Me-DAN Resmikan Kantor Cabang Soloraya

Me-DAN Resmikan Kantor Cabang SolorayaSOLO (Jurnalislam.com) – Lembaga Kemanusiaan Non pemerintah, Medis dan Aksi Kemanusiaan (MeDAN) meresmikan kantor cabang Soloraya di masjid Salamah, Tipes, Serengan, Surakarta, Sabtu (18/6/2016).

Ketua MeDAN Soloraya, Agus Muhajir mengapresiasi dukungan masyarakat Solo khususnya warga Tipes yang turut hadir pada peresmian tersebut.

“Sekali lagi kami ucapkan terimakasih atas waktunya menghadiri acara ini, kami tergugah atas kepentingan masyarakat muslim yang membutuhkan aksi-aksi sosial yang tidak tersentuh oleh pemerintah,” ucap Agus.

Sementara itu, Dewan penasehat MeDAN Pusat, Abu Karimah dalam kesempatan itu memaparkan visi dan misi Me-DAN di Indonesia. Ia juga menjelaskan beberapa program Me-DAN yang digulirkan seperti Me-DAN Syam, MeDAN Bencana, MeDAN Sosial, MeDAN Ambulance, MeDAN Bersih-bersih Masjid, MeDAN Dai dan MeDAN Pembinaan.

“Awalnya forum ini digagas tiga dokter dari Banyuwangi, Bantul, Palembang dan saya sendiri. Maka 14 Januari 2014 kami berempat sepakat membentuk forum MeDAN ini,” ungkapnya.

Musibah yang menimpa kaum muslimin mendorong gerakan forum ini untuk ambil bagian dalam aksi kemanusiaan. Abu Karimah mengharapkan forum tersebut menjadi jembatan penolong kaum muslimin tidak hanya di Indonesia namun seluruh dunia.

“Kami siap menjembatani dana yang akan digunakan untuk menolong muslim yang membutuhkan baik sebab musibah bencana, perang maupun kemiskinan. Juga kami menyalurkan tidak hanya di sini, juga di luar negeri. Tidak ada niatan kita untuk mencari nafkah di forum ini. Maka kami minta do’a restu para jama’ah agar forum ini berjalan,” ujarnya.

Dengan bacaan basmalah Abu Karimah secara resmi membuka kantor tersebut. Acara kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama setelah dinyatakan berakhir.

Sebelumnya, Me-DAN juga meresmikan Kantor Pengurus Cabang Jawa Barat di Tasikmalaya pada Senin (13/6/2016) pekan lalu.

Reporter: Dyo | Editor: Ally Muhammad Abduh

Ikutilah! Pesantren Ramadhan 1437 H ANNAS Bekasi Raya

Pamflet Resmi Pesan Ramah-pageAssalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.

Jerat Aliran Sesat makin menggurita

Cara yang dilakukan beragam ddan makin mempesona

Mulai dari Meracuni Pemikiran hingga Freesex yang berkedok Kawin Kontrak (Mut’ah)

Bagaimana sepak terjang mereka? Bagaimana kita dapat mengenali mereka?

Ikutilah!

PESANTREN RAMADHAN 1437 H ANNAS BEKASI RAYA

Tema : “Pemuda Hebat, Pemuda Anti Aliran Sesat”

Sabtu, 20 Ramadhan 1437 H/ 25 Juni 2016 M

Pukul 08.15-18.30 (Buka Puasa Bersama)

Dengan Pembicara :

1. Ustadz Farid Ahmad Okbah, MA (Islamic Centre Al Islam)

2. Ustadz Dr. Anung Al Hamat (Dewan Pakar ANNAS Bekasi Raya)

3. Ustadz Dr. Teten Romly Qomaruddien (Dewan Hisbah PP PERSIS)

Tempat :

MASJID AL HIKMAH BJI IRIGASI

Jl. Iriigasi Prima Raya No. 1 RW 011 Perumahamn Bekasi Jaya Indah Irigasi

Bekasi Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi

GRATIS!!!

Dapatkan Seminar Kit, Sertifikat, Makanan Ta’jil dan Makan Malam.

Pendaftaran:

SMS/WA dengan cara
Ketik : Nama_Perwakilan Organisasi_Domisili
kirim ke

0896-6723-4829 (Ikhwan/Laki-Laki)

0812-1987-1219 (Akhwat/Perempuan)

Buruan Daftar sebelum Kuota Penuh!

Rekening Donasi

7096752096 Bank Syariah Mandiri

An. Adam Nurrachman

Konfirmasi Transfer : SMS/WA ke 0819-1133-8102

Berkat Kerjasama:

1. Aliansi Nasional Anti Syi’ah (ANNAS)

Pimpinan Daerah Bekasi Raya

2. Dewan Keluarga Masjid (DKM) Al Hikmah

Didukung Oleh:

Panjimas.com

Voa-Islam.com

Tabloid Syi’ar Islam

Kiblat.net

HIdayatullah.com

SalamOnline

Wassalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh

200.000 Warga Palestina Sholat Jumat Ke-2 Ramadhan di Masjid Al Aqsha

01PALESTINA (Jurnalislam.com) – Ratusan ribu umat Islam dari Tepi Barat yang diduduki zionis Yahudi Israel dan Yerusalem Timur berkumpul di kompleks Masjid Al-Aqsha kemarin untuk melaksanakan sholat Jumat kedua di bulan puasa Ramadhan, lansir Anadolu Agency, Jumat (17/06/2016).

Hanya laki-laki yang berusia lebih dari 45 dan anak-anak di bawah 12 tahun – bersama dengan wanita dari segala usia – yang diizinkan oleh pasukan penjajah Israel untuk memasuki Yerusalem Timur tanpa surat izin masuk.

Pihak militer zionis, sementara itu, meningkatkan penjagaannya di sekitar lokasi flashpoint, mengerahkan lebih dari 3.500 polisi dan mendirikan penghalang jalan di pintu masuk Kota Tua Yerusalem.

Mereka juga mengerahkan helikopter dan balon pengawasan untuk memantau situasi di dalam dan sekitar kompleks masjid.

Salem al-Natsheh, penduduk berusia 53 tahun dari kota Hebron, Tepi Barat, mengatakan kepada Anadolu Agency: “Ini kedua kalinya saya sholat di Al-Aqsha Ramadhan ini, dan butuh lebih dari enam jam untuk memasuki Yerusalem dikarenakan langkah-langkah penjagaan militer Israel.”

Rokaya Orabi, 33 tahun, dari kota Ramallah, Tepi Barat, mengatakan bahwa dia hanya diizinkan untuk memasuki Yerusalem setelah digeledah oleh tentara Israel.

“Tiga anak saya juga dikenakan tindakan serdadu Israel,” kata Orabi kepada Anadolu Agency, menambahkan bahwa ia juga membawa serta cucunya yang berusia delapan tahun menuju Al-Aqsha, “yang melihat Yerusalem untuk pertama kali dalam hidupnya.”

Sheikh Azzam al-Khatib, direktur jenderal Otoritas Palestina untuk Wakaf Keagamaan dan Urusan Al-Aqsha, (the Authority for Religious Endowments and Al-Aqsa Affairs) mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa ternyata terdapat sekitar 200.000 jamaah yang sholat di Al-Aqsha untuk Jumat kedua Ramadhan.

thumbs_b_c_c9630ee1da331171124bbf2ccf33a4b3

“Kami mengharapkan sedikitnya 150.000 jamaah berbuka puasa dan Shalat Taraweh di Al-Aqsa,” katanya.

Sekitar 200 warga Jalur Gaza yang diblokade – seluruhnya berusia 60 tahun – juga diizinkan untuk memasuki Yerusalem pada hari Jumat, setelah pekan lalu dilarang sebagai balasan serangan penembakan di Tel Aviv yang menewaskan empat warga Israel.

“Saya berangkat dari Jalur Gaza dengan suami saya saat fajar,” Amena Abu al-Eaish, penduduk berusia 66 tahun dari Kota Gaza mengatakan kepada Anadolu Agency.

“Saya berencana untuk sholat Jumat di Masjid Al-Aqsha dan menghabiskan sisa hari di sana membaca Quran,” katanya.

Israel menjajah Yerusalem Timur dan Tepi Barat selama Perang Timur Tengah 1967. Israel kemudian menganeksasi kota pada tahun 1980, mengklaimnya sebagai ibukota terpadu dari negara zionis Yahudi yang memproklamirkan diri sendiri – sebuah langkah yang tidak pernah diakui masyarakat internasional.

Hukum internasional memandang Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai wilayah yang dijajah, sehingga semua pembangunan pemukiman Yahudi di tanah tersebut adalah tidak sah.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Cegah Agresi Militer Rusia, AS Kirim Armada Perang ke Laut Hitam

thumbs_b_c_91f6d6385c25a1b807b2aa91aa8b4be3WASHINGTON (Jurnalislam.com) – AS akan mempertahankan kehadirannya di Laut Hitam untuk mencegah agresi Rusia, Sekretaris AS dari Angkatan Laut mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Jumat (17/06/2016).

“Kami akan berada di sana. Kami akan hadir. Kami akan menghalangi. Itulah alasan utama kami di sini – untuk mencegah potensi agresi; berada di tempat seharusnya, ketika kami harus berada di sana,” kata Ray Mabus dalam email.

Komentar Mabus muncul di tengah sengketa dengan Moskow tentang diskusi NATO mengenai pembentukan kekuatan permanen di Laut Hitam.

“Jika keputusan dibuat untuk menciptakan kekuatan yang permanen, tentu saja, itu akan menjadi tidak stabil, karena ini bukan laut NATO,” kata pejabat Kementerian Luar Negeri Rusia Andrei Kelin dikutip media negara itu awal pekan ini.

AS telah empat kali melipatgandakan dana untuk meyakinkan mitra Eropa terhadap kegiatan Rusia di Eropa Timur.

Sebuah kapal perusak Amerika USS Porter memasuki Laut Hitam bulan ini dan AS juga berencana untuk meningkatkan jumlah pasukan di Eropa.

“Kami masih beroperasi di bawah Konvensi Montreux, yang ditandatangani pada pertengahan (19)30-an, mengenai kapal apa yang masuk dan keluar dari Laut Hitam dan berapa lama mereka beroperasi di sana,” kata Mabus.

Sejak Rusia mencaplok Crimean Peninsula Ukraina pada 2014, mereka memiliki sendiri Armada Laut Hitam berbasis di Sevastopol.saat

NATO akan mengadakan pertemuan puncak tahunan di Polandia bulan depan sebagai hubungan antara Rusia dan aliansi menjadi tegang secara signifikan karena dukungan Moskow untuk separatis di Ukraina timur dan rezim Bashar al-Assad di Suriah.

Penyebaran dua kapal induk AS di Laut Mediterania juga membuat tegang hubungan dengan Rusia saat Moskow juga memiliki kehadiran militer di Mediterania Timur.

“Kami sudah berada di Mediterania terus-menerus selama 70 tahun hingga sekarang, sejak Perang Dunia II,” kata Mabus. “Kami akan berada di tempat seharusnya dan kami akan hadir dan itu normal … yang membuat jalur laut terbuka untuk semua orang.”

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Pasukan Irak Ambil Alih Total Fallujah dari IS

thumbs_b_c_72579e2d4cdc4d09f09af7e07ec5feb8BAGHDAD (Jurnalislam.com) – Pasukan Irak telah merebut kembali kota barat Fallujah dari kelompok Islamic State (IS), Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi, mengatakan Jumat malam (17/06/2016), lansir Anadolu Agency.

“Fallujah kembali ke rumah,” kata Abadi dalam pidato yang disiarkan televisi. “Tujuan kami adalah untuk melindungi masalah penting rakyat Fallujah dan untuk menjamin keamanan warga sipil di sana … Tidak ada tempat untuk Anda di Irak. Rakyat Irak bersatu melawan Anda. ”

Sebelumnya pada hari Jumat, para pejabat mengatakan sejumlah gedung-gedung pemerintah di kota itu telah direbut kembali dari IS, yang mengambil alih kota di provinsi Anbar pada awal 2014. Sebuah operasi untuk merebut kembali Fallujah diluncurkan bulan lalu.

Operasi ini melibatkan pasukan militer, pasukan kontra-terorisme, unit polisi federal, pasukan Syiah Hashd al-Shaabi yang merupakan payung milisi Syiah Iran di Irak – dan suku bersenjata.

Terletak di sepanjang Sungai Efrat sekitar 50 kilometer (31 mil) di barat ibukota Baghdad, sekitar 90.000 warga diyakini berada di kota Fallujah.

Irak mengalami kekosongan pemerintahan sejak pertengahan 2014, ketika IS merebut kota Mosul, Irak utara dan menyerbu sebagian besar wilayah di bagian utara dan barat negara itu.

Menurut PBB, lebih dari 3,4 juta orang kini mengungsi di Irak – lebih dari setengah dari mereka anak-anak – sementara lebih dari 10 juta sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

Krisis Air Kembali Melanda Gaza

krisis air di gazaGAZA (Jurnalislam.com) – Krisis air bertahun-tahun melanda wilayah Khan Yunus, selatan jalur Gaza. Masyarakat kesulitan mendapatkan kebutuhan sehari-hari untuk air minum. Krisis air ini hampir merata di seluruh wilayah selatan jalur Gaza, seperti: Khaza’ah, ‘Absan al-Kabirah, al-Jadidah, dan Bani Sahilan”. Perusahaan Israel “Microet” adalah yang menangani distribusi air dan listrik di jalur Gaza.

Krisis air ini menimpa 1000 rumah warga di pemukiman wilayah selatan jalur Gaza yang sampai sekarang belum ada solusinya. Bukan hanya krisis air bersih, namun juga menimpa tanah pertanian dan ladang. Dua pemukiman penduduk di ‘Absan al-Kabirah dan ‘Absan al Jadidah yang terkena krisis air menuntut pemerintah segera mengakhiri krisis ini, karena menghadapi musim panas dan bulan ramadhan.

Krisis air ini mengakibatkan Jumlah debit air yang terus menurun hampir di seluruh wilayah Palestina, yang biasanya 300 mᵌ/jam menurun menjadi 120 mᵌ, bahkan lebih kecil lagi. Bahkan pompa air untuk menyedot tangki penyimpanan juga tidak bisa maksimal akibat krisis listrik yang melanda di jalur Gaza.

Pemimpin kota ‘Absan al-Kabirah menghimbau masyarakat untuk tidak menggunakan air minum dipakai sebagai kebutuhan rumah tangga lainnya. Hal ini untuk menghemat air untuk kebutuhan air minum warga.Samir Abu Tho’imah wakil kepala daerah ‘Absan al-Jadidah kepada kantor berita net menjelaskan bahwa “wilayah Khan Yunus mengalami krisis air yang sangat berat, menimpa 11 ribu warga .” “Kami bergantung kepada lima sumber air (sumur) yang ada saat ini, terutama di daerah Khan Yunus saat ini sumur-sumur mengering (debit air mengecil dari 120 mᵌ sampai 50 mᵌ/jam)”. Tambahnya.

“Jumlah debit air ini tidak bisa memenuhi semua kebutuhan air warga, air yang diterima warga dari perusahaan “microet” Israel di empat daerah di Khan Yunus hanya 600 mᵌ /hari. Kondisi ini terjadi hampir setiap tahun ketika musim panas tiba”. Jelasnya.

Abu Tha’imah menjelaskan bahwa “krisis ini menyebabkan warga semakin marah akhir-akhir ini, para petani juga mengalami hal yang sama”. “krisis air ini semakin parah tiga tahun terakhir, tidak ada solusinya, kami menunggu pembangunan pusat air baru di Jalur Gaza.”

“Sumber air yang lama dan ada sekarang tidak layak untuk dikonsumsi warga, ditambah lagi krisis listrik menambah kesengsaraan warga karena pompa air yang ada tidak bisa mengalirkan air ke rumah-rumah penduduk.”

Di Jalur Gaza selama bertahun-tahun mengalami krisis air yang berkepanjangan. Apalagi ketika masuk musim panas. masyarakat tidak bisa menikmati air bersih dan air minum yang layak sehingga menambah kesengsaraan hajat hidup di jalur Gaza.

Sumber: Suara Palestina | Editor: Ally Muhammad Abduh

Ahok Usir Jurnalis di Balai Kota, AJI: Bukti Tidak Cakap Menghadapi Jurnalis

ahokJAKARTA (Jurnalislam.com) – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta mengkritik sikap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)yang melarang seorang jurnalis masuk ke ‎kantornya untuk melakukan kerja jurnalistik.

Melalui siaran pers yang diterima redaksi Jurnalislam.com, Kamis (16/6/2016), Ketua AJI Jakarta, Ahmad Nurhasim mengatakan, pernyataan Ahok melarang jurnalis Arah.com itu tidak dapat dibenarkan, karena tindakan tersebut bertentangan dengan Undang-Undang Pers.

“Ahok tidak berhak melarang atau mengusir jurnalis yang liputan di Balai Kota,” tegas Ahmad Nurhasim, Jumat (17/6/2016).

Menurutnya, Balai Kota adalah ruang publik, tempat jurnalis berhak melakukan kerja-kerja jurnalistik. Penyataan Ahok itu menunjukkan dia sebagai pejabat publik yang tidak cakap menghadapi jurnalis.

“Sesulit atau senakal apapun pertanyaan jurnalis, bisa dijawab dengan tanpa mengusir jurnalis yang bertanya. Bila Ahok keberatan dengan suatu berita silakan protes ke redaksi media tersebut atau adukan ke Dewan Pers. Jangan mengusir jurnalis yang sedang liputan,” lanjutnya.

“Balai Kota juga bukan milik Ahok. Dia bekerja di situ sebagai pejabat publik yang digaji dari pajak rakyat,” sambung Ahmad.

Oleh sebab itu, AJI Jakarta meminta Ahok tidak perlu alergi terhadap kritik dari pers. Sebab, pers berhak mengembangkan pendapat umum berdasarkan infromasi yang tepat, akurat, dan benar. Pers juga berhak mengawasi, mengkritik, dan mengoreksi terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum.

“Pers dan jurnalis berhak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi. AJI menegaskan bahwa jurnalis dilindungi oleh UU Pers saat menjalankan kegiatan jurnalistik mulai dari mencari sampai sampai pemuatan atau penyiaran berita,” tegasnya.

Seperti yang sudah diberitakan, pengusiran itu terjadi saat seorang jurnalis media online arah.com bertanya mengenai adanya keterkaitan suap reklamasi dengan aliran uang Rp 30 miliar dari pengembang reklamasi kepada Teman Ahok, melalui Sunny Tanuwidjaja (staf khusus Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama) dan Cyrus Network. Ahok marah karena menganggap isu itu sengaja ditanyakan untuk menyerangnya. Ahok akan maju lagi dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta pada Februari 2017.

Ahok menjawab, “Saya tidak ada kewajiban menjawab pertanyaan Anda. Saya tegaskan itu, bolak-balik mengadu domba. Pokoknya nggak‎ boleh masuk ke sini lagi, nggak boleh wawancara,” kata Ahok kepada reporter arah.com di Balai Kota. Ahok mengatakan dirinya adalah pejabat bersih dan konsisten anti korupsi sejak menjabat anggota DPRD‎, Bupati Belitung Timur, anggota DPR RI, hingga kini sebagai Gubernur DKI Jakarta. Lalu jurnalis tersebut bertanya, “Berarti tidak ada pejabat sehebat Bapak?” Ahok menganggap pertanyaan itu sebagai tuduhan yang mau mengadu domba dirinya. “Anda dari koran apa? Makanya lain kali tidak usah masuk sini lagi, tidak jelas kalau begitu” ujar Ahok.

Reporter : Muhammad Fajar l Editor: Ally Muhammad Abduh

 

Perda Syariat Dicabut, MUI Dompu: Itu Kesalahan Fatal!

Ketua MUI Dompu Dr H Abdullah ArsyadBIMA (Jurnalislam.com) – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kebupaten Dompu Dr. H. Abdullah Arsyad S.Ag menegaskan, pihaknya menolak keras rencana pemerintah mencabut peraturan daerah (perda) bernuansa syariah di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Kabupaten Dompu.

“Ini adalah merupakan kekeliruan yang sangat fatal dari pemerintah dengan kebijakannya yaitu mencabut perda syariah yang ada di Kabupaten Dompu ini,” tegasnya kepada Jurnalislam di Kantor MUI Dompu, Kamis (16/6/2016).

Menurutnya, penghapusan perda-perda Syariat di Kabupaten Dompu itu akan menimbulkan keresahan. Sebab, perda-perda tersebut telah membudaya di masyarakat Dompu.

Dihapuskannya perda bernuansa syariat juga dinilainya akan mengganggu kondusifitas masyarakat Dompu yang telah sejak lama menjadikan Islam sebagai landasan kehidupan bermasyarakat.

“Dengan adanya perda itu sudah sangat bagus untuk kehidupan masyarakat Kabupaten Dompu, dengan cita-cita pemerintah daerah untuk menjadikan masyarakat pintar, sejahtera serta menjadi religius,” katanya.

Menurutnya, perda-perda itu muncul dari kebijakan-kebijakan lokal masyarakat Dompu yang mayoritas beragama Islam.

“Maka kenapa harus dipermasalahkan masalah yang seperti itu, karena itu juga termasuk kearifan lokal di tiap-tiap daerah,” tandasnya.

“Maka yang paling kita harapkan sekarang adalah kefanatikannya, keshalehannya sesuai dengan ajaran Islam, itu yang harus kita kejar, karena nanti Negara akan menjadi aman, bukan justru dipermasalahkan,” pungkasnya.

Di Kabupaten Dompu sendiri ada tiga perda yang berlandaskan Syariat Islam. Salah satunya adalah kewajiban membaca Al Qur’an. Namun dua yang termasuk daftar perda yang akan dihapus pemerintah. Perda tersebut, menurut H Abdullah Asrsyad sudah melekat dalam kehidupan masyarakat di Dompu.

Untuk diketahui, berikut ini adalah dua perda Kabupaten Dompu yang akan dihapus:

  1. Perda No. 11/2004 tentang tata cara pemilihan kades (materi muatanya mengatur keharusan calon dan keluarganya bisa membaca Al-Qur’an yang dibuktikan dengan rekomendasi KUA).
  2. SK Bupati Dompu No KD.19.05/HM.00/1330/2004, tentang pengembangan Perda No.1 Tahun 2002. Isinya menyebutkan:
  3. Kewajiban membaca Al-Qur’an bagi PNS yang akan mengambil SK/Kenaikan pangkat, calon pengantin, calon siswa SMP dan SMU dan bagi siswa yang akan mengambil ijazah.
  4. Kewajiban memakai busana Muslim (Jilbab).
  5. Kewajiban mengembangkan budaya Islam (MTQ, Qosidah dll).

 

Reporter: Sirath | Editor: Ally Muhammad Abduh

Taliban Distribusikan Paket Sembako Ramadhan pada Ribuan Keluarga Miskin di Berbagai Provinsi

timthumb-2AFGHANISTAN (Jurnalislam.com)Imarah Islam Afghanistan – dengan kemampuannya yang terbaik – berusaha membantu dan memberikan paket bantuan untuk keluarga miskin di seluruh provinsi Afghanistan selama bulan suci Ramadhan, Al Emarah News melaporkan, Kamis (16/06/2016).

Bantuan ini sedang didistribusikan melalui Departemen Urusan Syuhada dan Korban (the Department for Affairs of Martyrs and Disabled) dari Imarah Islam. Para pejabat dari Departemen ini mengatakan bahwa distribusi bantuan (tepung, beras, gula dan minyak goreng) berlangsung sukses dan sejauh ini telah mencapai ribuan keluarga miskin dan yang membutuhkan.

Pekerja dari Al Emarah ikut ambil bagian dalam pemberian bantuan ini, dan dalam laporan mereka terlihat bahwa orang-orang lokal tampaknya senang dengan distribusi bantuan pangan dan berharap bahwa Imarah Islam akan melanjutkan dan meningkatkan proses bantuan ini.

Pertemuan-pertemuan besar dilakukan di berbagai kabupaten selama distribusi bantuan. Pejabat dari the Department for Affairs of Martyrs and Disabled serta ulama lokal dan tetua menyatakan selama pidato mereka bahwa Imarah Islam menunjukkan apresiasi yang mendalam atas dukungan bangsa yang teguh untuk Mujahidin selama keadaan sulit 14 tahun terakhir ini. Imarah Islam menganggap melayani rekan senegara sebagai bentuk ibadah dan tidak akan meninggalkan satu batupun yang tidak berbalik di jalan ini.

Pengawas pengiriman juga mengartikulasikan ke peserta selama proses distribusi bahwa meskipun bantuan yang saat ini sedang diberikan hanya sedikit namun Imarah Islam melakukan hal ini karena empati yang mereka miliki terhadap rekan sebangsa nya.

Perlu disebutkan bahwa the Department for Affairs of Martyrs and Disabled dari Imarah Islam bertugas membagi-bagikan bantuan keuangan – dan telah berhasil mencapai puluhan ribu keluarga selama lima tahun terakhir – untuk anak yatim, janda dan keluarga yang telah kehilangan orang yang mereka cintai atau yang dinonaktifkan sebagai akibat kebrutalan Amerika dan orang-orang Afghan yang tidak berdaya dan tidak bersalah yang menjadi cacat dan bersedih selama 37 tahun terakhir.

Department for Affairs of Martyrs and Disabled memanggil semua orang serta Muslim yang tulus dan organisasi amal untuk memberikan sumbangan dan bantuan kepada Imarah Islam sehingga anak yatim, janda, keluarga cacat serta miskin dan membutuhkan yang paling layak dibantu disediakan bantuan pangan dan kebutuhan hidup lainnya yang penting.

مرسته۲-300x160 9-300x169

7-300x169 مرسته۳-300x160

photo_2016-06-16_00-18-18 photo_2016-06-16_00-19-58 photo_2016-06-16_00-17-37

 

Deddy | Alemarah | Jurnalislam

Uni Emirat Arab Akhiri Misi Perangnya di Yaman

c4684be8dd22430f87208d682bac42b2_18YAMAN (Jurnalislam.com) – Uni Emirat Arab mengatakan “perang berakhir” untuk pasukannya di Yaman, meskipun mungkin terus berjaga-jaga di sana untuk “operasi counterextremism.

Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan, putra mahkota Abu Dhabi dan panglima tertinggi angkatan bersenjata UAE, mengumumkan di akun resmi Twitter-nya pada akhir Rabu, World Bulletin melaporkan, Kamis (16/06/2016).

Dia mengutip Anwar Gargash, menteri muda UEA untuk urusan luar negeri, yang mengatakan dalam pidatonya, “perang berakhir untuk pasukan kami.”

Versi bahasa Arab dari komentarnya itu sedikit berbeda dari versi bahasa Inggris, yang mengatakan bahwa, “perang secara praktis telah selesai”.

Pernyataan itu membuka kemungkinan bahwa pasukan Emirat akan tetap berada di negara Semenanjung Arab tersebut , di mana mereka beroperasi di provinsi selatan Hadramaut dan kota pelabuhan Aden.

Juru bicara koalisi Arab pimpinan Arab Saudi tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Dalam sambutannya, Gargash membela keputusan UEA untuk berperang di Yaman, mengatakan bahwa semua cara-cara politik telah habis dalam krisis dan bahwa “gangguan” dan dukungan Iran untuk pemberontak Syiah Houthi memerlukan tindakan tegas.

“Peran militer telah berakhir,” Riad Kahwaji, kata seorang analis militer.

“Sekarang konflik Yaman telah diselesaikan melalui cara-cara politik. Operation Decisive Storm dan Operation Restoring Hope telah mencapai tujuan.”

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam