahun terakhir tim manajemen kami telah bekerja tanpa lelah,” kata Chairman of The Parks Unit, Josh D’Amaro keterangannya kepada staf, dilansir dari dailymail.co.uk, Rabu (30/9).

Lebih lanjut, D’Amaro mengatakan perusahaan telah memotong pengeluaran, menunda proyek, dan memodifikasi operasi. Namun, itu tidak cukup mengingat batasan jumlah orang yang diizinkan masuk ke taman karena adanya pembatasan kapasitan dan prosedur lain selama pandemi.

Sumber: republika.co.id

IDI: 127 Dokter Meninggal Akibat Covid-19

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Tim Mitigasi PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bersama Perhimpunan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) mengungkapkan sudah 228 tenaga kesehatan yang meninggal akibat Covid-19.

Data per 29 September 2020 menunjukkan sebanyak 9 dokter gigi dan 127 dokter meninggal serta 92 perawat meninggal akibat Covid-19. Dari 127 dokter yang wafat, terdiri dari 66 dokter umum dengan empat diantaranya merupakan guru besar.

Lalu 59 dokter spesialis dengan empat diantaranya adalah guru besar dan 2 orang residen. Ketua Tim Protokol dari Tim Mitigasi IDI Eka Ginandjar mengatakan angka kematian ini meningkat pesat karena masyarakat tidak memahami pelaksanaan aturan Adaptasi Kehidupan Baru dan masih banyak yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

“Penggunaan Masker yang baik dan benar sangat penting dalam upaya memutus rantai penularan Covid-19,” kata Eka dalam keterangan tertulis, Selasa, 29 September 2020.

Menurut Eka, munculnya kluster-kluster baru di setiap area dan bidang merupakan hal yang patut diwaspadai saat ini. Ia mengimbau agar masyarakat melaksanakan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak lebih dari 1 meter, dan mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun.

Ketua Umum PB PDGI Sri Hananto Seno mengatakan para dokter gigi yang meninggal rata-rata tertular saat memberikan pelayanan kesehatan gigi kepada pasien Covid-19 tanpa gejala. Ada yang tertular sedang bertugas di rumah sakit umum, rumah sakit khusus gigi dan mulut, Puskesmas, serta klinik tempat berpraktek.

PDGI mendorong agar konsultasi medis melalui tele-dental medicine untuk mengurangi angka penularan pasien ke dokter gigi. “Apabila dibutuhkan penanganan langsung secara tatap muka, diharapkan pasien juga membersihkan mulut terlebih dahulu sebelum bertemu dokter gigi dan melaksanakan protokol kesehatan,” kata Sri.

Selain dokter dan dokter gigi, jumlah perawat yang meninggal akibat Covid-19 juga meningkat.

Sumber: tempo.co

‘Cara Pembubaran Acara KAMI Mirip Cara-cara PKI’

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) menyayangkan pembubaran acara Deklarasi KAMI di Surabaya Jawa Timur, khususnya ketika Presidium KAMI Gatot Nurmantyo sedang berpidato.

Ketua Eksekutif KAMI Dr. Ahmad Yani mengatakan bahwa acara tersebut sudah memiliki izin dari pihak pengelola dan sudah ada pemberituan ke pihak Polda Jatim.

“KAMI menyesalkan cara primitif dan anti demokrasi yang menuntut pembubaran acara Silaturahim KAMI se Jatim di Surabaya,” kata Ahmad Yani dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, Rabu (30/9/2020).

Ia mengatakan bahwa cara polisi dan oknum pendemo membubarkan acara mirip dengan cara yang dilakukan PKI.

“Cara-cara yg dilakukan oleh pihak yang menyebut dirinya KITA mirip cara-cara PKI pada masa menjelang September 1965, yang waktu itu menuntut pembubaran organisasi lain seperti HMI, sementara rezim yang berkuasa hari ini, cenderung merestuinya,” tambahnya.

KAMI, kata Ahmad Yani,  menganggap kejadian tersebut sebagai tantangan, dan tidak akan mengendurkan sama sekali semangat dalam menegakkan Pancasila 18 Agustus 1945, dan meluruskan Kiblat Bangsa yqng selama ini diselewengkan.

Azerbaijan – Armenia Nyatakan Siap Perang Habis-habisan

AZERBAIJAN(Jurnalislam.com) — Konflik Armenia dan Azerbaijan terus memanas. Bahkan kini mereka terlibat saling melempar  menuduh satu sama lain bahwa seterunya adalah pihak yang menembak langsung ke wilayah masing-masing.

Tak hanya itu, pada Selasa kemarin (29/9) mereka juga dan tekanan internasional agar segera mengadakan pembicaraan damai untuk mengakhiri konflik terkait wilayah Nagorno-Karabakh. Bakan mereka dengan keras mengancam akan meluas konflik berdarah hingga ke perang habis-habisan.

Kedua negara tersbeut juga melaporkan penembakan dari sisi lain melintasi perbatasan bersama mereka, di sebelah barat wilayah Nagorno-Karabakh yang memisahkan diri di mana pertempuran sengit meletus antara pasukan Azeri dan etnis Armenia pada hari Minggu lalu.

Insiden tersebut menandakan eskalasi konflik lebih lanjut meskipun ada permintaan mendesak dari Rusia, Amerika Serikat, dan lainnya untuk menghentikannya.

Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev, berbicara kepada TV pemerintah Rusia, dengan tegas mengesampingkan kemungkinan pembicaraan. Hal yang sama juga dikatakan Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan. Dia mengatakan kepada saluran yang sama bahwa pembicaraan Azerbaijan dan Armenia tidak dapat dilakukan sementara pertempuran terus berlanjut.

Dan ketegangan pun berlanjut di antara dua bekas republik Soviet itu. Armenia mengatakan sebuah jet tempur F-16 milik sekutu dekat Azerbaijan, Turki, telah menembak jatuh salah satu pesawat tempurnya di atas wilayah udara Armenia. Pada peristiwa itu pilotnya tewas.

Armenia memang tidak memberikan bukti insiden tersebut. Akibatnya, Turki dan Azerbaijan menyebut klaim itu “sama sekali tidak benar”.

Puluhan orang telah dilaporkan tewas dan ratusan lainnya luka-luka sejak bentrokan antara Azerbaijan dan daerah kantong pegunungan Nagorno-Karabakh yang beretnis Armenia meletus Minggu.

Nagorno-Karabakh adalah wilayah yang memisahkan diri di dalam Azerbaijan tetapi dijalankan oleh etnis Armenia dan didukung oleh Armenia. Ia memisahkan diri dari Azerbaijan dalam perang pada tahun 1990-an, tetapi tidak diakui oleh negara mana pun sebagai republik merdeka.

Turunnya perang habis-habisan dapat menyeret kekuatan regional Rusia dan Turki. Moskow memiliki aliansi pertahanan dengan Armenia, yang merupakan jalur kehidupan kantong ke dunia luar, sementara Ankara mendukung kerabat etnis Turki sendiri di Azerbaijan.

Sumber: republika.co.id

Refly Sebut Semakin Pemerintah Tak Becus, Kelompok Kritis Semakin Besar

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Gerakan seperti Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang mengandalkan pada gerakan moral, hanya akan didukung kalau pemerintahnya memang lalai.

Semakin pemerintah berkinerja buruk, kelompok seperti KAMI cepat atau lambat akan ada. Hal itu dikatakan pakar hukum tata negara Refly Harun dalam channel YouTube Refly Harun, Rabu (30/9/2020). Menurut Refly, kelompok seperti KAMI akan didukung masyarakat jika antara lain pemerintah memang pantas dikritik, banyak kesalahan, dan tidak jelas mau membawa kapal ini ke mana.

Menurutnya, semakin pemerintah berkinerja buruk, kelompok seperti KAMI cepat atau lambat akan ada.

“Dan banyak tokoh yang bergabung dengan rasionalitasnya. Jadi, mereka (KAMI) bukaan orang-orang yang irasional, bukan orang-orang yang dikatakan sekadar sakit hati dan lain sebagainya atau tidak terpakai, tapi kelompok-kelompok yang melihat bahwa ada sesuatu yang harus dibenahi di Republik ini karena itu dapat sambutan di mana-mana,” jelasnya.

Refly pun mengatakan, sepanjang dia tahu, tidak ada rekayasa untuk mendatangkan massa ke acara yang digelar KAMI di sejumlah daerah. “Massa datang dengan sendirinya, dengan kesadarannya sendiri. Berbeda sekali tentunya dengan massa yang dibayar yang biasanya teriak-teriak karena mereka dibayar,” ujarnya.

Salah satu deklarator KAMI ini pun berharap tidak ada lagi yang menggerakkan massa bayaran untuk mengadang acara KAMI. “Mudah-mudahan penguasa negeri ini siapa pun dia, tidak menggunakan kelompok masyarakat, tidak menggunakan massa bayaran hanya sekadar untuk mengadang kelompok kritis di masyarakat lainnya,” katanya.

Sumber: sindonews.com