Azerbaijan – Armenia Nyatakan Siap Perang Habis-habisan

Azerbaijan – Armenia Nyatakan Siap Perang Habis-habisan

AZERBAIJAN(Jurnalislam.com) — Konflik Armenia dan Azerbaijan terus memanas. Bahkan kini mereka terlibat saling melempar  menuduh satu sama lain bahwa seterunya adalah pihak yang menembak langsung ke wilayah masing-masing.

Tak hanya itu, pada Selasa kemarin (29/9) mereka juga dan tekanan internasional agar segera mengadakan pembicaraan damai untuk mengakhiri konflik terkait wilayah Nagorno-Karabakh. Bakan mereka dengan keras mengancam akan meluas konflik berdarah hingga ke perang habis-habisan.

Kedua negara tersbeut juga melaporkan penembakan dari sisi lain melintasi perbatasan bersama mereka, di sebelah barat wilayah Nagorno-Karabakh yang memisahkan diri di mana pertempuran sengit meletus antara pasukan Azeri dan etnis Armenia pada hari Minggu lalu.

Insiden tersebut menandakan eskalasi konflik lebih lanjut meskipun ada permintaan mendesak dari Rusia, Amerika Serikat, dan lainnya untuk menghentikannya.

Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev, berbicara kepada TV pemerintah Rusia, dengan tegas mengesampingkan kemungkinan pembicaraan. Hal yang sama juga dikatakan Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan. Dia mengatakan kepada saluran yang sama bahwa pembicaraan Azerbaijan dan Armenia tidak dapat dilakukan sementara pertempuran terus berlanjut.

Dan ketegangan pun berlanjut di antara dua bekas republik Soviet itu. Armenia mengatakan sebuah jet tempur F-16 milik sekutu dekat Azerbaijan, Turki, telah menembak jatuh salah satu pesawat tempurnya di atas wilayah udara Armenia. Pada peristiwa itu pilotnya tewas.

Armenia memang tidak memberikan bukti insiden tersebut. Akibatnya, Turki dan Azerbaijan menyebut klaim itu “sama sekali tidak benar”.

Puluhan orang telah dilaporkan tewas dan ratusan lainnya luka-luka sejak bentrokan antara Azerbaijan dan daerah kantong pegunungan Nagorno-Karabakh yang beretnis Armenia meletus Minggu.

Nagorno-Karabakh adalah wilayah yang memisahkan diri di dalam Azerbaijan tetapi dijalankan oleh etnis Armenia dan didukung oleh Armenia. Ia memisahkan diri dari Azerbaijan dalam perang pada tahun 1990-an, tetapi tidak diakui oleh negara mana pun sebagai republik merdeka.

Turunnya perang habis-habisan dapat menyeret kekuatan regional Rusia dan Turki. Moskow memiliki aliansi pertahanan dengan Armenia, yang merupakan jalur kehidupan kantong ke dunia luar, sementara Ankara mendukung kerabat etnis Turki sendiri di Azerbaijan.

Sumber: republika.co.id

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X