Pesawat Tempur Rezim Assad dan Rusia Bombardir Lingkungan Sipil Aleppo, 86 Tewas

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Puluhan orang tewas Jumat ketika pesawat tempur rezim Assad dan Rusia menargetkan wilayah yang dikuasai faksi-faksi pejuang di kota barat laut Suriah, Aleppo, sumber-sumber lokal mengatakan.

Berbicara kepada Anadolu Agency, Jumat (23/09/2016) Najib Ansari, seorang pejabat pertahanan sipil yang berbasis di Aleppo, melaporkan korban berjumlah 86 orang.

Menurut sumber-sumber di rumah sakit lapangan lokal yang berbicara secara anonim karena takut akan keselamatan mereka, pesawat-pesawat tempur menyerang lingkungan perumahan di kota Al-Anshari, Al-Sokkari, Tariq al-Bab dan kabupaten Al-Shear – yang semuanya masih tetap berada di bawah pengepungan pasukan rezim.

Ibrahim Abu Laith, pejabat pertahanan sipil berbasis Aleppo lainnya, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa jet Rusia telah menargetkan pusat pertahanan sipil dan pemadam kebakaran di distrik Al-Ansari dan kota Masaken Hanano.

Sejumlah ambulans, tambahnya, telah dihancurkan oleh serangan udara Rusia.

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak 2011, ketika rezim Nushairiyah Assad menumpas protes unjuk rasa – yang meletus sebagai bagian dari gerakan “Musim Semi Arab” – dengan keganasan militer yang tak terduga.

Pusat Penelitian Kebijakan Suriah, sebuah LSM yang berbasis di Beirut, melaporkan korban tewas akibat konflik enam tahun di Suriah berjumlah lebih dari 470.000.

Obama akan Gunakan Hak Veto untuk Tuntut Arab Saudi pada Peristiwa 9/11

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Barack Obama pada hari Jumat (23/09/2016) akan menggunakan hak veto memberlakukan undang-undang yang memungkinkan korban 9/11 menuntut Arab Saudi, mempertaruhkan kemarahan publik dan yang pertama kalinya mengabaikan (override) kongres kepresidenannya.

Al Arabiya News Channel melaporkan, Jumat, Gedung Putih menegaskan pada hari Kamis bahwa Obama akan memveto undang-undang – yang dengan suara bulat disahkan oleh Kongres – yang memungkinkan keluarga korban serangan 9/11 untuk memulai gugatan perdata terhadap Riyadh.

us-school-shooting-obama-ap“Kami percaya ini adalah RUU yang buruk,” kata juru bicara Gedung Putih Josh Earnest. “Ini sebabnya presiden akan memveto undang-undang itu.”

Gedung Putih berpendapat undang-undang tersebut akan merusak kekebalan berdaulat dan berpotensi mengekspos para pejabat AS dan anggota layanan untuk litigasi (menjalani proses pengadilan).

Obama sejauh ini telah mengeluarkan 11 veto dalam kepresidenannya, tidak ada satupun yang mengumpulkan dua pertiga suara oposisi yang diperlukan untuk override.

Pertama dalam Sejarah, Pasukan Rusia Latihan Perang Bersama Pakistan

PAKISTAN (Jurnalislam.com) – Pasukan Rusia telah tiba di Pakistan pada hari Jumat untuk mengambil bagian dalam latihan militer dua pekan, yang pertama dalam sejarah modern kedua negara. Moskow dan Islamabad berada di sisi yang berlawanan selama Perang Dingin, lansir World Bulletin Jumat (23/09/2016).

Sekitar 70 tentara dan perwira Rusia bersama dengan 130 rekan-rekannya dari Pakistan mengambil bagian dalam latihan perang yang disebut Persahabatan 2016, yang dimulai pada hari Sabtu (24/09/2016). Pemberian nama Persahabatan 2016 (Friendship 2016) secara simbolis mengacu kepada ketegangan Perang Dingin yang berlangsung lama antara Moskow dan Islamabad, yang sekarang berusaha untuk diatasi kedua ibukota tersebut.

Latihan ini berlangsung di daerah pegunungan di provinsi Punjab Timur. Kedua negara memiliki pengalaman panjang dalam operasi militer di medan yang sulit ini, yang ingin mereka bagi satu sama lain.

Latihan ini pertama kali diumumkan pada bulan Januari dan merupakan sinyal bahwa “Moskow dan Islamabad tertarik memperdalam hubungan antar militer mereka,” Duta Besar Pakistan untuk Moskow Qazi Khalilullah mengatakan kepada TASS.

“Ini jelas menunjukkan keinginan dari kedua belah pihak untuk memperluas kerjasama pertahanan dan teknis militer,” katanya.

Latihan Persahabatan 2016 akan berlangsung meskipun terdapat spekulasi bahwa mereka mungkin dibatalkan, yang muncul setelah ketegangan antara Pakistan dan India meningkat setelah serangan September 18 terhadap pasukan India yang ditempatkan di Uri, sebuah kota di provinsi Kashmir.

Moskow memberitahu New Delhi mengenai latihan bersama yang dijadwalkan dengan Pakistan dan yakin bahwa mereka tidak harus mengkhawatirkan India, mengingat bahwa latihan tersebut dilakukan jauh dari wilayah sengketa, Zamir Kabulov, kepala Kementerian Luar Negeri Rusia departemen Timur Tengah mengatakan kepada RIA Novosti.

Kerjasama militer Rusia dengan Pakistan telah dipercepat selama beberapa tahun terakhir, berbalik dengan di masa lalu, ketika Islamabad adalah pendukung utama perjuangan Taliban di Soviet yang diduduki Afghanistan.

Pada tahun 2014, Moskow mencabut larangan lama penjualan senjata ke Pakistan. tahun lalu kedua negara menandatangani kesepakatan pada empat helikopter serang Rusia Mil Mi-35M, yang dimaksudkan untuk menggantikan helikopter Pakistan buatan AS AH-1 Kobra yang sudah menua.

Berpotensi Timbulkan Konflik, Umat Islam Se-Bogor Raya Sampaikan Pernyataan Sikap Larang Aktivitas Syiah

BOGOR (Jurnalislam.com) – Untuk mencegah terjadinya konflik yang dapat menggangu ketentraman dan keamana karena adanya perayaan hari raya As-syuro yang perayaannya cenderung dipaksakan oleh kelompok Syiah, maka dari itu gabungan elemen umat yang terdiri dari Ormas Islam, Lembaga Pendidikan, Majelis Ta’lim dan DKM Masjid Islam se-Kota dan Kabupaten Bogor menyatakan sikap, diantara:

  1. Bahwa kami secara tegas menolak segala bentuk kegiatan perayaan As-syuro Syiah yang diselenggarakan oleh kelompok Syiah dan unsur Syiah lainnya diwilayah Bogor dan Kabupaten Bogor
  2. Bahwa kami secara tegas menolak segala bentuk provokasi dan ajakan dalam bentuk apapun oleh pihak manapun yang mengatas namakan Syiah dan kroni-kroninya demi terselenggarakannya kegiatan Syiah As-syuro diwilayah Kota dan Kabupaten Bogor
  3. Kami memohon kepada pihak penyelenggara negara baik ditingkat pusat maupun daerah untuk segera membuat keputusan tentang pelarangan Syiah melakukan kegiatan apapun baik ditempat terbuka maupun secara tertutup diberbagai wilayah manapun lainnya dalam jumlah besar karena mereka berpotensi terhadap terjadinya terjadinya gesekan antar umat, menimbulkan instabilitas wilayah dan mengganggu kehidupan berbangsa dan bernegara dibawah naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia
  4. Bahwa kami memohon dengan segera kepada penyelenggara negara untuk menyatakan pelarangan pertumbuhan dan perkembangan ajaran Syiah di Indonesia secara keseluruhan karena sangat bertentangan dengan aqidah umat Islam, aqidah Ahlussunnah wal Jamaah yang telah berkembang di Indonesia dan berpotensi besar terjadinya perpecahan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat kita cintai ini

Untuk itu kami meminta kepada Wali Kota Bogor berserta jajaran Muspidanya dan Bupati Kabupaten Bogor beserta jajaran Muspidanya untuk menolak dan melarang secara tegas perayaan hari As-syuro yang akan diselenggarakan oleh kelompok Syiah diseluruh wilayah Kota Bogor dan Kabupaten Bogor demi keamanan, kedamaian, kerukunan, kemakmuran, dan kesejahteraan seluruh warga Bogor Raya yang kita cintai ini.

 

Reporter: Miswanto

Bazda Sebagai Harapan Umat yang Kurang Mampu

SERANG (Jurnalislam.com) – Wakil Ketua II Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) Provinsi Banten, HM Supri Usman mengatakan, Banten sebagai provinsi dengan umat Islam besar sangat berpotensi menjadi ladang zakat.

“Luar biasa, Banten ini sangat berpotensi sekali. Umat Islam disini mayoritas dan sangat banyak, fanatik dengan agamanya. Hanya saja perlu dipahamkan kembali tentang aturan main,” katanya kepada jurniscom saat ditemui kantornya, Jl. Veteran No. 31 B Serang, Kamis (22/9/2016).

Menurutnya, untuk mencapai hasil yang maksimal, pemda harus ikut untuk membantu mensosialisasikan program-program Bazda.

“Pemerintah kurang melakukan komunikasi yang persuasif dengan masyarakat sehingga masyarakat kurang senang. Sebenarnya masyarakat butuh dan senang dipimpin, kami mengharapkan dapat terpilih pemimpin yang mendukung program zakat yang sangat dibutuhkan bagi umat,” ujarnya.

Supri mengaku telah menyalurkan zakat dalam berbagai bidang, salah satunya dalam pendidikan. Bazda Provinsi banten telah memberikan jaminan pendidikan kepada tujuh orang dari berbagai wilayah untuk mengenyam bangku kuliah.

“Kami konsen di pendidikan karena dengan pendidikan masalah kemiskinan dapat teratasi. Kami juga melakukan bedah rumah di 8 daerah serta menyantuni 100 aki-aki dan nini-nini (jompo-red) yang sudah tidak punya keluarga,” terangnya.

Selain itu, Bazda juga menyalurkan zakatnya kepada para narapidana di salah satu LP di Banten. “Kemarin pada saat bulan ramadhan, saya disuruh pimpinan untuk ke salah satu penjara. Saya Tanya mereka mau tidak untuk menerima fitrah, mereka mau menerima 30 ribu, saya kasih uang seneng mereka. Dikasih sarung juga untuk solat ied,” ungkapnya.

Bazda Provinsi Banten menargetkan 100 Milyar pertahun, namun tahun lalu Bazda Banten baru mampu mengumpulkan 30 Milyar.

“Bazda sangat diharapkan bagi umat tidak mampu disini. Mulai dari kesehatan hingga pendidikan. Untuk itu melalui surat-surat kami sampaikan kepada kaum muhsinin. Pedagang hingga anggota dewan harus diajak untuk membiasakan memberi,” pungkasnya.

 

Ratusan Jama’ah Jum’at Masjid An Nur Ngasinan Nikmati Makan Siang Gratis dari MDS

SUKOHARJO (Jurnalislam.com) – Warung Ikhlas ‘Melangkah Dengan Sedekah’ (MDS) membagikan 150 paket makan siang kepada jemaah Shalat Jum’at di Masjid An Nur Ngasinan, Grogol, Sukoharjo, Jum’at (23/9/2016).

Joko Widodo selaku imam dan khotib Masjid An Nur mengatakan, bahwa warga Ngasinan yang dulunya bergulat dengan premanisme dan kemiskinan, sekarang telah berubah. Banyak penduduk mulai sadar pentingnya beragama Islam secara benar dan beramar makruf nahi munkar.

“Alhamdulillah ini bagus, menjadi kesadaran untuk memakmurkan masjid, semoga MDS bisa terus eksis dengan program amal ini. Sekarang disini sudah pada sadar untuk beribadah secara benar,” ucap Joko.

Ketua MDS, Pak Jack mengatakan, kedatangan MDS untuk mendukung dakwah para aktivis masjid. Pak Pihaknya juga menyatakan kesiapannya jika ada permintaan ikhwan yang menginginkan kehadiran MDS.

“Kita siap jika ada ikhwan yang meminta kita datang demi mengokohkan perjuangannya mendakwahkan Islam di lingkungannya. Dengan bersedekah makan siang kita siap bakti sosial di tempat muslim yang minus. Tujuannya agar mempererat ukhuwah sesama muslim,” ujarnya.

Nampaknya, jumlah makan siang yang dibawa MDS melebihi target jama’ah yang hadir. Dengan sigap salah satu anggota MDS membagikannya kepada warga sekitar.

MUI Bogor: Pemerintah Jangan Takut Melanggar HAM Vonis Syiah Sesat

Bogor (Jurnalislam.com) – Resah dengan aktivitas kelompok Syiah di wilayah Bogor. Ratusan masa dari elemen umat Islam se-Bogor Raya adakan aksi damai di depan kantor Balaikota Bogor, Jumat (23/9/2016).

Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Bogor Bidang Aliran Sesat, meminta kepada pemerintah untuk melakukan tindakan tegas terhadap aliran Syiah dengan tidak ragu menjatuhkan vonis sesat terhadap kelompok tersebut.

“Karna kalau dinyatakan sesat pengikutnya akan kembali lagi, seperti Gafatar, Ahmadiyah, dan lain sebagainya, itu yang kita harapkan,” kata ustad Wilyudin Dhani kepada jurniscom.

Lebih lanjut ustadz asal Bogor ini meminta kepada pemerintah untuk tidak khawatir terhadap isu pelanggaran Hak Asasi Manusia ketika bersikap tegas terhadap Syiah, karna menurutnya Syiah sudah semestinya dilarang di Indonesia.

“Jangan takut HAM, HAM cuma tipu-tipu itu, mereka juga melanggar HAM, tapi diam saja. Masa kita untuk menegakkan kebenaran, melindungi tanah tumpah darah dari penyimpangan dan penyesatan masa takut. Jangan takut Allah bersama kita,” tegasnya.

Aksi yang dimulai lepas shalat Jum’at ini dihadiri beberapa tokoh umat Islam, diantaranya ustadz Abu Muhammad Jibriel (MMI), ustadz Wildan (Jamaah Ansharusy Syariah), Ustadz Ahmad Iman (Ketua Forkami), Ustadz Abdul Halim (DDII), Ustadz Najamudin (DPRD Kota Bogor).

Reporter: Miswanto

Dikhitan, Lucas Senyum Bangga Menjadi Muslim Sempurna

MENTAWAI (Jurnalislam.com) – Lucas ( 27 tahun) sumringah. Sebagai laki-laki, Ia baru saja menyempurnakan keislamannya. Lucas baru saja dikhitan oleh tim medis Islamic Medical Service (IMS).

“Alhamdulillah lega rasanya setelah dikhitan. Sebagai laki-laki sempurnalah ke-islaman saya karena telah mengikuti salah satu kewajiban yang dicontohkan Nabi. Semoga dengan khitan ini semakin sehat dan mantap keyakinan saya,” ujar Lucas seusai dikhitan, Sabtu (17/9/2016) silam.

Lazimnya bagi laki-laki Muslim, dikhitan biasanya dilakukan saat usia anak-anak atau remaja. Namun, Lucas yang dikhitan pada usia dewasa ini, bukan karena Ia menunda-nunda dikhitan. Melainkan Lucas adalah seorang mualaf. Ia baru memeluk Islam pada 2014 lalu.

Lucas yang setelah berislam berganti nama menjadi Sulaiman ini adalah warga pedalaman Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat yang hidup dibawah garis kemiskinan. Sehingga, meski sudah bersyahadat dua tahun lalu, baru saat ini Ia dikhitan. Lucas tidak memiliki uang untuk menyegerakan khitan.

Kehadiran tim IMS yang menggelar khitan massal gratis disambut gembira oleh Lucas dan puluhan mualaf Mentawai lainnya.
IMS menyelenggarakan khitan massal di Kepulauan Mentawai adalah untuk kesekian kalinya.

Kegiatan khitan massal kali ini dirangkai dengan momen kegiatan Idul Adha 1437 Hijriah. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama IMS dan Yayasan Sosial dan Dakwah Mentawai yang didukung penuh oleh Mandiri Amal Insani (MAI).

Ustadz Irwan Rahman, Ketua Yayasan Sosial dan Dakwah Mentawai mengucapkan terima kasihnya kepada berbagai pihak yang turut membantu memikirkan kesehatan para muallaf di Pedalaman. Beliau berharap kerjasama seperti ini bisa terus dilakukan, karena masih banyak para pria mualaf di Kepulauan Mentawai yang belum dikhitan.

“Belum lama ini 26 KK telah bersyahadat, mereka semua butuh pendampingan dan bimbingan agar paham dengan Islam yang benar. Sudah bisa dipastikan bahwa para prianya belum dikhitan. Didata kami ada sekitar 75 mualaf yang belum dikhitan dan jumlah ini akan terus bertambah,” jelas Ustadz Irwan.

Sementara itu, IMS juga mendistrubusikan hewan kurban ke sejumlah daerah Pada tahun ini ada 4 lokasi pedalaman yang mampu dijangkau oleh IMS. Diantaranya adalah Papua, Mentawai, NTT dan Mahakam Ulu. Selain ke empat lokasi tersebut, hewan kurban juga didistribusikan ke Parung Panjang Bogor, Jawa Barat.

Adapun kegiatan yang akan dilakukan dalam waktu dekat adalah khitanan massal mualaf pedalaman di Mahakam Ulu. Kegiatan ini dalam rangka menyambut Tahun Baru 1438 Hijriyah, sudah terdaftar 200 peserta mualaf.

Taliban Pakistan Publikasi Pelatihan Pasukan Khusus di Barat Laut Pakistan

PAKISTAN (Jurnalislam.com) – Taliban di Pakistan mempromosikan “Pasukan Khusus” dan mengatakan bahwa kelompok itu berlatih dan beroperasi di distrik Swabi barat laut Pakistan, yang terletak dekat dengan ibukota Islamabad.

The Long The Journal mengutip Umar Media, outlet media resmi Gerakan Taliban di Pakistan (Tehrik-e-Taliban Pakistan atau TTP), menerbitkan video, Kamis (22/09/2016) di YouTube yang menunjukkan pelatihan “Kelompok khusus Swabi Taliban” dengan granat roket. Para pejuang kelompok khusus itu menampilkan bagaimana mengatur RPG dan menembakkannya dari posisi yang berbeda, dan menginstruksikan bagaimana menyerang tank untuk melumpuhkan dan menghancurkannya. Setelah pelatihan, para pejuang Taliban menembakkan hulu ledak RPG ke arah target yang ditempatkan di lereng gunung.

Kelompok khusus adalah unit pasukan khusus versi TTP dan sering disebut sebagai “mujahidin kelompok khusus” dan “Satuan Tugas Khusus.” Unit ini bertugas melakukan pembunuhan tokoh militer dan politik Pakistan, serta melakukan serangan bunuh diri dan serangan yang lebih terorganisir, seperti serangan September 2015 di sebuah kamp angkatan udara di Peshawar.

Di masa lalu TTP telah mempromosikan Mujahidin Kelompok Khusus dan telah merilis rekaman saat mereka menerima instruksi di “Mehdi Alaih Rizwan Training Center.” Lokasi kamp pelatihan belum diungkapkan, namun diyakini terletak di wilayah kesukuan Pakistan.

Militer Pakistan telah mengklaim bahwa kabupaten barat laut seperti Swabi, Swat, Mardan, dan Nowshera telah dibersihkan dari Taliban. Antara 2007 dan 2009, Taliban menguasai sejumlah besar daerah barat laut Pakistan, termasuk Swabi dan Swat. Video mujahidin yang tampaknya sedang melakukan pelatihan dan menembakkan RPG di tempat terbuka di Swabi menunjukkan bahwa Taliban Pakistan telah kembali.

Bappenas Incar Dana Zakat, Bazda Provinsi Banten: ‘Tidak Sekarang’

SERANG (Jurnalislam.com) – Rencana Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro, menggunakan dana zakat umat untuk program pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan dikritisi oleh sejumlah pihak.

Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) Provinsi Banten, melalui wakil ketua II HM Suri Usman mengatakan, rencana Bappenas itu terkesan terburu-buru dan tidak melihat kondisi Badan Amil Zakat di daerah-daerah.

“Pada dasarnya kami setuju dengan program tersebut. Hanya waktunya panjang, tidak untuk sekarang, ini masih sangat jauh. Butuh langkah yang pasti untuk diterapkan,” katanya kepada jurniscom saat ditemui di Kantor Bazda Provinsi Banten, Jl. Veteran No. 31 B Serang, Kamis (22/9/2016).

Pimpinan SMK Walisongo Pandeglang itu menilai, Bazda tidak bermasalah jika Bappenas melirik dana zakat untuk pengentasan kemiskinan, tapi harus dibuat perarturan yang jelas.

“Jika tidak didukung dengan regulasi yang jelas dan terarah kita juga resikonya berat. Berhadapan dengan audit, syariah dan perbankan yang diatur oleh kementerian keuangan. Aturan harus jelas karena masalah uang ini sensitif,” ucapnya.

Suri mengatakan, dalam acara Seminar Nasional Baznas bulan lalu di Museum Nasional, Ketua Bappenas, Bambang Brodjonegoro menyinggung soal penggunaan dana zakat untuk program pengentasan kemiskinan. Suri menilai pemaparan Bambang waktu itu cukup bagus karena menyangkut umat secara nasional. Akan tetapi, untuk menyukseskan rencana pengentasan kemiskinan melalui zakat ini harus direalisasikan dengan benar dan terarah.

“Estimasi jika umat Islam Indonesia yang mampu untuk berzakat sebesar 217 Triliun, sebuah nilai yang besar untuk menyukseskan pengentasan kemiskinan. Tapi sosialisasi untuk umat saja kita belum mampu, bagaimana untuk skala nasional?” cetusnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, asas kemiskinan sendiri adalah kurangnya pendidikan umat sehingga tidak dapat bersaing, berujung kepada kemiskinan.

“Itu adalah tugas negara untuk mencerdaskan masyarakat, tanpa pendidikan “No”. Umat manusia harus diselamatkan, jangankan manusia kucing mati kelaparan dosa pemiliknya,” pungkasnya.