Jaysh al Fath Kembali Patahkan Serangan Pasukan Assad di Akademi Angkatan Udara Aleppo

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Koalisi mujahidin Suriah, Jaysh al Fath, menggagalkan upaya pasukan rezim Assad dan milisi Syiah Irak untuk merebut Akademi Teknik Angkatan Udara (Airforce Technical Academy), distrik al-Naser, 1070 Perumahan dan pasar semangka dekat daerah al-Rashdin di kota Aleppo, koresponden ElDorar melaporkan Rabu (17/08/2016).

Pasukan Nushairiayah Assad meluncurkan tiga serangan pada posisi-posisi oposisi, bertepatan dengan puluhan serangan udara Rusia pada pintu masuk selatan Aleppo, Ramouseh, koresponden menambahkan.

Pertempuran besar terjadi di wilayah tersebut dimana pasukan Syiah Assad mengalami kerugian jiwa dan materiil, dan hancurnya beberapa kendaraan lapis baja BMB dekat Akademi Teknik Angkatan Udara, sementara sejumlah pasukan juga tewas di lingkungan 1070 di al-Nasser, koresponden menegaskan.

Milisi Syiah Irak yang didukung oleh pasukan rezim Assad setiap hari mencoba merebut wilayah al-Naser dan al-Hamdaniya dari Jaysh al Fath, berupaya menyerang wilayah untuk merebut kembali kontrol atas akademi, sehingga memotong jalan menuju dan dari Aleppo namun berkali-kali mengalami kekalahan dalam pertempuran.

 

Napi Terorisme Banyak Bebas, Harits Abu Ulya: Perlu Edukasi dan Dorongan Produktifitas

Harits Abu Ulya, Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA)
Harits Abu Ulya, Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA)

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Bulan Agustus 2016 banyak napi terkait Terorisme bebas, baik karena mendapatkan remisi atau karena masa pidananya habis. Mereka yang bebas tersebar di beberapa Lapas, sedikitnya 5 orang dari Lapas Cipinang, 4 orang dari Nusa Kambangan dan beberapa orang dari lapas lainnya.

Melihat hal ini Direktur CIIA (The Community of Ideological Islamic Analyst) Ustadz‎ Harits Abu Ulya mengatakan, ada perspektif penting yang perlu dipertimbangan oleh semua pihak terkait terhadap para mantan napi terorisme.‎

“Dimata hukum semua orang sama, jika napi terorisme berhak mendapat remisi karena memenuhi saratnya maka itu sah saja seperti halnya napi dalam kasus pidana yang lain. Maka tidak baik jika label dan stigma teroris dan kecurigaan melekat pada mantan napi teroris terus terjadi, baik disengaja atau tidak. Karena akan menghambat proses alkuturasi mantan napi ditengah-tengah masyarakat yang majemuk, katanya dalam rilis yang diterima Jurnalislam.com, Rabu (17/08/2016), kemarin. ‎

Kemudian pengamat terorisme ini melanjutkan, “Bisa jadi sikap dan perlakuan yang tidak bijak dari aparat terkait akan mengkonstruksi resistensi masyarakat dan mengalenasi eksistensi mereka secara sosial dan jika ini terjadi sama saja mendorong mantan napi tersebut berpotensi untuk lebih radikal dan melakukan tindakan kontraproduktif,” tegasnya.‎

Oleh karena itu, tambah Ustadz Harits, kebutuhan terhadap langkah dan pendekatan humanis perlu dibangun secara maksimal.

“Perlu proses edukasi dan pendampingan bagi mereka menjadi kebutuhan yang penting, karena signifikan akan mampu membuat para mantan napi fokus menjalani hidup normal, lebih produktif, bermanfaat bagi dirinya dan sesamanya.”

Ustadz Harits juga menganggap bahwa perlakuan diskriminatif dan intimidatif harus dieliminir.‎

“Jangan sampai menempatkan mantan napi dalam radar kecurigaan, maka ini sangat bahaya. Jika ini tidak dilakukan, alih-alih menyelesaikan dan mereduksi soal ancaman keamanan justru yang akan terjadi adalah mereproduksi ancaman,” tutupnya.‎

Reporter: Findra | Editor: Deddy | Jurnalislam ‎

Pembunuh Imam Maulana New York Tertangkap

A crowd of community members pray next to the coffins as they gather for the funeral service of Imam Maulama Akonjee in the Queens borough of New York City, August 15, 2016. REUTERS/Eduardo Munoz

NEW YORK (Jurnalislam.com) – Seorang pria New York pada hari Senin didakwa atas pembunuhan tingkat dua dalam kematian seorang imam Muslim New York dan asistennya, yang ditembak mati pada akhir pekan, kata seorang juru bicara polisi kepada Reuters, Senin (15/08/2016).

Tuduhan terhadap Oscar Morel, 35, dari Brooklyn, terjadi hanya beberapa jam setelah ratusan pelayat berkumpul untuk pemakaman dua laki-laki Muslim tersebut. Pembunuhan di wilayah Queens telah mengejutkan masyarakat Bangladesh di lingkungan itu. (baca juga: Imam Masjid Jami Al-Furqan New York Dibunuh di Ozone Park)

Morel didakwa dengan dua tuduhan pembunuhan tingkat dua dalam kematian Imam Maulama Akonjee, 55, dan Thara Uddin, 64, kata juru bicara polisi.

Dia juga didakwa dengan dua tuduhan pidana tingkat dua atas kepemilikan senjata. Juru bicara itu tidak mengungkapkan kemungkinan motif penembakan.

Morel telah diinterogasi oleh polisi setelah ditangkap atas tuduhan terkait dengan kecelakaan lalu lintas hit-and-run pada hari Sabtu, pada hari penembakan.

Akonjee dan Uddin ditembak di kepala dari jarak dekat setelah shalat djuhur pada hari Sabtu di Masjid Jami Al-Furqan di wilayah Ozone Park Queens.

Polisi menjelaskan sebelum tuduhan itu diumumkan bahwa seorang tersangka yang sedang diinterogasi adalah orang Hispanik dari Brooklyn.

Polisi mengatakan belum ada hubungan yang dikenal antara orang yang sedang diinterogasi dengan korban pembunuhan.

“Kami percaya karena bukti yang telah kami peroleh sejauh ini… bahwa dialah orangnya,” kata Kepala Detektif New York City Robert Boyce ketika ditanya apakah ia bisa meyakinkan masyarakat yang bingung.

Para pembicara di pemakaman telah mendesak pihak berwenang untuk menyelidiki pembunuhan tersebut sebagai kejahatan kebencian dan meningkatkan upaya untuk melindungi Masjid dan bagian dari kota Ozone Park di mana banyak Muslim tinggal dan bekerja.

“Kami ingin keadilan,” Badrul Kahn, pendiri Masjid Al-Furqan, berteriak kepada orang banyak dalam layanan pidato pembukaan.

“Kami ingin keadilan,” jawab para pelayat, kebanyakan dari mereka laki-laki mengenakan pakaian muslim.

Walikota Bill de Blasio, menangani pemakaman, berjanji kota akan meningkatkan kehadiran polisi di lingkungan tersebut meskipun motif di balik pembunuhan itu masih belum jelas.

Polisi telah mengatakan sebelumnya bahwa tidak ada bukti bahwa orang-orang itu ditargetkan karena iman mereka tetapi kemungkinan itu tetap ada.

Warga Ozone Park terguncang oleh pembunuhan keji di siang hari dan mengatakan kejahatan tersebut jarang terjadi di lingkungan yang biasanya tenang itu.

imam_1

 

Deddy | Reuters | Jurnalislam

Taliban: 14 Arbaki Tewas, 1 Tank dan 5 Pos Militer Hancur dalam Operasi Omari

talibanmilitants--621x414BAGDHIS (Jurnalislam.com) – Senin sekitar pukul 10:00 waktu setempat Mujahidin Imarah Islam Afghanistan, Taliban melakukan serangan terkoordinasi pada posisi musuh di sekitar distrik Bala Marghab, Al Emarah News melaporkan, Selasa (16/08/2016).

Serangan senjata berat dan ringan berlangsung sampai Selasa pagi, mengakibatkan 2 pos pemeriksaan diserbu, 14 pasukan Arbaki tewas dan 6 ditangkap serta sebuah tank hancur.

Selama operasi sebanyak 11 Mujahidin menderita luka dan 5 mujahidin lainnya memeluk kesyahidan.

Laporan juga datang dari provinsi Kunduz, operasi yang ditujukan pada instalasi militer di distrik Imam Sahib menyita dan meratakan 5 pos militer musuh pada hari yang sama menewaskan dan melukai sejumlah tentara musuh.

Mujahidin juga menyita sejumlah besar senjata dan amunisi dalam operasi itu.

 

Deddy | Al Emarah | Jurnalislam

AS: Milisi PYD Berjanji akan Tinggalkan Manbij Setelah Kalahkan IS

mnbj_6

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Departemen Luar Negeri AS mengatakan Senin bahwa kepemimpinan Kurdi dari Pasukan Demokratik Suriah (Syrian Democratic Forces-SDF) berjanji kepada AS bahwa akan meninggalkan Manbij, setelah membebaskan dari Islamic State (IS), lansir Anadolu Agency Selasa (16/08/2016).

“Kami memegang komitmen dari pimpinan Kurdi bahwa orang Arab-kurdi setempat akan membebaskan tanah mereka sendiri dan akan membangun kembali daerah serta mengembalikan kontrol lokal ketika pasukan IS diusir,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri Elizabeth Trudeau saat press briefing.

Menurut Trudeau, warga Arab-kurdi yang berjuang untuk Manbij adalah penduduk setempat yang berjuang untuk mengambil kembali rumah mereka dan menggambarkan milisi Partai Uni Demokrat Kurdi (PYD) sebagai “komponen penting dari SDF.”

PYD adalah afiliasi milisi Komunis PKK – yang dianggap sebagai organisasi teroris oleh Turki, dan dunia Internasional. PYD adalah bagian dari SDF yang juga terdiri dari Arab-kurdi, Armenia, Assyria, Sirkasia dan Turkmen, yang telah bertempur sejak Mei untuk merebut kembali Manbij dari IS.

Sejak operasi dimulai di Manbij, AS telah berjanji kepada Turki bahwa PYD akan meninggalkan daerah itu setelah pembebasan kota. Manbij terletak di sebelah barat sungai Efrat. Turki menginginkan PYD untuk kembali ke timur Efrat setelah pembebasan Manbij karena kota tersebut adalah garis utama komunikasi IS antara perbatasan Turki dan Raqqa, ibukota militan yang mereka nyatakan sendiri.

AS Milisi PYD Berjanji akan Tinggalkan Manbij Setelah Kalahkan ISMenurut Trudeau, pembebasan Manbij ini membantu operasi koalisi pimpinan AS di Suriah yang sedang berlangsung “untuk mengurangi ancaman IS ke Turki.”

Turdeau menambahkan bahwa operasi ini menurun oleh dukungan koalisi atas pasukan oposisi Suriah yang memerangi IS dekat garis Mara dan di sepanjang perbatasan Turki. Yang dia maksud adalah SDF, termasuk PYD.

Garis Maraa mengacu ke suatu daerah yang diberi nama oleh koalisi yang terletak di antara Maraa dan Deir Rafat di Suriah. Wilayah ini terletak di dekat garis depan pertempuran melawan militan IS yang berusaha untuk mengendalikan dua kota sebelum menguasai Azaz, yang akan memberikan kontrol pedesaan utara Aleppo bagi kelompok.

Menurut Trudeau, pembebasan Manbij akan memotong rute utama yang digunakan IS untuk memindahkan pasukan, keuangan, senjata dan perlengkapan masuk dan keluar dari wilayah yang tersisa di bawah kendali IS di Irak dan Suriah.

Dia menambahkan bahwa mengusir IS dari Manbij juga akan membebaskan 35.000 hingga 40.000 warga dari kontrol IS.

Sebelumnya Senin, Pentagon mengatakan AS telah berkomitmen untuk melakukan operasi di Manbij yang konsisten dengan komitmen yang dibuat antara AS dan Turki.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

5 Tewas dan 20 Terluka dalam Bentrokan Terbaru Pasukan India dengan Warga Kashmir

5 Tewas dan 20 Terluka dalam Bentrokan Terbaru Pasukan India dengan Warga Kashmir

KASHMIR (Jurnalislam.com) – Sedikitnya lima orang tewas dan lebih dari 20 lainnya cedera saat bentrokan baru pecah antara pengunjuk rasa dan pasukan India di bagian Kashmir yang dikuasai India, kata polisi, Aljazeera melaporkan Selasa (16/08/2016).

Kematian terbaru telah mengambil korban 63 orang dalam demonstrasi di kota-kota dan desa-desa di seluruh wilayah yang disengketakan, yang bulan lalu memicu pembunuhan seorang komandan tinggi sehari sebelumnya oleh pasukan India. (baca juga: Komandan Muda Mujahidin Kashmir Gugur dalam Baku Tembak dengan Pasukan India)

Lembah Kashmir berada di bawah jam malam yang ketat, namun pengunjuk rasa terus turun ke jalan meneriakkan slogan-slogan anti-India, beberapa dari mereka melemparkan batu ke arah pasukan India yang berusaha membubarkan mereka dengan kekuatan.

Di wilayah Beerwah Kabupaten Budgam, pasukan paramiliter India menembaki sekelompok pelempar batu pada Selasa ke pengunjuk rasa yang menerobos barikade. Empat tewas dan sedikitnya 10 luka-luka, kata seorang pejabat polisi setempat.

Di kabupaten Anantnag, beberapa orang lainnya tewas setelah pasukan India mulai menembaki massa yang melemparkan proyektil di desa Larkipora, kata polisi.

Kashmir terbagi menjadi dua bagian, satu dikendalikan oleh India dan yang lainnya oleh Pakistan.

India mengklaim Pakistan mendukung gerakan perlawanan yang melakukan kekerasan di Kashmir.

Islamabad secara konsisten membantah tuduhan ini. Pakistan menyebutnya mereka adalah pejuang kemerdekaan Kashmir.

Tujuh pejuang tewas oleh pasukan India, Senin. Lima saat mencoba menyelinap melintasi perbatasan dengan Pakistan dan dua saat menyerang pasukan India di Jammu dan Kashmir, ibukota Srinagar, menewaskan seorang perwira paramiliter, kata polisi.

Ada sentimen anti-India yang kuat di wilayah Lembah Kashmir dimana terdapat penumpukan besar pasukan yang bertugas membendung gerakan oposisi.

Pasukan India menyapu, mencari, menangkap dan bahkan menembak di tempat dalam keadaan khusus pada warga Kashmir.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Rusia Mulai Gunakan Pangkalan Udara Iran untuk Serangan Udara ke Suriah

mideast-syria-russia

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pesawat-pesawat tempur Rusia pada hari Selasa menggunakan sebuah pangkalan udara Iran untuk pertama kalinya sebagai bagian dari serangan udara mereka di Suriah, media lokal melaporkan, lansir World Bulletin Selasa (16/08/2016).

Mengutip Kementerian Pertahanan Rusia, media mengatakan pada hari Selasa bahwa jet TU-22M3 dan SU-34 terbang dari Pangkalan Udara Hamedan di Iran barat dan mencapai target di Suriah.

Sebelumnya, pasukan Rusia menggunakan Pangkalan Udara Khmeimim di Suriah atau wilayah Rusia.

Menurut laporan media, perjanjian militer yang baru ditandatangani dengan Iran akan mengurangi waktu penerbangan Moskow hingga 60 persen, yang akan menghemat uang Kremlin dan meningkatkan efektifitas serangan udara.

Sejak September lalu, Rusia telah meningkatkan aset militernya di wilayah pesisir Suriah, umumnya mengandalkan koridor udara Caspian Sea-Iran-Irak.

Pada 30 September, ketika kritik internasional atas meningkatnya penumpukan militer Rusia di Suriah, Moskow memulai operasi udara yang luas di negara ini, beralasan bahwa mereka memerangi terorisme.

Turki dan negara-negara barat, mengatakan Rusia sebenarnya menargetkan kelompok oposisi Suriah moderat, para pejuang Suriah anti-Assad, bukan sasaran teroris.

Rusia saat ini mempertahankan Su-24s, Su-25s, dan Su-30s di pangkalan udara, yang dikendalikan oleh rezim Nushairiyah Bashar al-Assad Suriah, bersama dengan helikopter serang Mi-24 dan pesawat udara tak berawak.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Iran Akui Kirim Rudal ke Pemberontak Houthi untuk Serang Saudi

In this photo released by the Iranian semi-official Mehr News Agency, Revolutionary Guard's Zelzal missile is launched in a drill, Sunday Sept. 27, 2009, near the city of Qom, 80 miles (130 kilometers) south of Tehran, Iran.  Iran said it successfully test-fired short-range missiles during military drills Sunday by the elite Revolutionary Guard, a show of force days after the U.S. warned Tehran over a newly revealed underground nuclear facility it was secretly constructing. (AP Photo/Mehr News Agency, Raouf Mohseni)

TEHERAN (Jurnalislam.com) – Kantor Berita Republik Syiah Iran (IRNA) mengatakan bahwa rudal yang dibuat di Teheran, digunakan di Yaman oleh pemberontak Syiah Houthi dalam serangan lintas batas terhadap Arab Saudi, Al Arabiya News Channel melaporkan Selasa (16/08/2016).

Rudal Zelzal-3 adalah rudal propelan padat buatan Iran yang salama ini dikenal digunakan oleh pasukan Iran, rezim Suriah dan Syiah Hizbullah Libanon.

Berita ini muncul meskipun awal bulan ini Iran tidak mengakui keterlibatan langsung mereka dalam mengirim senjata ke Yaman.

Arab Saudi pada hari Ahad berhasil mencegat dua rudal balistik yang ditembakkan ke kota Najran di perbatasan Saudi, menurut kantor berita resmi Saudi.

Menurut kantor berita Iran, roket mereka yang ditembakkan dan dicegat tersebut adalah rudal Zelzal-3.

 

Deddy | Al Arabiya | Jurnalislam

Serangan Udara Rusia telah Tewaskan 2.704 Warga Sipil Suriah

SURIAH (Jurnalislam.com) – Sebanyak 2.704 warga sipil Suriah tewas akibat serangan udara Rusia sejak September lalu, ketika Moskow memulai operasi udara besar-besaran yang bertujuan untuk menopang rezim Syiah Bashar Assad, sebuah LSM Suriah melaporkan pada hari Selasa (16/08/2016), lansir Anadolu Agency.

Dalam sebuah laporan baru, Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia (Syrian Network for Human Rights-SNHR) yang berbasis di London mengatakan sedikitnya 746 anak-anak dan 514 wanita berada di antara mereka yang dibunuh oleh serangan udara Rusia yang dilakukan terhadap target anti-rezim di Suriah.

Menurut laporan itu, sebagian besar korban terdaftar di provinsi Aleppo utara Suriah (1178), diikuti oleh provinsi utara Idlib (652) dan provinsi timur Deir ez-Zor (331).

Akhir September lalu, Rusia – sekutu utama rezim Suriah – memulai serangan udara besar ditujukan untuk mengalahkan kemampuan para pejuang anti-rezim Suriah.

“Baik pemerintah Rusia maupun parlemen menyerukan penyelidikan kejahatan ini,” kata Direktur SNHR Fadl Abdul-Ghani dalam laporan.

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim Syiah Nushairiyah Assad menumpas protes unjuk rasa – yang meletus sebagai bagian dari gerakan “Arab Spring” tahun itu – dengan keganasan militer tak terduga dan kekuatan yang tidak proporsional.

Sejak itu, lebih dari seperempat juta orang telah tewas dan lebih dari 10 juta lainnya menjadi pengungsi di seluruh negeri yang babak belur akibat perang tersebut, menurut angka PBB.

Namun, Pusat Penelitian Kebijakan Suriah, sebuah LSM berbasis di Damaskus, melaporkan total korban tewas sampai saat ini akibat konflik yang sedang berlangsung lebih dari 470.000.

 

 

Haikal Hassan: Masjid Saksi Sejarah Perjuangan Orang Betawi Melawan Penjajah

Ustadz DR Haikal Hassan
Ustadz DR Haikal Hassan

JAKARTA (Jurnalislam.com)– Tokoh muda Betawi ustadz DR Haikal Hassan menyayangkan adanya pendapat yang menyatakan Betawi kurang berperan dalam kemerdekaan. Menurutnya jauh sebelum kemerdekaan suku Betawi sudah mengusir penjajah.

“Ketika derah lain masih terjajah, Betawi duluan yang ngelawan, dari jaman Portugis sebelum Belanda dateng itu dijajah. Apa yang dilakukan Fatahillah mengusir Portugis sampai mendirikan Jayakarta itu mulanya,” ungkapnya kepada Jurnalislam.com, Selasa (16/08/2016).

Menurutnya kalau sekarang ada tiba-tiba pendapat yang menyatakan Betawi kurang berperan dalam mengusir penjajah, itu pendapat orang yang tidak paham sejarah.

“Karena sejak masa Portugis pergi, Jakarta udah jadi kota Islam yang terdiri dari pada ulama-ulama ini gak pernah diduduki oleh Belanda sampai kedatangan VOC,” ujarnya.

“Betawi tidak pernah selesai dalam melakukan perlawanan, yang nyata-nyata di Condet saja beberapa orang yang mati melawan penjajah, didaerah lain belum ada perlawanan. Mat Gendut itu asli Condet dia yang melakukan perlawanan terhadap Belanda, yang lain mah gak ada yang berani, itu orang Betawi,” tegasnya.

“Kita kenal si Pitung, si Sarip, siapa lagi jagoan Betawi, mereka semua ulama, gak ada yang gak ulama,” tambahnya

Pria kelahiran Betawi yang juga aktif di Majelis Intelektual Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Jakarta ini menyatakan bahwa masjid adalah saksi perlawanan orang Betawi dalam menghadapi penjajahan.

“Di Kampung Melayu ada masjid Jami’ Al Atiq, saksi bahwa masyarakat Kampung Melayu melakukan perlawanan kepada penjajah. Di Kebon Jeruk ada masjid Jami’ Kebon Jeruk, saksi juga bahwa masyarakat Kebon Jeruk melakukan perlawanan, belum di Pekojan dan daerah lain,” pungkasnya.

Reporter: Irfan Yusuf | Editor: Irfan Yusuf | Jurnalislam