3 Tentara Turki Tewas oleh Serangan Roket IS di Suriah

SURIAH (Jurnalislam.com) – Tiga tentara Turki tewas dan empat lainnya luka-luka dalam bentrokan dengan pasukan Islamic State (IS) di Suriah utara, menurut angkatan bersenjata Turki, lansir Aljazeera Selasa (06/09/2016).

Korban tewas pertama kali oleh serangan IS, sejak peluncuran operasi lintas-perbatasan Turki “Operasi Perisai Efrat” dua pekan lalu.

Dalam sebuah pernyataan, Selasa, militer Turki mengatakan militan IS telah menargetkan dua tank mereka “dalam serangan roket” dekat kota al-Rai, Suriah.

Tentara awalnya mengatakan bahwa dua tentaranya telah tewas, tetapi kemudian menambahkan bahwa seorang tentara lain tewas akibat luka-luka yang dideritanya.

Ia juga mengatakan bahwa dua pejuang Suriah yang didukung Ankara tewas dan dua lainnya luka-luka dalam bentrokan dengan IS di kawasan yang sama.

Turki pertama kali mengirim tank di perbatasan pada 24 Agustus sebagai bagian dari serangan dua arah terhadap IS dan pasukan kurdi YPG yang didukung AS.

Empat hari kemudian, tentara Turki menderita korban tewas pertama di Suriah utara dalam serangan roket serupa yang dilakukan milisi Kurdi.

Tentara mengatakan pada hari Selasa bahwa serangan IS terjadi di desa Wuquf, di selatan al-Rai, dimana tank Turki membuka front kedua dalam operasi Suriah mereka pada akhir pekan.

Daerah ini terletak di barat Jarablus dekat perbatasan Turki yang direbut dari IS oleh Tentara Pembebasan Suriah yang didukung Ankara pada awal operasi.

Sementara itu, media Turki melaporkan bahwa desa Wuquf dan Sadwi, keduanya terletak di dekat al-Rai, direbut dari IS oleh pejuang oposisi.

Pada hari Ahad, pasukan IS mundur dari posisi terakhir mereka di sepanjang perbatasan Turki-Suriah, meninggalkan titik transit utama kelompok yang sering dijadikan perekrutan dan pengiriman persediaan.

Turki ingin mendirikan zona aman di daerah sepanjang 91-km yang membentang dari Jarablus ke Azaz ke arah barat.

“Perbatasan kami sepanjang 91km telah sepenuhnya dijamin,” kata Perdana Menteri Turki Binali Yildirim dalam pidato televisi pada hari Ahad.

“Seluruh pasukan IS dan YPG telah dipukul mundur dan mereka telah pergi.”

Dinamakan Euphrates Shield (Perisai Efrat), operasi yang melibatkan tank, jet tempur dan pasukan khusus Turki tersebut menargetkan IS sekaligus pasukan Kurdi Suriah YPG dukungan AS yang merupakan Afiliasi PKK di Suriah.

Milisi YPG Kurdi merupakan mitra kunci dari koalisi pimpinan militer AS untuk pertempuran di Suriah.

Namun, Ankara menganggap YPG sebagai sebuah “kelompok teroris” dan khawatir dengan ekspansi YPG di sepanjang perbatasan, yang akan memberikan peluang untuk terciptanya wilayah semi-otonom Kurdi yang berdekatan dengan Turki di Suriah utara.

Helikopter Tempur Assad Targetkan Aleppo dengan Gas Klorin

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Puluhan warga sipil terluka Senin sore kemarin, akibat menderita sesak napas dari berbagai intensitas di kota Aleppo saat pesawat tempur rezim Suriah menargetkan wilayah As Sukari dengan silinder peledak yang mengandung gas beracun.

Helikopter menargetkan wilayah As Sukari dengan silinder peledak mengandung gas beracun, yang menyebabkan lebih dari 100 orang sulit bernafas dengan beragam intensitas, mayoritas dari mereka adalah anak-anak; dan mereka kemudian diangkut ke rumah sakit untuk dirawat, koresponden ElDorar AlShamia menegaskan, Selasa (06/09/2016).

Koresponden mengatakan bahwa rezim Nushairiyah Assad menargetkan lingkungan As Sukari setelah beberapa serangan udara selama dua hari terakhir; di mana pembantaian kemarin merenggut nyawa enam orang dari satu keluarga.

112

Kota Aleppo mengalami blokade genosida “bagian timur” yang dilakukan oleh pasukan Syiah Assad dua hari lalu setelah mereka berupaya merebut kembali wilayah perguruan tinggi militer dan memotong arteri untuk mencegat pasokan ke pedesaan selatan Aleppo.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (the Syrian Observatory for Human Rights-SOHR), yang berbasis di Inggris, yang melacak perkembangan harian dalam perang Suriah, mengatakan lebih dari 70 orang di Sukkari mengalami gejala tersedak dan membutuhkan pengobatan setelah rezim Suriah menjatuhkan bom klorin dari helikopter.

“Aktivis di lapangan mengatakan bahwa korban yang dilarikan ke rumah sakit mengalami kesulitan bernapas,” reporter Al Jazeera Hashem Ahelbarra, melaporkan dari kota Gaziantep, Turki, dekat perbatasan Suriah-Turki.

“Mereka mengatakan bahwa gejala yang sama mereka alami di masa lalu dan membuat mereka percaya bahwa ini adalah serangan gas klorin.”

Aleppo Media Centre milik pejuang Suriah juga memberitakan pada akun Twitter mereka bahwa Sukkari menjadi sasaran serangan klorin Assad.

Seorang Warga Palestina Tewas dan 3 Terluka dalam Serangan Pasukan Zionis di Tepi Barat

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Seorang warga Palestina ditembak mati oleh pasukan zionis pada hari Senin setelah diduga menyerang pasukan Israel di Yerusalem Timur sementara tiga warga Palestina lainnya luka-luka dalam penggerebekan di sekitar kota Nablus, Tepi Barat, World Bulletin melaporkan, Senin (05/09/2016).

Kantor berita resmi Palestina WAFA mengatakan bahwa Mustafa Nimer ditembak mati oleh serdadu Zionis dan seorang penumpang lainnya luka-luka ketika pasukan penjajah Israel menembaki mobilnya di kamp pengungsi Shuafat, dengan alasan ia mencoba untuk menyerang mereka dengan kendaraan.

WAFA juga melaporkan bahwa tiga warga Palestina lainnya terluka oleh tembakan pasukan zionis yahudi selama serangan di kamp pengungsi Balata di Nablus dan kota terdekat Sabastya.

Pasukan menembaki secara membabi buta kea rah kerumunan setelah “unjuk rasa meletus” selama operasi untuk mengungkap fasilitas pembuatan senjata.

Pejabat Otoritas Palestina Ghassan Dhaglas mengatakan pasukan penjajah Israel juga menutup jalan selatan Nablus untuk melindungi warga yahudi yang menggunakan rute utama dekat kota, menyebabkan gangguan bagi warga Palestina yang mencoba untuk pergi bekerja dan sekolah di pagi hari.

Militer Israel berkelit dengan mengatakan tidak mengetahui adanya penutupan jalan.

Kantor berita Palestina Ma’an juga melaporkan bahwa pasukan penjajah Israel pada Ahad malam menutup sebuah desa di Tulkarem, sebuah distrik di Tepi Barat utara, setelah pemuda setempat melemparkan batu pada kendaraan militer Israel.

 

Khomeini Serukan Seluruh Pengikut Syiah Pertimbangkan Kembali Pergi Haji ke Tanah Suci

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Pemimpin tertinggi Syiah Iran Ayatollah Ali Khomeini mengeluarkan kata-kata kasar “menghujat” pemerintah Arab Saudi, sambil menyerukan untuk mempertanyakan manajemen tanah suci Islam, lansir World Bulletin, Senin (05/09/2016).

“Karena perilaku menindas penguasa Saudi terhadap jamaah Iran, dunia Islam harus mempertimbangkan kembali manajemen dua tempat suci dan urusan haji,” kata Khamenei dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan di situs web-nya, merujuk ke Mekah dan Madinah.

Dia mengeluarkan komentar hasutan menjelang ibadah haji tahunan bulan ini ke Mekkah di Arab Saudi.

khamenei

Sekitar 60.000 warga Iran beribadah haji ke Mekkah tahun lalu, tetapi secara efektif telah dilarang beribadah haji tahun ini setelah negosiasi antara kedua negara berantakan.

Khomeini menuduh keluarga penguasa Arab Saudi, yang merupakan penjaga situs suci Islam, melakukan politisasi ibadah haji, dan mengubah diri menjadi “Setan-setan kecil dan lemah yang gemetar karena takut membahayakan kepentingan Setan besar .”

Bulan haji tahun ini akan menjadi yang pertama kalinya dalam hampir tiga dekade dimana jamaah Iran tidak berpartisipasi.

Pemimpin Syiah Khomeini juga dengan sengit mengkritik respon Saudi untuk peristiwa mematikan haji tahun lalu, dimana sekitar 2.300 jamaah haji asing meninggal dunia akibat berdesak-desakan, termasuk sekitar 464 warga Iran, padahal penyebab utama insiden tersebut adalah ulah jamaah haji asal Iran yang tidak disiplin .

 

Ansharusyariah: Istiqomah dalam Jalan Dakwah dan Jihad Dijamin Kemenangan

SERANG (Jurnalislam.com) Menanggapi berbagai peristiwa yang terjadi di negeri ini, mulai dari persoalan rusaknya moral hingga kepemimpinan kafir, Amir Jamaah Ansharusyariah (JAS) Ustadz Muhammad Achwan mengatakan, kondisi tersebut sudah disampaikan Rasulullah SAW dahulu.
“Sudah dinashkan oleh Rasulullah bahwa umat ini akan disaring oleh satu saringan dimana hanya tersisa ampasnya manusia saja,” katanya saat ditemui jurnalislam didaerah Salira, Serang, Ahad (5/9/2016).
Menurutnya, fenomena kekejaman negeri ini bak kekejaman pada zaman Fira’un. “Semakin kejam, semakin dekat pula runtuhnya negeri,” ujarnya sembari mengutup Al Qur’an surat Al-An’am ayat 44.
“Ketika mereka sudah bangga dan sukses dengan hasil mereka, Allah akan menurunkan adzabnya karena perbuatan istidrajnya,” sambungnya.
Untuk itu, ia mengimbau umat untuk fokus dan konsentrasi memegang erat Sunnah Nabi SAW meski seperti memegang batu bara.
“Kita kembali dan menargetkan ridho Allah, sukses di tangan Allah. Teruslah bekerja, jalan dakwah dan jihad akan mendapatkan garansi kemenangan oleh Allah, janjinya jelas,” pungkasnya.

AS dan Rusia Kembali Gagal Capai Kesepakatan Operasi Militer Bersama di Suriah

HANGZHOU (Jurnalislam.com) – Diplomat dari Amerika Serikat dan Rusia, pada hari Senin gagal mencapai kesepakatan untuk memudahkan pertempuran saat operasi militer di Suriah, seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri mengatakan perbedaan masih tetap ada, lansir World Bulletin, Senin (05/09/2016).

Pejabat itu mengatakan putaran baru pembicaraan antara Menteri Luar Negeri John Kerry dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov di sela KTT G20 di Hangzhou telah berakhir tanpa kesepakatan.

Barack Obama mengatakan sebelumnya pada hari Ahad bahwa Amerika Serikat dan Rusia mencoba menyelesaikan gencatan senjata di Suriah, agar pengiriman bantuan kemanusiaan di negara yang dilanda perang tersebut berjalan lancar.

Para pejabat militer Amerika Serikat dan Rusia, yang kembali berada di sisi berlawanan dalam perang lima tahun Suriah, telah bertemu selama berminggu-minggu untuk mencoba mencapai kesepakatan.

Perang Suriah telah menewaskan lebih dari 470.000 orang dan 11 juta warga lainnya menjadi pengungsi.

Lembaga Kemanusian Turki Kirim Bantuan Makanan ke Jarablos untuk 8.000 Orang Per Hari

SURIAH (Jurnalislam.com)The Turkish Relief Organization (IHH) menyatakan, pada hari Sabtu (03/09/2016), telah mengirimkan bantuan kemanusiaan ke kota Jarablos di provinsi Aleppo, Suriah utara, ElDorar AlShamia melaporkan Senin (05/09/2016).

Organisasi itu mengatakan dalam sebuah pernyataan kemarin bahwa mereka telah memperkenalkan mobil pembuat roti pertama dan sebuah truk yang membawa bantuan kemanusiaan untuk Jarablos, menambahkan bahwa mobil pembuat roti tersebut akan menyediakan makanan bagi sekitar delapan ribu orang per hari, bersama dengan keranjang makanan.

Pernyataan itu mengatakan bahwa tim Organisasi ini bekerja untuk mereformasi pabrik roti kota yang tidak aktif, untuk mulai bekerja kembali sesegera mungkin, dan juga berencana untuk menghasilkan 35 ribu potong roti sehari, setelah kembali berproduksi. Mobil pembuat roti yang akan dikirim memiliki kemampuan memproduksi sekitar 10 ribu roti per hari.

Organisasi kemanusiaan medis telah memperkenalkan kru keadaan darurat beberapa hari yang lalu, didampingi lima dokter dan tiga ambulans milik organisasi di apotik kota, dan kru menegaskan bahwa mereka akan menyediakan klinik dengan peralatan dan personil yang diperlukan dalam beberapa hari mendatang, serta membuka sejumlah cabang di titik medis.

Unit khusus pasukan darat Turki, dalam koordinasi dengan pasukan udara, pada awal 24 Agustus meluncurkan operasi militer di kota Jarablos, dengan nama “Euphrates Shield (Perisai Efrat)” untuk membersihkan kota perbatasan dan seluruh daerah garis perbatasan dari milisi kelompok Islamic State (IS) dan Pasukan Demokratik Suriah (the Syrian Democratic Forces -SDF) yang didukung militer AS.

 

Suku Arab dan Turkmen Bentuk Faksi Militer Ajnad al Hasakah untuk Hadapi PYD

SURIAH (Jurnalislam.com) – Suku Arab dan Turkmen di provinsi Hasaka membentuk faksi militer Ajnad al-Hasaka beberapa hari lalu. Pembentukan kelompok militer baru tersebut adalah untuk melawan milisi kurdi PYD dukungan AS yang merupakan afiasi PKK di Suriah, ElDorar AlShamia melaporkan, Senin (05/09/2016).

Sebuah pernyataan mengatakan bahwa formasi ini terdiri dari pemuda Hasaka yang mengikuti tujuan pejuang Suriah untuk menyelesaikan pembebasan provinsi mereka dari milisi kurdi PYD – PKK dan pasukan rezim Nushairiyah Assad, memanggil pemuda di Suriah dan para pengungsi di Turki untuk menghilangkan wilayah “Rojava” dan mengembalikan sejumlah tanah kepada pemilik sebenarnya.

Formasi ini diumumkan beberapa pekan setelah pembentukan faksi yang sama dengan tujuan pedesaan utara Raqqa dengan nama “Saraya Al Qadisiya.”

Kota dan pedesaan Al-Hasaka berada di bawah kendali rezim Syiah Assad dan juga milisi Uni Partai Demokrat (PYD) yang merupakan bagian dari PKK di Suriah. PYD adalah pengendali daerah terbesar, sementara rezim al-Assad terbatas sebagai penjaga wilayah dan sektor militer.

Serangan Martir Taliban Hantam Departemen Pertahanan Afghanistan, Puluhan Tewas

KABUL (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 58 aparat pemerintah Kabul tewas akibat serangan martir terbaru dalam serangkaian Operasi Omari yang menargetkan Kementerian Pertahanan di kota Kabul, ibukota Afghanistan, Senin sore, Al Emarah News melaporkan, Senin (05/09/2016).

Ledakan pertama menargetkan personil pemerintah Kabul di pintu gerbang Kementerian Pertahanan saat mereka hendak meninggalkan pekerjaan, menewaskan sejumlah perwira dan prajurit termasuk Abd ur Razaq Panjshiri, Komandan Brigade pendukung kementerian pertahanan.

Tidak lama setelah ledakan besar, Hafiz Khalil Kandahari, seorang mujahidin dari unit martir Imarah Islam kembali meledakkan bom saat sejumlah besar personil militer musuh berkumpul di lokasi ledakan pertama untuk mengevakuasi korban tewas dan luka.

“Sebanyak 58 personel musuh termasuk perwira tewas di kedua ledakan,” koresponden Al Emarah mengatakan.

Jenderal Abd ur Razzaq, komandan brigade pendukung, kepala Howz-e-Doum (distrik keamanan) dan wakilnya serta 2 penjaga Ashraf Ghani berada di antara mereka yang tewas dalam ledakan kembar yang menargetkan Kementerian Pertahanan Afghanistan.

Serangan Martir Taliban Hantam Departemen Pertahanan Afghanistan, Puluhan Tewas2

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan di Twitter bahwa kementerian pertahanan adalah obyek serangan pertama, sementara polisi menjadi sasaran dalam serangan kedua, lansir Aljazeera.

Pemboman terjadi saat mujahidin Taliban mengintensifkan serangan skala nasional terhadap pemerintah di Kabul yang didukung AS.

Serangan ini menyentak ibukota hanya beberapa jam setelah para pejabat tinggi, termasuk seorang jenderal militer, tewas dalam pemboman ganda Taliban di kementerian pertahanan Afghanistan di Kabul pada sore hari yang menewaskan sedikitnya 24 orang dan menyebabkan 91 lainnya luka-luka menurut laporan Aljazeera.

ICMI DKI Kecam Pemda Menggusur Mushala Tapi Izinkan Vihara

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kebijakan diskriminatif pemerintah DKI Jakarta yang menginzinkan berdirinya sebuah Kelenteng di Muara Angke tapi menggusur Mushala di Pulau Pari, diprotes keras Pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) DKI Jakarta, Mustaqim Dahlan.

Fungsionaris ICMI yang akrab disapa Alan ini mengungkapkan, pada Senin (5/9/2016) pagi telah terjadi dua kegiatan yang menurut dia kontraproduktif. Pertama, di Muara Angke yang hampir 100 persen penduduk di sana Muslim, tapi ada pihak yang ingin mendirikan kelenteng atau vihara, padahal tidak ada umatnya.

Kemudian di sisi lain, lanjutnya, di waktu yang hampir bersamaan, sebuah Mushala di Pulau Pari akan dibongkar oleh Satpol PP, atas Surat Perintah Bongkar (SPB) dari Wakil Bupati Kepulauan Seribu. Padahal, di Pulau Pari hampir 100 persen penduduknya Muslim.

“Di Muara Angke, yang menginginkan didirikan kelenteng di sana bos-bos Cina yang punya kapal. Padahal tidak ada umatnya, ini sudah kami tolak. Sedangkan sekarang masyarakat sedang melawan pembongkaran Mushala di Pulau Pari,” ujar Alan kepada dilansir dari Republika, Senin (5/9/2016).

Alan mengatakan, kalau kelenteng atau vihara di Muara Angke dibiarkan berdiri, nanti rumah ibadahnya ada, tapi umatnya tidak ada. Tapi di sisi lain, kalau mushala di Pulau Pari dibiarkan digusur, ada Muslim baik penduduk di sana atau pengunjung pulau yang tidak mendapatkan akses ibadah.

Sebagai warga negara, ia paham semua rumah ibadah, termasuk kelenteng dan mushala, itu hak dasar umat. Akan tetapi, pendiriannya harus tetap sesuai dengan aturan dan undang-undang. Kalau hari ini warga sudah mendirikan mushala di sana tapi ada upaya pemerintah lewat surat perintah bongkar (SPB), baginya sudah tentu yang memerintahkan Kepala Daerah DKI. Alasan yang dikemukakan, pembongkaran dilakukan karena area pembangunan mushala bukan peruntukkannya.

“Dan kasus ini sebenarnya bukan mendirikan, tapi merenovasi mushala,” sambungnya. Sedangkan pembangunan kelenteng atau vihara di Muara Angke, masyarakat heran kenapa dibiarkan, sampai adanya protes dari warga.