HRW: Bukti Rusia Jatuhkan “Cluster Bomb” Setiap Hari di Suriah

SURIAH (Jurnalislam.com) – Selama dua minggu terakhir, rezim Suriah dan pasukan militer Rusia telah melakukan serangan udara setiap hari menggunakan bom curah yang dilarang secara internasional di daerah yang dikuasai para pejuang di Suriah, menewaskan puluhan warga sipil, menurut Human Rights Watch (HRW), lansir Aljazeera Senin (08/02/2016).

Dalam sebuah laporan yang dirilis pada hari Senin, kelompok monitoring tersebut mengatakan operasi militer bersama itu meluncurkan setidaknya 14 serangan dengan senjata klaster di lima distrik  sejak 26 Januari, menewaskan sedikitnya 37 warga sipil, termasuk sembilan anak-anak.

Banyak juga korban yang terluka, kata laporan itu, menambahkan bahwa jumlah total serangan klaster selama periode ini cenderung lebih tinggi.

"Aktivis setempat melaporkan sedikitnya terjadi delapan serangan tambahan," katanya, namun mencatat serangan-serangan tersebut tidak dapat diverifikasi.

Konvensi internasional melarang penggunaan bom klaster sejak tahun 2010 karena dampaknya yang tidak pandang bulu.

Senjata-senjata tersebut menimbulkan ancaman bagi warga sipil karena menyebabkan kerusakan yang luas. Bom-bom yang tidak meledak sering tertinggal setelah serangan.

penggunaan bahan peledak yang intensif terjadi di tengah serangan pemerintah Suriah untuk merebut wilayah dari mujahidin di provinsi Aleppo, Idlib, Damaskus, Homs dan Hama.

Beberapa serangan bom klaster dilaporkan terjadi di distrik utara Aleppo, yang menyebabkan puluhan ribu orang mengungsi ke perbatasan Turki.

HRW mengatakan menerima laporan bahwa di kota Anadan, bom klaster dan senjata lain yang digunakan dalam serangan udara yang juga melanda sebuah rumah sakit lapangan pada tanggal 27 Januari, telah menewaskan seorang perawat.

Pada hari yang sama di distrik tengah Homs, sebuah pesawat menjatuhkan bom klaster di Kafr Laha, sebuah kota di wilayah kekuasaan mujahidin  yang dikepung oleh pasukan rezim Nushairiyah Assad dan sekutunya, menewaskan sedikitnya enam orang dan melukai 59 orang lainnya, termasuk 27 anak-anak, laporan dikutip dari seorang wartawan lokal anonim.

Saksi lain memastikan jumlah korban tewas tersebut, kata HRW.

"Saya melihat orang-orang yang dipotong kakinya," wartawan Homs Media Center yang berafiliasi dengan pejuang  mengatakan kepada HRW.

"Satu orang kehilangan matanya. Ada beberapa orang yang tergantung antara hidup dan mati. Yang terluka sebagian besar perempuan dan anak-anak. Semuanya terluka akibat fragmen dari peledak, di mata, di kepala, di belakang. Sangat menyakitkan untuk melihat."

Pada halaman Facebook-nya, Homs Media Center melaporkan bahwa pada hari Ahad, kebanyakan perempuan dan anak-anak terluka setelah serangan udara menggunakan bom klaster menghancurkan rumah warga sipil di daerah yang dikuasai oposisi di provinsi ini.

Pada konferensi pers Desember, Igor Konashenkov, juru bicara militer Rusia, membantah tuduhan bahwa angkatan udara mereka telah menimbun bom klaster di Suriah.

Dia mengatakan bahwa, "Penyerangan Rusia tidak menggunakan bom klaster dan tidak ada senjata seperti itu di pangkalan udara Rusia di Suriah".

Namun, Tim Intel Konflik (the Conflict Intelligence Team-CIT), sebuah kelompok aktivis Rusia yang memonitor aktivitas militer Rusia di luar negeri, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa mereka memiliki bukti substansial bahwa Rusia menggunakan berbagai jenis amunisi di Suriah.

"Kami dapat mengkonfirmasi bahwa Rusia memang menggunakan bom klaster, khususnya RBK-500 Shoab-05, RBK-500 AO-2,5RTM dan RBK-500 SPBE," kata Kirill Mikhailov, juru bicara CIT.

"Mereka semua telah difoto dan difilmkan di pangkalan udara Hmeymim di Latakia. Amunisi tersebut terbukti melekat pada jet Rusia, ditempatkan di tanah, dan dalam beberapa kasus ditemukan di wilayah pemukiman."

Elliot Higgins, seorang wartawan Inggris yang fokus pada konflik Suriah, juga telah melaporkan bukti serangan bom klaster milik Rusia di negara ini.

"Kementerian Pertahanan Rusia telah berulang kali menyangkal hal ini, bahkan mengaku tidak ada amunisi seperti itu di pangkalan udara Suriah mereka," katanya kepada Al Jazeera.

"Tapi gambar dari pangkalan udara yang diterbitkan oleh outlet Media Rusia (termasuk) Sputnik dan RT, dan bahkan kementerian pertahanan Rusia dengan jelas menunjukkan senjata-senjata tersebut terdapat di pangkalan.

"Penolakan fakta-fakta yang ada sudah dikenal merupakan kebiasaan Kementerian Pertahanan Rusia. Perbedaan besar sekarang adalah ada lebih banyak informasi publik TERSEDIA yang dapat digunakan untuk fakta memeriksa penolakan dan klaim mereka, agar benar-benar diketahui apa yang sebenarnya dilakukan Rusia. "

Kelompok pemantau, termasuk Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris, mengatakan serangan udara Rusia menewaskan sedikitnya 1.000 warga sipil, termasuk lebih dari 300 anak-anak, saat mereka dimulai pada bulan September tahun lalu.
 

Deddy | Al Jazeera | Jurnalislam

Taliban Tembak Jatuh Helikopter Pengangkut Perwira Tinggi Militer, Semua Tewas

KABUL (Jurnalislam.com) – Di tengah Operasi Militer tahunan 'Azm' yang sedang berlangsung, Mujahidin Imarah Islam menghancurkan sebuah helikopter musuh dengan serangan roket saat akan mendarat di sekitar pangkalan militer dekat daerah Deh Naw kabupaten Deh Sabz, Al Emarah News melaporkan, Senin (08/02/2016).

Serangan taktis yang berlangsung siang hari ini benar-benar menghancurkan helikopter yang digunakan untuk mengangkut perwira tinggi militer ke daerah tersebut sehari-hari, menewaskan semua 18 personel yang berada di dalamnya.

Serangan ini terjadi pada hari yang sama dengan operasi syahid pada minibus ANA (Afghanistan Nasional Army) yang menewaskan dan melukai sekitar 30 petugas di provinsi utara Balkh.

Sehari sebelumnya sebuah helikopter tempur Afghanistan juga jatuh berkeping-keping ketika terlibat dalam pertempuran sengit  dengan mujahidin di distrik Baghlan-e-Markazi provinsi Baghlan utara.

Deddy | Alemarah | Jurnalislam

Bus Pengangkut Pasukan Nasional Dihantam Bom Istisyhad Taliban

BALKH (Jurnalislam.com) – Sebuah serangan syahid menghantam sebuah bus yang mengangkut petugas ANA (Afghanistan National Army) ke kantor mereka setiap pagi di distrik Dehdadi provinsi Balkh utara, Al Emarah News melaporkan, Senin (08/02/2016).

Serangan itu terjadi di dekat korps Tentara Afghan 209, yang berfungsi sebagai komando tentara utara.

Aksi yang berlangsung di sekitar pukul 07:00 Senin pagi  dilakukan oleh para pencari syahid heroik Imarah Islam (Mahmood Badr dari provinsi Wardak) yang meledakkan rompi penuh bahan peledak yang ia kenakan di dalam bus.

Laporan awal menunjukkan bahwa 30 aparat militer tewas dan terluka dalam ledakan yang juga menghancurkan sebagian besar bus.

Lokasi kejadian segera ditutup oleh pasukan Afghanistan untuk menyembunyikan banyaknya korban.

Tidak ada warga sipil terluka yang dalam serangan itu, menurut juru bicara polisi Balkh, Sher Mohammad Durani pada Aljazeera.

Dalam sebuah email yang dikirim ke media oleh juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid, mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Taliban telah meningkatkan serangan di seluruh negeri terhadap pasukan Nasional Afghanistan.

Deddy | Alemarah | Aljazeera | Jurnalislam

 

Dewan Muslim Inggris Gelar “Visit My Masjid Day” di 90 Masjid Lebih

INGGRIS (Jurnalislam.com) – Lebih dari 90 masjid di seluruh Inggris membuka pintu mereka pada hari Ahad (07/02/2016) untuk setiap penganut agama dan kepercayaan lain pada acara tahunan kedua "Visit My Masjid Day", lansir World Bulletin Senin (08/02/2016).

Sekretaris Jenderal Dewan Muslim Inggris, lembaga payung Muslim Inggris terbesar dan penyelenggara acara tersebut, mengatakan inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan pemahaman yang lebih baik tentang Islam dengan mengundang semua orang menuju pusat-pusat Islam.

"Kami pikir sangat berguna jika kami memiliki satu hari ketika setiap masjid atau sebanyak mungkin masjid bisa membuka pintu bagi mereka untuk para tetangga dan mengungkap apa yang terjadi di dalam," kata Dr Shuja Shafi.

"Dengan cara itu mereka akan memiliki pandangan yang lebih baik dan mudah-mudahan kita akan memiliki masyarakat kohesif yang lebih baik."

Tokoh lintas agama juga menghadiri acara di Masjid Pusat London di mana konferensi pers berlangsung.

Pastor Jeremy Taylor dari Gereja St John's Wood Parish Church mengatakan masalah datang karena masyarakat tidak mengenal satu sama lain dengan baik: "Keindahan acara seperti ini adalah membuka dan menyambut orang dalam cara yang sangat eksplisit [yang] membantu untuk mendorong kontak sehingga timbul pemahaman yang lebih baik," katanya.

Oliver Miller, seorang mahasiswa studi keamanan internasional di University College London, mengatakan ia datang untuk mencari tahu tentang arti agama yang sebenarnya.

"Saya ingin mengetahui sedikit lebih banyak tentang pesan Islam karena kita mendengar banyak tentang hal itu di media dan yang digambarkan dengan baik dan buruk, jadi saya ingin melihat apa sebenarnya arti sejatinya.

"Adalah baik untuk membuka Islam sehingga tidak tersembunyi dari masyarakat," katanya.

Visit My Masjid Day muncul setelah Presiden AS Barack Obama membayar kunjungan pertamanya dalam masa jabatan tujuh tahun ke masjid di negara itu Rabu lalu.

Ada sekitar 3 juta Muslim di Inggris, yang mewakili hampir 5 persen dari populasi.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Ormas Islam: Kita Sudah Mencontohkan Sweeping yang Baik

KLATEN (Jurnalislam.com) – Perwakilan ormas Islam, ustadz Bony Aswar mengecam keras aksi pengeroyokan terhadap sejumlah laskar oleh preman di depan Rusunawa Klaten, Desa Bareng Lor, Klaten, Jawa Tengah pada Ahad (7/2/2016).

Ustadz Bony mengatakan, selama ini pihaknya telah mencontohkan sweeping yang baik. ”Kita tidak pernah memukul dan sebagainya,” katanya saat audiensi di Polres Klaten, Senin (8/2/2016) siang. Baca: Ormas Islam Desak Kapolres Klaten Tangkap Pelaku Pengeroyokan Dalam 2 x 24 Jam

“Orang selama ini sudah tahu kita tidak pernah main tangan,” sambungnya.

Perwakilan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Klaten itu menjelaskan, pihaknya kerap menerima laporan dari masyarakat yang mengeluhkan lemahnya penindakan dari aparat terhadap premanisme dan miras yang sudah meresahkan.

“Karena Klaten itu dari dulu dikenal dengan premanisme, judi dan miras yang sangat luar biasa. Tapi tidak ada penindakan, makanya kita turun,” ujarnya.

“Tapi kita memberikan contoh yang baik. Masyarakat selalu melapor kepada kita, ini kemana aparat kok tidak ada penindakan,” katanya.

Dalam audiensi itu, Kapolres Klaten menegaskan, pihaknya akan segera menyelesaikan kasus tersebut dengan adil. 

Reporter: Dyo | Editor: Ally | Jurnalislam

 

Ormas Islam Desak Kapolres Klaten Tangkap Pelaku Pengeroyokan Dalam 2 x 24 Jam

KLATEN (Jurnalislam.com) – Merespon kasus penyerangan puluhan preman terhadap empat orang aktivis amar maruf nahi munkar di Klaten, sejumlah ormas Islam dan FUI Klaten mendatangi Polres Klaten, Senin (8/2/2016). Baca: 4 Aktivis Islam Klaten Diserang Puluhan Preman

Mereka menuntut aparat mengusut tuntas kasus tersebut dan segera menangkap semua pelaku pengeroyokan yang terjadi di depan Rusunawa Klaten, Desa Bareng Lor itu.

Perwakilan Ormas Islam yang menghadiri audiensi tersebut antara lain Majelis Mujahidin Indonesia(MMI) Klaten, Forum Ukhuwah Islamiyah(FUI) Klaten, Front Pembela Islam (FPI) Klaten, Aliansi Laskar Islam Klaten, Kokam Muhammadiyah, Front Jihad Indonesia (FJI), Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS), Jamaah Ansharusy Syariah, yang diterima langsung oleh Kapolres Klaten AKBP Faizal diruang K3i.

Perwakilan Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) Klaten, Ustadz Syafei mendesak Polres Klaten untuk segera menangkap para pelaku pengeroyokan. “Kami memberikan waktu 2 x 24 jam pada bapak Faizal (Kapolres Klaten-red) untuk segera menangkap pelaku pengeroyokan 4 anggota laskar kami," tegasnya.

Sementara itu, perwakilan Aliansi Laska Islam Klaten, Sugianto mengatkan, pihaknya telah mengidentisifikasi salah seorang preman pelaku pengeroyokan, yaitu Sulis.

“Tuntutan kami, terdakwa (Sulis) ini  harus segera ditindak, kalau kepolisian tidak bisa maka langkah kami, bukan hanya dari Klaten bahkan dari Solo, Karanganyar, Boyolali akan bergerak, target kami premanisme harus hilang," tegasnya.

Kapolres Klaten, AKBP Faizal menegaskan, pihaknya akan segera menyelesaikan kasus ini secara adil.

"Kami akan meminta AKP Fachrul Sugiarto (Kasat Reskrim-red) menindak tegas pelaku pengeroyokan. Silahkan buat pelaporan, tapi hari ini kan libur, besok silahkan datang untuk pelaporan," jelasnya.

Reporter: Dyo | Editor: Ally | Jurnalislam

 

Laskar Islam Jember Sosialisasi Bahaya VD di CFD

JEMBER (Jurnalislam.com) – Sebagai upaya mencegah perayaan Valetine’s Day Laskar Islam Jember (LIJ) menggelar aksi simpatik di gelaran Car Free Day Alun-Alun Jember, Ahad (7/2/2016).

Aksi tersebut didukung oleh sejumlah elemen Islam Jember seperti Jama'ah Ansharusy Syariah, Front Pembela Islam (FPI), Forum Santri dan Jaringan Aktifis Kampus. Dalam aksinya, aktifis LIJ melakukan Dakwah on the street dan menyebar selebaran dan stiker berisi bahaya VD.

"Benar mas, valday (valentine’s day) itu emang teroris bagi remaja Islam," kata Hikam, salah pengunjung setelah menerima selebaran berisi artikel berjudul "Teroris itu Bernama Valentine's Day".

Sementara itu, Zaki salah satu dai "Dakwah on the street" menyampaikan kepada para pengunjung CFD yang didominasi siswa SMA di Jember agar mewaspadai jebakan hadiah valentine yang bisa berujung ke seks bebas.

"Jebakan hadiah itu berwujud cokelat, dan bahkan ada yang kondom. itulah perangkapnya" jelasnya.

Sebelumnya, aksi serupa digelar Komunitas Nahi Munkar Surakarta (KONAS) di gelaran CFD Jalan Slamet Riyadi. 

Reporter : Findra | Editor: Ally | Jurnalislam

 

4 Aktivis Islam Klaten Diserang Puluhan Preman

KLATEN (Jurnalislam.com) – Aktivis amar makruf nahi munkar diserang puluhan preman di Taman Lampion Klaten depan Rusunawa Klaten, Desa Bareng Lor, Klaten Utara, Klaten, Jawa Tengah, Ahad (7/2/2016) dini hari.

Menurut kesaksian Boni, salah seorang aktivis yang ikut dalam aksi tersebut, kejadian bermula saat sejumlah laskar menegur sekelompok orang warga kampung Bareng yang sedang menenggak minuman keras di depan Rusunawa.

“Namun ketika diingatkan, orang tersebut malah ada sebagian yang lari masuk ke dalam komplek Rusunawa sambil berteriak minta tolong,” kata aktivis nahi munkar dari Majelis Mujahidin itu.

Mendengar hal tersebut, puluhan preman yang sebagian besar menempati Rusunawa itu langsung keluar dan menyerang laskar yang hanya berjumlah 8 orang.

“Mereka (preman) memukuli kita pakai kayu, batu, barbel dan ada yang mengambil pedang mau bacok saya, tapi dicegah preman lainnya,” kisah Boni. 

Bony juga menceritakan, ada seorang laskar yang hendak menyelamatkan diri, namun motornya ditendang hingga terjatuh. “Juga sempat terjadi penyekapan terhadap anggota laskar di Rusunawa, namun bisa melarikan diri dengan memanjat tembok,” lanjutnya.

Akibat peristiwa tersebut, sedikitnya empat laskar menderita luka-luka dan harus mendapatkan perawatan lebih lanjut. Mereka adalah Jackal Zaglul Ahmad (36), Triyanto (33), Ruslan Darussalam (21) dan Fachrudin Sidik (29).

Reporter: Dyo | Editor: Ally | Jurnalislam

 

Ribuan Anggota Anti Islam PEGIDA Gelar Aksi Unjuk Rasa di Seluruh Eropa

JERMAN (Jurnalislam.com) – Sebuah pawai oleh organisasi anti-Islam Jerman PEGIDA menarik ribuan orang ke kota timur Dresden pada hari Sabtu (06/02/2016) dengan aksi unjuk rasa mendukung gerakan juga terjadi di kota-kota Eropa lainnya, World Bulletin melaporkan, Ahad (07/02/2016).

Di Praha, sekitar 5.000 orang bergabung dengan pawai terinspirasi PEGIDA yang diselenggarakan oleh dua kelompok kanan-jauh, sementara di Amsterdam polisi menjaga kelompok pro dan anti-PEGIDA dan menangkap sedikitnya selusin orang.

Dalam pawai lain di pelabuhan Calais Perancis utara, lokasi kamp pengungsi “Jungle” yang terkenal bagi para migran yang melintasi Selat menuju Inggris, terjadi sekitar 20 penangkapan, kata pihak berwenang setempat.

Polisi membalas dengan gas air mata setelah bentrokan pecah.

Kelompok PEGIDA telah menyerukan demonstrasi hari Sabtu, mendesak pendukung mereka untuk berbaris di bawah bendera anti-migran “Benteng Eropa”.

Kelompok ini dimulai sebagai sebuah gerakan di Jerman pada pertengahan 2014 dan telah menyebar ke negara-negara Eropa lain yang bergulat dengan krisis pengungsi terburuk sejak Perang Dunia II.

Beberapa ribu pendukung PEGIDA muncul di Dresden berbaris di sepanjang tepi Sungai Elbe untuk memprotes imigrasi massa dan apa yang mereka sebut “Islamisasi” Eropa.

Absen dalam pawai adalah Lutz Bachmann, pendiri gerakan, karena sakit, kata penyelenggara.

Polisi mengerahkan sekitar 1.000 pasukan.

200 Anggota Anti Islam PEGIDA Dihadang 2.000 Orang Pro Islam di Jerman

Banyak yang mengacungkan spanduk mengkritik Kanselir Jerman Angela Merkel, yang berada di jalur tembak karena sikap baiknya terhadap pengungsi setelah Jerman mengambil lebih dari satu juta pencari suaka tahun lalu.

Sekitar 2.000 orang – semula polisi memperkirakan 10.000 – bergabung dengan protes anti-PEGIDA di mana peserta mendesak toleransi terhadap pengungsi.

Demonstran Anti-PEGIDA meneriakkan slogan-slogan seperti “tidak ada tempat untuk Nazi” dan “kita tidak perlu xenophobia, hasutan atau PEGIDA”.

Pendukung PEGIDA membalas bahwa mereka “patriot Eropa melawan Islamisasi barat.”

Di Praha, seorang wartawan AFP memperkirakan kerumunan berjumlah sekitar 5.000 meskipun polisi tidak memberikan perkiraan resmi. Polisi menangkap empat orang.

“Larang Islam di Republik Ceko”, “Tutup Perbatasan”, “Jangan biarkan Brussels menghancurkan masyarakat kita”, bunyi plakat yang dibawa oleh para demonstran pro-PEGIDA yang juga ditutupi dengan bendera Republik.

Sebuah pawai tandingan diselenggarakan oleh partai Greens non-parlemen dan beberapa kelompok sayap kiri.

“Migran adalah orang-orang seperti kita sehingga kita harus membantu mereka, dengan cara yang wajar,” kata presiden Greens Matej Stropnicky.

“Tapi kita harus membantu mereka di negara mereka sendiri,” katanya, menambahkan bahwa tidak mungkin jika sejumlah besar pengungsi diintegrasikan di Eropa.

Walikota New York Luncurkan Gerakan Anti Islamophobia

Di Dublin, bentrokan pecah antara orang-orang yang berkumpul untuk memprotes peluncuran PEGIDA di Irlandia, dan orang-orang yang menghadiri peluncuran kelompok.

“Kami berdiri bersama-sama … untuk menunjukkan bahwa tidak ada tempat di Irlandia hari ini untuk rasisme dan Islamophobia – tidak ada tempat untuk kebencian,” kata kontra demonstran dan MEP Lynn Boylan dari partai Sinn Fein.

Di Amsterdam, kelompok saingan berjumlah beberapa ratus orang melambaikan spanduk dengan slogan-slogan seperti “Selamat Datang Pengungsi”.

“Kami menunjukkan karena kami sangat khawatir dengan negara dan Islam,” kata Yvette 51-tahun dari Utrecht, yang membawa spanduk putih bertuliskan “PEGIDA adalah Cinta” di Belanda.

Kedua belah pihak tetap terpisah oleh puluhan pemisah terpasang dan polisi sementara helikopter militer melayang di atas kepala.

Seorang wartawan AFP menyaksikan setidaknya ada selusin penangkapan dan polisi berjaga di antara kerumunan untuk memisahkan kelompok-kelompok saingan.

Demonstran Anti-PEGIDA Tommy Morelli, 32, mengatakan kepada AFP: “Saya tidak percaya bahwa orang-orang ini (pendukung pro-PEGIDA) masih berpikir dengan cara yang mereka lakukan di hari ini dan dalam usia ini. Ini memalukan..!!!”

Sementara itu di Birmingham Inggris tengah, polisi mengatakan terdapat sekitar 150 pendukung PEGIDA dan 60 demonstran anti-PEGIDA.

Demonstrasi juga berlangsung di Bratislava, Warsawa, kota Montpellier Perancis, Graz di Austria selatan dan Brno di timur Republik Ceko.

 

Taliban: Helikopter Musuh Ditembak Jatuh di Utara Afghanistan

BAGHLAN (Jurnalislam.com) – Tentara musuh yang tidak diketahui jumlahnya tewas ketika Mujahidin Imarah Islam menembak jatuh sebuah helikopter tempur musuh Ahad malam di Afghanistan utara, Al-Emarah News mengatakan pada hari Ahad (0702/2016).

Laporan awal dari situs menunjukkan bahwa helikopter yang terlibat dalam misi untuk membom posisi Mujahidin selama pertempuran sengit dimana Mujahidin terlibat dalam pertempuran sengit  dengan pasukan musuh gabungan di distrik Baghlan-e-Markazi provinsi Baghlan utara saat itu helikopter ditembak jatuh oleh Mujahidin.

Menurut laporan, helikopter jatuh berkeping-keping, menewaskan semua awak pesawat dan tentara di dalamnya.

Penembakan helikopter hingga jatuh tersebut adalah yang terbaru di tahun ini dalam serangkaian serangan di tengah Operasi Azm.

Menurut laporan lain dari Baghlan, setidaknya empat pasukan boneka tewas dan puluhan lainnya terluka di tengah serangan musuh terhadap Mujahidin berbasis di distrik Baghlan-e-Markazi. Mujahidin berhasil mengejar musuh dari daerah itu setelah beberapa jam pertempuran.

Deddy | Al Emarah News | Jurnalislam