Kamp Militer Taiz Dibebaskan Pasukan Yaman dari Kepungan Milisi Houthi

Pro-government fighters ride on the back of a patrol truck, in Bir Basha area in southwestern of Taiz province, Yemen, August 18, 2016. REUTERS/Anees Mahyoub

YAMAN (Jurnalislam.com) – Lingkungan timur yang meliputi kamp militer al-Mkelkl di kota Taiz yang terkepung telah dibebaskan dari pemberontak Houthi yang didukung Republik Syiah Iran pada hari Jumat, penduduk dan koresponden Al Arabiya News Channel melaporkan, Jumat (19/08/2016).

Pasukan yang setia kepada pemerintah Presiden Abed Rabbu Hadi yang diakui PBB dengan dukungan dari Koalisi yang dipimpin Arab Saudi membebaskan lingkungan Sala, Mohamed al-Muntasir, warga setempat, mengatakan kepada Al Arabiya English.

Muntasir mengatakan kemajuan pasukan Yaman ke daerah yang dikendalikan milisi lambat karena kepadatan di daerah pemukiman dan daerah pegunungan.”

Kota barat daya Taiz terletak di antara ibu kota Sanaa yang dikuasai Syiah Houthi dan kota pelabuhan selatan Aden, yang telah direbut kembali oleh loyalis Hadi dari pemberontak Houthi.

Seorang aktivis yang berbicara dengan syarat anonim mengatakan kepada Al Arabiya English bahwa milisi Houthi secara acak mulai mengepung wilayah pemukiman pada hari Kamis setelah kehilangan beberapa posisi strategis di bagian barat Taiz.

Taiz telah terjun dalam krisis kemanusiaan serius setelah mengalami pengepungan Houthi berbulan-bulan dengan peringatan PBB atas kekurangan makanan dan obat-obatan.

Pekan lalu Koalisi Arab kembali meluncurkan Operation Restoring Hope melawan pemberontak Houthi dan sekutu mereka yang setia kepada Presiden Yaman terguling Ali Abdullah Saleh setelah pembicaraan damai di Kuwait yang disponsori PBB berakhir gagal tanpa kesepakatan.

Pertempuran itu telah menyebabkan lebih dari 6.400 orang tewas – setengah dari mereka warga sipil.

 

Deddy | Al Arabiya | Jurnalislam

Serangan Bom Cluster Hantam Warga Sipil Aleppo, 9 Tewas

ALEPPO (Jurnalislam.com) – serangan udara dengan bom cluster pada daerah Aleppo yang dikuasai para pejuang Suriah telah menewaskan sembilan warga sipil, Aljazeera melaporkan, Jumat (19/08/2016).

Bom cluster yang dilarang oleh Internasional digunakan dalam pemboman di daerah yang dikuasai mujahidin Suriah di Masshad, Salaheddine dan Sukkary di Aleppo, serangan terjadi setelah shalat Jumat.

Mereka yang terbunuh adalah perempuan dan anak-anak di sebuah minibus, saat berusaha meninggalkan daerah yang paling parah terkena serangan. Sedikitnya 20 orang lainnya cedera dalam serangan.

Gambar yang diperoleh oleh Al Jazeera menunjukkan bom-bom cluster yang belum meledak tergeletak di sekitar kota saat warga sipil berjalan di dekatnya.

Penggunaan senjata, yang menyebarkan ratusan bom-bom di wilayah yang luas, telah memaksa ribuan warga untuk mengambil perjalanan berisiko dari kota melalui bidang pertempuran sengit antara pasukan pemerintah dan pejuang pemberontak.

Eliot Higgins, seorang jurnalis yang mengkhususkan diri dalam analisis amunisi yang digunakan dalam konflik Suriah, mengatakan bahwa bom yang digambarkan dalam sebuah foto adalah ShOAB-05 – sebuah amunisi yang diproduksi Rusia.

Bom berisi campuran bahan peledak 70-gram TNT dan RDX dilapisi dengan lebih dari 304 pelet baja, menurut sebuah blog yang diposting oleh ahli amunisi N R Jenzen-Jones.

Mujahidin Aleppo mencoba meledakkan bahan peledak yang tidak mampu dijinakkan dengan menembaknya dari jarak jauh menggunakan senapan serbu.

Seorang anak terlihat mengendarai sepeda melalui bom yang belum meledak, tersandung dan melukai dirinya sendiri tanpa mengaktifkan detonator perangkat.

Petugas medis bantuan Inggris, Tauqir Sharif, memposting video enam anak muda yang dilarikan ke rumah sakit dengan luka yang diderita akibat serangan bom cluster.

“Begitu banyak orang yang sekarat yang tidak bisa saya hitung. Saya telah melihat begitu banyak orang mati dalam lima hari terakhir sehingga setiap kali saya menutup mata, saya melihat wajah mereka,” kata Sharif, yang ambulansnya juga rusak dalam serangan terpisah.

Penggunaan bom cluster dilarang oleh lebih dari 100 negara yang mengutip ketidakmampuan senjata tersebut untuk membedakan antara serdadu dan warga sipil, serta adanya sejumlah besar bom yang belum meledak yang tertinggal.

Human Rights Watch telah mengutuk pemerintah Rusia dan Suriah atas penggunaan bom cluster dan telah mendokumentasikan setidaknya 47 serangan bom cluster di tiga provinsi antara 27 Mei dan 25 Juli tahun ini.

“Karena Rusia dan Suriah telah memperbaharui operasi udara bersama mereka, kita telah melihat penggunaan bom cluster tanpa henti,” kata anggota HRW, Ole Solvang dalam laporan yang diterbitkan pada bulan Juli.

Suriah maupun Rusia telah meratifikasi Konvensi Bom Cluster 2008 (the 2008 Convention on Cluster Munitions), yang melarang penggunaan senjata tersebut.

Pasukan rezim Nushairiyah Suriah dan sekutu Rusia mereka telah meningkatkan serangan udara di Aleppo setelah mujahidin Jaysh al Fath mematahkan pengepungan di wilayah Aleppo oleh pasukan Assad dan Sekutunya sebelum bulan Agustus.

Aleppo adalah kota terbesar Suriah dan pusat komersial sebelum dimulainya konflik pada tahun 2011.

Mujahidin Suriah mengontrol wilayah yang mencakup wilayah timur dan selatan kota, serta pedesaan sekitarnya.

Perang Suriah telah merenggut sedikitnya 400.000 jiwa dan memaksa jutaan lainnya meninggalkan rumah mereka.

 

AS Kirim Jet Tempur untuk Lindungi Pasukan YPG dari Serangan Udara Assad

AS Kirim Jet Tempur untuk Lindungi Pasukan Sekutunya dari Serangan Udara Assad

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – AS mengirim pesawat tempur Kamis (18/08/2016) untuk melindungi pasukan operasi khusus Amerika dan sekutunya dari serangan udara rezim Assad di dekat kota Hassakeh, timur laut Suriah, Pentagon mengatakan Jumat (19/08/2016), lansir Al Arabiya News Channel.

Kapten Angkatan Laut Jeff Davis mengatakan AS telah meningkatkan patroli tempur udara di daerah itu dan telah memperingatkan Suriah bahwa Amerika akan mempertahankan pasukan koalisi. Ia juga mengatakan ia percaya bahwa ini adalah pertama kalinya AS bergegas mengirim pesawat dalam menanggapi insiden yang melibatkan pemboman jet tempur rezim Suriah ke pasukan sekutunya. (baca juga: Serangan Udara Rezim Assad untuk Pertama kalinya Gempur Posisi Milisi Kurdi-YPG)

Dia mengatakan pasukan komando AS sedang melakukan pelatihan daerah dan mengarahkan Pasukan Demokratik Suriah. “Serangan tidak berdampak langsung kepada pasukan kami. Jaraknya dekat. Cukup dekat hingga mengejutkan,” katanya.

AS awalnya menghubungi Rusia, dan Moskow membantah bertanggung jawab atas pemboman. AS menyampaikan peringatan ke Suriah melalui Rusia karena Rusia bersekutu dengan Assad dalam perang sipil di negara itu.

AS mengatakan akan melakukan apa pun yang dibutuhkan untuk melindungi pasukan koalisi, Davis menambahkan, “Rezim Suriah disarankan untuk tidak melakukan hal-hal yang akan menempatkan mereka pada risiko.”

Pesawat AS tiba saat dua jet Suriah pergi, Davis mengatakan, sehingga AS tidak memiliki kontak radio dengan mereka. Upaya pasukan Kurdi di darat untuk menghubungi jet Suriah tidak berhasil, katanya.

Patroli tempur udara tambahan AS akan memantau situasi dan memberikan bantuan kepada pasukan koalisi jika diperlukan, tapi tidak melanggar segala jenis zona larangan terbang, kata Davis.

Barack Obama telah menyetujui penempatan hingga 300 pasukan operasi khusus AS di Suriah untuk membantu Pasukan Demokratik Suriah.

Milisi Kurdi Suriah telah merebut beberapa posisi pasukan assad di kota Hassakeh yang terbagi, kata seorang pejabat Kurdi pada hari Jumat, memperluas kendali mereka di salah satu pertempuran terberat antara kelompok Kurdi dan Nushairiyah Assad.

Jet angkatan udara rezim digunakan pertama kali pekan ini terhadap pasukan Kurdi yang merupakan sekutu penting Amerika Serikat dalam memerangi kelompok Islamic State (IS).

Milisi YPG Kurdi, afiliasi ektremis PKK di Suriah, memegang sejumlah wilayah luas Suriah utara, di mana sekutu politiknya telah menyiapkan sebuah pemerintahan otonom sejak perang Suriah dimulai pada 2011. Rezim masih memiliki pijakan di kota-kota Hassakeh dan Qamishli.

Pasukan Kurdi, yang sudah memegang sebagian besar kota Hassakeh, telah mengambil alih bangunan yang dikuasai pasukan Assad termasuk perguruan tinggi ekonomi, kata Naser Haji Mansour, seorang pejabat Kurdi di aliansi Pasukan Demokratik Suriah yang berafiliasi dengan YPG.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (The Syrian Observatory for Human Rights), yang melaporkan perang menggunakan jaringan aktivis, mengatakan pasukan Kurdi telah memperoleh wilayah di bagian selatan kota.

Milisi Kurdi berupaya untuk mengembangkan otonomi mereka di Suriah utara menjadi sistem pemerintahan federal – rencana yang ditentang oleh Bashar al-Assad.

Rami Abdulrahman, direktur Observatorium, mengatakan pertempuran dimulai setelah milisi pro-rezim menahan pemuda Kurdi, yang diikuti pergerakan pasukan Kurdi yang didukung AS ke daerah yang dikuasai pemerintah Syiah Nushairiyah Assad.

Ini adalah letusan pertempuran besar kedua antara YPG dan rezim Suriah tahun ini. Pada bulan April, kedua sisi berperang beberapa hari dalam pertempuran mematikan di Qamishli, utara kota Hassakeh di perbatasan Turki. Daerah ini sebagian besar juga dikuasai YPG.

Observatory mengatakan sedikitnya 13 orang, termasuk anak-anak dan perempuan, telah tewas akibat penyerangan oleh tentara pada daerah Hassakeh yang dikendalikan Kurdi.

Pertempuran di Hassakeh terjadi akibat pasukan Kurdi mencoba mengambil alih kota, yang mendorong militer Assad membalas dengan menargetkan kelompok-kelompok bersenjata, kata militer Assad dalam sebuah pernyataan, Jumat.

Balasan Angkatan Darat dan setiap serangan lanjutan juga akan dibalas, kata pernyataan itu setelah hari kedua bentrokan dan serangan udara rezim Suriah terhadap milisi YPG Kurdi di Hassakeh.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

Amnesty Internasional Dokumentasikan Pembunuhan 17 Ribu Tahanan di Penjara Assad

Amnesty Internasional Dokumentasikan Pembunuhan 17 Ribu Tahanan di Penjara Assad

SURIAH (Jurnalislam.com) – Organisasi Internasional the Amnesty mendokumentasikan pembunuhan lebih dari 17 ribu tahanan di dalam penjara rezim al-Assad, dengan menggunakan berbagai metode penyiksaan terhadap para tahanan, sejak 2011, ElDorar AlShamia melaporkan Jumat (19/08/2016).

Amnesty memberi judul “Mengakhiri Horor di Penjara Penyiksaan Suriah,” mengatakan bahwa pemerintah Suriah harus membiarkan pemantau independen untuk menyelidiki pusat-pusat penahanan brutal Suriah, sekarang.

“Sejak 2011, ribuan orang telah tewas di dalam tahanan di penjara penyiksaan Suriah. Puluhan ribu lebih mengalami penyiksaan mengejutkan. Orang-orang dipukuli secara brutal, diperkosa, disetrum dan penyiksaan lainnya, seringkali untuk memaksa mendapatkan pengakuan. Siapapun yang dicurigai menentang pemerintah Suriah beresiko. Kondisi di pusat-pusat penahanan brutal ini di bawah nilai kemanusiaan. Orang-orang sekarat karena kelaparan. Mereka tidak mendapatkan perawatan kesehatan bahkan yang paling dasar, dan mati akibat luka yang terinfeksi dan kuku yang tumbuh ke dalam. Mereka menderita masalah kesehatan mental akut karena kepadatan penghuni penjara dan kurangnya sinar matahari,” the Amnesty menjelaskan.

Warga Kratonan Bersama Ormas Islam Segel Tanah untuk Pembangunan RS Siloam

Aksi Warga Kratonan Bersama Ormas Islam Solo Menolak RS Siloam
Aksi Warga Kratonan Bersama Ormas Islam Solo Menolak RS Siloam

SOLO (Jurnalislam.com)– Peletakan batu pertama oleh Walikota Solo, Warga Kratonan, Serengan, Solo bersama Umat Islam Solo kembali berdemo menolak pendirian Rumah sakit (RS) Siloam di jalan Honggowongso 139, jum’at (19/8/2016).

“Saudara-saudara warga Kratonan, Keberadaan RS Siloam di kampung kami sangat dikhawatirkan merugikan warga sekitar dan bagi lingkungan kami. Dampak lingkungan akibat limbah rumah sakit akan mengganggu kenyamanan kami” kata Muhammad Ali mewakili Komunitas Warga Kratonan Surakarta (KWKS).

Disinyalir sering melakukan pemurtadan kepada warga sekitar, Ali mewakili warga Kratonan menolak dengan tegas pendirian RS Siloam yang diduga kuat ada kaitannya dengan James Riady.

“Dengan alasan diatas kami warga kratonan menolak dengan tegas berdirinya RS Siloam, Hotel dan Pendidikan Kristen di wilayah kami,” tegas Ali dalam orasinya.

Selain warga Kratonan, puluhan warga dan beberapa ormas Islam Solo juga menolak pembangunan RS Siloam dengan membentangkan spanduk bertuliskan “ Warga Kratonan Tolak Pembangunan Hotel, Sekolah dan Rumah Sakit Internasional oleh PT Manyala Harapan”.

Selain Muhammad Ali, beberapa perwakilan dari ormas Islam seperti Ansharusy Syari’ah, Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) saling bergantian berorasi menyatakan ketidak setujuannya terhadap pembagunan yang dilakukan PT Manyala Harapan.

Setelah puas menyampaikan aspirasinya, warga kemudian menyegel pagar pintu masuk lahan kosong tersebut sebagai simbol ditolaknya pendirian RS Siloam di kota Solo.

Dari pantauan dilapangan puluhan aparat Polisi maupun TNI ikut mengamankan aksi warga Kratonan dan ormas Islam yang berjalan dengan tertib ini.

Reporter: Dyo | Editor: Irfan Yusuf | Jurnalislam

Forum Me-DAN Kota Bima Gelar Aksi Jum’at Berbagi

Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-DAN) Kota Bima
Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-DAN) Kota Bima

BIMA (Jurnalislam.com)– Forum Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-DAN) Cabang Kota Bima Jumat (19/08/2016) menggelar aksi sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Bentuk kegiatan yang diberinama Jum’at Berbagi ini adalah pemberikan paket nasi bungkus untuk para pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima.

Kepada Jurnalislam.com, Dian Ramadhan Ketua Me-DAN Kota Bima menyatakan kegiatan ini dilakukan dalam rangka untuk merajut ukhwah dan sebagai bentuk rasa peduli terhadap sesama.

“Adapun tujuan kami dari forum Me-DAN dalam amal solidaritas ini adalah sebagai upaya untuk merajut ukhuwah dan sebagai bentuk rasa peduli terhadap sesama,” ujarnya.

“Dengan visi misi Me-DAN sebagai sebuah organisasi yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan, maka kami akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk bisa terus memberikan kontribusi yang besar untuk masyarakat pada hari ini,” tambah Dian.

Lebih lanjut Dian menyatakan tujuan terbesar dari aksi sosial yang dilakukan forum Me-DAN ini adalah mengharap ridho Allah.

“Tujuan kami dari forum Me-DAN beserta para mukhlisin dan dermawan yang telah berpartisipasi, tentunya kita semua hanyalah berharap ridho dari Allah SWT, semoga ini menjadi bekal amal untuk akhirat kelak,” ungkapnyas

Dari pantauan jurnalislam.com sebanyak 40 paket nasi bungkus habis dibagiakan kepada para pasien RSUD Bima di ruangan penyakit dalam dan di ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Editor: Siraj | Editor: Irfan Yusuf | jurnalislam

JITU Kutuk Tindakan Represif Aparat Terhadap Jurnalis

Jurnalis Islam Bersatu (JITU)
Jurnalis Islam Bersatu (JITU)

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Jurnalis Islam Bersatu (JITU) mengutuk kekerasan yang dilakukan oleh oknum TNI AU terhadap dua jurnalis Medan, Array Argus dari Harian Tribun Medan dan Andry Safrin jurnalis MNC TV.

Keduanya dianiaya prajurit TNI Angkatan Udara pada saat menjalankan tugas jurnalistiknya ketika terjadi bentrokan antara prajurit TNI Angkatan Udara dengan warga Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia,Kota Medan, Sumatera Utara, Senin (15/08/2016).

“Kami mengutuk tindakan represif aparat kepada wartawan dalam melakukan kegiatan jurnalistik. Kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara. Tindakan penganiayaan kepada wartawan tentunya telah mencoreng prinsip keadilan dan hak asasi manusia (HAM) sebagai jatidiri reformasi,” kata JITU melalui pesan siar yang diterima Jurnalislam.com, Jum’at (19/08/2016)

JITU menilai Pers memiliki kekebalan hukum yang diatur jelas dalam Undang – undang. Mulai dari tindak kekerasan hingga tindakan intimidasi.

“Dalam melakukan tugas, jurnalis dilindungi oleh UU Pers No 40/1999. Wartawan dilindungi dari tindak kekerasan, pengambilan, penyitaan dan atau perampasan alat-alat kerja, serta tidak boleh dihambat atau diintimidasi oleh pihak manapun,” jelas JITU.

Oleh sebab itu, JITU mendesak pemerintah dan TNI memproses secara hukum kejadian ini sebagai komitmen penegakan hukum yang selalu digaungkan pemerintah.

“Agar kejadian penganiyaan kepada wartawan tidak kembali terulang,” pesan siar itu menegaskan.

JITU senantiasa memegang kode etik jurnalistik dalam setiap peliputan dan menjalankan tugas dengan memegang teguh prinsip-prinsip jurnalistik yang bertanggung jawab.

JITU juga mengajak Dewan Pers beserta Komnas HAM untuk mengawal kasus ini. Karena pelanggaran terhadap kemerdekaan pers dikenai hukum pidana. Dan mendorong organisasi profesi jurnalis dan pers untuk selalu mengontrol penegakan kemerdekaan pers.

“Pelanggaran terhadap kemerdekaan pers dapat dihukum sesuai Undang-undang dan peraturan yang berlaku. Sebagaimana tertuang dalam UU Pers No. 40/1999,” pungkas JITU.

Reporter: Muhammad Fajar | Editor:Irfan Yusuf | Jurnalislam

AS akan Selidiki Penggunaan Pangkalan Udara Iran oleh Rusia

In this photo taken on Monday, Aug. 15, 2016, a Russian Tu-22M3 bomber stands on the tarmac while another plane lands at an air base near Hamedan, Iran. Russian warplanes took off on Tuesday Aug. 16, from Iran to target Islamic State fighters and other militants in Syria, widening Moscow's bombing campaign in Syria.(WarfareWW Photo via AP)

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Amerika Serikat akan menyelidiki apakah Rusia telah melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB tentang hubungan militer dengan Teheran dalam penggunaan pangkalan udara Iran untuk melakukan serangan ke wilayah Suriah, kata Departemen Luar Negeri AS, lansir Al Arabiya News Channel Kamis (18/08/2016).

Juru bicara Departemen Luar Negeri Mark Toner mengatakan pada hari Rabu (17/08/2016) bahwa pengacara pemerintah AS belum memutuskan apakah mereka bermaksud penggunaan pangkalan udara Iran oleh Rusia merupakan pelanggaran Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231, yang disahkan sebagai bagian dari kesepakatan nuklir Iran.

Resolusi tersebut mengatur beberapa interaksi militer antara Iran dan negara-negara lain, termasuk pasokan, penjualan atau transfer teknologi militer atau pemberian pelatihan atau bantuan keuangan yang berkaitan dengan akuisisi teknologi baru.

“Sejauh yang saya pahami, ketentuan itu tidak hanya memasok senjata tertentu atau persenjataan ofensif tertentu bagi Iran. Namun lebih kompleks dari itu,” kata Toner pada konferensi pers.

“Pengacara kami sedang memeriksanya. Kami belum membuat penilaian,” tambahnya.

Moskow pertama kali menggunakan Iran sebagai basis militer untuk memulai serangan udara di Suriah pada hari Selasa, memperdalam keterlibatannya dalam perang yang telah berlangsung lima tahun di Suriah dan membuat kemarahan Amerika Serikat. Para pejabat Rusia pada Rabu menolak kritik AS atas penggunaan basis militer tersebut.

Toner mengatakan bahwa di luar pertanyaan penggunaan pangkalan militer Iran oleh Rusia, serangan udara Rusia seringkali “tanpa pandang bulu” membombardir sasaran sipil (pemukiman dan rumah sakit) juga menyerang kelompok-kelompok oposisi Suriah moderat dukungan Barat (AS dan sekutunya).

“Serangan ini tidak membantu karena … terus mempersulit situasi yang sudah sangat berbahaya,” kata Toner.

“Keprihatinan kami tetap sangat jelas,” tambahnya. “Kami sedang berusaha untuk tetap fokus pada … mencoba untuk menghentikan perperangan di Suriah. Dan serangan Rusia ini tidak membantu.”

Toner mengatakan Amerika Serikat masih terbuka untuk berkoordinasi dengan Rusia dalam perang di Suriah, tapi “kami memiliki masalah tertentu yang ingin kita selesaikan” sebelum masuk ke dalam kesepakatan tersebut.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

Video Bocah Aleppo Korban Serangan Udara Assad Menjadi viral

Video Anak Suriah Korban Serangan Udara Assad di Aleppo Menjadi viral

SURIAH (Jurnalislam.com) – Gambar anak laki-laki Suriah berusia lima tahun – ditutupi debu dan darah setelah diselamatkan dari sebuah bangunan yang dibom – telah menjadi viral setelah diposting ke media sosial, dan membangkitkan kemarahan masyarakat Internasional yang meluas, Aljazeera melaporkan Kamis (18/08/2016).

Rekaman, yang dirilis oleh aktivis oposisi pada hari Rabu (17/08/2016), menunjukkan keadaan setelah serangan udara di kota Aleppo dan menunjukkan korban anak-anak yang terus berjatuhan selama perang lima tahun Suriah.

Video itu diposting online oleh Aleppo Media Center, menunjukkan seorang anak yang terdiam dan tampak letih, duduk sendirian dan bingung di kursi oranye di dalam sebuah mobil ambulans tak lama setelah ia diselamatkan.

Khaled Khaled, seorang anggota Pertahanan Sipil Suriah berbasis Aleppo, yang merupakan kelompok relawan penyelamat yang beroperasi di wilayah yang dikuasai para pejuang Suriah, mengidentifikasi anak itu sebagai Omran Daqneesh, lima tahun.

Anak itu kemudian cepat dibawa oleh anggota kelompok, yang juga dikenal sebagai White Helm, ke rumah sakit terdekat, Khaled mengatakan kepada Al Jazeera.

Ia menderita luka di kepala dan kemungkinan dapat meninggalkan rumah sakit nanti malam.

Tiga orang lainnya tewas dan sedikitnya delapan orang lain, sebagian besar wanita dan anak-anak, terluka dalam serangan udara yang sama, menurut Khaled.

Gambar Omran tersebut menjadi berita utama. Perasaan terkejut dan kesal muncul baik dari Suriah maupun dari luar Suriah, di media sosial.

Video yang menunjukkan adegan kepanikan di malam hari, seorang pria terlihat membawa anak dari puing-puing bangunan tak dikenal menuju ambulans, ekspresi anak berusia lima tahun tersebut linglung dan raut mukanya datar.

Anak itu kemudian meletakkan tangan di wajahnya yang tertutup darah, melihat darah tersebut dan menyeka tangannya di kursi ambulans. Dia tidak menangis atau mengeluarkan suara.

Gambar itu telah di-share ribuan kali di media sosial seperti Twitter dan Facebook.

syrian-boy-drowns-240-afp_240x180_51441283755Gambar-gambar Omran – disebut oleh banyak orang sebagai “anak dalam ambulans” – mengingatkan pada Aylan Kurdi, anak Suriah lain yang tubuhnya ditemukan di sebuah pantai di Turki tahun lalu setelah ia tenggelam saat ia dan keluarganya berusaha menyeberangi Mediterania dengan harapan menemukan perlindungan di Eropa.

Gambar tubuh anak Kurdi ini membawa perhatian dunia terhadap krisis pengungsi yang berkembang, karena puluhan ribu warga Suriah berusaha membuat perjalanan berbahaya yang sama, melarikan diri dari rumah mereka yang hancur akibat perang menuju Eropa.

Utusan khusus PBB Staffan de Mistura memperkirakan pada bulan April bahwa sedikitnya 400.000 orang tewas di Suriah dalam perang sepanjang lima tahun yang telah menumbangkan hampir setengah dari penduduk negara itu.

 

Deddy | Al Jazeera | Jurnalislam

1.654 Pasukan Syiah Houthi dan Sekutunya Tewas dalam Sepekan

Tribesmen loyal to the Houthi movement hold up their rifles as they shout slogans during a pro-Houthi tribal gathering in a rural area near Sanaa, Yemen July 21, 2016. REUTERS/Khaled Abdullah

YAMAN (Jurnalislam.com) – Sumber Al Arabiya News Channel, Kamis (18/08/2016), telah mengkonfirmasi jumlah korban pemberontak Syiah Houthi dan pasukan yang setia kepada mantan Presiden terguling Ali Abdullah Saleh di Yaman menderita hampir 1.654 kematian dan 2.000 terluka selama pertempuran sepekan terakhir.

Serangan oleh pasukan koalisi yang dipimpin Saudi dimulai pada hari Rabu dan secara strategis menargetkan situs militer Houthi di ibukota Yaman, Sana’a. Serangan juga menargetkan situs kubu Saleh di kota Sanhan dan kota Saada yang dikudeta.

Pesawat tempur koalisi baru-baru ini juga membom pasukan Syiah Houthi dari Yaman yang berusaha menyusup ke Arab Saudi. Pada hari Selasa, sebuah roket yang ditembakkan oleh Syiah Yaman menewaskan tujuh warga sipil di Arab Saudi, kata kantor pertahanan sipil.

Itu jumlah korban sipil tertinggi yang dilaporkan di selatan kerajaan sejak koalisi yang dipimpin Saudi melakukan intervensi di Yaman 17 bulan yang lalu.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam