Pesan Teks Arab di Tas Sentil Islamophobia, telah Menjadi Viral

Pesan Bahasa Arab di Tas Sentil Islamophobia, telah Menjadi ViralJERMAN (Jurnalislam.com) – Sebuah foto tas tote dengan teks Arab, yang dibuat di Israel, telah menjadi viral, World Bulletin melaporkan, Kamis (18/08/2016).

Wartawan Nader al-Sarras sedang berada dalam kereta U-bahn di Berlin ketika ia melihat tas plastic dengan pesan dalam bahasa Arab yang menggigit, lucu, namun juga pedih: “Teks ini tidak memiliki tujuan lain selain menyebarkan kritikan di hati orang-orang yang takut akan bahasa Arab.” Ia memposting gambar tas tersebut di Facebook pada Selasa malam dan telah menarik perhatian lebih dari 35.000 orang.

Pernyataannya itu menyoroti meningkatnya ketakutan irasional dan tidak berdasar di media mengenai hubungan Arab dengan ekstremis padahal sebagai bahasa Arab itu sangat indah dan telah lama dikenal berabad-abad sebagai bahasa puisi dan dikenal karena keindahannya.

Tas tersebut diciptakan oleh sebuah perusahaan bernama Rock Paper Scissors (batu gunting kertas), yang berbasis di Haifa, menurut BuzzFeed.

Sarras mengatakan kepada BuzzFeed bahwa ia tidak menyangka akan menimbulkan reaksi luas seperti saat ini, yang sebagian besar berupa umpan balik yang positif.

“Saya pikir situasi keseluruhan di Eropa yang menyebabkan reaksi ini,” juru bicara perusahaan tersebut mengatakan kepada Buzzfeed dalam menanggapi perhatian yang tiba-tiba semakin meningkat terhadap tas tersebut.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Lembaga Think-tank Inggris Laporkan Lonjakan Tweet Islamophobia

Lembaga Tink-tank Inggris Laporkan Lonjakan Tweet IslamophobiaLONDON (Jurnalislam.com) – Penelitian menemukan hampir 7.000 tweet Islamophobia dipublikasikan dalam bahasa Inggris setiap hari bulan lalu dalam menanggapi serangan teror dan upaya kudeta yang gagal di Turki, lansir World Bulletin, Kamis (18/08/2016).

Pusat Analisis Sosial Media, think-tank Demos, yang berbasis di London mengatakan terdapat “penggunaan bahasa anti-Islam di Twitter dalam jumlah yang signifikan segera setelah berita merilis sebuah peristiwa besar, terutama serangan teror.”

Dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada hari Kamis, Demos mengatakan hampir seperempat juta tweet berbahasa Inggris dikirim dari seluruh dunia pada bulan Juli, rata-rata 6.943 per hari.

“Ini adalah rata-rata bulanan tertinggi sejak pengukuran dimulai pada akhir Februari,” kata laporan itu.

“Namun, tingkat aktivitas anti-Islam di Twitter secara signifikan berubah setelah itu. Twitter, secara umum adalah real-time, reaktif dan spesifik berdasar pada satu kejadian tertentu, dan sebagian besar aktivitas anti-Islam yang diidentifikasi juga terkait dengan peristiwa yang baru saja terjadi.”

Hampir 22.200 tweet Islamofobia dipublikasikan setelah serangan teror truk di kota Perancis Nice pada 14 Juli, menghasilkan lonjakan terbesar di bulan itu.

Selanjutnya 10.610 tweet Islamofobia dikirim pada 17 Juli setelah kudeta oleh faksi dalam Angkatan Bersenjata Turki gagal, laporan tersebut menambahkan.

Demos mengatakan jumlah tweet Islamofobia yang diposting ke Twitter telah meningkat sejak April tahun ini.

Serangan Udara Rezim Assad untuk Pertama kalinya Gempur Posisi Milisi Kurdi-YPG

Serangan Udara Rezim Assad untuk Pertama kalinya Gempur Posisi Milisi Kurdi-YPG

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pesawat-pesawat tempur rezim Nushairiyah Suriah telah membom daerah Kurdi di kota timur laut Hasakah untuk pertama kalinya dalam perang global lima tahun, kelompok monitoring melaporkan, lansir Aljazeera kamis (18/08/2016).

Milisi Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG), cabang ektremis PKK di Suriah, sekutu utama AS dalam perang melawan kelompok Islamic State (IS), mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka “tidak akan diam” atas tindakan agresi tersebut.

Juru bicara YPG Redur Xelil mengatakan serangan udara tersebut menghantam distrik Hasakah dan posisi pasukan keamanan Kurdi yang dikenal sebagai Asayish.

“Ada yang tewas dan terluka,” katanya kepada kantor berita Reuters.

Pasukan pemerintah juga membombardir distrik Hasakah dengan artileri, dan ada bentrokan sengit di kota, yang sebagian besar dikuasai oleh kelompok Kurdi.

“Setiap tangan yang terciprat dengan darah orang-orang kami akan dimintai pertanggungjawabannya melalui semua sarana yang ada dan tersedia,” kata YPG dalam sebuah pernyataan.

404d262bb57945c88073a177b18c91c0_18Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (the Syrian Observatory for Human Rights-SOHR) yang berbasis di Inggris, yang memantau perang menggunakan jaringan aktivis, mengatakan pesawat-pesawat tempur rezim Assad telah menargetkan posisi pasukan k Kurdi di barat laut dan timur laut Hasakah.

Ia mengatakan pertempuran juga terjadi di sejumlah tempat di sekitar kota.

Rezim Suriah, yang secara rutin menggunakan angkatan udara untuk menyerang kelompok oposisi yang berjuang melawan rezim Bashar al-Assad di Suriah barat, masih memiliki pijakan di Hasakah dan Qamishli, keduanya terletak di di gubernuran Hasakah.

Pertempuran terbaru tersebut menandai kekerasan yang paling signifikan antara YPG dan pasukan rezim Suriah sejak beberapa hari pertempuran di Qamishli pada bulan April.

YPG mendominasi Angkatan Demokratik Suriah (SDF), aliansi Kurdi- Arab yang didukung AS melawan IS di Suriah.

Pekan lalu SDF, yang didukung oleh serangan udara dari koalisi anti-IS pimpinan AS, mengatakan telah mengalahkan pasukan IS di kota Manbij dekat perbatasan Turki setelah operasi dua bulan.

Kelompok Kurdi telah mengeksploitasi runtuhnya kontrol negara untuk membangun otonomi di banyak wilayah di utara.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Hari Kemerdekaan, Islamic Medical Service Gelar Layanan Kesehatan di Dusun Mualaf Mentawai

KEPULAUAN MENTAWAI (Jurnalislam.com)- Memperingati Hari Kemerdekaan RI ke 71 tidak melulu harus diisi dengan berbagai macam perlombaan dan hiburan. Seperti yang dilakukan Islamic Medical Service (IMS) dengan menggelar bakti sosial berupa pelayanan kesehatan gratis dan pembagian sembako di Dusun Tiup, pedalaman Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.

Untuk menuju lokasi dari Muara Siberut, tim medis IMS yang sebagaian besar dari Jakarta menggunakan alat transportasi perahu atau pongpong yang biasa disebut masyarakat Mentawai.

“Perjalan menyusuri sungai kurang lebih satu jam dan kemudian laut sekitar 1,5 jam tim IMS yang terdiri dokter, perawat, apoteker dan beberapa relawan sampai di lokasi bakti sosial,” ujar dokter Agung, kepala tim medis kepada wartawan, Rabu (17/8/2016).

Warga dusun yang berobat terdiri dari manula, anak-anak, dan dewasa. Warga sangat antusias dengan pelayanan kesehatan gratis IMS ini. Adapun jumlah warga atau pasien yang mendapatkan layanan kesehatan IMS berjumlah 316 orang.

Dari hasil cek kesehatan, keluhan penyakit sebagian besar warga adalah myalgia, ispa, dan hipertensi. Ditengah-tengah warga yang datang berobat, dijumpai anak seorang mualaf yang harus mendapatkan tindakan lanjutan yaitu operasi bibir sumbing. Aziz (3 tahun). Seperti diketahui Dusun Tiup ini sebagian besar warganya adalah mualaf.

Selain kebutuhan hidup berupa makan sehari-hari, kebutuhan terkait layanan kesehatan yang memadai, masyarakat di desa ini juga membutuhkan sarana yang lain.

Kondisi mualaf di dusun Tiup ini memerlukan mushala untuk melaksanakan ibadah wajib lima waktu. “Untuk saat ini sudah ada tanah ukuran 50 x 50 cm untuk pembangunan mushala yang didapat dari tanah hibah dari seorang mualaf lainnya,” kata dokter Agung.

Kondisi ekonomi masyarakat Dusun Tiup tidak jauh berbeda seperti halnya masyarakat Kepualauan Mentawai lainnya. Kemampuan ekonomi mereka rendah. Mayoritas keseharian mereka adalah bertani.

IMS yang merupakan lembaga kesehatan nasional milik Ormas Islam Hidayatullah ini sudah berkali-kali melakukan layanan kesehatan gratis di Kepulauan Mentawai. Tempatnya pun berpindah-pindah dari dusun satu ke dusun lainnya.

Layanan kesehatan untuk masyarakat pedalaman ini dapat berjalan dengan baik dan lancar karena dukungan penuh dari Laznas BSM (Bank Syariah Mandiri) dan Yayasan Dakwah Pendidikan Mentawai.

Muhammad Zulkifli | Jurnalislam

Faksi Jihad Suriah Rebut Kota al Rai dari Islamic State, 30 Pasukan IS Terbunuh

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Pertempuran antara faksi-faksi jihad Suriah dengan kelompok Islamic State (IS) berakhir dengan kemenangan faksi jihad Suriah dengan menguasai benteng terbesar IS di pedesaan utara Aleppo setelah pertempuran tiga hari berturut-turut, ElDorar AlShamia melaporkan Kamis (18/08/2016).

Faksi dari Jabhah al-Syam, Fastaqem, Sultan Murad, Faylaq al-Sham, Liwa ‘Mutassim, dan Liwa’ al-Hamza, sore hari kemarin mengambil kontrol kota strategis “al-Rai” yang merupakan penghubung antara pedesaan Aleppo utara dan timur.

Pertempuran menewaskan lebih dari 30 pasukan IS dan melukai puluhan lainnya. Tiga pasukan IS juga ditangkap, sedangkan pasukan IS yang tersisa melarikan diri ke kota Jarablos, yang hampir terisolasi setelah IS kehilangan kontrol atas kota Manbij dari milisi kurdi, SDF, koresponden ElDorar AlShamia menambahkan.

Jaysh al Fath, berjanji untuk terus memerangi milisi PKK, kelompok Islamic State dan pasukan rezim Nushairiyah Assad.

Operasi militer “Hour Class” yang terdiri dari beberapa faksi juga memposting rekaman pertempuran, mengumumkan pernyataan kontrol penuh atas Kota “al-Rai”, dan bersumpah untuk terus bertempur melawan kelompok Al-Baghdadi di daerah Pedesaan Aleppo yang tersisa, dan kelompok ekstremis”PKK” (mengacu pada PYD), serta rezim Syiah Assad.

 

 

Liga Champions: Ribuan Fans Sepak Bola Celtic Kibarkan Bendera Palestina saat Lawan Club Israel

INGGRIS (Jurnalislam.com) – Dapat dilihat dengan jelas ketika ribuan fans club sepak bola Inggris, Celtic, mengibarkan bendera Palestina menjelang pertandingan Eropa, Celtic melawan club sepak bola Israel, Hapoel Beer Sheva, World Bulletin melaporkan Kamis (18/08/2016).

Tuan rumah Celtic mengalahkan club Israel di leg pembukaan play-off, Liga Champions, pada pertandingan Rabu (17/08/2016).

Fans club Celtic menyebarkan informasi pada media sosial mereka dalam beberapa hari sebelumnya, mengumpulkan dukungan dari banyak anggotanya dengan membawa bendera Palestina untuk tujuan memprotes Israel atas konflik Israel-Palestina.

FC Celtic mengalahkan tim Israel Hapoel Beer Sheva dengan skor telak, 5-2.

Israel Tolak Aturan Mekkah dan Madinah Diberlakukan di Masjid Al Aqsha

Israel Tolak Aturan Mekkah dan Madinah Diberlakukan di Masjid Al AqshaAL QUDS (Jurnalislam.com) – Pemerintah zionis tidak akan menerima aturan Mekkah dan Madinah diberlakukan di Masjid Al Aqsha, Ketua Komite Knesset Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Israel, Avi Dichter, mengatakan pada hari Senin (15/08/2016), mengacu pada dua kota suci di Arab Saudi dimana non-Muslim dilarang masuk, Worl Bulletin melaporkan Rabu (17/08/2016).

“Aturan yang dilakukan di Arab Saudi – di dua kota suci Islam, Mekkah dan Madinah, tempat di mana hanya umat Islam yang berhak untuk masuk – akan dilakukan pada Temple Mount adalah ide yang terdistorsi yang tidak akan dapat terjadi , “kata Dichter. “Kami akan menghormati kesucian Masjid al-Aqhsa di Yerusalem, dan kami tetap akan mempertahankan hak-hak kami di Temple Mount.”

Dichter menanggapi komentar yang dibuat oleh Menteri Urusan Wakaf dan Islam Yordania Wael Arabiyat, dan diangkat oleh lembaga pers resmi Yordania Petra pada hari Senin, yang mengecam kunjungan “setan” beberapa hari sebelumnya oleh sekelompok pemukim Yahudi ekstremis ke situs suci umat Islam dan menyalahkan polisi Israel yang mengizinkan ekstremis Zionis masuk dan berdoa di kompleks.

Yordania adalah penjaga kompleks Masjid Al-Aqhsa di Yerusalem timur yang dianeksasi Israel dan telah berulang kali mengecam pelanggaran aturan di tempat suci ketiga Islam tersebut.

Yahudi, yang mengklaim bangunan tersebut sebagai situs mereka yang paling suci dan menyebutnya Al-Haram Asy-Syarif, diperbolehkan untuk mengunjungi tetapi tidak untuk berdoa di lapangan terbuka untuk menghindari ketegangan dengan umat Islam yang beribadah di sana.

Pada hari Ahad (14/08/2016), sekitar 400 Zionis ekstrim menyerbu kompleks untuk memperingati penghancuran dua kuil-kuil kuno.

“Tindakan seperti itu bisa memicu perang agama di wilayah ini,” Arabiyat telah memperingatkan.

Arabiyat juga mengecam polisi Israel karena diduga “menangkap dan memukuli” jamaah Muslim di lokasi itu.

Polisi zionis pada hari Ahad mengatakan umat Islam berkumpul di sekitar kelompok orang Yahudi yang diusir dari kompleks dan mulai berteriak pada mereka.

Polisi mendorong mereka pergi dan tiga Muslim mengalami luka ringan dalam bentrokan tersebut.

Israeli regime's police forces attack Palestinian worshipers after Friday prayers at al-Aqsa Mosque

Raja Yordania Abdullah II juga mengecam “kekerasan dan pelanggaran berulang oleh Israel dan kelompok-kelompok Yahudi ekstremis dan upaya terang-terangan mereka untuk mengubah status quo di Yerusalem,” dalam sebuah wawancara yang diterbitkan Senin oleh surat kabar semi-resmi Addustour.

“Kami akan bertahan dalam melakukan tanggung jawab agama dan sejarah kita terhadap Masjid Al Aqsha…. yang menghadapi pelanggaran berulang oleh kelompok-kelompok yahudi ekstrim,” katanya.

“Sebagai penjaga situs suci Islam di Yerusalem, saya akan melanjutkan upaya saya untuk melindungi tempat-tempat ini dan berdiri melawan semua pelanggaran kesucian mereka,” katanya.

Yahudi pada hari Ahad memperingati hari ritual berkabung mereka yang dikenal sebagai Tisha B’av.

Kekhawatiran Palestina atas niat zionis untuk melemahkan kontrol Muslim terhadap kompleks Masjid Al Aqsha merupakan faktor kunci dalam gelombang perlawanan yang meletus 10 bulan lalu.

Palestina mengatakan bahwa Israel berusaha mengubah status quo di kompleks, namun fakta tersebut berulang kali dibantah Perdana Menteri zionis Benjamin Netanyahu.

Israel menjajah Jerusalem timur pada tahun 1967 dan kemudian menganeksasi wilayah dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Operasi Omari di Kunduz: 21 Pasukan Afghanistan Tewas dan 6 Tank Hancur

Operasi Omari di Kunduz 21 Pasukan Afghanistan Tewas dan 6 Tank Hancur

KUNDUZ (Jurnalislam.com)Al-Emarah News mengatakan operasi Omari di Kunduz yang dimulai Rabu pagi (17/08/2016) oleh mujahidin Imarah Islam Afghanistan (Taliban) memusatkan perhatian pada musuh dari dua arah di kota Kunduz, dan memblokade jalan utama yang membentang dari ibukota provinsi Kunduz utara menuju tiga kabupaten, Imam Sahib, Qal-i-Zal dan Dasht- e-Archi.

Sedikitnya 4 tentara Afghanistan tewas dan 5 lainnya luka-luka dengan 3 tank hancur sejauh ini.

Taliban juga menutup jalan antara kabupaten Khanabad dan provinsi Takhar dalam bentrokan yang pecah antara mujahidin dan pasukan ANA (Afghanistan National Army) di distrik Khanabad provinsi Kunduz di mana 3 pasukan ANA tewas dan 4 lainnya terluka. Instalasi lokasi musuh berada di bawah pengepungan ketat Mujahidin.

Selanjutnya, 10 pasukan Arbaki juga tewas dan 12 lainnya luka-luka dengan 2 kendaraan dan tank lapis baja hancur dalam operasi yang diluncurkan pejuang Mujahidin di distrik Darah Char provinsi Kunduz.

Dua pejuang Taliban dilaporkan telah gugur dan dua lainnya cedera dalam seluruh operasi.

Secara terpisah, 4 pasukan komado dan 12 pasukan Boneka termasuk komandannya terluka dan sebuah tank hancur di distrik Imam Sahib pada hari Selasa.

 

Deddy | Alemarah | Jurnalislam

 

Rusia Tetap Gunakan Pangkalan Militer Iran untuk Serangan Udara ke Suriah


SURIAH (Jurnalislam.com)
– Rusia meluncurkan serangan udara hari kedua terhadap pejuang Suriah dari sebuah pangkalan udara Iran, menolak saran kerjasama AS dengan Teheran, dan kemungkinan melanggar resolusi PBB karena secara faktual tidak logis dan tidak benar, Al Arabiya News Channel melaporkan, Rabu (17/08/2016).

Juru bicara Departemen Luar Negeri Mark Toner, pada hari Selasa menyebut serangan udara Rusia dari pangkalan udara Iran itu “disayangkan,” mengatakan Amerika Serikat sedang mencari apakah langkah itu melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB 2231, yang melarang pasokan, penjualan dan transfer pesawat tempur ke Iran.

Rusia siap menghadapi komentar orang-orang pada hari Rabu setelah mengumumkan bahwa pembom tempur SU-34 Rusia terbang dari pangkalan udara Hamadan Iran dalam hari kedua operasi menyerang target di Suriah. (baca juga: Rusia Mulai Gunakan Pangkalan Udara Iran untuk Serangan Udara ke Suriah)

“Bukan kebiasaan kami memberikan saran kepada pimpinan Departemen Luar Negeri AS,” kata Mayor Jenderal Igor Konashenkov dalam sebuah pernyataan.

“Tapi sulit untuk menahan diri merekomendasikan perwakilan Departemen Luar Negeri yang memeriksa logika dan pengetahuan tentang dokumen dasar yang mencakup hukum internasional mereka sendiri.”

Moskow pertama kali menggunakan Republik Syiah Iran sebagai basis untuk memulai serangan udara ke Suriah pada hari Selasa, memperdalam keterlibatannya dalam perang global lima tahun Suriah dan meningkatkan kemarahan Amerika Serikat.

Rusia menggunakan pangkalan udara Iran di tengah pertempuran sengit memperebutkan kota Aleppo, Suriah, dimana koalisi pejuang Suriah, Jaysh al Fath, memerangi pasukan rezim Suriah yang didukung oleh militer Rusia, ditambah Moskow dan Washington yang sedang mengupayakan kesepakatan di Suriah untuk bekerja sama lebih erat.

Rusia mendukung rezim Syiah Bashar al-Assad, sementara Amerika Serikat percaya pemimpin Suriah itu harus mundur dan mendukung kelompok oposisi moderat yang berjuang untuk menggeser Assad.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan pada hari Rabu bahwa setiap kali AS cemas atas kerjasama militer Moskow dengan Iran seharusnya tidak mengalihkan perhatian mereka dari upaya untuk mewujudkan kesepakatan AS-Rusia pada koordinasi aksi di Suriah dan mengamankan gencatan senjata.

Lavrov mengatakan tidak ada alasan untuk menyatakan bahwa tindakan Rusia telah melanggar resolusi PBB, karena Moskow tidak memasok Iran dengan pesawat militer untuk kepentingan internalnya sendiri, yang dilarang oleh dokumen resolusi PBB.

“Pesawat tersebut digunakan oleh angkatan udara Rusia dengan perjanjian bersama Iran sebagai bagian dari operasi militer atas permintaan Assad,” kata Lavrov dalam konferensi pers di Moskow, setelah mengadakan pembicaraan dengan Murray McCully, menteri luar negeri Selandia Baru.

 

Rudal Milisi Syiah Houthi Hantam Arab Saudi, Bunuh 7 Warga Sipil

In this photo released by the Iranian semi-official Mehr News Agency, Revolutionary Guard's Zelzal missile is launched in a drill, Sunday Sept. 27, 2009, near the city of Qom, 80 miles (130 kilometers) south of Tehran, Iran. Iran said it successfully test-fired short-range missiles during military drills Sunday by the elite Revolutionary Guard, a show of force days after the U.S. warned Tehran over a newly revealed underground nuclear facility it was secretly constructing. (AP Photo/Mehr News Agency, Raouf Mohseni)

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Sebuah roket yang ditembakkan oleh pemberontak Houthi Yaman menewaskan tujuh warga sipil di Arab Saudi pada hari Selasa, kata kantor pertahanan sipil, lansir World Bulletin Rabu (17/08/2016).

Itu adalah korban sipil jumlah tertinggi yang dilaporkan di selatan kerajaan sejak koalisi yang dipimpin Saudi memulai intervensi di Yaman 17 bulan yang lalu.

“Serangan ini menewaskan empat warga dan tiga penduduk,” kata juru bicara pertahanan sipil di kota Najran, pejabat Saudi Press Agency melaporkan.

Ia mengatakan petugas darurat dipanggil pada pukul 5:00 pm (1400 GMT) setelah ada laporan bahwa roket yang diluncurkan dari Yaman mendarat di kota Najran.

Video media sosial yang konon berasal dari tempat kejadian menunjukkan api berkobar dan tanah di area yang luas dipenuhi puing-puing.

Dua orang terbaring dan tampaknya mati, satu orang terbaring dengan darah mengucur dari bawah kepalanya, di samping sebuah truk pickup.

“Najran sedih dan terluka hari ini,” kata seorang warga setempat kepada AFP.

“Kami khawatir, tapi kami tidak takut,” katanya, menambahkan bahwa kota telah ditargetkan sebelumnya.

Roket menghantam sebuah kawasan industri komersial yang sibuk di mana banyak garasi berada.

Rudal Milisi Syiah Houthi Yaman Hantam Arab Saudi, Bunuh 7 Warga Sipil

Lebih dari 100 warga sipil dan tentara telah tewas di selatan Saudi oleh serangan roket balasan atau pertempuran sejak koalisi Arab Saudi mulai beroperasi untuk mendukung pemerintah Yaman melawan pemberontak Houthi yang didukung Republik Syiah Iran. (baca juga: Iran Akui Kirim Rudal ke Pemberontak Houthi untuk Serang Saudi)

Pertempuran di sepanjang perbatasan telah meningkat sejak runtuhnya pembicaraan damai yang ditengahi PBB awal bulan ini.

Dua warga sipil di sisi perbatasan Saudi tewas dalam penembakan pekan lalu, setelah berbulan-bulan relatif tenang.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam