Pertanyakan Kinerja Tito, KontraS Nilai Jokowi Tak Paham Problem Polri

Hariz Azhar dalam Konferensi Pers di Kantor KotraS, Jakarta, Ahad (19/6/2016)
Hariz Azhar dalam Konferensi Pers di Kantor KotraS, Jakarta, Ahad (19/6/2016)

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Haris Azhar mempertanyakan alasan Presiden Jokowi memilih Tito Karnavian sebagai Kapolri. Menurutnya, Tito adalah sosok yang kontroversial dan kinerjanya di Kepolisian patut dipertanyakan.

“Dari data temen KIARA (Koalisi Rakyat Untuk Keadilan Perikanan), waktu menjadi Kapolda dia menerima uang dari Agung Podomoro untuk pembangunan pelataran parkir. Waktu bekerja lama wara-wiri di Densus juga banyak kasus-kasus kontroversial,” ungkap Haris di Sekretariat KontraS, Jakarta Pusat, Ahad (19/6/2016).

Dalam siaran persnya Haris juga menyatakan, sebelum Jokowi mengangkat Kapolri seyogyanya presiden mengetahui masalah dalam tubuh Polri. “Jangan sampai menujuk Kapolri tanpa tahu problem yang ada di Kepolisian,” tandasnya.

“Pak Presiden, anda jangan enak-enakan aja nunjuk Tito Karnavian sebagai Kapolri, anda harus tahu problemnya Polri. Jadi menunjuk Kapolri dalam rangka untuk memperbaiki Polri. Jangan menunjuk Kapolri tanpa mengetahui problemnya Polri,” pungkas Haris.

Reporter: Irfan Yusuf | Editor: Ally Muhammad Abduh

ECR dan METALA Lakukan Aksi Tanggap Banjir di Joyontakan Solo

IMG-20160619-WA008 (1)SOLO (Jurnalislam.com) – Emergency And Crisis Response (ECR) bekerja sama dengan METALA (Mahasiswa Ekonomi Pecinta Alam) UMS mengadakan Aksi Peduli Banjir di Kampung Joyontakan Solo, Ahad (19/06/2016).

Curah hujan yang cukup tinggi di Karanganyar, Sukoharjo dan Wonogiri sejak kemarin mengakibatkan aliran Sungai Bengawan Solo meluap. Akibatnya, kampung-kampung di sekitar bantaran Sungai Bengawan Solo pun terendam.

Menurut laporan relawan yang berada di lokasi kepada Jurnalislam mengatakan ketinggian air setinggi dada orang dewasa dan terus naik.

Laporan ketinggian air yang dirilis ECR pada hari ini 19 Juni 2016 hingga pukul 13.15 WIB sebagai berikut :

  1. Kel. Joyontakan kec. Serengan terdapat 50 kk (35 rumah) tergenang air setinggi 50 cm. Warga mengungsi ke Masjid An Nikmah Joyontakan.
  1. Gandekan kec. Jebres terdapat 80 kk ( 60 rumah) tergenang air setinggi 20 -30 cm. Warga yang rumahnya terendam mengungsi ke tanggul Bengawan Solo.
  1. Kel. Kp sewu kec Jebres terdapat 10 kk (6 rumah) terandam air metinggian 15-20 cm. Warga yang rumahnya terendam air mengungsi ke tanggul Bengawan Solo.
  1. Kel Sangkrah kec Pasar Kliwon terdapat 70 kk (70 rumah) terendam air setinggi 50 cm. Warga yang rumahnya terendam air mengungsi ke tanggul Bengawan Solo.

Relawan ECR dan METALA UMS Solo menerjunkan satu buah perahu karet untuk mengevakuasi warga.

“Kami berkonsentrasi dulu untuk memindahkan korban ke tempat yang lebih aman. Adapun mengenai kesehatan korban dan penyakit yang di sebabkan pasca banjir kami akan tindak lanjuti nanti,” kata Ketua ECR M. Ridwan kepada Jurnalislam di sela evakuasi.

IMG-20160619-WA014 (1) IMG-20160619-WA017 (1)

IMG-20160619-WA016 (1) IMG-20160619-WA005

Reporter: Riyanto | Editor: Deddy

Sejumlah Ormas Islam Sukoharjo Adakan Tabligh Akbar dan Bagikan 100 Paket Sembako

IMG_20160619_063354SUKOHARJO (Jurnalislam.com) – Untuk menyemarakkan bulan suci Ramadhan sejumlah ormas Islam di Solo menggelar Tabligh Akbar dan bagi-bagi sembako gratis. Sedikitnya 100 paket sembako dibagikan secara cuma-cuma kepada warga yang kurang mampu di Desa Waru Kecamatan Baki Sukoharjo, Ahad (19/06/2016).

Acara yang seharusnya diadakan pada Sabtu malam (18/06/2016) ba’da sholat tarawih dengan pemateri Ustadz Nurhadi Waseso dari Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS), dengan terpaksa harus diundur ke hari Ahad pagi. Hujan deras pada hari Sabtu membuat acara tidak memungkinkan untuk dilangsungkan ditambah lagi pemateri yang berhalangan hadir.

Meski demikian, ratusan jamaah nampak memenuhi halaman Masjid At Tawabin Nglondo Waru Baki Sukoharjo pada Ahad pagi untuk mendengarkan ceramah dari Ustadz Surowijaya.

Dalam ceramahnya, Ustadz Suro menjelaskan tentang keutamaan bulan Ramadhan. “Bulan Ramadhan ini sebagai bulan latihan dalam ketaatan kepada Allah Swt,” katanya.

Selanjutnya beliau mengajak memperhatikan orang-orang yang sholeh yang kurang mampu atau budak yang ingin memerdekaan dirinya terpenjara karena iman. “Boleh jadi amanya daerah kita dari musibah karena do’a mereka yang dikabulkan oleh Allah Swt,” lanjutnya.

Acara diakhiri dengan pembagian ratusan paket sembako kepada warga yang kurang mampu. Acara tersebut terselenggara atas kerjasama sejumlah ormas Islam di Solo, diantarnya , Jama’ah Ansharusyariah, Me-DAN (Medis dan Kemanusiaan), SALIMAH serta FKRM (Forum komunikasi Remaja Masjid), Sukoharjo.

IMG_20160619_073129 IMG_20160619_063407

Reporter: Ridho | Editor: Deddy

Kuasa Hukum Bu Eni Salahkan Ruben dan TransTV

Ruben-Onsu-Makan-Siang-di-Warteg-Bu-Saeni-644x322SERANG (Jurnalislam.com) — Kedatangan Ruben Onsu dan kru TransTV ke warteg Bu Saeni kemarin, Sabtu (18/06/2016) pagi, ternyata telah dilarang sebelumnya oleh Kuasa Hukum Bu Saeni Silvy Shofawi Haiz, SH.

“Sebelumnya saya sudah melarang TransTV untuk datang dan membatasi wawancara langsung dengan Bu Saeni,” katanya kepada Jurnalislam melalui sambungan telepon, Ahad (19/6/2016).

Namun Silvy mengakui, ia terpaksa menginzinkan Ruben dan kru tapi dengan syarat, hanya untuk wawancara sedikit saja.

“Sekali lagi saya katakan, saya sudah larang mereka datang, dia berjanji sebentar jam 6 untuk wawancara, tapi kok diambil TV, ini yang menjadi masalah,” tegasnya.

“Seharusnya kalau mau wawancara langsung saja ke saya sebagai kuasa hukum, kasian Ibu Eni itu polos,” sambung Silvy.

Oleh sebab itu, jika ada pihak yang harus disalahkan, maka Ruben Onsu lah orangnya. “Silahkan saja salahkan ruben, tapi untuk Bu Saeni nanti dulu,” pungkas Sylvi.

Reporter: Muhammad Fajar l Editor: Deddy

 

Sosialisasikan Imbauan Walikota Terkait Ramadhan, ALMUMTAZ Sweeping Rumah Makan

IMG-20160619-WA002TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Dalam rangka menjaga kekhusyuan dan ketertiban bulan Ramadhan, Aliansi Aktivis dan Masyarakat Muslim Tasikmalaya (ALMUMTAZ) menggelar aksi sweeping ke warung-warung makan yang buka pada siang hari, Sabtu (18/6/2016).

Tim Advokasi ALMUMTAZ, Ustadz Ikmal Isbahizzaman mengatakan, aksi itu juga untuk mensosialisasikan imbauan Walikota Tasikmalaya terkait bulan Ramadhan.

“Dalam rangka penegakan syariah dan himbauan walkot, supaya orang-orang khususnya muslim yang melakukan dagang pada bulan Ramadhan ini agar bisa menjaga,” ujarnya kepada Jurnalislam usai aksi.

Salah satu poin imbauannya adalah tidak membuka rumah makan/warung nasi atau sejenis pada bulan ramadhan sebelum pukul 16.00 WIB. “Ini kan buka pagi-pagi, otomatis ini melayani orang yang sudah ada niatan yang tidak shaum (puasa),” kata pria yang juga menjabat Sekretaris MUI Kota Tasikmalaya itu.

“Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran bagi warga dan khususnya pedagang di kota Tasikmalaya, jangan sampai hal ini dijadikan alasan untuk memenuhi kebutuhan, saya yakin rizki dari Allah itu lebih banyak,” sambungnya.

Salah seorang pemilik warung mengaku belum menerima surat imbauan dari walikota tersebut. “Saya belum pernah mendengar dan menerima selembaran himbauan walikota, bahwa tidak boleh membuka warung makan di siang hari sebelum pukul 16.00,” kata Ibu A’ah kepada para laskar saat disweeping.

Namun demikian, ia mengakui kesalahannya dan berterimkasih kepada laskar dan aparat yang tidak bertindak represif.

“Saya mengakui kelasahan saya dan saya mengucapkan terimakasih kepada aparat yang berwenang karena telah memberikan himbauan walikota tersebut, dan saya berjanji tidak akan membuka warung makan lagi sebelum waktu yang ditentukan dalam surat himbauan tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, korlap Satpol PP, Hidayat mengatakan, para pemilik warung-warung makan yang buka di siang hari bulan Ramadhan itu beralasan mereka didesak kebutuhan. Warung-warung makan tersebut kebanyakan ditemukan di kawasan Pasar Cikurubuk.

“Sebagian masyarakat ada yang sudah menyadari dan ada yang bersikukuh, dan alasan mereka yang bersikukuh karena masalah mata pencaharian, maka kami bersama ormas Islam dan Kepolisian kompak melakukan himbauan kepada masyarakat,” terang Hidayat.

“Saya bangga dengan sinergi antara masyarakat dan aparat dalam menjaga ketertiban dan kekhusyuan bulan Ramadhan ini,” tambahnya.

Aksi ALMUMTAZ yang digelar mulai pukul 9 pagi hingga dzuhur itu didampingi oleh pihak Kapolres Kota Tasikmalaya dan Satpol PP Kota Tasikmalaya.

Berikut adalah Tiga Imbauan Walikota Tasikmalaya pada bulan Ramadhan:

  1. Tidak membuka rumah makan/warung nasi atau sejenis pada bulan Ramadhan sebelum pukul 16.00 WIB
  2. Menghindarkan diri dari perbuatan yang dapat mengganggu ibadah puasa, baik bagi dirinya ataupun orang lain, misalnya dengan memakai busana yang sesuai dengan tuntutan ajaran agama islam
  3. Pemilik/pengelola tempat hiburan karaoke, bilyard dan sejenisnya agar menutup kegiatan usahanya selama bulan suci Ramadhan

Reporter: Aryo Jipang, HBQ | Editor: Deddy

 

Tim MeDAN Soloraya Evakuasi Warga Plalan Korban Banjir

20160619_092926 (1)SOLO (Jurnalislam.com) – Selang satu hari pasca diresmikannya kantor cabang Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-DAN) Soloraya, relawan Me-DAN langsung bertugas. Mereka mengevakuasi korban banjir Wisma IDC di daerah Plalan, Joyotakan, Serengan, Solo, Ahad (19/6/2016).

Tingginya curah hujan yang turun sejak Sabtu malam mengakibatkan sungai Bengawan Solo meluap. Tak ayal beberapa daerah rawan banjir kota Solo yakni Joyotaka, Sangkrah, Semanggi, Kampung Sewu, Solo baru dan tempat lain mengalami kebanjiran.

Sobri anggota MeDAN mengatakan banjir kali ini lebih besar setelah tahun 2007 silam. Setelah pemkot Solo memasang pompa air di beberapa titik rawan banjir, hampir 9 tahun tidak terjadi banjir.

“Tadi saya bada shubuh sempat ke pasar Semanggi, namun air memang belum besar tapi sekarang sudah naik debit airnya” ucap Sobri kepada tim liputan Jurnalislam.com, Ahad.

Dari pantauan tim liputan Jurnalislam beberapa warga mulai mengevakuasi barang berharga mereka. Pinggir jalan Solo-Sukoharjo menjadi alternatif tempat aman untuk mendirikan tenda darurat.

IMG-20160619-WA007 IMG-20160619-WA0056

Reporter: Dyo | Editor: Deddy

Makan Siang di Warteg Bu Saeni, FPI Serang Laporkan Ruben Onsu

SERANG (Jurnalislam.com) – Pagi ini, Sabtu (18/6/2016) warga Serang dihebohkan oleh kelakuan artis Ruben Onsu yang syuting di warung Tegal Ibu Saeni di kawasan Cikepuh, Serang. Dalam acara tersebut, Ruben dengan sengaja makan di warung tegal yang tengah hangat diberitakan setelah dirazia oleh Satpol PP lantaran melanggar Surat Edaran Pemkot Serang yang melarang warung makan buka di siang bulan Ramadhan.

Aksi Ruben ini diketahui setelah netizen asal Serang bernama Ucu Syuhada mengunggah foto Ruben yang sedang makan di akun Facebook pribadinya.

Ruben onsu (artis) dan tim survivor sedang makan2 sekarag di warteg saeni ‪#‎barusaja ‪#‎ngelunjak KUDU DIUSIR SING SERANG,” tulis Ucu di akun Facebook pribadinya.

Ketua DPW FPI Kota Serang, Muhammad Nasehuddin menilai kelakuan artis itu seperti menantang umat Islam.

“Ada kesan menantang, ada sebuah grand design oleh oknum tertentu,” katanya kepada Jurnalislam melalui sambungan telepon, Sabtu (18/6/2016).

Pihaknya mengaku telah melaporkan hal tersebut kepada SatPol PP dan Walikota Serang. Ia menilai, jika kasus ini tidak dipertegas akan menuai banyak masalah.

“Saya telah melaporkan ke Satpol PP dan Walikota, Senin ini Satpol PP melalui Kasat Maman Lutfi berjanji akan menyegel bahkan mengusir jika kedapatan Ibu Eni melanggar lagi,” tuturnya.

Aktifis kelahiran Serang itu mendesak aparat untuk terus mengawal kasus tersebut. Sebab warga sudah mulai “terpancing” dengan tingkah laku Ibu Eni yang dinilai nyeleneh dan bandel.

“Kami sudah laporkan ke aparat penegak hukum, mulai dari Polsek hingga Polda, kami khawatir warga sekitar akan berbuat semaunya,” ujarnya.

“Jika memang pemerintah maunya seperti ini, kami akan melakukan hukum adat saja,” tambahnya.

Nasehudin juga menyayangkan salah satu media besar, TransCorp yang tidak melihat situasi dan hanya mengambil sisi keuntungan sepihak saja.

“Jelas kami menantang keras TransCorp, kami akan berkomunikasi dengan DPP FPI untuk segera mendatangi TransTV, seperti kemari kami datangi Kompas,” tegasnya.

Reporter: Muhammad Fajar l Editor: Ally Muhammad Abduh

Me-DAN Resmikan Kantor Cabang Soloraya

Me-DAN Resmikan Kantor Cabang SolorayaSOLO (Jurnalislam.com) – Lembaga Kemanusiaan Non pemerintah, Medis dan Aksi Kemanusiaan (MeDAN) meresmikan kantor cabang Soloraya di masjid Salamah, Tipes, Serengan, Surakarta, Sabtu (18/6/2016).

Ketua MeDAN Soloraya, Agus Muhajir mengapresiasi dukungan masyarakat Solo khususnya warga Tipes yang turut hadir pada peresmian tersebut.

“Sekali lagi kami ucapkan terimakasih atas waktunya menghadiri acara ini, kami tergugah atas kepentingan masyarakat muslim yang membutuhkan aksi-aksi sosial yang tidak tersentuh oleh pemerintah,” ucap Agus.

Sementara itu, Dewan penasehat MeDAN Pusat, Abu Karimah dalam kesempatan itu memaparkan visi dan misi Me-DAN di Indonesia. Ia juga menjelaskan beberapa program Me-DAN yang digulirkan seperti Me-DAN Syam, MeDAN Bencana, MeDAN Sosial, MeDAN Ambulance, MeDAN Bersih-bersih Masjid, MeDAN Dai dan MeDAN Pembinaan.

“Awalnya forum ini digagas tiga dokter dari Banyuwangi, Bantul, Palembang dan saya sendiri. Maka 14 Januari 2014 kami berempat sepakat membentuk forum MeDAN ini,” ungkapnya.

Musibah yang menimpa kaum muslimin mendorong gerakan forum ini untuk ambil bagian dalam aksi kemanusiaan. Abu Karimah mengharapkan forum tersebut menjadi jembatan penolong kaum muslimin tidak hanya di Indonesia namun seluruh dunia.

“Kami siap menjembatani dana yang akan digunakan untuk menolong muslim yang membutuhkan baik sebab musibah bencana, perang maupun kemiskinan. Juga kami menyalurkan tidak hanya di sini, juga di luar negeri. Tidak ada niatan kita untuk mencari nafkah di forum ini. Maka kami minta do’a restu para jama’ah agar forum ini berjalan,” ujarnya.

Dengan bacaan basmalah Abu Karimah secara resmi membuka kantor tersebut. Acara kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama setelah dinyatakan berakhir.

Sebelumnya, Me-DAN juga meresmikan Kantor Pengurus Cabang Jawa Barat di Tasikmalaya pada Senin (13/6/2016) pekan lalu.

Reporter: Dyo | Editor: Ally Muhammad Abduh

Ikutilah! Pesantren Ramadhan 1437 H ANNAS Bekasi Raya

Pamflet Resmi Pesan Ramah-pageAssalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.

Jerat Aliran Sesat makin menggurita

Cara yang dilakukan beragam ddan makin mempesona

Mulai dari Meracuni Pemikiran hingga Freesex yang berkedok Kawin Kontrak (Mut’ah)

Bagaimana sepak terjang mereka? Bagaimana kita dapat mengenali mereka?

Ikutilah!

PESANTREN RAMADHAN 1437 H ANNAS BEKASI RAYA

Tema : “Pemuda Hebat, Pemuda Anti Aliran Sesat”

Sabtu, 20 Ramadhan 1437 H/ 25 Juni 2016 M

Pukul 08.15-18.30 (Buka Puasa Bersama)

Dengan Pembicara :

1. Ustadz Farid Ahmad Okbah, MA (Islamic Centre Al Islam)

2. Ustadz Dr. Anung Al Hamat (Dewan Pakar ANNAS Bekasi Raya)

3. Ustadz Dr. Teten Romly Qomaruddien (Dewan Hisbah PP PERSIS)

Tempat :

MASJID AL HIKMAH BJI IRIGASI

Jl. Iriigasi Prima Raya No. 1 RW 011 Perumahamn Bekasi Jaya Indah Irigasi

Bekasi Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi

GRATIS!!!

Dapatkan Seminar Kit, Sertifikat, Makanan Ta’jil dan Makan Malam.

Pendaftaran:

SMS/WA dengan cara
Ketik : Nama_Perwakilan Organisasi_Domisili
kirim ke

0896-6723-4829 (Ikhwan/Laki-Laki)

0812-1987-1219 (Akhwat/Perempuan)

Buruan Daftar sebelum Kuota Penuh!

Rekening Donasi

7096752096 Bank Syariah Mandiri

An. Adam Nurrachman

Konfirmasi Transfer : SMS/WA ke 0819-1133-8102

Berkat Kerjasama:

1. Aliansi Nasional Anti Syi’ah (ANNAS)

Pimpinan Daerah Bekasi Raya

2. Dewan Keluarga Masjid (DKM) Al Hikmah

Didukung Oleh:

Panjimas.com

Voa-Islam.com

Tabloid Syi’ar Islam

Kiblat.net

HIdayatullah.com

SalamOnline

Wassalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh

200.000 Warga Palestina Sholat Jumat Ke-2 Ramadhan di Masjid Al Aqsha

01PALESTINA (Jurnalislam.com) – Ratusan ribu umat Islam dari Tepi Barat yang diduduki zionis Yahudi Israel dan Yerusalem Timur berkumpul di kompleks Masjid Al-Aqsha kemarin untuk melaksanakan sholat Jumat kedua di bulan puasa Ramadhan, lansir Anadolu Agency, Jumat (17/06/2016).

Hanya laki-laki yang berusia lebih dari 45 dan anak-anak di bawah 12 tahun – bersama dengan wanita dari segala usia – yang diizinkan oleh pasukan penjajah Israel untuk memasuki Yerusalem Timur tanpa surat izin masuk.

Pihak militer zionis, sementara itu, meningkatkan penjagaannya di sekitar lokasi flashpoint, mengerahkan lebih dari 3.500 polisi dan mendirikan penghalang jalan di pintu masuk Kota Tua Yerusalem.

Mereka juga mengerahkan helikopter dan balon pengawasan untuk memantau situasi di dalam dan sekitar kompleks masjid.

Salem al-Natsheh, penduduk berusia 53 tahun dari kota Hebron, Tepi Barat, mengatakan kepada Anadolu Agency: “Ini kedua kalinya saya sholat di Al-Aqsha Ramadhan ini, dan butuh lebih dari enam jam untuk memasuki Yerusalem dikarenakan langkah-langkah penjagaan militer Israel.”

Rokaya Orabi, 33 tahun, dari kota Ramallah, Tepi Barat, mengatakan bahwa dia hanya diizinkan untuk memasuki Yerusalem setelah digeledah oleh tentara Israel.

“Tiga anak saya juga dikenakan tindakan serdadu Israel,” kata Orabi kepada Anadolu Agency, menambahkan bahwa ia juga membawa serta cucunya yang berusia delapan tahun menuju Al-Aqsha, “yang melihat Yerusalem untuk pertama kali dalam hidupnya.”

Sheikh Azzam al-Khatib, direktur jenderal Otoritas Palestina untuk Wakaf Keagamaan dan Urusan Al-Aqsha, (the Authority for Religious Endowments and Al-Aqsa Affairs) mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa ternyata terdapat sekitar 200.000 jamaah yang sholat di Al-Aqsha untuk Jumat kedua Ramadhan.

thumbs_b_c_c9630ee1da331171124bbf2ccf33a4b3

“Kami mengharapkan sedikitnya 150.000 jamaah berbuka puasa dan Shalat Taraweh di Al-Aqsa,” katanya.

Sekitar 200 warga Jalur Gaza yang diblokade – seluruhnya berusia 60 tahun – juga diizinkan untuk memasuki Yerusalem pada hari Jumat, setelah pekan lalu dilarang sebagai balasan serangan penembakan di Tel Aviv yang menewaskan empat warga Israel.

“Saya berangkat dari Jalur Gaza dengan suami saya saat fajar,” Amena Abu al-Eaish, penduduk berusia 66 tahun dari Kota Gaza mengatakan kepada Anadolu Agency.

“Saya berencana untuk sholat Jumat di Masjid Al-Aqsha dan menghabiskan sisa hari di sana membaca Quran,” katanya.

Israel menjajah Yerusalem Timur dan Tepi Barat selama Perang Timur Tengah 1967. Israel kemudian menganeksasi kota pada tahun 1980, mengklaimnya sebagai ibukota terpadu dari negara zionis Yahudi yang memproklamirkan diri sendiri – sebuah langkah yang tidak pernah diakui masyarakat internasional.

Hukum internasional memandang Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai wilayah yang dijajah, sehingga semua pembangunan pemukiman Yahudi di tanah tersebut adalah tidak sah.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam