Agen Rahasia MI5 Inggris Targetkan Muslim Mualaf untuk Direkrut

INGGRIS (Jurnalislam.com) – Mualaf Muslim di Inggris baru-baru ini sedang ditargetkan oleh agen MI5 Inggris untuk direkrut sebagai informan, Pusat Studi Islam University of Cambridge menemukan, lansir World Bulletin Rabu (03/02/2016).

Para peneliti telah berbicara kepada 50 pria Inggris yang telah masuk Islam dari segala usia, etnis dan latar belakang. Beberapa peserta studi mengatakan agen MI5 secara pribadi mendekati dan meminta mereka bekerja untuk agen.

Beberapa peserta dalam penelitian mengatakan mereka secara pribadi telah didekati oleh MI5 dan diminta untuk bekerja sebagai informan. Para agen tersebut menggunakan "pujian" atau "intimidasi terselubung" untuk merekrut mereka. Penggunaan taktik ini mengakibatkan banyak mualaf yang mendapat perlakuan penuh kecurigaan dari Muslim lainnya, sehingga membuat integrasi menjadi lebih sulit, kata laporan itu.

Profesor Yasir Suleiman, direktur Pusat Studi Islam, mengatakan banyak mualaf dibuat merasa seperti "orang luar" bukan hanya oleh teman-teman dan keluarga mereka tetapi juga oleh umat Islam lainnya, sehingga mereka menjadi sangat terisolasi.

"Di Barat, para mualaf ternoda oleh klaim ekstremisme – baik dengan ataupun tanpa kekerasan – radikalisasi, dan, sayangnya juga terorisme," tambahnya.

"Para mualaf tersebut juga menjadi korban sikap apatis umum terhadap agama dalam masyarakat sekuler menyebabkan mereka digambarkan oleh beberapa pihak tidak hanya sebagai eksentrik, orang aneh, orang buangan dan pemberontak, tetapi juga sebagai pengkhianat atau musuh atau berpaling dari budaya asli mereka. "

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Bangladesh Hukum Mati 2 Orang Terkait Perang Tahun 1971

BANGLADESH (Jurnalislam.com) – Pengadilan Bangladesh menghukum mati dua mantan milisi pro-Pakistan pada hari Selasa (02/02/2016) atas kejahatan perang selama konflik kemerdekaan negara itu tahun 1971, lansir World Bulletin Rabu (03/02/2016).

Pengacara Obaidul Haque, 66 tahun dan Ataur Rahman, 62, segera mengumumkan bahwa mereka akan berusaha untuk membatalkan putusan tersebut melalui Pengadilan Kejahatan Internasional.

Sejauh ini dua lusin orang dihukum akibat kekejaman dalam konflik brutal, ketika kemudian Pakistan Timur memisahkan diri untuk menjadi Bangladesh.

Kedua orang itu dihukum karena tuduhan membunuh tujuh orang dan memperkosa seorang wanita di distrik utara Netrokona dan menyiksa mati enam orang lainnya setelah menculik mereka.

Sebanyak 23 orang telah telah dijadikan saksi terhadap pasangan tersebut atas tuduhan yang diletakkan terhadap mereka tahun lalu.

Jaksa mengklaim di pengadilan bahwa Haque tidak hanya sebagai salah satu pemimpin partai politik pro-Pakistan pada tahun 1971, tetapi juga pemimpin kelompok milisi di balik serangkaian serangan terhadap warga sipil.

"Kami akan menantang putusan Mahkamah Agung dan berharap klien kami akan terbukti tidak bersalah dan dibebaskan," kata pengacara pembela, Gazi Tamim, kepada wartawan setelah hukuman itu dijatuhkan.

Dua puluh empat orang sejauh ini telah dihukum karena tuduhan kejahatan perang oleh pengadilan, yaitu pengadilan negeri yang tidak memiliki pengawasan internasional.

Kebanyakan dari mereka adalah tokoh senior di Jamaat-e-Islami, partai terbesar di negara itu. Tiga dari pimpinan Jamaat sejauh ini telah dihukum mati, bersama dengan pemimpin senior oposisi utama Partai Nasionalis Bangladesh.

Keputusan dan hukuman pengadilan sebelumnya telah memicu kekerasan mematikan, dengan 500 orang tewas, terutama dalam bentrokan antara aktivis oposisi dan polisi selama tiga tahun terakhir.

Pemerintah Perdana Menteri Sheikh Hasina mempertahankan bahwa pengadilan diperlukan untuk menyembuhkan luka konflik. Tapi oposisi mengatakan pengadilan adalah usaha untuk memberantas kepemimpinannya.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

 

15 Pejabat Militer termasuk 4 Jenderal Rusia Tewas dalam Serangan di Pegunungan Turkmen, Suriah

SURIAH (Jurnalislam.com) – Lima belas pejabat militer pro-rezim – termasuk empat jenderal Rusia – telah dibunuh oleh pasukan oposisi pejuang Suriah dalam sebuah serangan di barat laut Suriah dekat perbatasan dengan Turki, sumber oposisi Suriah mengatakan Rabu (03/02/2016), Anadolu Agency melaporkan.

Menurut sumber, yang berbicara dengan syarat anonim, pejabat militer yang dibunuh termasuk empat jenderal Rusia dan empat jenderal Suriah yang bertemu akhir Selasa di Turkmen Mountain – terletak di wilayah Latakia utara Suriah – untuk membahas perkembangan militer terbaru.

Salah satu jenderal Rusia yang dibunuh, yang diidentifikasi hanya sebagai "Yuri", dilaporkan mengkoordinasi serangan rezim di Turkmen Mountain, sumber menambahkan.

Wilayah yang sebagian besar didominasi Turkmen di barat laut Suriah telah diserang oleh pasukan rezim  didukung oleh kekuatan udara Rusia sejak November tahun lalu.

Serangan baru-baru ini di daerah-daerah tersebut ribuan Turkmen mengungsi untuk mencari perlindungan di Turki selatan. Turkmen adalah  kelompok etnis Turki yang terkonsentrasi terutama di Suriah dan Irak.

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Konglomerasi Media dan Rusaknya Kontruksi Berpikir Umat

PASCA reformasi kran kebebasan media kembali terbuka, dalam periode ini media mengalami kemajuan yang begitu pesat. Hanya sayang beribu sayang kemajuan tersebut tidak diimbangi dengan kemajuan kualitas berfikir masyarakatnya. Kondisi ini terjadi ketika media hari ini hanya dikuasai oleh segelintir elit. Sehingga media difungsikan oleh para pemilik modalnya sebagai corong kepentingan sehingga prinsip media sebagai ruang informasi yang jujur dan adil bagi publik hari ini sudah tidak lagi dirasakan oleh publik.

Tentu ini berimplikasi terhadap pola pikir masyarakat itu sendiri. Media arus utama di negeri ini sudah mengabaikan nilai-nilai jurnalistik. Ini mengindikasikan bahwa mereka para konglomerat media memiliki banyak agenda kepentingan dalam skala besar sehingga salah satu cara untuk memuluskan agenda kepentingannya mereka melancarkan strategi mengontrol pikiran (mind control) lewat agitasi dan propaganda melalui media tersebut.

Dalam skala global, penguasaan media begitu dominan dan hampir pada semua sektor. Media arus utama dalam skala global dikuasai oleh Yahudi sesuai dengan amanat leluhur mereka, Theodore Herzel -sang bapak Yahudi- yang pada waktu itu menyampaikan gagasannya bahwa salah satu faktor yang mendorong terbentuknya negara Israel Raya selain faktor milter dan lobi politik adalah faktor penguasaan media, dan terbukti. Yahudi dalam berbagai sektor benar-benar menguasai dunia dan yang terpenting adalah ideologi Yahudi itu bisa tersebar ke berbagai belahan dunia.

Begitupun di negeri ini, para konglomerat pemilik media arus utama mengusung kepentingan lain di balik kepentingan bisnis. Dan kepentingan yang paling besar adalah kepentingan meneguhkan ideologi kapitalis mereka. Ini dibuktikan bahwa mayoritas pemilik media arus utama di negara ini adalah mereka para pembenci islam. Mereka berkeyakinan bahwasanya Islam yang mayoritas di negeri ini akan menjadi ancaman bagi keberlangsungan kepentingan yang diusungnya. Untuk itu mereka melancarkan berbagai macam strategi untuk merusak umat Islam. Dan strategi yang paling ampuh adalah dengan merusak kontruksi berpikir umat Islam.

Mereka menyuguhkan tontonan-tontonan yang membuat umat Islam hanyut dan terlena sehingga lupa akan misi perjuangannya sebagai umat Islam. Umat Islam pun digelontorkan berita serta informasi yang tidak jujur yang begitu kentara hingga membunuh wajah asli Islam yang damai, adil dan solutif. Walhasil, generasi Islam pun tampil sebagai generasi kesakitan yang gagal untuk membangun tujuan hidup.

Umat Islam pun berbondong-bondong meninggalkan kebiasaannya sebagai umat islam Dan beralih kepada kebiasaan yang dilakukan oleh musuh-musuh islam serta yang paling menyakitkan hati adalah ketika umat Islam itu sendiri ramai-ramai mengeroyok Islam sebagai akibat pemberitaan yang menyudutkan umat Islam yang dikemas secara masif sehingga Islam selalu ditampilkan sebagai pihak yang selalu terstigmatisasi salah.

Penyebab utamanya tentu saja faktor media mainstream yang mengkontruksi pola pikir umat Islam dengan ideologi kapitalismenya. Ini mengindikasikan sistem di negeri ini gagal untuk melindungi umat Islam yang mayoritas. Tidak ada regulasi yang diterapkan untuk menghalau dekadensi moral melalui peran media yang melanda umat Islam.

Tentu kita tidak lantas pesimis dengan kondisi tersebut. Kita bangga dengan banyaknya media Islam yang berkembang hari ini sebagai gerakan perlawanan media arus utama. Meskipun berskala kecil, namun mampu menggentarkan penguasa dan pemilik media arus utama. Tentu gerakan ini harus terus dirawat, terus disuarakan kepada umat Islam sebagai bagian dari gerakan penyadaran serta pencerahan bagi umat agar pola pikir umat terkontruksi secara baik sehingga tidak mudah dikalahkan dalam kancah pertarungan sosial.

Terakhir, kita pun perlu mengabarkan pesan langit kepada Nabi Muhammad SAW dan umatnya; “Hai orang-orang yang beriman jika seseorang yang fasiq datang kepadamu membawa berita, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu”. (QS Al Hujurat : 6)

 

Umat Islam Karanganyar Tolak Tempat Karaoke

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – Forum Umat Islam Karanganyar mendatangi Kantor Badan Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) Karanganyar untuk memprotes pendirian tempat hiburan karaoke Kingstar di Dusun Pundak, Desa Jati Kecamatan Jaten, Karanganyar, Selasa (2/2/2016).

"Kami mendatangi kantor BPMPTSP ini merupakan tindak lanjut kami karena kemarin pihak dari Kingstar siap untuk tidak melanjutkan pendirian tempat karaoke tersebut," kata Sekretaris FUIK, Mulyono.

"Karaoke selalu dekat dengan hal negatif. Banyak yang disalahgunakan untuk berbuat mesum dan juga untuk menenggak minuman keras,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu FUIK menyerahkan surat penolakan yang diterima langsung oleh Kepala BPMPTSP, Bachtiar Syarif.

Bachtiar mengatakan, secara aturan proses perijinan untuk pendirian tempat karaoke itu sudah lengkap dan layak untuk diterbitkan. “Secara legal formalnya perijinan sudah komplit. Sehingga, dalam waktu dekat manajemen sudah bisa membuka tempat hiburan tersebut," ujar Bachtiar.

Lagipula, lanjut Bachtiar, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) juga sudah memberikan ijin. Namun dengan adanya surat penolakan tersebut, pihaknya akan melakukan pengkajian ulang.

“Kalau komunikasi terakhir, investor mengurungkan niatnya, namun tidak tahu kalau ternyata mau buka kembali nah nanti kita akan kroscek dahulu,” ucapnya.

FUIK mengancam, jika permitaah umat Islam itu tidak diindahkan akan mengerahkan massa yang lebih besar. “Jika tidak ada langkah lanjutan atas protes yang kami layangkan, kami akan melakukan aksi demonstrasi agar rumah karaoke ini tidak beroperasi,”tandasnya.

Reporter : Riyanto | Editor: Ally | Jurnalislam

Anshar al Syariah Libya Senantiasa dalam Bimbingan Ulama al Qaeda

LIBYA (Jurnalislam.com) – Faksi – faksi jihad di seluruh dunia mengecam eksekusi Arab Saudi terhadap lebih dari 40 orang  pada awal Januari. Beberapa dari mereka dijatuhi hukuman mati karena ikut ambil bagian dalam serangan pertama al Qaeda terhadap kerajaan antara tahun 2003 dan 2006. Sebenarnya merupakan hal yang wajar jika al Qaeda, cabang-cabang regional dan kelompok afiliasi lainnya mengutuk keputusan House of Saud terhadap hukuman mati tersebut, The Long War Journal mengatakan, Selasa (02/02/2016)

Respon Anshar al Syariah Libya sangatlah penting. Dalam pernyataan tiga halaman yang dirilis melalui Twitter pada 15 Januari 2016 lalu, Anshar al Syariah menyamakan mereka yang dieksekusi Saudi dengan pemimpin senior al Qaeda yang gugur oleh serangan drone Amerika.

"Al Salul (sebuah panggilan untuk Saudi) mengakui pentingnya para ulama saleh sejati yang mengontrol jihad dengan ketentuan yang benar dari kitab Allah Swt dan sunah Rasul-Nya, damai dan berkah besertanya, dan mengetahui dampak dari tidak adanya ulama di arena jihad," ulama  Anshar al Syariah Libya menulis, menurut terjemahan yang diperoleh The Long War Journal, Selasa.

Jihadis mengklaim bahwa dalam hal ini pesan Saudi mirip dengan "tindakan pemimpin kafir global, Amerika, yang telah menewaskan para ulama saleh."

Anshar al Sharia kemudian menyebutkan delapan ulama, semuanya adalah pemimpin al Qaeda yang syahid dalam serangan udara AS: Harits bin Ghazi al Nadhari, Ibrahim Rubaish, Anwar al Awlaki, Nasir al Wuhayshi, Abu Musab al Zarqawi, Abu Yahya al Libi, Atiyah Abd al Rahman (disebut sebagai "Atiyatallah"), dan Khalid al Husainan.

Anshar al Syariah secara teratur menyampaikan khotbah yang disampaikan oleh beberapa ulama yang telah disebutkan di atas. Spanduk web yang digunakan untuk mempublikasi pidato, yang pertama kali diproduksi oleh al Qaeda, dapat dilihat di akhir artikel ini.

Sepanjang bulan Desember dan Januari, stasiun radio organisasi, Ather al Madinah, memposting klip ceramah Syeikh Nadhari dan Rubaish di media sosial. Keduanya adalah ulama al Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) yang gugur pada tahun 2015.

Salah satu ceramah Syeikh Nadhari ini dibagi menjadi tujuh bagian. Dia menjelaskan berbagai masalah Aqidah, termasuk konsep tauhid (atau keesaan Allah). Nadhari menjelaskan dalam khotbah lain mengapa umat Islam harus menjawab "panggilan untuk jihad."

Beberapa ceramah Syeikh Rubaish, mantan tahanan Guantanamo yang menjadi ulama AQAP berpengaruh setelah dia dibebaskan dari tahanan AS, menjelaskan tema yang sama. Dalam satu dakwahnya, Syeikh Rubaish menyarankan Muslim untuk menghindari menjual agama mereka untuk kesenangan dunia. Beberapa ceramah lain menampilkan Rubaish dan Nadhari bersama-sama.

Pidato Syeikh Abu Yahya al Libi juga telah disiarkan kembali oleh Ather al Madinah. Al Libi mengecam idola palsu yaitu demokrasi dalam pembicaraan yang disebarkan secara online pada bulan Desember.

Syeikh Al Libi adalah salah satu ulama al Qaeda paling menonjol pada saat syahidnya bulan Juni 2012. Pada 10 September 2012, pemimpin al Qaeda global Syeikh Ayman al Zawahiri mengkonfirmasi gugurnya Syeikh  al Libi dalam sebuah video yang dirilis secara online. Syeikh Zawahiri juga meminta Anshar al Syariah Libya untuk membalas kematiannya. Anshar al Syariah Libya dan kelompok al Qaeda lainnya menyerang sebuah misi diplomatik Amerika dan CIA yang disebut Annex pada hari berikutnya.

Anshar al Syariah kemudian merujuk pada serangan Benghazi. Dalam video singkat yang dirilis pada bulan Desember, misalnya, mujahidin Anshar al Syariah di dalam video sedang mengatakan: "Katakan pada Amerika yang hina bahwa kita akan membebaskan Abu Khattala."

Abu Khattala adalah tersangka tunggal dari serangan Benghazi 11 September 2012 yang berada dalam tahanan Amerika. Sebuah screen shot para mujahidin yang menyampaikan dalam video dapat dilihat di bawah ini.

Video direkam di sebuah kamp pelatihan yang dinamai Muhammad al Zahawi, Amir pertama Anshar al Syariah, yang syahid akibat luka-luka di akhir 2014 atau awal 2015.

Setelah syahidnya Zahawi itu dikonfirmasi pada bulan Januari 2015, Syeikh Nadhari merilis pidato untuk memuji  Syeikh Zahawi yang dibunuh itu. Nadhari menjelaskan bahwa Zahawi secara pribadi bertemu dengan Syeikh Usamah bin Laden pada 1990-an di Sudan dan mengadopsi metodologi al Qaeda pada waktu itu.

Meskipun Anshar al Syariah Libya awalnya digambarkan oleh beberapa pihak sebagai kelompok jihad lokal (Libya), mereka telah menjadi bagian dari jaringan al Qaeda sejak didirikan pada tahun 2011. The Long War Journal telah mendokumentasikan hubungan mereka dengan al Qaeda dan cabangnya di Utara Afrika, Al Qaeda di Maghreb Islam (AQIM), pada beberapa kesempatan.

Dan Anshar al Syariah Libya sekarang secara terbuka memperkenalkan para ulama al Qaeda kepada para pengikutnya yang baru, mujahidin Libya, secara teratur.

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

Sowan ke Pemkot, FUI Bima Bahas Upaya Pemberantasan Maksiat

BIMA (Jurnalislam.com) – Forum Umat Islam (FUI) Bima pada Senin (1/2/2016) juga mendatangi kantor pemerintahan Kota Bima, Jalan Soekarno-Hatta. Kedatangan FUI untuk membahas berbagai permasalahan yang bergulir di masyarakat Kota Bima khususnya soal pemberantasan kemaksiatan.

“Ada banyak permasalahan yang hari menimpa masyarakat kita di Kota Bima, oleh karena itu kami mencoba menyampaikan permasalahan tersebut kepada pihak yang berwenang,” kata ustadz Asikin kepada Jurnalislam, Senin (1/2/2016).

Ustadz Asikin menjelaskan, generasi muda dalam beberapa hari ke depan akan dihadapkan dengan perayaan hari kasih sayang (valentines day) yang merupakan budaya orang kafir. Ditambah lagi praktek prostitusi di Kota Bima yang belum dapat diatasi.

"Itu semua adalah bentuk dari rusaknya moralitas masyarakat. Maka oleh karena itu kami mengharapkan pemerintahan Kota Bima segera melakukan langkah antisipasi dan pencegahan serta melakukan langkah konkrit guna untuk meminimalisir permasalahan tersebut,” terangnya.

Laporan dan masukan FUI disambut baik oleh Kabag Kesar Kota Bima, Drs Abdul Wahid. Selain menyampaikan terimakasih, Abdul Wahid menyatakan akan segera berkoordinasi untuk menindaklanjuti laporan FUI tersebut.

"Kita akan sesegera mungkin akan menindaklanjuti adanya laporan dan masukan-masukan tersebut, tentunya melalui garis koordinasi yang ada di pemerintahan,” katanya.

Reporter: Sirath | Editor: Ally | Jurnalislam

PMII Probolinggo Tuntut Tempat Hiburan Malam Ditutup

PROBOLINGGO (Jurnalislam.com) – Sekitar 100 mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Probolingggo melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor walikota Probolinggo Jalan Sudirman, Senin (1/2/2016).

Mereka menuntut penutupan tempat hiburan malam yang kian marak beroperasi di wilayah kota Probolinggo. Padahal, pengurus wilayah Nadhlatul Ulama Jawa Timur, telah melayangkan surat rekomendasi kepada pemkot guna menutup tempat hiburan sejak enam bulan lalu.

Mereka menilai keberadaan tempat hiburan malam menjadi wahana eksodus eks penghuni lokalisasi Dolly Surabaya, sehingga berdampak pada peningkatan penderita HIV/AIDS, degradasi moral, serta ajang konsumsi narkoba dan miras, serta seks bebas.

"PMII menuntut wali kota segara menutup hiburan malam yang semakin marak, dan menyebabkan penyakit HIV/AIDS meningkat," kata Fajarilyas, Ketua PMII Probolinggo.

Fajar mengatakan, data yang dihimpun dari dinas kesehatan setempat, sejak tahun 2008 hingga kini ada 190 penderita HIV/AIDS, 50 orang diantaranya meninggal dunia setiap tahun dan penderitanya meningkat hingga kisaran 40 persen.

Massa mengancam akan menggelar aksi lebih besar jika tuntutan mereka tidak dipenuhi selama dua pekan ke depan. Aksi itu akhirnya ditutup dengan aksi teatrikal, yang menggambarkan gaya hidup glamor para pemandu karaoke, ditengah kehidupan masyakarat.

Sementara perwakilan pemerintah Kota Probolinggo, yang keluar menemui massa berjanji akan segera melakukan penutupan tempat hiburan, dengan memperhatikan peraturan yang berlaku.

Aksi itu juga sebagai bentuk pengawalan atas surat PCNU dan PWNU yang mendesak penutupan tempat hiburan malam. Baca: PCNU Probolinggo Ancam Turunkan Massa Tindak Tempat Hiburan Malam

Reporter : Findra | Editor: Ally | Jurnalislam

 

Waspada Gafatar, FUI Desak Pemkab Bima Segera Bersikap

BIMA (Jurnalislam.com) – Forum Umat Islam (FUI) Bima mendatangi pemerintahan Kabupaten Bima. Kedatangan kita adalah guna untuk menindaklanjuti berita yang beredar mengenai aliran Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara) yang ada di wilayah Kabupaten Bima.

“Di Bima sendiri aliran Gafatar ini sudah ada, apalagi pemimpin Gafatar untuk wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) ini adalah orang asli dari Kabupaten Bima,” kata ketua FUI Bima Ustadz Asikin kepada Jurnalislam senin (1/2/2016).

Di Bima sendiri, lanjut ustadz Asikin, Gafatar telah menunjukan keberadaannya sebagai organisasi social. “Sehingga mereka juga bisa dengan mudah untuk mengelabui masyarakat terhadap penyimpangan aqidahnya.”

Ustadz Asikin mengatakan, Gafatar misionaris-misionaris Gafatar dari kalangan mahasiswa sudah mulai merekrut anggota-anggota barunya. Pengurus Gafatar NTB didominasi oleh orang dari luar NTB.

“Karena persoalan gafatar  ini sudah menjadi masalah pemerintah, maka kami meminta kepada pihak pemerintahan untuk segera mengambil sikap untuk mendeteksi keadaan serta menghentikan penyebaran aliran Gafatar tersebut,” ujar ustadz Asikin.

Sementara itu bupati Bima melalui kepala bagian (Kabag) Kesra Kabupaten Bima, H. Abdul Muis menyatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti persoalan tersebut.

“Kami akan segera kirimkan surat kepada camat dan kepala Desa untuk segera melakukan langkah antisipasi terkait keberadaan pimpinannya ini,” ucapnya.

Reporter: Sirath | Editor: Ally | Jurnalislam

Hamas dan Fatah akan Bertemu Pekan Depan di Qatar

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Perwakilan dari Hamas dan Fatah akan bertemu di Doha, ibukota Qatar, pekan depan untuk membahas pelaksanaan perjanjian rekonsiliasi 2014, lansir World Bulletin (02/02/2016)

Jamal Muhassan, anggota komite pusat Fatah, mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Senin bahwa para pejabat Fatah baru-baru ini mengadakan pertemuan informal dengan rekan-rekan Hamas mereka di Turki dan Qatar.

Pertemuan resmi antara kedua kelompok, kata Muhassan, akan diselenggarakan di Doha Sabtu depan (6 Februari).

Menurut Muhassan, pada pertemuan tersebut Fatah akan diwakili dengan Azzam al-Ahmad dan Sakr Bisisu, sementara Hamas akan diwakili oleh Moussa Abu Marzouk.

"Pertemuan (pekan depan) akan membuka jalan bagi pertemuan kedua antara pemimpin Fatah dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Kepala politik Hamas Khaled Meshaal," kata Muhassan tanpa memberikan tanggal untuk pertemuan kedua.

Muhassan melanjutkan dengan menyuarakan harapan bahwa pertemuan yang akan datang pada akhirnya akan mengarah pada pembentukan pemerintah persatuan Palestina.

Meskipun pemerintah persatuan diresmikan dua bulan kemudian, peran pemerintahan tidak pernah diasumsikan ada di Jalur Gaza yang dikuasai Hamas.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam