Jet Tempur Rusia Cegat Pesawat Mata-mata AS di Laut Hitam

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Sebuah jet tempur Rusia mencegat pesawat mata-mata AS di atas Laut Hitam selama sekitar 19 menit, seorang juru bicara Pentagon mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Rabu (07/09/2016).

“Pada hari ini jet tempur Flanker SU-27 Rusia mencegat Poseidon P-8A milik Angkatan Laut AS dari jarak dekat yang tidak aman saat melakukan operasi rutin di wilayah udara internasional di Laut Hitam,” kata Kapten Jeff Davis dalam email.

Aset militer Rusia dan Amerika di kawasan itu secara rutin berinteraksi tapi “sebagian besar interaksi terjadi dengan aman dan profesional,” menurut Davis.

Tapi mencegat dari jarak dekat kemungkinan “dapat menimbulkan kesalahan perhitungan atau kecelakaan” dan memiliki potensi meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut, tambahnya.

Pencegatan itu adalah konfrontasi militer Rusia terbaru yang dihadapi aset militer AS di Eropa Timur.

Pada bulan April, Su-24 Rusia terbang dalam jarak 30 kaki dari kapal perusak AS, Donald Cook, di Laut Baltik, dan tak lama setelah itu sebuah Su-27 terbang di dekat pesawat pengintai RC-135 milik Angkatan Udara AS di Laut Baltik.

Insiden terbaru tersebut terjadi setelah kapal Angkatan Laut AS dicegat oleh kapal Pengawal Revolusi Syiah Iran di Teluk Persia.

Perancis Turunkan Pasukan Artileri untuk Serang Mosul

IRAK (Jurnalislam.com) – Perancis mengatakan pada hari Selasa bahwa mereka mengerahkan artileri ke Irak dan menyiapkan kapal induk dalam memperkuat dukungan militer asing bagi tentara Irak untuk merebut kembali Mosul, ibukota de facto Islamic State (IS) di Irak, lansir Reuters, Rabu (07/09/2016).

Tentara dan unit elit Irak secara bertahap telah mengambil posisi di sekitar kota yang terletak 400 km (248 mil) di utara Baghdad, dengan pasukan koalisi internasional mendukung dengan memanfaatkan keklahan kelompok IS di beberapa wilayah di Irak dan Suriah.

“Kami memutuskan untuk meningkatkan dukungan kami terhadap pasukan Irak musim gugur ini dengan tujuan merebut kembali Mosul,” kata Menteri Pertahanan Perancis Jean-Yves Le Drian dalam pertemuan pejabat pertahanan dan militer di Paris.

“Pada saat ini, artileri kami tiba dekat ke garis depan,” kata Le Drian, menambahkan bahwa kapal induk Charles de Gaulle akan segera berangkat ke Timur Tengah.

Para pejabat pertahanan Perancis menolak untuk memberikan rincian tentang artileri.

Pemimpin IS, Abu Bakr al-Baghdadi menyatakan sendiri kekhalifahannya secara sepihak yang mencakup wilayah Irak dan Suriah dari Masjid Agung Mosul pada tahun 2014.

Perancis, negara pertama yang bergabung dengan serangan udara pimpinan AS di Irak, telah meningkatkan operasi udara terhadap IS, termasuk di Suriah, bergabungnya Perancis dalam serangan terhadap IS dipicu dengan beberapa serangan oleh kelompok IS di Perancis. Paris juga memiliki pasukan khusus yang beroperasi di kedua negara dan telah memberikan senjata kepada kelompok oposisi Suriah.

Kasus Prostitusi Gay Bukti Indonesia Darurat LGBT

SOLO (Jurnalislam.com) – Isu LGBT kembali mencuat pasca terkuaknya kasus prostitusi anak laki-laki untuk kaum gay di Bogor. Menanggapi fenomena tersebut, juru bicara Jamaah Ansharusy Syariah, ustadz Abdul Rachim Ba’asyir mengatakan, masyarakat Indonesia tidak boleh memberi ruang gerak bagi kaum Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT).

“Masyarakat Indonesia sudah tidak boleh tutup mata lagi terhadap keberadaan LGBT ini. Perkembangan mereka kan cukup pesat. Mereka juga sudah berani memanfaatkan pejabat-pejabat negara seperti kehadiran menteri agama dalam acara HUT AJI kemarin,” terang pria yang karib disapa ustadz Iim itu kepada Jurnalislam melalui sambungan telepon, Rabu (7/9/2016).

Ia khawatir jika perkembangan LGBT dibiarkan bebas seperti saat ini akan mengundang azab Allah SWT seperti azab yang diterima kaum Nabi Luth AS dahulu.

“Kalau masyarakat Indonesia baik pejabat-pejabatnya maupun rakyatnya memberi angin kepada mereka, maka jangan salahkan kalau nanti mereka akan meraja lela. Dan mereka itu hanya akan mengundang azab Allah SWT,” tegasnya.

Ustadz Iim menegaskan, munculnya kasus prostitusi anak laki-laki untuk kaum gay membuktikan bahwa mereka mempunyai ruang untuk bergerak bebas di Indonesia. Untuk itu ia mendesak pemerintah untuk bersikap tegas terhadap kaum LGBT.

“Saat ini mereka juga kan bukan hanya dikenal dengan penyimpangan orientasi seksual saja, tapi juga mereka kerap melakukan tindakan kriminal. Maka dari itu perlu ada tindakan tegas. Kasus itu juga membuktikan bahwa Indonesia sedang darurat LGBT,” pungkasnya.

FUI Karanganyar Desak Aparat Batalkan Pagelaran Musik Underground “Noice Hell”

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – Forum Umat Islam (FUI) Karanganyar bersama warga menyatakan, menolak pagelaran musik underground bertajuk ‘Super Rock Noise Hell’ yang akan digelar 14 September mendatang di Lapangan Papahan Karanganyar.

Penolakan pagelaran musik yang dipromotori oleh Queen Production itu disampaikan FUI dalam surat pernyataan sikapnya kepada Polres Karanganyar, Selasa (5/9/2016).

“Kami layangkan surat keberatan menolak keras pada Kapolres Karanganyar jika konser musik Noice Hell tetap digelar,” kata Sekjen FUI Karanganyar, Mulyono kepada wartawan, Selasa (5/9/2016).

Menurut Mulyono, tema yang diusung “Noice Hell” adalah tema kesesatan yang berpotensi merusak generasi bangsa, identik dengan miras, narkoba, sex bebas, pemujaan setan dan berujung tindakan anarkis.

“Hal tersebut sangat bertentangan dengan visi-misi Pemkab Karanganyar bertaqwa, Karanganyar bebas narkoba,” tegas Mulyono.

“Untuk itu FUI Karanganyar dan, warga masyarakat menolak acara tersebut serta melayangkan surat kepada KAPOLRES Karanganyar untuk mencabut ijin penyelenggaraan konser musik “Noice Hell” komunitas underground/PUNK,” tambahnya.

Mulyono mengatakan, pihak kepolisian mengaku telah memanggil perwakilan Queen Production, Maya Ratna Sari. Karena tidak ada keputusan, kepolisian meminta Maya untuk mendatangi FUI Karanganyar.

Di markaz FUI Karanganyar, Maya ditemui Mulyono. Queen Production memohon FUI dan masyarakat untuk tidak mendesak aparat membatalkan acara tersebut dengan alasan perizinan sudah lengkap dan sudah ada kontrak dengan sponsor.

“Kalau FUI keberatan dengan kemaksiatan, mbak Maya minta kami untuk datang dan mengawasi. Jika ada pelaku, FUI berhak menindak,” terang Mulyono mengutip pernyataan Maya.

Namun, berdasarkan hasil rapat FUI pada Selasa malam memutuskan FUI akan tetap menolak pagelaran musik keras tersebut.

Taliban: Musuh Tinggalkan Pos Pemeriksaan di Tarinkot, 12 Serdadu Menyerah

URUZGAN (Jurnalislam.com) – Laporan mengatakan tembak-menembak yang diterjadi awal hari selasa oleh mujahidin Imarah Islam (Taliban) terhadap posisi musuh di sekitar ibukota Tarinkot masih berlangsung, Al Emarah News melaporkan, Selasa (06/09/2016).

Pada siang harinya tentara bayaran, Arbaki,p melarikan diri dan meninggalkan basis utama mereka serta 5 pos yang sebelumnya mereka kuasai di daerah Kakrak karena sejumlah luas wilayah dan rute yang menghubungkan ibukota dengan kabupaten telah diblokir.

Sementara itu sebanyak 12 orang bersenjata menyerahkan diri pada Taliban.

Musuh saat ini sedang dalam tekanan besar akibat pengepungan ketat dan kondisi panik di bawah serangan berat Taliban.

Rincian lebih lanjut dari operasi akan diperbarui saat informasi tiba.

 

Sekjen PBB Balas Hasutan Politikus Anti Islam Trump dan Wilders

BELANDA (Jurnalislam.com) – Sekjen HAM PBB menuduh politikus anti Islam yaitu calon presiden AS Donald Trump dan nasionalis Belanda Geert Wilders, menyebarkan “kebencian ras dan agama yang memalukan.”

Zeid Raad mengatakan pada hari Senin bahwa “populis, penghasut dan politikus fantasi” seperti Wilders dan Trump, serta Nigel Farage di Inggris dan Marine Le Pen di Perancis, menggunakan taktik “menyebar ketakutan” kebencian terhadap Islam.

“Jangan salah, saya pasti tidak menyamakan tindakan demagog nasionalis itu dengan orang-orang ISIS,” komisaris tinggi PBB untuk hak asasi manusia, mengatakan pada acara gala dinner yang diselenggarakan oleh Peace, Justice and Security Foundation (Yayasan Perdamaian, Hukum dan Keamanan) yang berbasis di Den Haag, lansir Aljazeera, Selasa (07/09/2016).
“Tapi dalam modus komunikasi, propaganda ISIS yang berisi kebenaran setengah-setengah dan penyederhanaan, menggunakan taktik yang sama dengan orang-orang dari populis.”

“Dan kedua sisi persamaan ini saling menguntungkan satu sama lainnya – yang memang pengaruhnya tidak akan berkembang tanpa tindakan yang lainnya,” tambahnya, menyerukan aksi global untuk mengurangi pengaruh politik populis yang bisa berubah menjadi kekerasan tersebut.

Zeid memberi julukan “aneh (grotesque)” bagi Wilders yang menyerukan untuk tidak menerima imigran Muslim, menutup Masjid dan melarang al Quran, dalam platform pemilu Maret 2017.

Dalam tweet, Wilders menyebut Zeid “idiot.” Zeid adalah anak seorang pangeran Yordania dan ibunya adalah wanita kelahiran Swedia.

“PBB itu aneh (grotesque),” balas politisi sayap kanan Belanda itu. “Mari kita singkirkan para birokrat ini.”

Zeid mengatakan retorika Wilders bisa memiliki konsekuensi yang mengerikan.

“Sejarah mungkin telah mengajarkan kepada Wilders dan teman-teman sejenisnya seberapa efektif xenophobia dan kefanatikan dapat menjadi senjata,” kata Zeid. “Suasana akan menjadi kental dengan kebencian, yang pada titik ini dapat turun dengan cepat menjadi kekerasan kolosal.”

Sekjen pbb

Zeid mengatakan diskriminasi itu dipercepat di tempat kerja, anak-anak dipermalukan dan dijauhi atas asal-usul etnis dan agama mereka.

“Mereka tidak ‘benar-benar’ Eropa,” kata Zeid. “Seluruh warga sedang diolesi dengan dugaan kolusi dengan teroris.”

Pidato Zeid ini menarik tepuk tangan meriah dari penonton di acara gala dinner tersebut.

Bentrokan Pasukan India dan Warga Muslim Kashmir Kembali Memanas, 1 Tewas dan 90 Terluka

KASHMIR (Jurnalislam.com) – Seorang warga sipil muslim Kashmir tewas pada hari Selasa (06/09/2016) dalam protes pro-kemerdekaan massal terhadap kekuasaan India di lembah Kashmir yang disengketakan yang terus berlanjut hingga hari ke-60.

Seorang dokter senior di rumah sakit kabupaten Anantnag, yang tidak bisa disebutkan namanya karena larangan dokter berbicara kepada media, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa Naseer Ahmad Mir, 21, sudah meninggal dunia saat dibawa ke rumah sakit setelah tentara menembaki secara membabi buta ke pengunjuk rasa di sebuah desa di selatan Kashmir.

“Kami memiliki sembilan puluh pasien terluka dari desa Seer Hamdan hari ini, bahkan tidak ada waktu untuk menuliskan nama. Itulah yang kita lakukan di sini sehari-hari, menonton orang-orang muda menderita dan mati,” kata dokter.

Menurut berbagai rumah sakit, 76 pemrotes sipil telah tewas dan lebih dari 9.000 lainnya terluka sejak awal kerusuhan 8 Juli, ketika seorang komandan mujahidin muda gugur oleh pasukan India.

Kashmir, wilayah Himalaya yang mayoritas Muslim, dikuasai oleh India dan Pakistan di beberapa bagian dan diklaim oleh kedua negara secara penuh.

Kedua negara terlibat tiga kali perang – pada tahun 1948, 1965 dan 1971 – sejak mereka dipisah pada tahun 1947, dua diantara perang tersebut memperebutkan Kashmir.

Sejak tahun 1989, kelompok-kelompok perlawanan muslim Kashmir di Kashmir yang dipegang India (Indian-held Kashmir-IHK) telah berjuang melawan penjajah India untuk kemerdekaan atau penyatuan dengan negara tetangga Pakistan.

Lebih dari 70.000 warga muslim Kashmir telah tewas sejauh ini dalam kekerasan, sebagian besar dari mereka oleh kebrutalan pasukan India. India menggelar lebih dari setengah

Lagi, Tiga Perwira Garda Revolusi Iran Tewas dalam Pertempuran Terbaru di Suriah

SURIAH (Jurnalislam.com) – Media Iran melaporkan terbunuhnya tiga pemimpin Iran di tangan faksi mujahidin Suriah selama pertempuran yang sedang berlangsung di Suriah, ElDorar AlShamia melaporkan, Selasa (06/09/2016).

Media melaporkan bahwa dua petugas Iran “Adel Saad Akbar Nazri” dan komandan pasukan Basij “Hussein Alikhany” tewas dalam pertempuran yang sedang berlangsung di Suriah.

Salah satu jenderal dari Garda Revolusi Iran (IRGC), “Dariush Darsti” juga tewas pada tanggal 2 September selama operasi militer di Aleppo, kota utara Suriah.

Media Iran “Fars” pekan lalu juga mengumumkan tewasnya 10 personil militer Iran, termasuk komandan senior Garda Revolusi.

Iran adalah sekutu utama rezim Nushairiyah Suriah Bashar Assad, dan telah memberikan dukungan militer dan ekonomi selama perang global empat tahun di Suriah.

Riyadh: Teheran Hasut dan Politisir Jamaah Haji

RIYADH (Jurnalislam.com) – Arab Saudi melaporkan Iran telah melarang jamaah Iran melakukan ibadah haji tahun ini dan “mempolitisir” pelaksanaan ibadah Haji, lansir World Bulletin Selasa (06/09/2016).

Putra Mahkota dan Menteri Dalam Negeri Saudi Muhammad bin Nayef mengatakan Senin bahwa pemerintah Saudi tidak akan mentolerir “pelanggaran” selama ibadah haji.

“Arab Saudi tidak akan mentolerir setiap pelanggaran yang mengganggu keamanan atau mempengaruhi keselamatan jamaah haji, apakah dilakukan jamaah Iran atau oleh pihak lain,” katanya dalam pernyataan yang dibawa oleh kantor berita resmi Saudi.

Dia melanjutkan untuk menegaskan bahwa pemerintah Saudi memperluas semua fasilitas untuk warga negara Iran yang ingin menunaikan ibadah haji.

“Pihak berwenang Iran sendiri yang tidak ingin mengirim jamaah mereka untuk berhaji dengan alasan mereka sendiri sebagai bagian dari upaya mereka untuk mempolitisasi ibadah haji,” katanya.

Pemimpin Tertinggi Syiah Iran Ayatollah Ali Khamenei, menuduh Arab Saudi “membunuh” jamaah Iran, mengacu pada insiden haji dekat Mekah tahun lalu di mana ratusan jamaah asing meninggal dunia – termasuk banyak warga Iran – tewas, peristiwa yang diawali oleh jamaah Iran yang tidak disiplin dengan melawan arus.

“Pembunuh Saudi yang tidak berperasaan malah mengunci korban yang terluka bersama dengan orang-orang yang tewas dalam containers bukannya memberikan perawatan medis dan membantu mereka, atau setidaknya melepaskan dahaga mereka,” hasut pemimpin Syiah melalui Twitter.

“Mereka membunuh mereka,” tambahnya.

Tahun lalu, ratusan peziarah meninggal dunia dalam insiden haji mematikan dekat Mekah akibat berdesak-desakan antara jamaah asing dengan jamaah Iran.

Riyadh Teheran Hasut dan Politisir Jamaah Haji 2

Teheran kemudian mengatakan sebagian besar korban adalah warga negara Iran, menyalahkan tragedi itu karena Saudi salah urus.

Hubungan tetap tegang antara Muslim Sunni Arab Saudi dan sekte Syiah Iran.

Pada bulan April, Riyadh dan Teheran gagal menyepakati parameter yang mengatur ibadah haji untuk tahun ini.

Sengketa meningkat setelah Teheran menuntut agar jamaah Iran diizinkan khusus untuk melakukan praktek-praktek ritual tertentu selama haji – yang dilarang oleh pemerintah Saudi.

Pemerintah Saudi mengatakan praktek ritual seperti itu, termasuk pertemuan khusus sesama jamaah Syiah selama ritual haji, “justru menghambat pergerakan jamaah lainnya” yang borpetensi menimbulkan insiden.

Praktek ritual Syiah tersebut dianggap sebagai kewajiban politik dan agama oleh pemimpin Syiah Ayatollah Ruhollah Khomeini (1902-1989), pendiri Republik Syiah Iran.

Arab Saudi memutuskan hubungan resmi dengan Iran awal tahun ini setelah misi diplomatiknya di kota-kota Teheran dan Mashhad di Iran diserang oleh demonstran setelah eksekusi tokoh sekte Syiah terkemuka oleh pemerintah Saudi.

 

Setelah Dirikan Sekolah Disabilitas, Peggi Melati Sukma Kini Jalankan Program Persalinan di Gaza

SOLO (Jurnalislam.com) – Mantan pemain sinetron lawas yang kini menjadi pendakwah, Peggi Melati Sukma mengatakan, perjuangan rakyat Palestina tidak akan pernah padam selama zionis Israel masih ada. Pernyataan itu ia sampaikan dalam acara kajian di Masjid Rohmah, Laweyan, Solo, Senin (5/9/2016).

“Selama masih ada Zionis Israel, perjuangan mereka tidak akan berhenti. Meski selalu diancam dengan pembunuhan, pemboman, ya memang seperti itu, tapi saudara-saudara kita gak akan mundur,” kata Inspirator Hijrah yang telah berdakwah di 20 negara itu.

Pendiri satu-satunya Sekolah Disabilitas di Gaza itu kini sedang menjalankan program persalinan bagi ibu-ibu Gaza. Wanita yang bangga dengan perjuangan rakyat Palestina itu terus mengajak masyarakat Indonesia untuk membantuk rakyat Palestina.

“Ya masih saya jalankan, Insya Allah gak berhenti. Seperti program persalinan ibu di jalur Gaza yang kami punya sudah mencapai seribu. Pemberdayaan ekonomi janda-janda syuhada. Untuk itu saya akan berikan hadiah bagi yang mau bersedekah minimal 200 ribu,” ujar penulis buku “Kujemput Engkau di Sepertiga Malam” itu.

Bersama Ponpes Daruttauhid, Peggi juga akan membangun sekolah-sekolah di jalur Gaza dan mendirikan perkampungan anak yatim dan janda syuhada di Palestina.