Waspada Gafatar, FUI Desak Pemkab Bima Segera Bersikap

BIMA (Jurnalislam.com) – Forum Umat Islam (FUI) Bima mendatangi pemerintahan Kabupaten Bima. Kedatangan kita adalah guna untuk menindaklanjuti berita yang beredar mengenai aliran Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara) yang ada di wilayah Kabupaten Bima.

“Di Bima sendiri aliran Gafatar ini sudah ada, apalagi pemimpin Gafatar untuk wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) ini adalah orang asli dari Kabupaten Bima,” kata ketua FUI Bima Ustadz Asikin kepada Jurnalislam senin (1/2/2016).

Di Bima sendiri, lanjut ustadz Asikin, Gafatar telah menunjukan keberadaannya sebagai organisasi social. “Sehingga mereka juga bisa dengan mudah untuk mengelabui masyarakat terhadap penyimpangan aqidahnya.”

Ustadz Asikin mengatakan, Gafatar misionaris-misionaris Gafatar dari kalangan mahasiswa sudah mulai merekrut anggota-anggota barunya. Pengurus Gafatar NTB didominasi oleh orang dari luar NTB.

“Karena persoalan gafatar  ini sudah menjadi masalah pemerintah, maka kami meminta kepada pihak pemerintahan untuk segera mengambil sikap untuk mendeteksi keadaan serta menghentikan penyebaran aliran Gafatar tersebut,” ujar ustadz Asikin.

Sementara itu bupati Bima melalui kepala bagian (Kabag) Kesra Kabupaten Bima, H. Abdul Muis menyatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti persoalan tersebut.

“Kami akan segera kirimkan surat kepada camat dan kepala Desa untuk segera melakukan langkah antisipasi terkait keberadaan pimpinannya ini,” ucapnya.

Reporter: Sirath | Editor: Ally | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.